Kami berkemah di tengah-tengah hutan yang di mana sampingnya ada sebuah sungai. Konon, katanya kita tidak boleh mandi sore di sungai itu karena nanti penjaga sungai itu (hantu) akan menegur kita dan kita akan dibawa ke alam lain dan di pulangkan dengan kondisi tak bernyawa.
“anak-anak kita tidak boleh mandi sore di tempat itu” kata ibu mashura.
“terus kita mandinya kapan bu?” tanya cindy.
“bisa pagi atau siang hari, yah pokoknya jangan sore atau malam” kata ibu mashura.
Kami pun mengerti akan kata ibu mashura.
“alah palingan itu hanya mitos aja, dasar orang-orang penakut” kata ilti dalam hati.
Sore pun telah tiba semua murid masuk ke dalam tenda. Namun, hanya ilti yang pergi ke sungai itu untuk mandi. Setelah beberapa menit lia menyadari akan ketidakhadiran ilti. “cin tadi ilti ada ikut camping ngak?” bisik lia kepada cindy.
“ia, tadi ilti di depanku” kata cindy.
“ilti ke mana yah? Kok ngak ada?” tanya lia mulai panik.
“kamu kan tau ilti orangnya kayak gimana, palingan dia jalan-jalan ke tenda lain” kata tia.
Lia pun mulai tenang.
“ilti.. Ilti.. Ilti” kata seseorang di ujung sungai memanggil ilti, ilti pun mencari-cari sumber suara. Ia melihat ada kerumunan orang, dia pun pergi ke situ. Ilti tak sadarkan diri. Nyawa ilti pun diambil & mayat ilti dibuang di bawah pohon beringin.
“aaaaa” teriak tasya. Kami pun menuju kepada tasya. Dan ternyata tasya melihat mayat ilti di bawah pohon beringin. Kami semua menangis. Dan ilti pun di bawah ke rumahnya. Sungguh betapa sedihnya ortu ilti, belum lagi ilti adalah anak tunggal dan ibunya mandul. Siswa & guru Smp berlian bintang pun pergi ke rumah duka ilti.
Akhirnya cindy baru tau penyebab kematian ilti. Ternyata ilti diambil nyawanya oleh penjaga sungai itu. Karena ilti mandi sore di sungai itu.
Sekarang ilti tinggal kenangan.
Cerpen Karangan: Cindy Takumansang
0 komentar:
Posting Komentar