Translate

biografi dewi lestari

Written By iqbal_editing on Senin, 13 Mei 2013 | 16.30

Dewi Lestari Simangunsong dikenal sebagai penyanyi dan        penulis buku. Dengan nama pena Dee, nama Dewi Lestari sudah tidak asing lagi di kalangan para pencinta buku maupun penikmat musik. Dewi Lestari lahir di Bandung pada tanggal 20 Januari 1976 sebagai anak keempat dari lima bersaudara.

Dee memulai karir bernyanyinya dalam trio vokal RSD (Rida Sita Dewi) yang terbentuk di tahun 1994 bersama dengan Rida Farida dan Indah Sita Nursanti. Meskipun lebih dikenal sebagai anggota trio RSD, Dee sebenarnya pernah menjadi backing vokal untuk Iwa K, Java Jive dan Chrisye. RSD sendiri mulai meluncurkan album pertamanya di tahun 1995 yang berjudul Antara Kita. Kemudian album kedua RSD dirilis pada tahun 1997 dengan judul Bertiga.

Pada tahun 1999, RSD kembali merilis albumnya yang berjudul Satu di bawah bendera Sony Music Indonesia. Dan pada tahun 2002, RSD merilis album The Best of Rida Sita Dewi yang berisi lagu-lagu terbaiknya dengan tambahan lagu Ketika Kau Jauh dan Terlambat Bertemu. Pada tahun 2006, Dee meluncurkan album berbahasa Inggris berjudul Out Of Shell, dan di tahun 2008, ia kembali merilis album yang berjudul RectoVerso dengan hitsnya “Malaikat Juga Tahu”.
Sebagai penulis, Dee mulai dikenal dengan bukunya yang berjudul Supernova. Sebelum menulis buku, ia telah menulis cerpen dan dimuat di beberapa media. Salah satu cerpennya berjudul Sikat Gigi pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung, Jendela Newsletter yang merupakan sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri.

Tahun 1993, ia mendapatkan hadiah juara pertama dalam lomba menulis di majalah Gadis melalui tulisannya yang berjudul Ekspresi . Tiga tahun berikutnya, cerita bersambung yang ditulisnya yang berjudul “Rico the Coro” dimuat di majalah Mode. Bahkan ketika masih menjadi siswa SMU 2 Bandung, ia pernah menulis sendiri 15 karangan untuk buletin sekolah.

Novel pertamanya pun yang berjudul Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh diterbitkan pada 16 Februari 2001. Novel pertamanya ini pun mendapatkan sambutan yang menyenangkan, terbukti dari penjualannya yang mencapai 12000 eksemplar hanya dalam jangka waktu 35 hari dan terjual hingga lebih dari 75000 eksemplar. Edisi bahasa Inggrisnya pun telah diluncurkan pada tahun 2002 untuk menembus pasar internasional dengan bantuan Harry Aveling.  Novel ini pun berhasil masuk dalam nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Bersaing bersama para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad, Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril, Dorothea Rosa Herliany karya Kill The Radio, Sutardji Calzoum Bachri karya Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti karya Sampah Bulan Desember.

Setelah kesuksesan novel pertamanya, Dee pun menerbitkan novel keduanya yang berjudul “Akar” pada 16 Oktober 2002. Novel ini sempat mengundang kontroversi dari umat Hindu disebabkan oleh lambang OMKARA/AUM yang merupakan aksara suci BRAHMAN Tuhan yang Maha Esa dalam HINDU sebagai cover dalam bukunya. Kemudian disepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada cetakan ke 2 dan seterusnya.

Supernova ketiga yang berjudul Petir dirilis pada bulan Januari 2005. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Hanya saja, ia memasukkan 4 tokoh baru dalam PETIR. Salah satunya adalah Elektra, tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Pada tahun 2006, Dee meluncurkan Filosofi Kopi yang merupakan Kumpulan cerita dan prosa karya Dee yang telah ditulisnya sepanjang satu dekade (1995-2005), diterbitkan oleh Gagas Media dan Truebooks.

Novel Rectoverso diterbitkan pada bulan Agustus 2008, bersamaan dengan albumnya yang berjudul sama. Rectoverso ini memang merupakan perpaduan antara fiksi dan musik. Buku Rectoverso terdiri dari 11 fiksi dan 11 lagu yang saling berhubungan. Tagline dari buku ini adalah Dengar Fiksinya, Baca Musiknya.

Pada tahun 2009, dee kembali meluncurkan novelnya yang berjudul Perahu Kertas. Novel ini sedikit berbeda dibandingkan novel supernova yang akrab dengan sains. Novel Perahu Kertas ini lebih bergenre populer. Dan novel ini pun direncanakan akan difilmkan. Pada tahun 2011, Dee meluncurkan kembali kumpulan cerita yang berisi prosa dan juga puisi karyanya yang berjudul Madre.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik