Translate

Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Begini Cara Membagi Tugas Mengasuh Anak Setelah Perceraian

Written By iqbal_editing on Jumat, 07 Juli 2017 | 01.03

Setelah proses perceraian, tibalah waktu membagi tugas dalam mengasuh anak. Beberapa orang tua sering melakukan kesalahan dalam membagi waktunya.

"Harus adanya pembagian yang cukup adil antara ayah dan ibu. Misalnya, sebulan di rumah bapaknya kemudian sebulan di tempat ibunya," kata Kristi Poerwandari, ahli psikologi Klinis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, saat ditemui dalam acara dalam Diskusi: Bagaimana Menjelaskan Perceraian pada Anak, di gedung Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Kristi, pembagian tersebut merupakan cara agar anak tidak membuat pemikiran negatif atau tidak pada salah satu orang tua. Misalnya, anak berpikir jika ibunya suka marah-marah di rumah dan ayah yang selalu menuruti keinginan anak saat bertemu. 

"Artinya harus ada kerja sama antara mantan suami dan istri untuk memaksimalkan situasi anak agar tetap berpikir positif tentang orang tuanya," lanjut Kristi.

Hal senada juga dituturkan oleh Denia Putri Prameswari, praktisi pendidikan anak usia dini. Menurut Denia, komunikasi yang baik dengan sang anak diperlukan setelah terjadinya perceraian.

"Anak-anak mengingat yang signifikan saja, jika sehari-hari biasanya tidak terlalu diingat. Misalnya, ibu yang memasak makanan kesukaan enggak terlalu diperhatikan oleh anak tetapi bila ayah mengajak ke Bali akan diingat oleh anak," lanjut Denia saat ditemui dalam acara yang sama.

Menurut Denia, komunikasi dapat menjadi cara agar anak mengetahui bentuk-bentuk perhatian kecil sebagai tanda bentuk kasih sayang orang tua.

"Lebih penanaman komunikasi pada anak bahwa bentuk kecil juga sebagai bukti bahwa kedua orang tua sama-sama sayang dan tetap mengurus anaknya," tutup Denia.
01.03 | 0 komentar | Read More

tips mudik bersama bayi 1 tahun

Written By iqbal_editing on Selasa, 13 Juni 2017 | 02.35

Anda baru saja memiliki bayi dan ingin mengajak serta si kecil mudik ke kampung halaman? Jika bayi Anda sudah berusia satu bulan dengan bobot sekitar 4 kg dan dalam keadaan sehat, boleh-boleh saja kok diajak mudik naik mobil atau kereta api.

"Pada dasarnya bayi yang sudah stabil dalam artian umur sudah 1 bulan atau berat badan 4 kg sudah aman untuk bepergian dengan menggunakan kereta api atau mobil," kata dr Sumarwoto, SpA, MARS dari RS Pondok Indah, dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (15/7/2015).


Sedangkan jika bayi lahir prematur, dr Sumarwoto tidak menyarankan untuk mengajak bayi yang masih kecil tersebut untuk mudik. Pun dengan bayi yang memerlukan bantu oksigen atau perlu dijaga kebutuhan akan suhu yang hangat, misal perlu inkubator.

"Untuk perjalanan siang atau malam hari, tidak jadi masalah. Yang harus dijaga adalah suhu di dalam kendaraan dibuat nyaman, tidak terlalu panas atau terlalu dingin," imbuh dr Sumarwoto.

Jika membawa bayi, orang tua juga perlu memastikan sudah membawa persiapan bayi dengan baik. Misalnya saja alas tidur bayi dan selimutnya. Alas tidur bisa dibentangkan di kursi, lengkapi juga dengan bantal agar bayi merasa nyaman. Selamat mudik!(vit/ajg)
02.35 | 0 komentar | Read More
 
berita unik