Translate

gadis pendiam dan pembunuh misteri

Written By iqbal_editing on Selasa, 15 November 2016 | 19.16

Al adalah seorang detektif muda yang sangat berbakat dan terkenal. Dia selalu memecahkan kasus dengan berbagai analisa-analisa yang sangat akurat. Al memiliki seorang teman yang sangat dekat yaitu Vita. Dia selalu menemani Al dalam berbagai kasus.
Sore itu Al pergi berlibur bersama Vita ke rumah neneknya di Surabaya dengan kereta eksekutif. Tetapi lagi-lagi sebuah kasus mengundang Detektif Al untuk memecahkannya. Saat berada di dalam gerbong makan untuk makan, Al mendengarkan percakapan antara pemilik took perhiasan dengan managernya yaitu Pak Prabowo dan Pak Hasan. Mereka membicarakan tentang perampokan yang terjadi di tokonya, tetapi perampoknya pergi tanpa mengambil apapun. Karena perampoknya kabur tanpa mengambil apapun semua orang kagum dan menganggap  Pak Prabowo-lah yang telah mengusir perampok itu.
Ditengah-tengah pemicaraan seseorang menyela pembicaraan mereka yaitu Pak Joko Wiranto seorang Walikota  Prambatan, “Tapi itu merupakan sebuah iklan yang sangat bagus, untuk kampanye pemilihan Anda. Sungguh rencana yang sangat cerdas.” Kata walikota. “Pak walikota, apa yang Anda lakukan disini?” Tanya Pak Prabowo. Kemudian Pak Joko menjawab akan berlibur ke Surabaya. Kemudian mereka semua melanjutkan pembicaraan meraka. Pak Joko mencurigai kasus perampokan itu, ia menduga bahwa kasus itu merupakan rekayasa. Pak Joko menemukan sebuah kejanggalan dalam kasus perampokan itu yaitu mengapa seorang perampok takut dan kabur saat mendengar alarm dan mengatakan sesuatu yang aneh ketika dia kabur. “sebelum penjahat itu melarikan diri, dia bilang ‘ini berbeda sekali dengan apa yang kita sepakati'”. Detektif Al merasa kejadian seperti itu pernah terjadi, tetapi ia lupa kapan dan dimana kejadian tersebut terjadi.
Kemudian seorang wanita yang mencurigakan masuk kedalam gerbong makan untuk makan malam “Benar, Kebetulan yang mengerikan” ucap wanita itu, kemudian iya membatalkan makan malamnya dan kembali ke kamarnya. Al terus memikirkan kasus tersebut, “Hey, Aku benar-benar ingat kasus seperti itu, dimana penjahatnya kabur tanpa mengambil apapun” ucap Al. “aku tidak ingat, mungkin itu hanya film yang pernah kamu tonton” jawab Vita. “tidak itu terjadi sudah lama, mungkin sudah lama sekali, saat aku masih kecil” ucap Al dalam hatinya. Kemudian ia kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Al selalu mencoba mengingat-ingat kasus itu, ketika kereta melewati terowongan, Al teringat dengan sesuatu “Tembakan senjata dan teriakan bercampur dengan kebisingan di dalam terowongan…” ucap Al dalam ingatannya. Tiba-tiba suara tembakan diikuti dengan teriakan terdengar di dalam kereta itu. Kemudian Al teringat lagi “Seperti binatang buas, ia menyelusuri koridor yang gelp…”. Kemudian seseorang dengan masker lari di lorong depan kamar Al. Saat Al ingin mengejarnya, orang itu membuka kamarnya dan menembak kedalam kamarnya berkali-kali kemudian ia menembak kearah Al, tetapi tembakan itu tidak mengenai Al. Al melihat pintu kamar si pembunuh menutup, kemudian ia teringat lagi “Tapi dia tidak ada disana lagi…”. Lalu Al berlari ke kamar itu, ternyata si pembunuh menembak kea rah jendela kamar untuk melarikan diri. Al mulai mengingat semua kasus ini, Kasus yang sedang ia hadapi sekarang ini sama seperti cerita pada novel yang dibuat oleh ayah Al ketika Al masih kecil, tetapi novel itu tidak pernah diterbitkan. Saat Polisi memeriksa kereta itu, ternyata korban yang dibunuh adalah Pak Prabowo. Ketika Al hendak menelfon ayahnya tiba-tiba wanita misterius yang ia lihat digerbong makan berada dibelakangnya. Lalu Vita memangil Al untuk member keterangan pada Polisi.
Saat di sellidiki lebih lanjut ada kejanggalan dari kaburnya si pembunuh. “Biasanya penjahat tidak meninggalkan senjatanya saat dia melarikan diri; Pistol memiliki delapan buah peluru, sedangkan si penjahat hanya menembakan 6 peluru, kemungkinan tembakan kearahku hanya untuk menakutiku, kemudian ia bersembunyi di kamar lain; mengapa si pembunuh tidak mengunci pintunya, dengan mengunci pintunya ia mendapatkan tambahan waktu untuk kabur; dan mengapa kasus ini mirip dengan cerita Ayahku” pikir Al saat melakukan penyelidikan. Setelah itu Al memeriksa setiap kamar di dalam kereta. Yang pertama adalah kamar isteri Pak Prabowo, di kamar itu hanya terdapat Shotgun yang dibawa istri Pak Prabowo untuk berburu. Kedua adalah kamar manager toko perhiasan, di kamarnya itu terdapat peralatan memancing milik manager. Kemudian kamar seorang penumpang, di kamar itu terdapat pedang untuk Kompetisi Kendo. Lalu kamar Pak Joko, di kamar itu terdapat tas dan peralatan golf. Setelah itu kamar wanita Al lihat di gerbong makan, disana hanya terdapat tas tangan. Wanita itu mengatakan hanya ingin pergi berkudan jadi ia hanya membawa tas tangan.
Seorang Polisi yang diperintahkan memeriksa terowongan datang dan member tahu Inspektur bahwa di terowongan telah ditemukan mayat si pembunuh. Saat mayat itu diperiksa terdapat luka benturan di kepala juga kumisnya adalah kumis palsu dan rambut palsu. Ternyatamayat itu adalah perampok toko perhiasan yang tidak mencuri apa-apa. Dia adalah salah satu dari tiga orang anggota komplotan penjahat tapi salah satu anggotanya tewas karena overdosis dan lainya masih menghilang. Karena pelakunya sudah ditemukan, polisi memerintahakan kondektur kereta untuk memberangkatkan keretanya kembali.
Pagi harinya Al pergi ke kamar wanita misterius yang ia lihat di gerbong makan, ia mengetuk pintu kamarnya. “apa kamu datang untuk mencariku?” Tanya wanita itu. “ya, ada yang ingin aku beritahukan kepadamu… penyamaranmu cukup bagus” kata Al. “ha?” wanita itu kaget, “sebenarnya kamu datang kesini bukan untuk berkuda, tapi untuk alasan lain kan?” kata Al. “apa yang kamu katakan? Aku benar-benar akan naik kuda” jawab wanita itu. “bodoh, bagaimana mungkin kamu bisa menaiki kuda. Tunjukkan identitasmu yang sebenarnya, aku memang sudah curiga kepadamu, Nyonya” kata Al. “Baiklah, kaku sudah mengetahuinya. Kau hebat Al” kata wanita itu. “mungkin yang lainnya tidak akan menyadari, tapi kau tidak bisa membohongi anakmu dengan mengganti gaya rambut dan warna lipstikmu” kata Al. “Padahal butuh waktu lama untuk menata rambut ini”. “lalu apa alasanmu menyamar seperti itu?”. “Apa?! Kenapa aku menyembunyikan diriku? Aku sangat popular di Negara ini”. “itu kan dulu sekali…”. “diamlah, aku kesini karena membaca surat kabar tentang perampok yang mengatakan sesuatu yang aneh lalu kabur tidak mengambil apa-apa”. “jadi memang benar…”. “ya sperti yang ditulis ayahmu… perampok professional merencanakan perampokan, dan kata-kata yang diucapkan perampok itu sebelum melarikan diri ‘seharusnya tidak seperti ini’ sama persis dengan yang ditulis ayahmu 10 tahun yang lalu. tetapi ada perbedaan dari novel itu, dalam novel yang dirampok adalah toko barang antik, buka toko perhiasan”. “lalu apa yang terjadi selanjutnya?”. “kami menelpon toko perhiasan itu, kami bertanya apakah pemilik toko perhiasan itu akan pergi berlibur dalam waktu lama dengan menggunakan kereta? Karena dalam novel pemilik toko barang antik tewas saat melewati terowongan”. “kenapa kau tidak menghentikan mereka?!”. “Bagaimana aku bisa tau, saat kejadian itu aku sedang di kamar mandi”. “seharusnya ibu mendiskusikannya dulu denganku!”. Mereka terus berdebat hinnga Al bertanya engenai Trik yang digunakan pembunuh dalam novel.
Saat Al bertanya mengenai trik ternyata ayahnya lupa tentang trik itu, karena ayahnya menulis novel itu 10 tahun yang lalu. Ayah Al mengatakan bahwa novelnya dicuri saat dibawa oleh penerbit, padahal baru bagian pertamanya saja yang sudah selesai. Perampoknya adalah tiga orang komplotan yang dipimpin oleh pembunuh di kereta tadi. Saat semuanya berkumpul di lobi untuk membahas tentang kasus pembunuhan Pak Prabowo, seorang polisi datang memberika informasi bahwa mayat yang ditemukan itu jatuh dari kereta pada jam 4:10 WIB, waktu yang sama saat  para saksi melihat pembunuh itu masuk kedalam kamar. tetapi pecahan kaca jendela kereta masih belum ditemukan, dan tim penyelidik menemukan sesuatu yang aneh pada tunbuh mayat. Pada tubuh mayat terdapat sepotong lakban yang menempel.
Ketika mendengar itu, Al langsung mengetaui tentang trik yang digunakan pembunuh kemudian berlari menuju kamar si pembunuh lalu memeriksa kamar itu. Dia teringat trik yang dibuat ayahnya “seorang anak berkaca mata kaca mata bingkai hitam tertawa dengan sombongnya, karena mengira dia sudah berhasil…” kemudian ia berfikir kembali dan berusaha mencari bukti agar dia tidak salah menyimpulkan kasus itu. Kemudian ibunya menyarankan untuk mengikuti jalan cerita pada novelnya. Ibunya mengarang cerita kepada polisi persis yang ada dalam novel. Setelah sampai di stasiun Al dan Ibunya menjalankan rencana mereka.
Ibunya sebagai umpan berjalan perlahan, kemudian diikuti Al dari belakang. Tetapi Al kehilangan jejak ibunya, saat mencari ibunya Al melihat ibunya di sisilain rel kereta, dan dibelakang ibunya ada seseorang yang mencurigakan. “Ibu, dibelakangmu…!!” tetapi kereta menghalangi pandangan antara Al dengan ibunya. Al segera berlari menuju ke sisi lain rel kereta. Al tidak mungkin sempat untuk meneyelamatkan ibunya, pembunuh itu sudah tinggal mendorong ibunya jatuh ke dalam rel dan semuanya berakhir dengan darah. Tetapi ketika pembunuh itu ingin mendorongnya, Ayah Al datang dan menahan tangan pembunuh itu. Ternyata pembunuh pemilik toko perhiasan itu adalah managernya sendiri yaitu Pak Hasan. Pak Hasan membunuh si perampok dikamarnya dengan peraatan pancing yang dibawanya.
Dengan mengikat pada bagian ikat pinggangnya pak manager menggunakan benang pancing. Lalu mengikatnya di jendela yang sudah dihancurkan. Dia memasukkan benang hingga ke dalam kamarnya, salah satunya terikat dengan sesuatu yang ada di dalam dan satunya lagi terikat pada knop pintu. Setelah semua siap dia menuju gerbong loby dan menembak si pemilik toko perhiasan itu. Lalu lari ke kamar perampok dan menembak jendela. Dan menembak kea rah detektif Al dan lainnya. Saat mereka berlindung dari tembakannya, dia berlari kea rah tangga dan memotong salah satu dari benang pancingnya. Lalu tubuh perampok yang telah dibunuhpun jatuh dari kereta. Saat dia kabur, dan jatuhnya perampok pasti waktunya akan sama. Itulah cara agar semua mengira pelakunya adalah perampok toko perhiasan. Dia juga menempelkan benang pancing dengan selotip dibelakang pintu, dan mengaitkannya. Dia mengikatkannya lagi pada benang pancing yang terhubung ke tubuh perampok, saat benangnya dipotong, tubuh perampoknya akan jatuh dan pintunya tertutup pada waktu yang sama. Karena beratnya tubuh, maka tali pun akan ikut tertaris, lalu secara otomatis pintu akan tertutup. Buktinya di ikat pinggang celana korban ada potongan selotip itu. Lalu Al menemukan celana, kaca mata dan topi yang sama yang digunakan si pembunuh di dalam tas manager.
Motiv pembunuhan yang dilakukan karena dia ingin balas dendam atas kematian teman wanitanya dalam kelompoknya. Karena pemilik toko perhiasan itu pengedar narkoba, temannya jadi overdosis dan tewas. Akhirnya si pelakunya menyerahkan diri kepada polisi. Akhirnya detektif Al dapat menikmati liburannya bersama dengan vita.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik