Al
adalah seorang detektif muda yang sangat berbakat dan terkenal. Dia
selalu memecahkan kasus dengan berbagai analisa-analisa yang sangat
akurat. Al memiliki seorang teman yang sangat dekat yaitu Vita. Dia
selalu menemani Al dalam berbagai kasus.
Sore itu Al pergi berlibur bersama Vita
ke rumah neneknya di Surabaya dengan kereta eksekutif. Tetapi lagi-lagi
sebuah kasus mengundang Detektif Al untuk memecahkannya. Saat berada di
dalam gerbong makan untuk makan, Al mendengarkan percakapan antara
pemilik took perhiasan dengan managernya yaitu Pak Prabowo dan Pak
Hasan. Mereka membicarakan tentang perampokan yang terjadi di tokonya,
tetapi perampoknya pergi tanpa mengambil apapun. Karena perampoknya
kabur tanpa mengambil apapun semua orang kagum dan menganggap Pak
Prabowo-lah yang telah mengusir perampok itu.
Ditengah-tengah pemicaraan seseorang
menyela pembicaraan mereka yaitu Pak Joko Wiranto seorang Walikota
Prambatan, “Tapi itu merupakan sebuah iklan yang sangat bagus, untuk
kampanye pemilihan Anda. Sungguh rencana yang sangat cerdas.” Kata
walikota. “Pak walikota, apa yang Anda lakukan disini?” Tanya Pak
Prabowo. Kemudian Pak Joko menjawab akan berlibur ke Surabaya. Kemudian
mereka semua melanjutkan pembicaraan meraka. Pak Joko mencurigai kasus
perampokan itu, ia menduga bahwa kasus itu merupakan rekayasa. Pak Joko
menemukan sebuah kejanggalan dalam kasus perampokan itu yaitu mengapa
seorang perampok takut dan kabur saat mendengar alarm dan mengatakan
sesuatu yang aneh ketika dia kabur. “sebelum penjahat itu melarikan
diri, dia bilang ‘ini berbeda sekali dengan apa yang kita sepakati'”.
Detektif Al merasa kejadian seperti itu pernah terjadi, tetapi ia lupa
kapan dan dimana kejadian tersebut terjadi.
Kemudian seorang wanita yang mencurigakan
masuk kedalam gerbong makan untuk makan malam “Benar, Kebetulan yang
mengerikan” ucap wanita itu, kemudian iya membatalkan makan malamnya dan
kembali ke kamarnya. Al terus memikirkan kasus tersebut, “Hey, Aku
benar-benar ingat kasus seperti itu, dimana penjahatnya kabur tanpa
mengambil apapun” ucap Al. “aku tidak ingat, mungkin itu hanya film yang
pernah kamu tonton” jawab Vita. “tidak itu terjadi sudah lama, mungkin
sudah lama sekali, saat aku masih kecil” ucap Al dalam hatinya. Kemudian
ia kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Al selalu mencoba mengingat-ingat kasus
itu, ketika kereta melewati terowongan, Al teringat dengan sesuatu
“Tembakan senjata dan teriakan bercampur dengan kebisingan di dalam
terowongan…” ucap Al dalam ingatannya. Tiba-tiba suara tembakan diikuti
dengan teriakan terdengar di dalam kereta itu. Kemudian Al teringat lagi
“Seperti binatang buas, ia menyelusuri koridor yang gelp…”. Kemudian
seseorang dengan masker lari di lorong depan kamar Al. Saat Al ingin
mengejarnya, orang itu membuka kamarnya dan menembak kedalam kamarnya
berkali-kali kemudian ia menembak kearah Al, tetapi tembakan itu tidak
mengenai Al. Al melihat pintu kamar si pembunuh menutup, kemudian ia
teringat lagi “Tapi dia tidak ada disana lagi…”. Lalu Al berlari ke
kamar itu, ternyata si pembunuh menembak kea rah jendela kamar untuk
melarikan diri. Al mulai mengingat semua kasus ini, Kasus yang sedang ia
hadapi sekarang ini sama seperti cerita pada novel yang dibuat oleh
ayah Al ketika Al masih kecil, tetapi novel itu tidak pernah
diterbitkan. Saat Polisi memeriksa kereta itu, ternyata korban yang
dibunuh adalah Pak Prabowo. Ketika Al hendak menelfon ayahnya tiba-tiba
wanita misterius yang ia lihat digerbong makan berada dibelakangnya.
Lalu Vita memangil Al untuk member keterangan pada Polisi.
Saat di sellidiki lebih lanjut ada
kejanggalan dari kaburnya si pembunuh. “Biasanya penjahat tidak
meninggalkan senjatanya saat dia melarikan diri; Pistol memiliki delapan
buah peluru, sedangkan si penjahat hanya menembakan 6 peluru,
kemungkinan tembakan kearahku hanya untuk menakutiku, kemudian ia
bersembunyi di kamar lain; mengapa si pembunuh tidak mengunci pintunya,
dengan mengunci pintunya ia mendapatkan tambahan waktu untuk kabur; dan
mengapa kasus ini mirip dengan cerita Ayahku” pikir Al saat melakukan
penyelidikan. Setelah itu Al memeriksa setiap kamar di dalam kereta.
Yang pertama adalah kamar isteri Pak Prabowo, di kamar itu hanya
terdapat Shotgun yang dibawa istri Pak Prabowo untuk berburu. Kedua
adalah kamar manager toko perhiasan, di kamarnya itu terdapat peralatan
memancing milik manager. Kemudian kamar seorang penumpang, di kamar itu
terdapat pedang untuk Kompetisi Kendo. Lalu kamar Pak Joko, di kamar itu
terdapat tas dan peralatan golf. Setelah itu kamar wanita Al lihat di
gerbong makan, disana hanya terdapat tas tangan. Wanita itu mengatakan
hanya ingin pergi berkudan jadi ia hanya membawa tas tangan.
Seorang Polisi yang diperintahkan
memeriksa terowongan datang dan member tahu Inspektur bahwa di
terowongan telah ditemukan mayat si pembunuh. Saat mayat itu diperiksa
terdapat luka benturan di kepala juga kumisnya adalah kumis palsu dan
rambut palsu. Ternyatamayat itu adalah perampok toko perhiasan yang
tidak mencuri apa-apa. Dia adalah salah satu dari tiga orang anggota
komplotan penjahat tapi salah satu anggotanya tewas karena overdosis dan
lainya masih menghilang. Karena pelakunya sudah ditemukan, polisi
memerintahakan kondektur kereta untuk memberangkatkan keretanya kembali.
Pagi harinya Al pergi ke kamar wanita
misterius yang ia lihat di gerbong makan, ia mengetuk pintu kamarnya.
“apa kamu datang untuk mencariku?” Tanya wanita itu. “ya, ada yang ingin
aku beritahukan kepadamu… penyamaranmu cukup bagus” kata Al. “ha?”
wanita itu kaget, “sebenarnya kamu datang kesini bukan untuk berkuda,
tapi untuk alasan lain kan?” kata Al. “apa yang kamu katakan? Aku
benar-benar akan naik kuda” jawab wanita itu. “bodoh, bagaimana mungkin
kamu bisa menaiki kuda. Tunjukkan identitasmu yang sebenarnya, aku
memang sudah curiga kepadamu, Nyonya” kata Al. “Baiklah, kaku sudah
mengetahuinya. Kau hebat Al” kata wanita itu. “mungkin yang lainnya
tidak akan menyadari, tapi kau tidak bisa membohongi anakmu dengan
mengganti gaya rambut dan warna lipstikmu” kata Al. “Padahal butuh waktu
lama untuk menata rambut ini”. “lalu apa alasanmu menyamar seperti
itu?”. “Apa?! Kenapa aku menyembunyikan diriku? Aku sangat popular di
Negara ini”. “itu kan dulu sekali…”. “diamlah, aku kesini karena membaca
surat kabar tentang perampok yang mengatakan sesuatu yang aneh lalu
kabur tidak mengambil apa-apa”. “jadi memang benar…”. “ya sperti yang
ditulis ayahmu… perampok professional merencanakan perampokan, dan
kata-kata yang diucapkan perampok itu sebelum melarikan diri ‘seharusnya
tidak seperti ini’ sama persis dengan yang ditulis ayahmu 10 tahun yang
lalu. tetapi ada perbedaan dari novel itu, dalam novel yang dirampok
adalah toko barang antik, buka toko perhiasan”. “lalu apa yang terjadi
selanjutnya?”. “kami menelpon toko perhiasan itu, kami bertanya apakah
pemilik toko perhiasan itu akan pergi berlibur dalam waktu lama dengan
menggunakan kereta? Karena dalam novel pemilik toko barang antik tewas
saat melewati terowongan”. “kenapa kau tidak menghentikan mereka?!”.
“Bagaimana aku bisa tau, saat kejadian itu aku sedang di kamar mandi”.
“seharusnya ibu mendiskusikannya dulu denganku!”. Mereka terus berdebat
hinnga Al bertanya engenai Trik yang digunakan pembunuh dalam novel.
Saat Al bertanya mengenai trik ternyata
ayahnya lupa tentang trik itu, karena ayahnya menulis novel itu 10 tahun
yang lalu. Ayah Al mengatakan bahwa novelnya dicuri saat dibawa oleh
penerbit, padahal baru bagian pertamanya saja yang sudah selesai.
Perampoknya adalah tiga orang komplotan yang dipimpin oleh pembunuh di
kereta tadi. Saat semuanya berkumpul di lobi untuk membahas tentang
kasus pembunuhan Pak Prabowo, seorang polisi datang memberika informasi
bahwa mayat yang ditemukan itu jatuh dari kereta pada jam 4:10 WIB,
waktu yang sama saat para saksi melihat pembunuh itu masuk kedalam
kamar. tetapi pecahan kaca jendela kereta masih belum ditemukan, dan tim
penyelidik menemukan sesuatu yang aneh pada tunbuh mayat. Pada tubuh
mayat terdapat sepotong lakban yang menempel.
Ketika mendengar itu, Al langsung
mengetaui tentang trik yang digunakan pembunuh kemudian berlari menuju
kamar si pembunuh lalu memeriksa kamar itu. Dia teringat trik yang
dibuat ayahnya “seorang anak berkaca mata kaca mata bingkai hitam
tertawa dengan sombongnya, karena mengira dia sudah berhasil…” kemudian
ia berfikir kembali dan berusaha mencari bukti agar dia tidak salah
menyimpulkan kasus itu. Kemudian ibunya menyarankan untuk mengikuti
jalan cerita pada novelnya. Ibunya mengarang cerita kepada polisi persis
yang ada dalam novel. Setelah sampai di stasiun Al dan Ibunya
menjalankan rencana mereka.
Ibunya sebagai umpan berjalan perlahan,
kemudian diikuti Al dari belakang. Tetapi Al kehilangan jejak ibunya,
saat mencari ibunya Al melihat ibunya di sisilain rel kereta, dan
dibelakang ibunya ada seseorang yang mencurigakan. “Ibu,
dibelakangmu…!!” tetapi kereta menghalangi pandangan antara Al dengan
ibunya. Al segera berlari menuju ke sisi lain rel kereta. Al tidak
mungkin sempat untuk meneyelamatkan ibunya, pembunuh itu sudah tinggal
mendorong ibunya jatuh ke dalam rel dan semuanya berakhir dengan darah.
Tetapi ketika pembunuh itu ingin mendorongnya, Ayah Al datang dan
menahan tangan pembunuh itu. Ternyata pembunuh pemilik toko perhiasan
itu adalah managernya sendiri yaitu Pak Hasan. Pak Hasan membunuh si
perampok dikamarnya dengan peraatan pancing yang dibawanya.
Dengan mengikat pada bagian ikat
pinggangnya pak manager menggunakan benang pancing. Lalu mengikatnya di
jendela yang sudah dihancurkan. Dia memasukkan benang hingga ke dalam
kamarnya, salah satunya terikat dengan sesuatu yang ada di dalam dan
satunya lagi terikat pada knop pintu. Setelah semua siap dia menuju
gerbong loby dan menembak si pemilik toko perhiasan itu. Lalu lari ke
kamar perampok dan menembak jendela. Dan menembak kea rah detektif Al
dan lainnya. Saat mereka berlindung dari tembakannya, dia berlari kea
rah tangga dan memotong salah satu dari benang pancingnya. Lalu tubuh
perampok yang telah dibunuhpun jatuh dari kereta. Saat dia kabur, dan
jatuhnya perampok pasti waktunya akan sama. Itulah cara agar semua
mengira pelakunya adalah perampok toko perhiasan. Dia juga menempelkan
benang pancing dengan selotip dibelakang pintu, dan mengaitkannya. Dia
mengikatkannya lagi pada benang pancing yang terhubung ke tubuh
perampok, saat benangnya dipotong, tubuh perampoknya akan jatuh dan
pintunya tertutup pada waktu yang sama. Karena beratnya tubuh, maka tali
pun akan ikut tertaris, lalu secara otomatis pintu akan tertutup.
Buktinya di ikat pinggang celana korban ada potongan selotip itu. Lalu
Al menemukan celana, kaca mata dan topi yang sama yang digunakan si
pembunuh di dalam tas manager.
Motiv pembunuhan yang dilakukan karena
dia ingin balas dendam atas kematian teman wanitanya dalam kelompoknya.
Karena pemilik toko perhiasan itu pengedar narkoba, temannya jadi
overdosis dan tewas. Akhirnya si pelakunya menyerahkan diri kepada
polisi. Akhirnya detektif Al dapat menikmati liburannya bersama dengan
vita.
0 komentar:
Posting Komentar