Translate

Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label ceroeb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceroeb. Tampilkan semua postingan

cerpen kisah hiduo belaianhidup tampa ibu

Written By iqbal_editing on Kamis, 02 Februari 2017 | 03.58

KISAH HIDUPKU TANPA BELAIAN KASIH SEORANG IBU....
Cerpen Karya Nur Indah

Nama qu nur indah,qu tinggal bersama ayah,ibu tiri,dan kakak qu.kami tinggal disebuah kota B.kehidupan kami cukup dibilang sederhana.

17 tahun yang lalu.....aku mulai berpisah dari mama ku,aku dan kakak dibawa oleh ayah pulang kampung didesa batu ampar.Selama dikampung,aku dan kakak diasuh oleh nenek dan kakek.selama masa kecil kami sangat bahagia karena nenek dan kakek sayang kepada kami.
Selama tinggal bersama nenek,ayah pergi meninggalkan kami.ayah pergi merantau kenegeri orang untuk mencari biaya hidup kami.

Jujur,dari dalam hati kecilku aku sangat sedih ketika ditinggal ayah.Aku sangat sayang dengan ayah tapi aku harus merelakan ayah pergi meninggalkan kami.
Setelah kepergian ayah,hidupku berubah drastis.nenek sering sakit-sakittan aku kasihan dengan nenek.tapi apalah dayaku saat itu aku masih balita dan belum tau apa-apa.
Selama tinggal bersama nenek,aku berfikir kalau aku tinggal dengan seorang ibu tapi,ternyata anggapan ku salah ternyata sebenarnya aku tinggal bersama nenek.
Cerpen Ibu - Kisah Hidupku Tanpa Belaian Kasih Seorang Ibu
Pada tahun 2000 akhirnya ayah pulang untuk melihat keadaan kami,tapi hanya untuk sementara.Setelah itu ayah pergi lagi bersama istri barunya.
Mulanya aku senang ketika aku diperkenalkan dengan ibu baru tetapi lama kelamaan aku benci dengan beliau.Pada tahun 2002,akhirnya nenek meninggal dunia,aku sangant sedih sekali padahal saat itu aku baru duduk dibangku sekolah.
Hatiku terasa terpukul dan ingin menangis dan menangis.Setelah kepergian nenek aku sering melamun dan nafsu makanku berkurang.

Setelah kepergian nenek,akhirnya ayah dan ibu pulang mereka kemudian membujukku agar aku mau ikut dengan mereka.awalnya aku ngak mau tapi setelah ayah memarahi ku akhirnya aku mau juga.
Keesokan harinya....
Akhirnya kami bertiga berangkat kebangko,tetapi kakak tidak ikut karna dia harus tinggal bersama tante.Sebenarnya aku sedih banget ketika harus berpisah dengan kakakku.
“mama....aku kangen mama?? Dimanakah mama sekarang?? Aku ingin bertemu mama...”
Itu lah kalimat yang selalu ada didalam benakku sampai sekarang.Setelah sampai dibangko,akhirnya aku disekolahkan di SDN 115.di SD itu aku memiliki teman-teman yang banyak.disinilah canda dan tawa aku dapatkan.

Setelah 6 tahun akhirnya aku menamatkan sekolah ku,dan aku melanjutkan kejejanjang yang tinggi.Selam tinggal bersama ayah dan ibu tiri,aku mersa kurangnya kasih sayang mereka. aku seperti ngak meresa dianggap didalam kehidupan mereka aku sangat sedih sekali.
Setiap sholat aku slalu berdoa agar aku dipertemukan dengan mamaku.Setelah sekian lama aku tinggal bersama ayah dan ibu tiri tidak tersa sekarang aku telah menginjak masa remaja.
Semenjak tamat SMP,aku melanjutkan sekolah disalah satu sekolah unggulan yaitu MAN MODEL bukittinggi.aku mendaftar bersama ayah dan ibu,setelah mendaftar terpaksa aku harus pulang pergi antara bukittinggi dan bangko.Memang sangat melelahkan,tapi demi cita-citaku,dan Aku ikhlas melakukan ini semua.

Seminggu kemudian....
Setelah aku mengikuti test wawancara dan tertulis,akhirnya aku lulus dan diterima menjadi siswi MAN MODEL.setelah lulus,akhirnya kedua orang tuaku melunasi semua administrasi sekolah dan aku tinggal diasrama putri.
Pada waktunya,,akhirnya aku telah menjadi siswi man model.selam disana aku mencoba berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman-teman lainnya.
Aku mendapat teman dari berbagai provinsi yang ada indonesia.
Pada hari senin,aku mulai melaksanakan mos dan kami mos selama 2 minggu .selama melaksanakan mos,terdapat canda dan tawa.pada waktu mos kami dilatih oleh tentara dan anggota osis.

Setelah melaksanakan mos,akhirnya aku beristirahat.ketika sedang beristirahat tiba-tiba orang tuaku datang kesekolah,beliau menemuiku dan berkata”nak,ayah dan ibu baliak dulu ya,hati-hati selamo disiko,jaga diri baik-baik dan jangan tinggalkan sholat”.
“iya ayah ibu,nur akan jaga diri baik-baik”...

Setelah ayah dan ibu berkata demikian aku langsung meneteskan air mata karena aku harus berpisah dengan beliau.Akhirnya aku mengantarkan kedua ortuku sampai kedepan gerbang dan aku mengucapkan selamat tinggal dan hati-hati dijalan.
“Ayah,ibu hati-hati dijalan ya,nur akan selalu merindukan kalian....da..da..yah bu...”
Kemudian aku mencium tangan kedua orang tuaku,dan akhirnya ayah dan ibu pergi dan aku hanya terpaku serta melambaikan tangan selamat tinggal.
Didalam hati ku berkata”ayah ibu aku sayang kalian,aku akan menjadi yang terbaik.”

Setelah itu aku kembali kesekolah dan melanjutkan kegiatan mos.setelah selesai akhirnya aku pulang ke asrama.jujur,selama diasrama aku sama sekali belum kenal dengan ibuk dan teman-teman yang lain. Akhirnya aku berkenalan dengan mereka.
“Nama saya nur indah,saya dari bangko saya harap kalian bisa menerima saya.”
Setelah perkenalan ,tidak terasa sudah larut malam kemudian aku tidur dikamar 303.
Pagi harinya,aku mulai bersiap-siap untuk pergi kesekolah bersama teman-teman yang lain.sesampai disekolah,aku berkenalan dengan teman-teman yang lain.
Setelah perkenalan,akhirnya kami memulai pelajaran pertama dan akhir.pukul 16.00 wib aku pulang sekolah.sesampai diasrama,aku sholat asyar setelah itu aku mandi dan bercerita-cerita dengan teman-teman yang lain.

Tidak terasa sudah 1 bulan aku disekolah,ada timbul rasa kangen dengan orang tua.kadang-kadang aku ingin menangis,aku ingin bertemu dengan ayah ibu tapi aku harus menahan rasa rinduku.
Aku selalu berkomunikasi dengan orang tua agar rasa rinduku terobati.setelah sekian lama,aku berada disana entah kenapa tiba-tiba aku sakit,kakiku terasa sakit.ingin ku menangis menahan perihnya tapi aku hanya bisa diam dan aku tidak mau kasih tau dengan ibuk asrama.
Setelah sekian lama aku menahan sakit ini akhirnya aku beritahu dengan ibuk dan besoknya aku pergi kerumah sakit.dan dokter bilang kalau aku menderita penyakit neuritis dan aku terkejut mendengarnya.
.

3 bulan lamanya aku sekolah ntah kenapa tiba-tiba aku mendapat masalah yang bertubi-tubi,aku benar-benar tidak sangup menjalaninya.aku sempat drop dan stres memikirkannya.aku harap masalahku dapat diselesaikan tapi masalahku tak pernah selesai juga.
1 minggu kemudian aku pun libur sekolah,ketika libur aku pergi liburan ke bangko selama 1 minngu.sesudah pulang dari bangko aku pun pergi keasrama dan sesampai diasrama tiba-tiba aku berfikir untuk tidak masuk keasrama dan aku pun pulang kampung.

Sesampai dikampung aku juga sempat berrfikir untuk kabur.setelah 2 hari lamanya aku dikampung,aku pun pamit untuk pergi kebukittinggi.setelah sampai dibukittinggi timbul niat untuk kabur ke darmasraya.
Setelah tekat ku bulat,aku pun menaiki mobil travel jurusan darmasraya pada jam 18:00 wib.selama diperjalanan aku menelepon kakak sepupu kalau aku ingin kesana tetapi aku tidak menyebutkan alasannya.
Jam 24:00 wib malam akhirnya aku sampai disana tetapi aku kebingungan mau berhenti dimana karena aku baru pertama kali kesana.akhirnya aku dikasuh tau sama kakak untuk berhenti dipulau punjung.

3 hari kemudian..orang tuaku sibuk mencari keberadaanku karna kasihan akupun pulang kampung untuk menemui mereka.Setelah itu sesampai dikampung orang tuaku bertanya kenapa kau kabur dan aku bilang kalu aku tidak ingin merepotkan mereka dan aku stres karena nilai ku turun dan tidak dapat peringkat 3 besar padahal waktu smp aku dapat peringkat 3 besar.
Akhirnya mereka bilang kalau aku harus pindah sekolah ke bangko,dengan ikhlas akhirnya dengan pasrah aku pindah ke bangko.
Akhirnya aku pun sekolah di SMA N 6....aku senang banget bisa sekolah disini.
Tapi semenjak aku pindah sekolah,kasih sayang ayah berkurang begitupu dengan ibu..
Sikap ibu berubah drastis,dia tidak mau lagi membiayai sekolahku.sekarang hanya ayah lah yang membiayai sekolahku.aku sedih sekali.

Dari lubuk hati paling dalam,kenapa hidupku seperti ini aku ingin bahagia dan dikasih sayangi dengan sepenuh hati.Aku berharap mudah-mudahan ayah mau mengantarkan aku untuk bertemu dengan mama.tapi harapanku musnah.karna ayah bilang kalau aku bertemu mama aku harus rela untuk tidak bertemu ayah lagi untuk selama-lamanya.
Aku sedih sekali harus memilih antara 2 pilihan yang sangat berat bagiku.
Sekarang aku hanya bisa pasrah menjalani hidup tanpa kasih sayang seorang ibu
03.58 | 0 komentar | Read More

bencana genpa yang menimpa saudaraku

Written By iqbal_editing on Senin, 30 Januari 2017 | 01.08

Tuesday, April 19, 2011

Bencana Gempa Bumi yang Menimpa Saudaraku

Desa Huta adalah desa yang ramai tetapi tentram. Tiba-tiba terjadi gempa yang sangat dasyat mengguncang warga desa Huta. Banyak rumah hancur terkena dorongan ombak yang kuat. Gempa sangat banyak menelan korban jiwa diantaranya anak-anak balita yang belum sekolah maupun sudah sekolah. Bantuan belum juga datang. Para korban gempa kelaparan, kehausan, dan banyak diantara mereka yang sakit. Pemerintah tidak mempedulikan rakyatnya yang sedang kesusahan. Setidaknya mereka mengirimkan sumbangan makanan ataupun obat-obatan.

“ Dikabarkan bahwa seorang anak laki-laki, umur antara 5-7 tahun lebih, memakai kalung yang terdapat foto seorang anak perempuan meninggal dunia. Dia meninggal karena tertimpa runtuhan bangunan. Tulang belakangnya patah. ………” kata seorang reporter di TV.

Setelah mendengar berita tersebut, Rina teringat dengan adiknya yang melarikan diri entah kemana. Karena Rina mengira bahwa yang di sebutkan reporter tersebut adalah adik Rina, Rina langsung pergi ke lokasi kejadian. Dia tidak peduli kalau dia harus meninggal demi adik tersayang. Sesampainya di desa Huta, Rima menangis tersedu-sedu melihat lokasi gempa hancur berat. Banyak sekali korban tidak berdosa meninggal.

          “ Rico... Rico... Kamu dimana??” teriak Rina dengan keras memanggil nama adiknya

          “ Kamu mencari siapa nak?” Tanya seorang ibu kepada Rina

          “ Saya mencari adik saya yang meninggal di sini. Dia bernama Rico. Umurnya 5 tahun. Dia autis. Apakah ibu melihat adik saya?”

          Ibu itu mengangguk dan menunjukkan tempat dimana semua korban jiwa di tempatkan. Sesampainya disana, Rina mencari-cari dan bertanya-tanya dengan orang-orang disekitar situ.

          “ Pak, apakah ada korban berjenis laki-laki bernama Rico umurnya 5 tahun lebih. Dia memakai kalung bergambar foto anak perempuan. Apakah bapak melihatnya?” Tanya Rina dengan tergesah-gesah

          Bapak itu mengangguk dan menunjukkan seorang mayat yang sesuai dengan cirri-ciri yang dikatakan Rina. Dengan cepat Rina berlari kearah mayat tersebut. Rupanya bukan. Itu bukan adiknya. Rina mencari kesana-kemari Rina pun sempat naik ke dalam gedung-gedung yang runtuh hanya untuk mencari adiknya. Tiba-tiba Rina mendengar suara minta tolong. Dengan cepat Rina memanggil orang disekitarnya untuk membantu menolong seseorang didalam runtuhan bangunan itu. Tak lama keluarlah seorang anak laki-laki yang  rupanya itu bukan Rico. Rina mencari kesana-kemari. Dia pun sampai ke taman. Tempat yang disukai Rico. Di taman dia mencari-cari Rico.

          “ Rico... Rico... Kamu dimana?! Ini kakak, Rico! Ayo keluar sebelum gempa susulan datang!” Teriak Rina dengan sekuat-kuatnya

          “ Kakak… Kakak… Aku takut… Tolong kakak…” kata seorang anak laki-laki

          Rina langsung berlari ketempat suara itu berasal. Dan dia menemukan Rico. Adik yang paling ia sayang. Dia bersembunyi dibawah sebuah luncuran/perosotan.  Dia sangat ketakutan da gemetaran. Ketika melihat Rina, Rico langsung berteriak menyebut nama kakaknya dan  berlari memeluk Rina itu. Mereka langsung ketempat pengungsian. Karena mereka takut akan gempa susulan.


01.08 | 0 komentar | Read More
 
berita unik