Translate

Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label pusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pusi. Tampilkan semua postingan

puisi romantis 2

Written By iqbal_editing on Minggu, 20 November 2016 | 21.44

AKU RINDU SENYUMMU
Oleh Abdul Ghofar

Senyum simpul terbalut oval smpurna wjahmu,
mendendangkan ceria cemara menyambut mentari.

Senyummu,
menggetarkan dawai kerinduan direlung hati ini,
melukiskan berlaksa pelangi dalam sketsa ruang dan waktu yang tak berhingga.

Senyummu,
memancarkan aura tak terdefiniskan,
melahirkan spiderman,
menerbangkan superman,
dan melumatkan kekuatan raksasa The King Kong.

Senyummu,
mengacaukan kemampuan pemahaman kecerdasan otak einstein,
menghadirkan pmahaman tak logis,
rasa terasi berbah manis,
pisang sepet berasa madu murni asli dcampur gula pasir satu kilo.

Ooooh.....
Senyummu itu aku rindu,
pahatan sempurna Sang Master Desainer.

Senyummu aku rindu.
Terbalut oval cantik smpurna wajahmu
HUJAN TANPA TERPAL
Oleh Dwi Wurianti

Hujan menyanyikan sebuah syair
Melihat semua yang ia kenali..
Menunggu hujan selesai menjatuhkan butiran berliannya
Aku menyaksikan seuntai senyuman yang membuatku ikut bahagia

Dari lamunan polos itu aku tersadar
di tempat ini ia melihatku
dari sini nampak jelas ia mengawasiku
Melihat setiap langkah kemanapun aku pergi

Dan dari sini pula aku tersadar
hujan belum berhenti
Mereka masih tertawa ditengah hujan tanpa terpal

Menyaksikan mereka yang tak henti tertawa
Aku kembali sadar bahwa aku sendirian
Menunggu seseorang yang telah melantunkan janji padaku
Menunggunya datang dan pergi bersama

Hujan memang indah
Aku menyadari banyak hal dari semuanya
Saat hujan menyapa di depan mata
Aku tersadar bahwa hujan belum berhenti
TENTANG KAMU
Oleh Imam Aris Sugianto

Wajahmu selalu terbayang dibenakku
Ketika menatap matamu yang indah
Getaran cinta itu mulai merambah

Mendengar suaramu yang merdu
Membuat hatiku terasa syahdu
Hati ini rasanya ingin memilikimu seutuhnya
Tak sanggup aku memendam rasa ini padamu
Rasanya aku ingin menjadi bagian terpenting dalam hidupmu
Kaulah orang terkasih yang kini ada didalam hidupku
Kaulah pujaan hatiku

Saatku sebut namamu
Seakan-akan hatiku tidak ingin lepas darimu
Kehadiranmu membuat hidupku lebih indah
Senyumanmu seolah-olah melelehkan hatiku
Semua akan terasa manis bila melihatmu

Ini tentang kamu…
Kamu yang selalu membuatku berharap
Namun, entah sampai kapan aku harus terus berharap akan dirimu ?
JADIKANLAH AKU DEWA DIHATIMU
Oleh Imam Aris Sugianto

Seiring waktu berjalan bersamamu
Ketika itu pula benih-benih cinta tumbuh dihatiku

Semakin hari aku semakin terjerat oleh cinta yang terpancar dimatamu
Sungguh,jantung ini selalu berdebar ketika aku menatapmu

Cinta…oh….cinta..
Apakah ini namanya cinta
Jikalau memang ini cinta
Izinkalah aku menjadi dewa dihatimu

Biarlah aku menjadi bintang didalam jiwamu
Izinkan aku menjadi malaikat penjaga hatimu
Dan biarlah aku mengatakan bahwa aku mencintamu….
DESIR RINDU ILALANG
Oleh Minarni

Tak lagi jatuh mawar itu
Ia mengemasi rantingnya sendiri
Kering namun tak kerontang

Sajakku saja di kelopaknya
Membenahi puing-puing dedaunan yang kisruh menjatuhkan diri
Sudah pergi ...
Sudah hilang bersama semilir senja

Bulir embun meriyak
Menjamah muara di tepian telaga

Ilalang ...
Ilalang merindu sendu
Mengapung dibeningnya serambi hati
Merah
Menyapanya
Desir rindu yang ditunggu
Membiarkan dia tak kembali
Dalam selaksa rindu kumerajuk
Tak mengapa ...
Rindu
RAMBU CINTA
Oleh Pauz

Ku disini menyayangimu
Kau pun disana menyayangiku
Kita buktikan cinta itu suci

Aku di jalur ini
engkau berada dijalur itu
kita buktikan cinta itu lurus

Hingga waktu menyatukan kita
sampai nanti kita satu arah arah
dan saling setia

Sampai pada jalan yang sama
hasrat yang sama
dan rambu yang sama

Merah kita berhenti untuk rencana
kuning kita bersiap demi komitmen
hijau kita siap mulai menjalani semua bersama
21.44 | 0 komentar | Read More

contoh puisi distikon

Written By iqbal_editing on Kamis, 03 November 2016 | 19.17


adalah sanjak 2 seuntai, biasanya bersajak sama.
Contoh :

Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)



Cinta itu seperti merpati
Yang terbang bebas dan tak berbatas
Kita tak tahu akan hinggap dimana?
Sebab itu sebuah misteri
Maka bila merpati telah hinggap
Pada dahan sanubari

Dan sayapnya mulai mengepakkan
Sayu-sayu asmara

Dia (merpati) pun lantas berbisik padaku
Dekatilah dia dan katakana “Akulah yang akan mengisi hidupmu.”


Tubuh...
kini berpeluh menghadap rusuh

Cinta
kini hilang tanpa dia

Tugas
kini ada tanpa bergegas  
 
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal

Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
 
Contoh:
Bulan setengah bayang
Cahayanya termakan kerinduan

ngatlah sosok si ibu
merawatmu tanpa ragu

Lihatlah sosok si ayah
Yang bekerja susah payah

Untukmu mereka berharap
Agar kelak berdiri tegap

(Mohammad Ridwan)
Contoh 3
Wahai ananda carilah ilmu
Lewat guru dan juga buku

Jangan lantas berputus asa
untuk tatap hidup sentosa

(Mohammad Ridwan) 
 
19.17 | 0 komentar | Read More

profil kaab bin zubair dan puisi permintaan maafnya beserta terjemahaanya

Written By iqbal_editing on Minggu, 09 Oktober 2016 | 21.39

Kaab bin Zuhair adalah putra dari Zuhair bin Abi Sulma, seorang penyair kesohor pada masa jahiliyah. Kaab tumbuh dalam keluarga penyair, maka dia dengan saudaranya Bujair menjadi dua orang penyair besar setelah bapak mereka.
Ketika Islam datang Bujair masuk Islam dan Kaab tetap di atas agama leluhurnya. Kaab mencela dan menyalahkan Bujair karena keislamannya bahkan Kaab mulai berani menghina Rasulullah dalam syairnya.
Sepulang dari perang Thaif tahun 8 H, Bujair menulis kepada Kaab menyampaikan bahwa Rasulullah telah membunuh beberapa orang Makkah yang menghina dan menjelek-jelekkannya, dan para penyair Makkah yang tersisa telah berlari bersembunyi mencari selamat. Bujair menulis, “Kalau kamu masih menyayangi dirimu maka datanglah kepada Rasulullah karena beliau tidak membunuh orang yang datang bertaubat, jika tidak maka selamatkanlah dirimu.”
Dunia yang lapang terasa sempit bagi Kaab, dia masih menyayangi dirinya, dia ke sana kemari mencari perlindungan tetapi tidak seorang pun yang berani memberikan perlindungan kepadanya, akhirnya dia datang ke Madinah dan meminta perlindungan seorang kenalannya dari Juhainah. Selesai shalat Subuh orang Juhainah memberi isyarat kepada Kaab agar menghadap Rasulullah, Kaab menghadap, dia duduk dengan meletakkan tangannya di atas tangan Rasulullah sementara Rasulullah belum mengetahui bahwa orang yang ada di depannya adalah Kaab. Kaab berkata, “Ya Rasulullah, Kaab bin Zuhair, dia telah datang sebagai muslim yang bertaubat memohon perlindunganmu. Apakah Anda berkenan menerimanya jika aku membawanya ke sini?” Nabi saw menjawab, “Ya.’ Kaab berkata, “Akulah Kaab binZuhair.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Ya Rasulullah, biarkan aku memenggal lehernya.” Nabi saw menjawab, “Biarkan dia, dia datang bertaubat membuang masa lalunya.”
Dalam kondisi ini Kaab pun bersyair meminta maaf dan memuji Rasulullah dan para sahabat, di antara yang dikatakannya,
بَانَتْ سُعَادُ فَقَلْبِي اليَوْمَ مَتْبُوْلُ
مُتَيَّمٌ إِثْرَهَا لَمْ يُفْدَ مَكْبُوْلَ
يَسْعَى الغُوَاةُ جَنَابَيْهَا وَقَوْلُهُمْ
إِنَّكَ يَا ابْنَ أَبِي سُلْمَى لَمَقْتُوْلُ
وَقَالَ كُلُّ صَدِيْقٍ كُنْتُ آمُلُهُ
لا أُلْهِيَنَّكَ إني عَنْكَ مَشْغُوْلُ
فَقُلْتُ خَلُّوا طَرِيْقِي لاَ أَبَالَكُمْ
فَكُلُّ مَا قَدَّرَ الرَّحْمَنُ مَفْعُوْلُ
كُلُّ ابن أُنْثَى وإن طَالَتْ سَلاَمَتُه
يَوْمًا عَلَى آلةٍ حَدْبَاءَ مَحْمُوْلُ
نُبِّئْتُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ أَوْعَدَنِي
وَالعَفْوُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ مَأْمُوْلُ
مَهْلاً هَدَاكَ الذِي أَعْطَاكَ نَافِلَةَ
القُرْآنِ فِيْهَا مَوَاعِيْظُ وَتَفْصِيْلُ
لاَ تَأْخُذّنِّي بِأَقْوَالِ الوُشَاةِ وَلَمْ
أُذْنِبْ وَلَوْ كَثُرَتْ فِي الأَقَاوِيْلُ
لَظَلَّ تُرْعَدُ مِنْ خَوْفٍ بَوَادِرُهُ
إِنْ لَمْ يَكُنْ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ تَنْوِيْلُ
إِنَّ الرَّسُوْلَ لَنُوْرٌ يُسْتَضَاءُبِهِ
مُهَنَّدٌ مِنْ سُيُوفِ اللهِ مَسْلُوْلُ
فِي عُصْبَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ قَالَ قَائِلُهُمْ
بِبَطْنِ مَكَّةَ لما أَسْلَمُوا زُولُوا
زَالُوا فَمَازَالَ أَنْكَاسٌ وَلاَ كُشُفٌ
عَنْدَ الّلقَاءِ وَلاَمِيْلٌ مُعَازِيلُ
لَيْسُوا مَفَارِيْحَ إِنْ نَالَتْ رِمَاحُهُمْ
قَوْمًا وَلَيْسُوا مَجَازِيْعًا إِذَا نِيْلُوا
لاَ يَقَع الطَّعْنُ إِلاَّ فِي نُحُوْرِهِمُ
وَمَا لَهُمْ عَنْ حِيَاضِ المَوْتِ تَهْلِيْلُ

Suad telah pergi, pada hari ini hatiku sedih
Gelisah sesudahnya, ia masih teringat dan belum lepas

Para penyebar isu di sekitarnya beraksi dan berkata
Wahai Ibnu Abu Sulma kamu pasti mati
Sementara semua teman yang aku harapkan berkata
Aku tidak meninggalkanmu, aku sibuk darimu
Aku berkata biarkan jalanku tidak ada bapak bagimu
Segala apa yang ditakdirkan ar-Rahman pasti terjadi
Setiap anak seorang wanita meskipun berumur panjang
Suatu hari dia akan dipikul di atas keranda
Aku diberitahu bahwa Rasulullah mengancamku
Dan maaf di sisi Rasulullah benar-benar diharapkan
Kalem, engkau telah dibimbing oleh dzat yang memberimu
Mukjizat al-Qur`an yang berisi nasihat dan rincian
Jangan menghukumku dengan dasar ucapan penyebar isu
Aku tidak bersalah walaupun orang-orang berkata tentangku
Tengkuknya senantiasa bergetar karena takut
Jika tidak ada jaminan rasa aman dari Rasulullah
Sehingga aku meletakkan tangan kananku yang tidak aku lepas
Pada telapak tangan pemilik hukuman setimpal ucapannya benar
Sesungguhnya Rasul adalah cahaya yang menerangi
Kuat pemberani dari pedang India yang terhunus
Bersama sekelompok orang Quraisy, salah satu dari mereka berkata
Di lembah Makkah ketika mereka masuk Islam, hijrahlah
Mereka berhijrah, mereka dianggap lemah, mereka tidak berperisai
Pada saat bertemu musuh tanpa pedang dan senjata
Mereka tidak sombong jika tombak mereka membunuh
Suatu kaum, mereka tidak sedih jika mereka kalah
Tikaman tidak terjadi kecuali pada leher mereka
Mereka tidak pernah mundur dari telaga kematian
21.39 | 0 komentar | Read More
 
berita unik