Translate

Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label drana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drana. Tampilkan semua postingan

contoh naskah drama keberanian

Written By iqbal_editing on Senin, 20 Februari 2017 | 04.33

Tema: Keberanian
Tokoh: 
  • Bodi ( Berani )
  • Ali( Sok jago, sombong)
  • Ani (baik, tidak meremehkan orang lain)
  • dokter(bertangan dingin, sabar)
  • Satpam(tegas)
BABAK 1 INT-SEKOLAH PAGI
Ditengah kesibukan dan hiruk-pikuk sebuah kota, terdapat sebuah sekolah. Terlihat bahwa sekolah tersebut adalah sekolah yang biasa-biasa saja, tidak terlalu besar, namun tidak terlalu kecil. Bel pulang berbunyi, para siswa keluar dari pintu masuk, mereka semua sedang berbincaang-bincang dengan teman-teman mereka. Kecuali Bodi, seorang anak bertubuh sangat tambun, ia berjalan sendirian.
ADEGAN 1
Bodi: (sedih, kesal) Aaaaaah! Kesel, di sekolah yang baru ini temennya ga ada yang enak, malahan mereka semua menghina-hina penampilan fisikku ini. Apes, kenapa bapakku pindah kesini sih? Padahal di sekolah yang dulu udah enak bangeeeeeeet. 
Ali: (angkuh, sok jago) Hey gendut! gak punya temen ye? Hahahahahahahaha, kesian deh, hahaahahahahahaha
Bodi: (marah) Hey kurus! gausah menghina dong...
Ali: (ikut marah) Mau ribut ya? Kurang ajar!
Ani : (cemas, datang menyela pembicaraan) Sudah-sudah jangan bertengkar 
Ali: (Angkuh, marah) Rupanya sekarang sudah punya teman ya? Ketemu lagi besok....gendut
Ali: (pergi meninggalkan Ani dan Bodi)
Ani : (sabar, mencoba menghibur) Sabar ya Bo, dia memang suka begitu.
Bodi : (senang, menggaruk kepala) Haha iya, ngomong-ngomong namamu siapa?
Ani : (senang) Namaku Ani,  masak kamu tidak mengenalku? kitakan satu kelas, tadi aku dibelakngmu.
Bodi : (terkejut) Ah masa itu kamu? Bukan kali kok beda banget sih sama yang tadi.
Ani: (gembira) iya doooong, hehehehehehe
Bodi: (ikut tertawa) Haahhahahahahaaa
Bodi : (berbicara serius) Oh iya, eku mau ke dokter dulu ya, dadah!
Ani : (senyum) dadah juga !
BABAK 2 INT-PRAKTEK DOKTER PAGI
Bodi sampai di tempat dokter Ryan seorang spesialis penyakit dalam. ia memasuki ruang tunggu, didalamnya terdapat 3 sofa coklat mengelilingi meja kaca setinggi lutut, selain itu juga ada meja resepsionis di dekat pintu masuk.
ADEGAN 1
Bodi : (agak bingung) Selamat siang, boleh tanya Bu,  apakah saya boleh bertemu 
dokter Ryan sekarang? 
Resepsionis: Nomor antrian berapa dek?
Bodi : 122
Resepsionis: Iya boleh, Dokter Ryan sudah menunggu
Bodi : (senyum) Terimakasih bu
Bodi : (cemas) Selamat siang dok, bagaimana hasil tes saya?
dr. Ryan: (cemas) Berdasarkan tes yang sudah kami lakukan minggu lalu, sepertinya anda   mengalami Diabetes Mellitus tipe 1.
Bodi : (cemas, takut) Maksudnya apa dok?
dr. Ryan: (melihat Bodi dengan seksama) Diabetes mellitus tipe 1 bila dijelaskan secara singkat berarti anda harus menyuntikkan insulin 3 kali sehari untuk menurunkan tingkat glukosa di dalam darah. Saya benar-benar menganjurkan anda untuk memulai gaya hidup sehat.
Bodi: (sedih) Terimakasih dok.
dr. Ryan: Sama-sama
Bodi: (keluar ruangan dengan langkah berat keluar dari klinik, sangat cemas,diam) Aduuh gimana nih?
BABAK 3 INT- KELAS PAGI
Keesokan harinya Bodi berangkat kesekolah dengan lesu. Ani sudah menunggu Bodi di kelas.
ADEGAN 1
Ani: (senyum, ceria) Hai Bodi
Bodi : (Lesu) Hai Ani, dokter mengatakan bahwa aku mendapat diabetes mellitus tipe 2, aku sudah tidak bersemangat hidup sekarang.
Ani: (cemas, mencoba melegakan) Sudah tidak apa-apa Bodi, kau masih dapat hidup dengan baik
Guru: (memasuki ruangan dengan gagah sambil membawa banyak kertas) Anak-anak, bapak datang kesini hanya ingin memgumumkan sebuah lomba menari hip-hop regional. Ada yang mau ikut?
Bodi: Saya!
Seluruh kelas: (melihat ke Bodi)
Guru: Ada lagi yang mau ikut? Tidak ada? Berarti dari kelas ini hanya Bodi yang ikut.
Guru: (meninggalkan ruang) Selamat tinggal, Assalamualaikum 
Seluruh kelas: Walaikum salam
Ani: (penasaran)Yakin kamu mau ikut?
Bodi: (optimis) Yakin dong, aku kan sebenernya jago nari. hehehehehe
BABAK 4 INT-KANTIN SIANG
Pada jam istirahat, Bodi tidak makan, ia hanya duduk di kantin dan merenungi nasibnya. Tiba-tiba Ali datang 
ADEGAN 1
Ali: (sok jago) Hey gendut! kudengar kau ikut kau ikut lomba menari hip-hop ya? hahahahah betapa bodohnya kamu ini, mana mungkin kamu menang! hahahahahaahaaha. 
Bodi: Jangan begitu Ali, jangan meremehkan oang lain! Belum tentu kamu menang...
Ali: (sangat sombong) Hah! Mana mungkin aku kalah! Aku kan pemimpin grup tari hip-hop sekolah! Sedangkan kamu? Hanya kantong lemak yang hidup! Hahahahahaha. Bagaimana kalu kita lihat nanti
Bodi: (kesal,diam) Aku yakin akan mengalahkanmu, Ali!
BABAK 5 EXT-GANG MALAM
Pada hari perlombaan semua Bodi datang dan mengikuti lomba. Singkat cerita, ia berhasil memenagkan lomba dan mengalahkan Ali di babak final. Akan tetapi, Ali tidak terima dikalahkan oleh orang yang selalu ia hina selama ini 
ADEGAN 1
Ali: (mengamuk, sok jago) Hey Bodi! Aku tunggu kamu di belang gedung ini sekarang juga! Bila kau tak datang, kau benar-benar seorang pecundang! Bagaimana? 
Bodi: (sedikit cemas) Ya, aku akan datang
Bodi dan Ali bertemu di belakang gedung tempat lomba. Ali sudah menunggu dengan penuh gaya. Bodi datang dengan sedikit kebingungan.
Ali: (sok jago, strectching) Sudah siapkah kamu?
Bodi: (bingung) Siap apa?
Ali: (menyerang Bodi) AAAAAAAAAAAAH!
Bodi: (terkena hantaman Ali) UGH!
Ali: (memojokkan Bodi ke dinding, memukul Bodi berkali-kali) Masih berani menantangku hah?
Ali: (menarik Bodi dan mendorongnya ke dinding di sisi lain)
Bodi: (menabrak dinding dan memantul)
Ali: (tertiban Bodi) AAAAAAAAAAGH! Kakiku patah
Bodi: (Kesakitan) UUUUUUH
Tiba tiba datang seorang Satpam, ia mengenakan seragam lengkap dan berjalan gagah
ADEGAN 2
Satpam: (tegas) Sedang apa kalian di sini? 
Ali: (terengah-engah) Pak orang gila ini menyerangku dan mematahkan kakiku!
Satpam: (Tegas) Kalian berdua pergi dari sini sekarang!
Satpam: (Memperhatikan Bodi, bingung) Lho kamu bukannya anak yang menang lomba ya?
Bodi: (kesakitan) I..Iya pak, dia Ali mengajakku bertemu di sini, lalu dia menyerangku
Satpam: (tegas) Ck ck ck, kalian berdua akan saya bawa ke guru pendamping kalian.Tema: Keberanian
Tokoh: 
  • Bodi ( Berani )
  • Ali( Sok jago, sombong)
  • Ani (baik, tidak meremehkan orang lain)
  • dokter(bertangan dingin, sabar)
  • Satpam(tegas)
BABAK 1 INT-SEKOLAH PAGI
Ditengah kesibukan dan hiruk-pikuk sebuah kota, terdapat sebuah sekolah. Terlihat bahwa sekolah tersebut adalah sekolah yang biasa-biasa saja, tidak terlalu besar, namun tidak terlalu kecil. Bel pulang berbunyi, para siswa keluar dari pintu masuk, mereka semua sedang berbincaang-bincang dengan teman-teman mereka. Kecuali Bodi, seorang anak bertubuh sangat tambun, ia berjalan sendirian.
ADEGAN 1
Bodi: (sedih, kesal) Aaaaaah! Kesel, di sekolah yang baru ini temennya ga ada yang enak, malahan mereka semua menghina-hina penampilan fisikku ini. Apes, kenapa bapakku pindah kesini sih? Padahal di sekolah yang dulu udah enak bangeeeeeeet. 
Ali: (angkuh, sok jago) Hey gendut! gak punya temen ye? Hahahahahahahaha, kesian deh, hahaahahahahahaha
Bodi: (marah) Hey kurus! gausah menghina dong...
Ali: (ikut marah) Mau ribut ya? Kurang ajar!
Ani : (cemas, datang menyela pembicaraan) Sudah-sudah jangan bertengkar 
Ali: (Angkuh, marah) Rupanya sekarang sudah punya teman ya? Ketemu lagi besok....gendut
Ali: (pergi meninggalkan Ani dan Bodi)
Ani : (sabar, mencoba menghibur) Sabar ya Bo, dia memang suka begitu.
Bodi : (senang, menggaruk kepala) Haha iya, ngomong-ngomong namamu siapa?
Ani : (senang) Namaku Ani,  masak kamu tidak mengenalku? kitakan satu kelas, tadi aku dibelakngmu.
Bodi : (terkejut) Ah masa itu kamu? Bukan kali kok beda banget sih sama yang tadi.
Ani: (gembira) iya doooong, hehehehehehe
Bodi: (ikut tertawa) Haahhahahahahaaa
Bodi : (berbicara serius) Oh iya, eku mau ke dokter dulu ya, dadah!
Ani : (senyum) dadah juga !
BABAK 2 INT-PRAKTEK DOKTER PAGI
Bodi sampai di tempat dokter Ryan seorang spesialis penyakit dalam. ia memasuki ruang tunggu, didalamnya terdapat 3 sofa coklat mengelilingi meja kaca setinggi lutut, selain itu juga ada meja resepsionis di dekat pintu masuk.
ADEGAN 1
Bodi : (agak bingung) Selamat siang, boleh tanya Bu,  apakah saya boleh bertemu 
dokter Ryan sekarang? 
Resepsionis: Nomor antrian berapa dek?
Bodi : 122
Resepsionis: Iya boleh, Dokter Ryan sudah menunggu
Bodi : (senyum) Terimakasih bu
Bodi : (cemas) Selamat siang dok, bagaimana hasil tes saya?
dr. Ryan: (cemas) Berdasarkan tes yang sudah kami lakukan minggu lalu, sepertinya anda   mengalami Diabetes Mellitus tipe 1.
Bodi : (cemas, takut) Maksudnya apa dok?
dr. Ryan: (melihat Bodi dengan seksama) Diabetes mellitus tipe 1 bila dijelaskan secara singkat berarti anda harus menyuntikkan insulin 3 kali sehari untuk menurunkan tingkat glukosa di dalam darah. Saya benar-benar menganjurkan anda untuk memulai gaya hidup sehat.
Bodi: (sedih) Terimakasih dok.
dr. Ryan: Sama-sama
Bodi: (keluar ruangan dengan langkah berat keluar dari klinik, sangat cemas,diam) Aduuh gimana nih?
BABAK 3 INT- KELAS PAGI
Keesokan harinya Bodi berangkat kesekolah dengan lesu. Ani sudah menunggu Bodi di kelas.
ADEGAN 1
Ani: (senyum, ceria) Hai Bodi
Bodi : (Lesu) Hai Ani, dokter mengatakan bahwa aku mendapat diabetes mellitus tipe 2, aku sudah tidak bersemangat hidup sekarang.
Ani: (cemas, mencoba melegakan) Sudah tidak apa-apa Bodi, kau masih dapat hidup dengan baik
Guru: (memasuki ruangan dengan gagah sambil membawa banyak kertas) Anak-anak, bapak datang kesini hanya ingin memgumumkan sebuah lomba menari hip-hop regional. Ada yang mau ikut?
Bodi: Saya!
Seluruh kelas: (melihat ke Bodi)
Guru: Ada lagi yang mau ikut? Tidak ada? Berarti dari kelas ini hanya Bodi yang ikut.
Guru: (meninggalkan ruang) Selamat tinggal, Assalamualaikum 
Seluruh kelas: Walaikum salam
Ani: (penasaran)Yakin kamu mau ikut?
Bodi: (optimis) Yakin dong, aku kan sebenernya jago nari. hehehehehe
BABAK 4 INT-KANTIN SIANG
Pada jam istirahat, Bodi tidak makan, ia hanya duduk di kantin dan merenungi nasibnya. Tiba-tiba Ali datang 
ADEGAN 1
Ali: (sok jago) Hey gendut! kudengar kau ikut kau ikut lomba menari hip-hop ya? hahahahah betapa bodohnya kamu ini, mana mungkin kamu menang! hahahahahaahaaha. 
Bodi: Jangan begitu Ali, jangan meremehkan oang lain! Belum tentu kamu menang...
Ali: (sangat sombong) Hah! Mana mungkin aku kalah! Aku kan pemimpin grup tari hip-hop sekolah! Sedangkan kamu? Hanya kantong lemak yang hidup! Hahahahahaha. Bagaimana kalu kita lihat nanti
Bodi: (kesal,diam) Aku yakin akan mengalahkanmu, Ali!
BABAK 5 EXT-GANG MALAM
Pada hari perlombaan semua Bodi datang dan mengikuti lomba. Singkat cerita, ia berhasil memenagkan lomba dan mengalahkan Ali di babak final. Akan tetapi, Ali tidak terima dikalahkan oleh orang yang selalu ia hina selama ini 
ADEGAN 1
Ali: (mengamuk, sok jago) Hey Bodi! Aku tunggu kamu di belang gedung ini sekarang juga! Bila kau tak datang, kau benar-benar seorang pecundang! Bagaimana? 
Bodi: (sedikit cemas) Ya, aku akan datang
Bodi dan Ali bertemu di belakang gedung tempat lomba. Ali sudah menunggu dengan penuh gaya. Bodi datang dengan sedikit kebingungan.
Ali: (sok jago, strectching) Sudah siapkah kamu?
Bodi: (bingung) Siap apa?
Ali: (menyerang Bodi) AAAAAAAAAAAAH!
Bodi: (terkena hantaman Ali) UGH!
Ali: (memojokkan Bodi ke dinding, memukul Bodi berkali-kali) Masih berani menantangku hah?
Ali: (menarik Bodi dan mendorongnya ke dinding di sisi lain)
Bodi: (menabrak dinding dan memantul)
Ali: (tertiban Bodi) AAAAAAAAAAGH! Kakiku patah
Bodi: (Kesakitan) UUUUUUH
Tiba tiba datang seorang Satpam, ia mengenakan seragam lengkap dan berjalan gagah
ADEGAN 2
Satpam: (tegas) Sedang apa kalian di sini? 
Ali: (terengah-engah) Pak orang gila ini menyerangku dan mematahkan kakiku!
Satpam: (Tegas) Kalian berdua pergi dari sini sekarang!
Satpam: (Memperhatikan Bodi, bingung) Lho kamu bukannya anak yang menang lomba ya?
Bodi: (kesakitan) I..Iya pak, dia Ali mengajakku bertemu di sini, lalu dia menyerangku
Satpam: (tegas) Ck ck ck, kalian berdua akan saya bawa ke guru pendamping kalian.
04.33 | 0 komentar | Read More

latihan drama gerrak, penggunaan indera dan karakter

Written By iqbal_editing on Rabu, 26 Oktober 2016 | 20.16

MEDITASI dan KONSENTRASI
MEDITASI
Secara umum meditasi artinya adalah menenangkan pikiran. Dalam teater dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk menenangkan dan mengosongkan pikiran dengan tujuan untuk memperoleh kestabilan diri.
Tujuan Meditasi :
1. Mengosongkan pikiran.
Kita mencoba mengosongkan pikiran kita, dengan jalan membuang segala sesuatu yang ada dalam pikiran kita, tentang berbagai masalah baik itu masalah keluarga, sekolah, pribadi dan sebagainya. Kita singkirkan semua itu dari otak kita agar pikiran kita bebas dari segala beban dan ikatan.
2. Meditasi sebagai jembatan.
Disini alam latihan kita sebut sebagai alam “semu”, karena segala sesuatu yang kita kerjakan dalam latihan adalah semu, tidak pernah kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi setiap gerak kita akan berbeda dengan kelakuan kita sehari-hari. Untuk itulah kita memerlukan suatu jembatan yang akan membawa kita dari alam kehidupan kita sehari-hari ke alam latihan.
Cara meditasi :
1. Posisi tubuh tidak terikat, dalam arti tidak dipaksakan. Tetapi yang biasa dilakukan adalah dengan duduk bersila, badan usahakan tegak. Cara ini dimaksudkan untuk memberi bidang/ruangan pada rongga tubuh sebelah dalam.
2. Atur pernapasan dengan baik, hirup udara pelan-pelan dan keluarkan juga dengan perlahan. Rasakan seluruh gerak peredaran udara yang masuk dan keluar dalam tubuh kita.
3. Kosongkan pikiran kita, kemudian rasakan suasana yang ada disekeliling kita dengan segala perasaan. Kita akan merasakan suasana yang hening, tenang, bisu, diam tak bergerak. Kita menyuruh syaraf kita untuk lelap, kemudian kita siap untuk berkonsentrasi.
Catatan :
Pada suatu saat mungkin kita kehilangan rangsangan untuk berlatih, seolah-olah timbul kelesuan dalam setiap gerak dan ucapan. Hal ini sering terjadi akibat diri terlalu lelah atau terlalu banyak pikiran. Jika hal ini tidak diatasi dan kita paksakan untuk berlatih, maka akan sia-sia belaka. Cara untuk mengatasi adalah dengan MEDITASI. Meditasi juga perlu dilakukan bila kita akan bermain di panggung, agar kita dapat mengkonsentrasikan diri kita dengan peran yang hendak kita bawakan.
KONSENTRASI
Konsentrasi secara umum berarti “pemusatan”. Dalam teater kita mengartikannya dengan pemusatan pikiran terhadap alam latihan atau peran-peran yang akan kita bawakan agar kita tidak terganggu dengan pikiran-pikiran lain, sehingga kita dapat menjiwai segala sesuatu yang kita kerjakan.
Cara konsentrasi :
1. Kita harus melakukan dahulu meditasi. Kita kosongkan dulu pikiran kita, dengan cara-cara yang sudah ditentukan. Kita kerjakan sesempurna mungkin agar pikiran kita benar-benar kosong dan siap berkonsentrasi.
2. Setelah pikiran kita kosong, mulailah memasuki otak kita dengan satu unsur pikiran. Rasakan bahwa saat ini sedang latihan, kita memasuki alam semu yang tidak kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memikirkan yang lain, selain bahwa kita saat ini sedang latihan teater.
Catatan :
Pada saat kita akan membawakan suatu peran, misalnya sebagai ayah, nenek, gadis pemalu dan sebagainya, baik itu dalam latihan atau pementasan, konsentrasikan pikiran kita pada hal tersebut. Jangan sekali-kali memikirkan yang lain.
BAB II
VOKAL dan PERNAPASAN
PERNAPASAN
Seorang artis panggung, baik itu dramawan ataupun penyanyi, maka untuk memperoleh suara yang baik ia memerlukan pernapasan yang baik pula. Oleh karena itu ia harus melatih pernapasan/alat-alat pernapasannya serta mempergunakannya secara tepat agar dapat diperoleh hasil yang maksimum, baik dalam latihan ataupun dalam pementasan.
Ada empat macam pernapasan yang biasa dipergunakan :
Ø Pernapasan dada
Pada pernapasan dada kita menyerap udara kemudian kita masukkan ke rongga dada sehingga dada kita membusung.
Di kalangan orang orang teater pernapasan dada biasanya tidak dipergunakan karena disamping daya tampung atau kapasitas dada untuk Udara sangat sedikit, juga dapat mengganggu gerak/acting kita, karena bahu menjadi kaku.
Ø Pernapasan perut
Dinamakan pernapasan perut jika udara yang kita hisap kita masukkan ke dalam perut sehingga perut kita menggelembung,
Pernapasan perut dipergunakan oleh sebagian dramawan, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada.
Ø Pernapasan lengkap
Pada pernapasan lengkap kita mempergunakan dada dan perut untuk menyimpan udara, sehingga udara yang kita serap sangat banyak (maksimum).
Pernapasan lengkap dipergunakan oleh sebagian artis panggung yang biasanya tidak terlalu mengutamakan acting, tetapi mengutamakan vokal.
Ø Pernapasan diafragma
Pernapasan diafragma ialah jika pada waktu kita mengambil udara, maka diafragma kita mengembang. Hat ini dapat kita rasakan dengan mengembangnya perut, pinggang, bahkan bagian belakang tubuh di sebelah atas pinggul kita juga turut mengembang.
Menurut perkembangan akhir akhir ini, banyak orang orang teater yang mempergunakan pernapasan diafragma, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dengan pernapasan perut.
Latihan latihan pernapasan :
1. Pertama kita menyerap udara sebanyak mungkin. Kemudian masukkan ke dalam dada, kemudian turunkan ke perut, sampai di situ napas kita tahan. Dalam keadaan demikian tubuh kita gerakkan turun sampai batas maksimurn bawah. Setelah sampai di bawah, lalu naik lagi ke posisi semula, barulah napas kita keluarkan kembali.
2. Cara kedua adalah menarik napas dan mengeluarkannya kembali dengan cepat.
3. Cara berikutnya adalah menarik napas dalam dalam, kemudian keluarkan lewat mulut dengan mendesis, menggumam, ataupun cara cara lain. Di sini kita sudah mulai menyinggung vokal.
Catatan : Bila sudah menentukan pernapasan apa yang akan kita pakai, maka janganlah beralih ke bentuk pernapasan yang lain.
VOKAL
Untuk menjadi seorang pemain drama yang baik, maka dia harus mernpunyai dasar vokal yang baik pula. “Baik” di sini diartikan sebagai :
a. Dapat terdengar (dalam jangkauan penonton, sampai penonton, yang paling belakang).
b. Jelas (artikulasi/pengucapan yang tepat),
c. Tersampaikan misi (pesan) dari dialog yang diucapkan.
d. Tidak monoton.
Untuk mempunyai vokal yang baik ini, maka perlu dilakukan latihan latihan vokal. Banyak cara, yang dilakukan untuk melatih vokal, antara lain :
a. Tariklah napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menghentakan suara “wah…” dengan energi suara. Lakukan ini berulang kali.
b. Tariklah napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menggumam “mmm…mmm…” (suara keluar lewat hidung).
c. Sama dengan latihan kedua, hanya keluarkan dengan suara mendesis,”ssss…….”
d. Hirup udara banyak banyak, kemudian keluarkan vokal “aaaaa…….” sampai batas napas yang terakhir. Nada suara jangan berubah.
e. Sama dengan latihan di atas, hanya nada (tinggi rendah suara) diubah-ubah naik turun (dalam satu tarikan napas)
f. Keluarkan vokal “a…..a……” secara terputus-putus.
g. Keluarkan suara vokal “a i u e o”, “ai ao au ae “, “oa oi oe ou”, “iao iau iae aie aio aiu oui oua uei uia ……” dan sebagainya.
h. Berteriaklah sekuat kuatnya sampai ke tingkat histeris.
i. Bersuara, berbicara, berteriak sambil berialan, jongkok, bergulung gulung, berlari, berputar putar dan berbagai variasi lainnnya.
Catatan :
Apabila suara kita menjadi serak karena latihan latihan tadi, janganlah takut. Hal ini biasa terjadi apabila kita baru pertama kali melakukan. Sebabnya adalah karena lendir lendir di tenggorokan terkikis, bila kita bersuara keras. Tetapi bila kita sudah terbiasa, tenggorokan kita sudah agak longgar dan selaput suara (larink) sudah menjadi elastis. Maka suara yang serak tersebut akam menghilang dengan sendirinya. Dan ingat, janganlah terlalu memaksa alat alat suara untuk bersuara keras, sebab apabila dipaksakan akan dapat merusak alat alat suara kita. Berlatihlah dalam batas-batas yang wajar.
Latihan ini biasanya dilakukan di alam terbuka. misalnya di gunung, di tepi sungai, di dekat air terjun dan sebagainya. Di sana kita mencoba mengalahkan suara suara di sekitar kita, disamping untuk menghayati karunia Tuhan.
ARTIKULASI
Yang dimaksud dengan artikulasi pada teater adalah pengucapan kata melalui mulut agar terdengar dengan baik dan benar serta jelas, sehingga telinga pendengar/penonton dapat mengerti pada kata kata yang diucapkan.
Pada pengertian artikulasi ini dapat ditemukan beberapa sebab yang mongakibatkan terjadinya artikulasi yang kurang/tidak benar, yaitu :
Ø Cacat artikulasi alam : cacat artikulasi ini dialami oleh orang yang berbicara gagap atau orang yang sulit mengucapkan salah satu konsonon, misalnya ‘r’, dan sebagainya.
Ø Artikulasi jelek ini bukan disebabkan karena cacat artikulasi, melainkan terjadi sewaktu waktu. Hal ini sering terjadi pada pengucapan naskah/dialog.
Misalnya:
1. Kehormatan menjadi kormatan
2. Menyambung menjadi mengambung, dan sebagainya.
Artikulasi jelek disebabkan karena belum terbiasa pada dialog, pengucapan terlalu cepat, gugup, dan sebagainya.
Ø Artikulasi tak tentu : hal ini terjadi karena pengucapan kata/dialog terlalu cepat, seolah olah kata demi kata berdempetan tanpa adanya jarak sama sekali.
Untuk mendapatkan artikulasi yang baik maka kita harus melakukan latihan
– Mengucapkan alfabet dengan benar, perhatikan bentuk mulut pada setiap pengucapan. Ucapkan setiap huruf dengan nada nada tinggi, rendah, sengau, kecil, besar, dsb. Juga ucapkanlah dengan berbisik.
– Variasikan dengan pengucapan lambat, cepat, naik, turun, dsb
– Membaca kalimat dengan berbagai variasi seperti di atas. Perhatikan juga bentuk mulut.
GESTIKULASI
Gestikulasi adalah suatu cara untuk memenggal kata dan memberi tekanan pada kata atau kalimat pada sebuah dialog. Jadi seperti halnya artikulasi, gestikulasi pun merupakan bagian dari dialog, hanya saja fungsinya yang berbeda.
Gestikulasi tidak disebut pemenggalan kalimat karena dalam dialog satu kata dengan satu kalimat kadang kadang memiliki arti yang sama. Misalnya kata “Pergi !!!!” dengan kalimat “Angkat kaki dari sini !!!”. Juga dalam drama bisa saja terjadi sebuah dialog yang berbentuk “Lalu ?” , “Kenapa ?” atau “Tidak !” dan sebagainya. Karena itu diperlukan suatu ketrampilan dalam memenggal kata pada sebuah dialog.
Gestikulasi harus dilakukan sebab kata kata yang pertama dengan kata berikutnya dalam sebuah dialog dapat memiliki maksud yang berbeda. Misalnya: “Tuan kelewatan. Pergi!”. Antara “Tuan kelewatan” dan “Pergi” harus dilakukan pemenggalan karena antara keduanya memiliki maksud yang berbeda.
Hal ini dilakukan agar lebih lancar dalam memberikan tekanan pada kata. Misalnya “Tuan kelewatan”……. (mendapat tekanan), “Pergi….” (mendapat tekanan).
INTONASI
Seandainya pada dialog yang kita ucapkan, kita tidak menggunakan intonasi, maka akan terasa monoton, datar dan membosankan. Yang dimaksud intonasi di sini adalah tekanan tekanan yang diberikan pada kata, bagian kata atau dialog. Dalam tatanan intonasi, terdapat tiga macam, yaitu :
1. Tekanan Dinamik (keras lemah)
Ucapkanlah dialog pada naskah dengan melakukan penekanan penekanan pada setiap kata yang memerlukan penekanan. Misainya saya pada kalimat “Saya membeli pensil ini” Perhatikan bahwa setiap tekanan memiliki arti yang berbeda.
SAYA membeli pensil ini. (Saya, bukan orang lain)
Saya MEMBELI pensil ini. (Membeli, bukan, menjual)
Saya membeli PENSIL ini. (Pensil, bukan buku tulis)
1. Tekanan.Nada (tinggi)
Cobalah mengucapkan kalimat/dialog dengan memakai nada/aksen, artinya tidak mengucapkan seperti biasanya. Yang dimaksud di sini adalah membaca/mengucapkan dialog dengan Suara yang naik turun dan berubah ubah. Jadi yang dimaksud dengan tekanan nada ialah tekanan tentang tinggi rendahnya suatu kata.
2. Tekanan Tempo
Tekanan tempo adalah memperlambat atau mempercepat pengucapan. Tekanan ini sering dipergunakan untuk lebih mempertegas apa yang kita maksudkan. Untuk latihannya cobalah membaca naskah dengan tempo yang berbeda beda. Lambat atau cepat silih berganti.
WARNA SUARA
Hampir setiap orang memiliki warna suara yang berbeda. Demikian pula usia sangat mempengaruhi warna suara. Misalnya saja seorang kakek, akan berbeda warna suaranya dengan seorang anak muda. Seorang ibu akan berbeda warna suaranya dengan anak gadisnya. Apalagi antara laki laki dengan perempuan, akan sangat jelas perbedaan warna suaranya.
Jadi jelaslah bahwa untuk membawakan suatu dialog dengan baik, maka selain harus memperhatikan artikulasi, gestikulasi dan intonasi, harus memperhatikan juga warna suara. Sebagai latihan dapat dicoba merubah rubah warna suara dengan menirukan warna suara seorang tua, pengemis, anak kecil, dsb.
Selain mengenai dasar dasar vokal di atas, dalam sebuah dialog diperlukan juga adanya suatu penghayatan. Mengenai penghayatan ini akan diterangkan dalam bagian tersendiri. Untuk latihan cobalah membaca naskah berikut ini dengan menggunakan dasar dasar vokal seperti di atas.
(Si Dul masuk tergopoh gopoh)
Dul : Aduh Pak….e…..e…..itu, Pak…. Anu…. Pak….a….a….ada orang bawa koper, pakaiannya bagus. Saya takut, Pak, mungkin dia orang kota, Pak.
Paiman : Goblog ! Kenapa Takut ? Kenapa tidak kau kumpulkan orang-orangmu untuk mengusirnya ?
Pak Gondo : (kepada Paiman) Kau lebih-lebih Goblog ! Kau membohongi saya ! Kau tadi lapor apa ?! Sudah tidak ada orang kota yang masuk ke daerah kita, hei ! (sambil mencengkeram Paiman).
Paiman : Sungguh, Pak, sudah lama tidak ada orang kota yang masuk.
Pak Gondo : (membentak sambil mendorong) Diam Kamu !
(kepada si Dul) Di mana dia sekarang ?
Dul : Di sana Pak, mengintip orang mandi di kali sambil motret.
BAB III
20.16 | 0 komentar | Read More

teknik pengajaran drama 2

Written By iqbal_editing on Kamis, 15 September 2016 | 17.44

ETODE PEMBELAJARAN
  • Role Playing

  1. STRATEGI PEMBELAJARAN
Tatap Muka Terstruktur Mandiri
·         Memerankan tokoh dalam pementasan drama ·        Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik,   sesuai dengan watak tokoh·        Mengekspresikan perilaku dan dialog tokoh protaganis dan atau antagonis ·     Siswa dapat Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh.·     Siswa Mampu mendiskusikan pengekspresian  perilaku dan dialog yang disampaikan teman.


  1. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa Alokasi Waktu
Pendahuluan·         Mengucapkan salam ·         Mendata kehadiran siswa
·         Guru memberikan motivasi atau permaianan yang memacu konsentrasi siswa
·         Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai
      ReligiusBersahabat komunikatif
10
Kegiatan inti·         Eksploarasi F Siswa diminta mengingat apa itu berita
F Guru menjelaskan secara lebih mendalam cara membaca berita dengan lafal, intonasi, kejelasan ucapan, tatapan mata dan sikap

·         Elaborasi
F Siswa menyimak tayangan pementasan drama.
F Siswa menyimak instruksi guru mengenai metode role playing
F Masing-masing siswa mengambil kartu undian
F Setiap siswa mengekspresikan tokoh yang di idolakannya
F Guru memberikan penilaian

·         Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,
F Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran
Kreatif  
20










40






10
Kegiatan akhirF Siswa mereview konsep-konsep penting   yang telah dipelajari F Siswa diajak   merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran
F Guru memberikan motivasi
Bersahabat dan berkomunikasi  
10

  1. ALAT/ SUMBER/ BAHAN
  • Alat :
  • Jas
  • Dasi
  • Kain batik
  • Leptop
  • In focus

  • Sumber :
  • Buku Teks kelas XI
  • Lembar Kerja Siswa
  • Interner
  • Bahan :
  • Video pementasan drama
  • Naskah drama




  1. PENILAIAN
  2. Teknik : tes lisan, tanya jawab dan diskusi
  3. Bentuk Instumen : uraian bebas
  4. Bentuk soal :
  5. Baca dan Pahamilah teks drama yang akan diperankan!
  6. Hayati watak tokoh yang akan diperankan!
  7. Ekspresikan perilaku dan dialog tokoh protogonis, antagonis, atau  tritagonis!
  8. Diskusikan pengekspresian perilaku dan dialog yang disampaikan teman!
  9. Rubrik Penilaian             :
RUBRIK PENILAIAN
PENGEKSPRESIAN PERILAKU DAN DIALOG TOKOH DALAM DRAMA

Kompetensi Dasar          : Mengekspresikan perilaku dan dialog tokoh               protagonis dan atau antagonis

KOMPONEN Nama Siswa
1 2 3 4 5
1. Kemunculan pertama (mantap dan memberikankesan yang baik?)          
2. Ekspresi wajah (sesuai dengan karakter tokoh?)          
3. Pandangan mata dan gerak anggota tubuh (sesuaikarakter tokoh?)          
4. Gerakan (sesuai karakter tokoh?)          
5. Ucapan (sesuai karakter tokoh?)          
6. Intonasi (sesuai karakter tokoh?)          
7. Pengaturan jeda (pengaturan jeda tepat sehinggakalimat mencerminkan karakter tokoh?)          
8. Intensitas dan kelancaran berbicara (konsisten?)          
9. Diksi yang digunakan (sesuai karater tokoh?)          
10. Cara berdialog untuk menggambarkan karaktertokoh (sesuai karakter tokoh?)          
Jumlah          
17.44 | 0 komentar | Read More
 
berita unik