Translate

cerpen akibat buruk tawuran

Written By iqbal_editing on Kamis, 05 Januari 2017 | 04.20

Cerita Oleh Gunarto
Merasakan dingin penjara merupakan hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bagaimana tidak aku untuk pertama kali merasakan dingin jeruji besi untuk pertama kali untuk kasus tawuran pelajar yang aku alami ketika aku duduk di bangku kelas dua SMA di salah satu sekolah swasta.

Aku merasa kaget mengapa aku sampai di penjara padahal waktu itu aku hanya ikut ikutan saja tidak pernah sampai melukai orang lain. Senin di bulan November tepatnya tahun lalu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup ku aku merasakan jeruji penjara selama satu minggu.

Pada hari itu kami memang mempersiapkan penyerangan balasan dari SMA sebelah karena telah melukai salah satu teman kami hingga babak belur. Ferdi namanya teman kami yang saat pulang sekolah sendirian di serang oleh segerombolan anak anak SMA sebelah.
cerpen anak sekolah akibat buruk tawuran
Ketika ia pulang sekolah sore itu ia di serang dan di hajar habis habisan oleh anak anak SMA sebelah padahal motif nya hanya sepele dari saling ejek hingga berakhir perkelahian. Aku sendiri tidak menyangka mengapa hal itu bisa terjadi pada hal antar sekolah ini tidak, dari dulu selalu akrab tidak pernah yang namanya ada tawuran bahkan sampai berujung pada perkelahian antar pelajar.
Dari pihak orang tua sendiri juga tidak menyangka mengapa hal itu bisa terjadi. Bahkan yang membuat heran para orang tua, orang tua korban juga mengetahui dan sangat kenal dengan orang tua para pelaku pengeroyokan. Sangat di sayangkan memang seorang pelajar yang harusnya duduk di bangku sekolah dan rajin belajar malah ia melakukan tindakan pengeroyokan yang sangat tidak manusiawi.
Dari pihak keluarga sendiri akhirnya menyerahkan kasus ini kepada masing masing sekolah. Dan kedua belah pihak dari sekolah akhirnya menyepakati untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan musyawarah secara damai.

Akhirnya dari pihak korban menerima semua keputusan dari kedua belah pihak karena hal ini menyangkut dua institusi pendidikan yang sangat dibanggakan masyarakat sekitar dan di percaya oleh masyarakat.

Setelah semua musyawarah selesai dari pihak korban menuntut untuk dari pihak pelaku menanggung semua semua biaya pengobatan teman ku itu. Tapi pada akhirnya pelaku dan pihak orang tua pelaku mau menanggung semua biaya pengobatannya.
Syukurlah pada saat itu aku ucapkan akhirnya semua selesai tanpa ada kaitannya dengan hukum. Pelaku sendiri dari berbagai sumber yang aku dapatkan berjumlah 10 orang dan jujur pada saat itu aku juga sangat kenal dengan para pelaku itu.
Akhirnya di lain kesempatan hari belajar aku membicarakan ini dengan teman teman ku bahwa pelaku ada 10 orang. Tapi tidak di sangka dari salah satu teman kami provokasi dan akan melakukan penyerangan balasan kepada para pelaku pengeroyokan itu. Aku sendiri sebenarnya tidak ingin terlibat dalam masalah ini tetapi karena aku di paksa untuk ikut penyerangan balasan akhirnya aku mengikutinya.

Sabtu tepatnya hari itu di bulan November. Pagi hari berkumpul dan mempersiapkan senjata yang akan kami gunakan untuk melakukan penyerangan balasan ke SMA sebelah karena untuk membalaskan teman kami yang pada saat itu belum sembuh bahkan kakinya patah karena pengeroyokan itu.
Setelah semua persiapan alat alat penyerangan itu selesai kami akhirnya merencanakan penyerangan balasan itu tepat pukul 1 siang di mana pelajar pulang pada umumnya. Sebelum kami melakukan penyerangan itu aku sudah melaporkan kepada Polsek bahwa akan ada tawuran pelajar selepas pulang sekolah, tetapi aku tidak menyertakan identitas asli ku bahwa aku yang melaporkan nya.

Benar saja pukul satu siang kami melakukan penyerangan balasan kepada pelajar SMA sebelah. Tidak di sangka saat itu juga polisi datang dan menangkapi para pelajar yang membawa senjata tajam dan aku sendiri membawa senjata tajam juga ikut di tangkap padahal aku sama sekali tidak menyerang.

Aku sudah bilang pada pak polisi itu bahwa dia salah tangkap, bahkan aku bilang bahwa aku yang melaporkan bahwa akan ada tawuran pelajar pada waktu pulang sekolah tetapi polisi itu tidak percaya dan membawa ku ke kantor polisi. 
Aku sendiri merasa salah telah membawa senjata tajam. Kenapa pada saat itu aku tidak bersembunyi bahwa aku yang melaporkan kejadian itu. Setelah kami diinterogasi aku dan teman teman ku dijebloskan ke penjara, karena di anggap kami bersalah. Sejak saat itu aku merasa menyesal telah ikut ikutan melakukan tawuran pelajar dan aku janji pada diri sendiri tidak akan mengulangi lagi.
Orang tua kami pun bersedih karena kebetulan teman kami ada 30 orang yang masuk bui karena melakukan tawuran itu. Aku sangat menyesal dengan kejadian itu dan meminta maaf kepada kedua orang tua ku dam berjanji tidak akan mengulangi lagi.
… Sekian …

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik