PLAK!! Tamparan itu meleset di pipiCitra untuk ketiga kalinya.
“Ampun, Dan... Ampun!! Aku bener-bener-bener gakbisa untuk ngelanjutin
hubungan ini” rintih Citra menangis. “Kenapa?? Karna loudah jatuh cinta
sama cowo itu? Iya?! Hahh!!” bentak Danil sambil menarikrambut Citra
dengan kasarnya. “Aww! Sakit, Dan..” jerit Citra.
“Woi!!” teriak seorang pria yangtiba-tiba memukul wajah Danil. Pria itu bernama Reyvan. “Beraninya sama cewe!”kata Reyvan memukul wajah Danil kembali. “Apa urusan, lo?!” jawab Danil mencobamembalas pukulan Reyvan. “Gue gak suka cewe diperlakuin kasar! Asal lo tauitu!!” amarah Reyvan semakin berkobar. Sedangkan Citra hanya bisa nangisterduduk lemas di lantai koridor sekolah. Tiba-tiba, BRUK!! Reyvan terjatuh,pukulan Danil sangat kuat. Danil belum puas dan ingin menghabisi Reyvan sampaibabak belur. Namun.. “Cukup, Dan! Cukup!” pinta Citra melindungi Reyvan. “Cumasegini nyali, lo?! Hahaha.. Lain kali, lo gak usah jadi sok kepahlawanan! Karnasebenarnya lo itu bukan terlahir jadi pahlawan tapi PENGECUT!!” tegas Danilsambil tersenyum sinis. Reyvan membalas senyum sinisnya juga. “Ingat, urusankita belum selesai LOSER!!” seru Danil pergi meninggalkan mereka. ...
***
Hari mulai gelap. Matahari yang cerahtadi berganti posisi dengan lengkungan senyum bulan sabit besertabintang-bintang yanng indah. “Aww..” jerit Reyvan kesakitan saat pipinyadiobati oleh Citra. “Thanks ya, Rey. Lagi-lagi kamu udah nolongin aku, kalotadi kamu ga ada mungkin nasib aku..” Citra tidak melanjutkan perkataannya. “Udahlupain aja” jawab Reyvan singkat tanpa banyak bicara. Selesai Citra mengobatiluka Reyvan, Alex temannya Reyvan yang usianya berada di atas Reyvan datangmenghampiri mereka. “Kenapa lo, Rey?” tanya Alex polos. “Habis berantem..”jawab Citra. “Pasti gara-gara nolongin cewe lagi, ya?” tebak Alex. Reyvan hanyadiam. “Rey, Rey.. Niat lo baik nolongin, eh malah lo yang jadi korban” ujarAlex sambil menepuk bahu Reyvan. Yah, Reyvan memang selalu berkelahi karenawanita. Masalahnya, Reyvan tak suka melihat cewe menagis, disakiti, apalagidiperlakukan kasar.
***
Malam itu juga, Reyvan mengajak Alexpergi ke toko buku. Reyvan ingin membeli buku novel di sana. Mereka pergidengan motornya Alex. Singkat cerita mereka pun sampai di tujuan. Reyvan punsegera mencari buku yang ingin dibelinya. Sedangkan Alex numpang baca komiksambil menikmati alunan musik klasik di ruangan toko itu. Suasana toko inisangat tentram mendamaikan hati, membuat para pengunjung berlama-lama di tokoitu. Setelah Reyvan mendapatkan buku yang dia cari, mereka pun kembali pulangke rumah.
Sekitar jam 11 malam, bukannya kembalike rumah, Alex malah mengajak Reyvan ke suatu tempat. Reyvan bingung “Maukemana?” Alex tak menjawab. Sesampainya di tempat yang Alex maksudkan, Reyvanterkejut dan marah-marah pada Alex. “Gila lo, Lex! Ngapain lo ajak gue ketempat pelacuran gini?!” seru Reyvan sambil melirik kanan-kiri tempatprostitusi itu. “Ya, gue mau mainlah sama cewe-cewe cantik di sini. Lo gak mau?Liat tuh cewe, aduhai seksi banget, Rey!” ujar Alex menunjuk ke arah salah satucewe di tempat itu. “Gak ah! Umur gue masih 17 dan gue ogah banget gitu-gituan”tolak Reyvan dengan perasaan jijik. Saat mereka memasuki komplek itu, “Hey,ganteng. Sini dong!” ajak salah seorang wanita di sana. “Main yuk sama aku?”goda salah seorang wanita lagi. Goda-godaan para wanita itu tertuju padaReyvan. Memang Reyvan berwajah tampan, tinggi, putih, dan keren. Reyvanmengabaikan godaan kupu-kupu malam itu dan melanjutkan langkahya. Saat Alexhendak masuk ke sebuah ruangan di tempat itu, “Lo memang bener ga mau, Rey?”ulang Alex memastikan. “Gak ah, Lex. Gue nunggu di sini aja” ujar Reyvanmenolak. Alex pun masuk. Reyvan duduk di kursi menunggu sambil membaca novelyang baru dia beli tadi.
Sekitar lima menitan, salah seorang PSKmenghampiri Reyvan. Dia sangat cantik dengan pakaian seksinya. “Nih” tawar PSKitu menyodorkan rokok pada Reyvan. “Duh, maaf aku gak ngerokok” tolak Reyvanramah. “Yahh.. Laki kok gak ngerokok? Bukan laki namanya” sindir PSK itu.Reyvan hanya tersenyum. “Main yuk?” ajak PSK itu. “Gak ah, aku ke sini cumanemenin temen doang” tolak Reyvan lagi. “Aku kasih diskon deh, longtimee. Akulagi butuh duit banget, nih” kata PSK itu memohon. “Loh, emang kamu sepi malamini? Gak ada pelanggan? Kan, kamu cantik?” tanya Reyvan aneh. Sambil merokok,“Aku lagi ada masalah” jawab PSK itu singkat. “Masalah apaan?” tanya Reyvansemakin penasaran. “Emangnya perlu kamu tau?” tanya PSK itu tak suka. “Oh hehemaaf” ucap Reyvan malu.
Suasana hening, malam semakin larut.PSK itu membuang rokoknya yang sudah habis. “Kayaknya kamu gak brengsek, ya?”kata PSK itu memecahkan keheningan. “Hah..eh, hm.. maksudnya?” tanya Reyvangugup. “Kan semua cowo brengsek. Cuma kamu aja yang datang ke sini gak ada niatnelakuin hal kotor itu” kata PSK itu memuji. “Hehe.. bisa aja. Tapi memang gaksemua cowo kok kayak gitu, di luar sana juga masih banyak cowo baik-baik” jelasReyvan mulai menikmati perbincangan itu. “Ya aku takut dosa aja, belum lagikalo kena penyakit apa gitu. Maaf ya, kalo tersinggung” lanjut Reyvan. “Ngapainminta maaf, emang bener kok!” seru PSK itu menyetujui pendapat Reyvan. “Ehm..Nama kamu siapa?” tanya Reyvan mengalihkan pembicaraan. “Namaku, Melati. Kamu?”tanya PSK itu kembali. “Aku, Reyvan. Salam kenal, ya!” ucap Reyvan berjabattangan dengan Melati. Melati melengkungkan senyuman manisnya. “Oh ya, kaloboleh tau kamu ada masalah apa sih sampai gak ada pelanggan? Cerita aja, akugak ember kok mulutnya” tanya Reyvan penasaran. “Gapapa, males aja cerita. Yangjelas aku lagi butuh uang sekarang” ujar Melati. “Buat apa?” tanya Reyvan lagi.Wajah Melati terlihat murung. “Buat biaya ibu aku. Ibu aku kena kanker tumor diperutnya. Sebulan lalu sih udah dibawa ke Puskesmas. Tapi ya gitu deh, akubelum punya uang. Mana job aku udah sepi lagi” jelas Melati menceritakan.Tampak mata Reyvan berkaca-kaca. “Ya ampun, kenapa gak bilang dari tadi? Akusih mau aja bantu. Tapi skarang aku gak bawa uang, uang aku di rumah. Brapabiayanya?” tanya Reyvan merasa iba. “2,5 juta. Tapi aku udah ngumpulin uang 1juta” kata Melati menatap Reyvan ragu akan bantuan itu. “Kurang 1,5 juta lagi,ya? Hmm.. gimana kalo besok kita ketemuan di Cafe sebrang sana? Aku kasihuangnya ke kamu. Nomor kamu berapa?” tanya Reyvan mengeluarkan handphonenya.Mereka pun tukaran nomor handphone. Tak lama kemudian, Alex keluar dari ruanganitu sambil merapikan bajunya. Lehernya sepert habis digigit drakula.
***
Tibalah hari esok. Reyvan mengumpulkanuangnya untuk membantu Melati. Di rumahnya hanya ada 1 juta. Reyvan pun pergimengambil uang 500 ribu dari tabungan ATMnya. Kedua orangtuanya tidak tau halitu. Kalau sampai ayahnya tau, nasib Reyvan sudah tak tau bagaimana lagi.
Sekitar jam 3 siang, Reyvan meng-smsMelati. Mereka pun Ketemuan di Cafe tempat mereka janjian. Banyak waktu merekahabiskan bersama. Mulai dari perbincangan yang asyik, mentraktir Melati makan,mengajak Melati jalan-jalan dan sampai membawa Melati ke Pantai. Mereka dudukmenikmati angin sepoi yang menyejukkan. “Ini, Mel” kata Reyvan memberi uangyang dikumpulkannya itu. “Ini beneran, Rey?” tanya Melati tak percaya. Reyvanmengangguk tersenyum. Tak disangka, Melati langsung memeluk Reyvan.”Makasih ya,Rey. Makasih bangett” ucap Melati terharu. Reyvan pun membalas pelukan Melati.Baru kali ini, Reyvan dipeluk sama wanita yang ‘bukan wanita biasa’.“Sama-sama, Mel. Aku tulus kok bantu ibu kamu” kata Reyvan lembut.
Hari itu juga, Melatimenceritakan mengapa dia jadi PSK. “Dulu sebelum aku jadi PSK, aku punya pacarsatu sekolah. Dari sekian cowo yang ngejar aku, cuma dia yang aku terima. Tapiakhirnya dia bikin aku kecewa. Ya gitu, rata-rata tujuan pacaran itu hanyangelakuin hal kotor itu. Makanya aku gak percaya lagi sama yang namnya cinta.BULSHIT!!” seru Melati kesal. “Tapikan gak semua cowo kayak gitu” kata Reyvanmembela kaum pria. “Pastinya, contohnya kayak yang di samping aku ini” ujarMelati dengan senyum manisnya. Reyvan melirik ke kanan-kiri dan baru sadarkalau yang dimaksud Melati itu adalah dia. Reyvan pun tertawa. "Kenapaketawa? Kan emang bener kamu orangnya baik. Andai aja kamu mau jadi pendampingaku. Pasti aku seneng banget, hahaha..! Tapi mustahil" kata Melati dengansenyum palsunya. "Kok mustahil? Kalo aku mau gimana?" kata Reyvandengan tatapan serius. "Hahaha... Dasar bego!" Melati memukul bahuReyvan. Reyvan tersenyum bingung. "Ngapain kamu mau jadi pacarnya cewekotor, miskin kayak aku gini?" lanjut Melati memaki dirinya sendiri."Huss! Kamu jangan ngomong kayak gitu. Ga ada kata terlambat untukbersihin hati dan diri kamu. Aku suka cewe yang apa adanya, kok" jelasReyvan meyakinkan. Melati hanya tersenyum. Reyvan memegang tangan Melati,"Mel, aku menyukaimu. Kamu maukan jadi kekasih aku?" pinta Reyvandengan romantisnya. Melati mengangguk tersenyum mengiyakan. Melati sangat bahagia,namun di lubuk hati Melati ada sesuatu yang dia simpan dari Reyvan. Kicauanburung camar pun mengungkapkan kebahagiaan kedua anak manusia itu.
***
Esok harinya, Reyvanmenemani Melati ke rumah sakit untuk melihat operasi ibunya Melati. Melatisangat khawatir, Reyvan pun menenangkan Melati dan mengajaknya berdoa dalamhati agar operasinya berjalan dengan lancar.
Hampir 4 jam operasi berjalan,akhirnya selesai juga. Reyvan dan Melati memasuki ruang operasi itu. "NakReyvan, trimakasih banyak ya, nak.. Trimakasih banyak.. Ibu tak tau maumembalas kebaikan nak Reyvan dengan apa" ucap ibunya Melati menangis.Reyvan sangat emosional. Reyvan sangat ingin menangis saat itu. Tapi dia tidakboleh menunjukkan hal itu pada Melati dan ibunya. "Bu, aku tulus bantu Ibudan Melati. Ibu gak usah balas apa-apa. Yang terpentin, skarang ibu udahsehat" kata reyvan dengan manisnya. Melati tersanjung akan ketulusanReyvan itu. Namun di sisi lain, Melati sangat bersalah pada Reyvan akan rahasiayang disembunyikannya. Terutama pada ibunya. Ibunya tidak pernah tau kalauMelati bekerja menjadi PSK. Melati menyembunyikan hal itu dengan cermat. Diatak ingin ibunya menangis.
***
Sepulang dari rumah sakit, Reyvanmengajak Melati berkunjung ke rumahnya. Tampak Citra dan Aley sedang berbincangsantai di teras. "Siang Cit, Lex!" sapa Reyvan. Citra dan Alex takmembalas sapaan itu. Mereka terdiam, bingung melihat wanita di samping Reyvan."Kenalin ini pacar aku, Melati" ujar Reyvan. Mereka pun berkenalan.'Reyvan udah punya pacar?' tanya Citra dalam hati memperhatikan Melati. Rautwajah Citra terlihat sedih, tapi dia memaksakan untuk tersenyum. MungkinkahCitra cemburu? Seiring berjalannya waktu, obrolan Citra dan Melati semakinhangat. Mereka sudah terlihat sangat akrab. Alex mengajak Reyvan ke dalamrumah. "Rey, itu cewe kan PSK di komplek kemarin, kan?" tanyak Alexmemastikan. "Ya" singkat Reyvan. Alex pun tercengang.
Hari mulai maghrib, Revanmengantar Melati pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, Melati memulaipembicaraan "Rey?" panggil Melati. "Hmm.." sahut Reyvansambil mengendarai motornya. "Citra itu cewe yang baik, ya? Udah sopan,ramah, lemah lembut, cantik lagi" puji Melati. "Iya, Citra memangcewe yang baik. Makanya aku senang berteman dengannya" jawab Reyvan. 'Mitalebih pantas, Rey' ucap Melati dalam hati. Hati merasa perih. Matanya tampakberkaca-kaca. Melati mencegah air matanya agar tidak tertetes.
Mereka pun telah sampai di depanrumah Melati. Saat Melati hendak masuk, Reyvan menahan tangannya. Merekabertatapan. Perlahan Reyvan mendekatkan wajahnya pada wajah Melati. Reyvanmengecup kening Melati dengan penuh perasaan. "Mimpi yang indah, ya"ucap Reyvan lembut. Melati hanya tersenyum haru. Reyvan pun pergi mengendaraimotornya. "Makasih, Rey. Tapi maaf, aku gak bisa bertahan lama samakamu" ujar Melati menatap Reyvan yang telah pergi jauh. Air mata Melatimengalir dengan derasnya.
***
Sejak kenal dengan Citra, Melatijadi sering bermain sama Citra. Karena sifat baik Citra membuat Melatimengalami banyak perubahan. Melati berhenti menjadi PSK. Dia mejadi lebihsering melakukan hal-hal positif. Penampilannya pun sudah sangat sopan. KiniMelati sudah sadar akan hal-hal buruk yang dilakukannya selama ini.
Ada sesuatu hal yang ditakutkanReyvan akan Melati. Fisik Melati terlihat sangat lemah. Badannya semakin kurus,dan cekungan matanya semakin kelihatan. Reyvan merasa ada satu rahasia yang disembunyikanMelati dari Reyvan. Reyvan pun mencari tau apa yang disembunyikan Melatidarinya.
Malam minggu, Reyvanpergi ke tempat prostitusi itu. Reyvan mencari tau, mengapa waktu itu Melatitak ada pelanggan? Masalah apa yang terjadi pada Melati? Reyvan pun menanyakanhal itu pada Dewi teman dekat Melati di tempat itu. "Kamu sapanyaMelati?" tanya Dewi sambil merokok. "Aku temennya" jawab Reyvansingkat. "Ooh.. Jadi, Melati itu terkena penyakit menular. Makanya parapelanggan pada lari semua, takut ketularan" jelas Dewi. "Hah?!"sontak Reyvan terkejut. "Penyakit apaan?" lanjut Reyvan menenangkandiri. "Melati positif kena Sifilis, penyakit kelamin gitu" jawab Dewimenambahkan. Reyvan mencoba tegar. "Kenapa dia gak berobat? Kan penyakitSifilis masih bisa disembuhin" seru Reyvan menahan tangisnya. "Iya,dia memang masih bisa sembuh dengan mengkonsumsi Penisilin G dari rumah sakit.Tapi, uangnya dia kumpulin buat biaya kanker ibunya. Lagian, kalo sekarang diaberobat mustahil bakalan sembuh. Karna virusnya udah menjalar ke seluruhtubuhnya. Aku tau semua hal itu, karena waktu itu aku nemenin dia periksa kedokter" jelas Dewi merasa iba. Reyvan mencoba untuk tidak panik. Reyvanmenghela napas. "Ya udah deh Dewi, makasih infonya, ya! Aku pulangdulu" pamit Reyvan.
Di sepanjang jalan, air mataReyvan tak tertahan lagi. "Aku bakalan jaga kamu, Mel. Aku akan berusahaagar penyakit kamu sembuh" seru Reyvan bertekad. Entah mengapa, Reyvanmenjadi sangat sayang pada Melati. Reyvan menjadi takut kehilangan Melati.Bukan seperti pria lain yang dekat sama Melati, yang menjauhi Melati setelahtau Melati terkena penyakit menular seperti itu.
***
Reyvan melihat Melati semakinlemah. Reyvan tak kuat lagi. Reyvan pun membawa Melati ke rumah sakit. Vonisdokter, Melati terkena Sifilis akut, karena neurosifilisnya telah menyebar kesel-sel badannya. Dan lama-kelamaan, badan Melati lumpuh. Reyvan tak terlalukaget, namun hatinya sangat teriris. Tak tega melihat kondisi Melati saat itu."Maafin aku, Rey. Aku udah ngerahasiain soal penyakit ini ke kamu"ucap Melati bernada lemah. "Udah lupain aja, Mel. Aku juga udah tau halini dari temen kamu Dewi. Yang terpenting kamu harus sembuh, Mel. Aku sayang...banget sama kamu, Mel. Aku gak mau kehilangan kamu." kata Reyvan mengelusrambut Melati dengan perasaan sedih. Reyvan pun memeluk Melati dengan penuhkasih.
***
Hampir seminggu dirawat di rumahsakit, Reyvan tetap menemani Melati. Padahal, disaat-saat itu Reyvan harusbelajar untuk Ujian Nasional-nya. Selesai pulang Ujian Nasional hari pertama,Reyvan tak langsung pulang ke rumah, tapi pergi menjenguk Melati. Sampai-sampaiReyvan jadi kurang konsentrasi untuk Ujian Nasional selanjutnya.
Pagi hari selanjutnya, tepat hariterakhir Reyvan melaksanakan Ujian Nasional. Citra yang libur sekolah, pergimenjenguk Melati di rumah sakit. "Hai, Mel. Slamat pagi!" sapa Citra."Pagi juga, Cit" balas Melati tersenyum. "Ini aku bawain buahyang banyak buat kamu. Supaya tubuh kamu sehat dan kamu cepat sembuh, ya!"seru Citra memaksakan senyumnya yang sebenarnya ingin menangis, tak tegamelihat Melati terbaring lemah di tempat tidur. "Makasih banyak ya,Cit!" ucap Melati tersenyum senang. Citra meletakkan keranjang buah dantasnya di meja dan mengambil kursi untuk duduk. "Cit?" panggilMelati. "Iya, Mel?" sahut Citra menatap wajah pucat Melati. "Akutitip Reyvan, ya!" pinta Melati. Citra tercengang dan tak kuat menahantangis. "Maksud kamu apa, Mel?" tanya Citra pura-pura tidak mengertimaksud perkataan Melati. "Kamu itu wanita yang baik, Cit. Sopan, ramah,lemah lembut, cantik lagi. Pokoknya kamu itu wanita yang sempurna. Gak kayakaku, aku itu wanita yang tidak baik. Aku berpenyakitan, perokok dan seorangPELACUR!! Aku itu wanita kotor!" tegas Melati memaki dirinya."MEL!!" seru Citra memarahi Melati. Air mata Citra pun mengalir."Reyvan itu juga pria yang baik, aku gak pantas untuknya. Yang pantas itukamu, Cit!" lanjut Melati menangis. Citra tak tau mau berkata apa. Diahanya bisa menangis. "Aku tau, Cit. Kamu juga cinta Reyvan. Kalian itubenar-benar cocok, Cit. Kamu.."belum selesai Melati bicara, Citramemotong. "Cukup, Mel! Aku memang cinta sama Reyvan. Tapi Reyvan cintanyasama kamu. Cinta gak bisa dipaksakan, Mel. Cinta gak butuh alasan. Cintamenerima seseorang itu apa adanya. Sama, kayak Reyvan tulus cinta sama kamu,Mel!" jelas Citra makin menangis. Melati terdiam sesaat. "Kamu jangannangis dong, Cit. Aku tambah nangis, nih!" ujar Melati sedih. Citratersenyum dan langsung memeluk Melati.
Sejenak Citra melupakan perkataan Melatitadi. Citra pun menghapus air matanya. "Cit, aku bisa minta tolong,gak?" tanya Melati. Citra melepas pelukannya. "Tolong apa, Mel?"kata Citra tidak menangis lagi. Melati mengambil selembar amplop dan kotakcincin dari laci meja di dekatnya. "Tolong kasih surat ini sama Reyvan ya,Cit" kata Melati memberi amplop itu. "...dan ini ada cincin yangsama. Satu untuk kamu, satu lagi untuk Reyvan" lanjut memberi kotak cincinitu. Citra tersenyum. Citra melangkah menuju meja tempat tasnya berada."Makasih ya, Cit, buat semuanya. Makasih kamu udah mau jadi temanaku" ucap Citra tersenyum. "Sama-sama, Mel. Aku juga senang kok jaditeman kamu" kata Citra sambil memasukkan amplop dan kotak cincin pemberianMelati ke tas nya. "Oh ya, Mel. Bagaimana kabar ibumu?" tanya Citra.Tak ada jawaban. "Mel, kamu dengar aku gak?" ulang Citra. Hening. Takada jawaban juga. "Mel?" panggil Citra. Citra terdiam. Jantungnyaberdegup kencang. Saat Citra berbalik, mata Melati tertutup. Citra berpikir,Melati sedang beristirahat. Citra melangkah ke tempat tidur Melati. Tak sengajamenyentuh tangan Melati, terasa sangat dingin oleh Citra. Citra menempelkantangannya di dada Melati perlahan. Dan ternyata... Jantung Melati tak berdetak.Citra menangis sekencang-kencangnya. "Mel...! Bangun, Mel! Bangun!!"teriak Citra menggoyah badan Melati. Citra panik. Citra pun berlari memanggildokter. Citra disuruh menunggu di luar. Citra terduduk lemas sambil menangis.
Ya, tepat hari itu juga Melatimenghembuskan napas terakhirnya. Beberapa menit kemudian, Reyvan datang denganseragam sekolahnya. Sepertinya Reyvan tak pulang ke rumah lebih dulu."Loh, Mit? Dari tadi kamu di sini jenguk Melati? Kok gak masuk?"tanya Reyvan. Citra hanya menangis dan menangis. "Kamu nangis, Cit?"tanya Reyvan bingung. "Melati, Rey.. Melati.." kata Citratersedu-sedu. "Ada apa?!!" seru Reyvan tak karuan. Tanpa menunggujawaban dari Citra, Reyvan bergegas masuk ke ruangan tempat Melati dirawat."MELATI!!" terdengar teriakan Reyvan dari ruangan itu.
***
Melati pun dimakamkan di kampunghalamannya. Biaya perjalanannya ditanggung oleh Reyvan. Sayangnya, Reyvan takikut ke sana karena lagi sibuk-sibuknya untuk tes SNMPTN.
Esoknya, Citra datang ke rumah Reyvan. Citra memberi surat dari Melati kepadaReyvan. "Ini juga cincin dari Melati, Rey. Katanya, satu untuk kamu dansatu lagi untuk aku" kata Citra memberi cincin itu. Reyvan hanya terdiam.Citra pun pamit untuk pulang.
Reyvan pun memakai cincin itu. Saat Reyvan membuka surat itu, Reyvan melihatseperti ada bekas titik-titik air. Mungkinkah itu titik air mata Melati?Mungkinkah Melati menulis surat itu sambil menangis? Reyvan bertanya-tanyadalam hati. Reyvan pun membaca surat itu.
To: My Lovely...
Rey, makasih kamu udah mau jadi pendamping aku slama ini. Makasih juga, kamuudah mau jadi malaikat penyelamat untuk ibu aku...
Rey, kamu laki-laki paling baik yang pernah aku temuin. Kamu terima aku apaadanya. Aku wanita kotor, miskin dan keluarga semrawut. Tapi kamu tetep maudekat sama aku.
Rey, andaikan aku udah gak hidup lagi di dunia ini, kamu jangan sedih, ya?Masih banyak wanita yang lebih baik dari aku, contohnya Citra. Citra sangatpantas untuk kamu. Kamu orang baik, harus punya pendamping yang baik juga :')
Inget, jangan lagi datang-datang ke tempat kotor itu. Setebal apapun iman kamu,pasti bisa runtuh sama yang namanya wanita.
Rey, walau dunia kita udah beda, aku tetap ada di hati kamu, kan? Oh ya Rey,kamu gak pernah tanya aku sayang sama kamu atau enggak. Oke, skarang aku jawabtanpa kamu tanya. Aku sayang banget sama kamu, Rey! Makasih buat semuanya ya,sayang...
Maaf, andai slama ini aku dan keluarga udah nyusahin kamu.
Goodbye...!
Your Lovely Bitch,
Melati♥
***
Bulan berganti bulan. Reyvan punpacaran dengan Citra. Bukan karenal pesan dari Melati. Tapi karena cinta itubutuh waktu. Reyvan butuh waktu lama untuk melupakan semua kenangan tentangMelati, hingga akhirnya Reyvan jatuh cinta pada Citra.
Malam minggu, Reyvan dan Citrakencan di sebuah Cafe yang pernah dikunjungi Reyvan dan Melati dulu. Ternyatadi Cafe itu ada Danil, mantannya Citra yang baru saja selesai bernyanyi di ataspanggung Cafe itu. Di panggung itu, Danil berbicara "Hey, semua! Kalianlihat tidak cewe yang berada di sudut sana?" kata Danil menunjuk seorangwanita yang duduk pada posisi sudut. Wanita itu adalah pacar Danil. Semua orangdi Cafe itu menoleh ke arah wanita itu.
"Biar lo semua tau, kalo dia itu cewe murahan. Dia seorang PSK. Hih..Nyesal banget gue punya pacar kayak dia setelah tau kalo dia itu seorangpelacur!" seru Danil menghina wanita itu. Wanita itu menangis. Dia sangatsakit hati dipermalukan oleh pacarnya sendiri di depan umum. Semua orangmemandang jijik terhadap wanita itu, terkecuali Citra dan Reyvan. Tampak Reyvansangat marah. Reyvan tak tahan lagi. Reyvan berjalan naik ke atas panggung."Apa maksud lo hina-hina cewe itu?" tanya Reyvan menahan emosi. Semuaorang keheranan, termasuk wanita PSK itu. "Oh.. Ternyata muncul lagi siPahlawan Banci Loser ini! Apa kabar sob?" ujar Danil tersenyum sinis. Taksengaja, Danil melihat Citra. "Dan cewe tolol itu udah lo pacarin. Dasarpasangan yang sangat menjijikkan!" seru Danil menghina. Emosi Reyvan puntak tertahankan lagi. Tanpa basa-basi, Reyvan langsung memukul wajah Danil.Terjadi kerusuhan di Cafe itu. Beberapa orang memisahkan mereka. Reyvanmelepaskan pegangan orang-orang itu. Reyvan mengambil mikrofon. Semua orangbingung merasa aneh. "Apa yang dilakukan pria bodoh itu?" tanya salahseorang di Cafe itu.
"Biar kalian tau, kupu-kupumalam itu juga manusia. Mereka juga punya perasaan! Jangan judge mereka yangmacam-macam. Mereka juga pasti gak mau kerja yang kayak begituan. Pasti adaalasan karena unsur paksaan. Mungkin karena himpitan ekonomi yang membuatmereka begitu. Kalian jangn merasa jijik dengan mereka. Tapi, yang harus kalianlakukan ialah menyayangi mereka. Bantu mereka agar kembali ke jalan yang benar.Kalian mungkin berpikir bahwa mereka menyenangi pekerjaan mereka itu. Tapisiapa yang tau isi hati mereka? Siapa yang tau kalau mereka sendirian di kamarsambil nangis ngerenungin hidup mereka? Taukah kalian bahwa mereka tersenyumdalam tangis! Dan satu lagi, khusus untuk kaum pria. Jagalah pacar kalian. Jagakehormatannya" jelas Reyvan membuat para pendengar terenyak. TerutamaDanil yang merasa sangat bersalah.
***
Seiring berjalannya waktu,kehidupan semakin indah. Hubungan Reyvan dan Citra berlanjut ke dalam hubunganyang lebih serius. Sedangkan Danil bahagia dengan wanita mantan PSK itu. Dankabar baik, berkurangnya PSK di kota itu. Kasus-kasus pelecehan seksual, maupunperlakuan tak lazim pada wanita drastis menurun.
***
“Cinta memang terkadanganeh, tak bisa dilogikakan. Karena cinta hanya bisa dijelaskan oleh hati, bukankata-kata.”
“Logika bisa dipatahkan dengan hati, tapi hati tak bisa dileburkan denganlogika.”
“Logika memberimu penglihatan, tetapi hati memberimu arah.”
Be the right man in the right time to your couple! ;)
“Woi!!” teriak seorang pria yangtiba-tiba memukul wajah Danil. Pria itu bernama Reyvan. “Beraninya sama cewe!”kata Reyvan memukul wajah Danil kembali. “Apa urusan, lo?!” jawab Danil mencobamembalas pukulan Reyvan. “Gue gak suka cewe diperlakuin kasar! Asal lo tauitu!!” amarah Reyvan semakin berkobar. Sedangkan Citra hanya bisa nangisterduduk lemas di lantai koridor sekolah. Tiba-tiba, BRUK!! Reyvan terjatuh,pukulan Danil sangat kuat. Danil belum puas dan ingin menghabisi Reyvan sampaibabak belur. Namun.. “Cukup, Dan! Cukup!” pinta Citra melindungi Reyvan. “Cumasegini nyali, lo?! Hahaha.. Lain kali, lo gak usah jadi sok kepahlawanan! Karnasebenarnya lo itu bukan terlahir jadi pahlawan tapi PENGECUT!!” tegas Danilsambil tersenyum sinis. Reyvan membalas senyum sinisnya juga. “Ingat, urusankita belum selesai LOSER!!” seru Danil pergi meninggalkan mereka. ...
***
Hari mulai gelap. Matahari yang cerahtadi berganti posisi dengan lengkungan senyum bulan sabit besertabintang-bintang yanng indah. “Aww..” jerit Reyvan kesakitan saat pipinyadiobati oleh Citra. “Thanks ya, Rey. Lagi-lagi kamu udah nolongin aku, kalotadi kamu ga ada mungkin nasib aku..” Citra tidak melanjutkan perkataannya. “Udahlupain aja” jawab Reyvan singkat tanpa banyak bicara. Selesai Citra mengobatiluka Reyvan, Alex temannya Reyvan yang usianya berada di atas Reyvan datangmenghampiri mereka. “Kenapa lo, Rey?” tanya Alex polos. “Habis berantem..”jawab Citra. “Pasti gara-gara nolongin cewe lagi, ya?” tebak Alex. Reyvan hanyadiam. “Rey, Rey.. Niat lo baik nolongin, eh malah lo yang jadi korban” ujarAlex sambil menepuk bahu Reyvan. Yah, Reyvan memang selalu berkelahi karenawanita. Masalahnya, Reyvan tak suka melihat cewe menagis, disakiti, apalagidiperlakukan kasar.
***
Malam itu juga, Reyvan mengajak Alexpergi ke toko buku. Reyvan ingin membeli buku novel di sana. Mereka pergidengan motornya Alex. Singkat cerita mereka pun sampai di tujuan. Reyvan punsegera mencari buku yang ingin dibelinya. Sedangkan Alex numpang baca komiksambil menikmati alunan musik klasik di ruangan toko itu. Suasana toko inisangat tentram mendamaikan hati, membuat para pengunjung berlama-lama di tokoitu. Setelah Reyvan mendapatkan buku yang dia cari, mereka pun kembali pulangke rumah.
Sekitar jam 11 malam, bukannya kembalike rumah, Alex malah mengajak Reyvan ke suatu tempat. Reyvan bingung “Maukemana?” Alex tak menjawab. Sesampainya di tempat yang Alex maksudkan, Reyvanterkejut dan marah-marah pada Alex. “Gila lo, Lex! Ngapain lo ajak gue ketempat pelacuran gini?!” seru Reyvan sambil melirik kanan-kiri tempatprostitusi itu. “Ya, gue mau mainlah sama cewe-cewe cantik di sini. Lo gak mau?Liat tuh cewe, aduhai seksi banget, Rey!” ujar Alex menunjuk ke arah salah satucewe di tempat itu. “Gak ah! Umur gue masih 17 dan gue ogah banget gitu-gituan”tolak Reyvan dengan perasaan jijik. Saat mereka memasuki komplek itu, “Hey,ganteng. Sini dong!” ajak salah seorang wanita di sana. “Main yuk sama aku?”goda salah seorang wanita lagi. Goda-godaan para wanita itu tertuju padaReyvan. Memang Reyvan berwajah tampan, tinggi, putih, dan keren. Reyvanmengabaikan godaan kupu-kupu malam itu dan melanjutkan langkahya. Saat Alexhendak masuk ke sebuah ruangan di tempat itu, “Lo memang bener ga mau, Rey?”ulang Alex memastikan. “Gak ah, Lex. Gue nunggu di sini aja” ujar Reyvanmenolak. Alex pun masuk. Reyvan duduk di kursi menunggu sambil membaca novelyang baru dia beli tadi.
Sekitar lima menitan, salah seorang PSKmenghampiri Reyvan. Dia sangat cantik dengan pakaian seksinya. “Nih” tawar PSKitu menyodorkan rokok pada Reyvan. “Duh, maaf aku gak ngerokok” tolak Reyvanramah. “Yahh.. Laki kok gak ngerokok? Bukan laki namanya” sindir PSK itu.Reyvan hanya tersenyum. “Main yuk?” ajak PSK itu. “Gak ah, aku ke sini cumanemenin temen doang” tolak Reyvan lagi. “Aku kasih diskon deh, longtimee. Akulagi butuh duit banget, nih” kata PSK itu memohon. “Loh, emang kamu sepi malamini? Gak ada pelanggan? Kan, kamu cantik?” tanya Reyvan aneh. Sambil merokok,“Aku lagi ada masalah” jawab PSK itu singkat. “Masalah apaan?” tanya Reyvansemakin penasaran. “Emangnya perlu kamu tau?” tanya PSK itu tak suka. “Oh hehemaaf” ucap Reyvan malu.
Suasana hening, malam semakin larut.PSK itu membuang rokoknya yang sudah habis. “Kayaknya kamu gak brengsek, ya?”kata PSK itu memecahkan keheningan. “Hah..eh, hm.. maksudnya?” tanya Reyvangugup. “Kan semua cowo brengsek. Cuma kamu aja yang datang ke sini gak ada niatnelakuin hal kotor itu” kata PSK itu memuji. “Hehe.. bisa aja. Tapi memang gaksemua cowo kok kayak gitu, di luar sana juga masih banyak cowo baik-baik” jelasReyvan mulai menikmati perbincangan itu. “Ya aku takut dosa aja, belum lagikalo kena penyakit apa gitu. Maaf ya, kalo tersinggung” lanjut Reyvan. “Ngapainminta maaf, emang bener kok!” seru PSK itu menyetujui pendapat Reyvan. “Ehm..Nama kamu siapa?” tanya Reyvan mengalihkan pembicaraan. “Namaku, Melati. Kamu?”tanya PSK itu kembali. “Aku, Reyvan. Salam kenal, ya!” ucap Reyvan berjabattangan dengan Melati. Melati melengkungkan senyuman manisnya. “Oh ya, kaloboleh tau kamu ada masalah apa sih sampai gak ada pelanggan? Cerita aja, akugak ember kok mulutnya” tanya Reyvan penasaran. “Gapapa, males aja cerita. Yangjelas aku lagi butuh uang sekarang” ujar Melati. “Buat apa?” tanya Reyvan lagi.Wajah Melati terlihat murung. “Buat biaya ibu aku. Ibu aku kena kanker tumor diperutnya. Sebulan lalu sih udah dibawa ke Puskesmas. Tapi ya gitu deh, akubelum punya uang. Mana job aku udah sepi lagi” jelas Melati menceritakan.Tampak mata Reyvan berkaca-kaca. “Ya ampun, kenapa gak bilang dari tadi? Akusih mau aja bantu. Tapi skarang aku gak bawa uang, uang aku di rumah. Brapabiayanya?” tanya Reyvan merasa iba. “2,5 juta. Tapi aku udah ngumpulin uang 1juta” kata Melati menatap Reyvan ragu akan bantuan itu. “Kurang 1,5 juta lagi,ya? Hmm.. gimana kalo besok kita ketemuan di Cafe sebrang sana? Aku kasihuangnya ke kamu. Nomor kamu berapa?” tanya Reyvan mengeluarkan handphonenya.Mereka pun tukaran nomor handphone. Tak lama kemudian, Alex keluar dari ruanganitu sambil merapikan bajunya. Lehernya sepert habis digigit drakula.
***
Tibalah hari esok. Reyvan mengumpulkanuangnya untuk membantu Melati. Di rumahnya hanya ada 1 juta. Reyvan pun pergimengambil uang 500 ribu dari tabungan ATMnya. Kedua orangtuanya tidak tau halitu. Kalau sampai ayahnya tau, nasib Reyvan sudah tak tau bagaimana lagi.
Sekitar jam 3 siang, Reyvan meng-smsMelati. Mereka pun Ketemuan di Cafe tempat mereka janjian. Banyak waktu merekahabiskan bersama. Mulai dari perbincangan yang asyik, mentraktir Melati makan,mengajak Melati jalan-jalan dan sampai membawa Melati ke Pantai. Mereka dudukmenikmati angin sepoi yang menyejukkan. “Ini, Mel” kata Reyvan memberi uangyang dikumpulkannya itu. “Ini beneran, Rey?” tanya Melati tak percaya. Reyvanmengangguk tersenyum. Tak disangka, Melati langsung memeluk Reyvan.”Makasih ya,Rey. Makasih bangett” ucap Melati terharu. Reyvan pun membalas pelukan Melati.Baru kali ini, Reyvan dipeluk sama wanita yang ‘bukan wanita biasa’.“Sama-sama, Mel. Aku tulus kok bantu ibu kamu” kata Reyvan lembut.
Hari itu juga, Melatimenceritakan mengapa dia jadi PSK. “Dulu sebelum aku jadi PSK, aku punya pacarsatu sekolah. Dari sekian cowo yang ngejar aku, cuma dia yang aku terima. Tapiakhirnya dia bikin aku kecewa. Ya gitu, rata-rata tujuan pacaran itu hanyangelakuin hal kotor itu. Makanya aku gak percaya lagi sama yang namnya cinta.BULSHIT!!” seru Melati kesal. “Tapikan gak semua cowo kayak gitu” kata Reyvanmembela kaum pria. “Pastinya, contohnya kayak yang di samping aku ini” ujarMelati dengan senyum manisnya. Reyvan melirik ke kanan-kiri dan baru sadarkalau yang dimaksud Melati itu adalah dia. Reyvan pun tertawa. "Kenapaketawa? Kan emang bener kamu orangnya baik. Andai aja kamu mau jadi pendampingaku. Pasti aku seneng banget, hahaha..! Tapi mustahil" kata Melati dengansenyum palsunya. "Kok mustahil? Kalo aku mau gimana?" kata Reyvandengan tatapan serius. "Hahaha... Dasar bego!" Melati memukul bahuReyvan. Reyvan tersenyum bingung. "Ngapain kamu mau jadi pacarnya cewekotor, miskin kayak aku gini?" lanjut Melati memaki dirinya sendiri."Huss! Kamu jangan ngomong kayak gitu. Ga ada kata terlambat untukbersihin hati dan diri kamu. Aku suka cewe yang apa adanya, kok" jelasReyvan meyakinkan. Melati hanya tersenyum. Reyvan memegang tangan Melati,"Mel, aku menyukaimu. Kamu maukan jadi kekasih aku?" pinta Reyvandengan romantisnya. Melati mengangguk tersenyum mengiyakan. Melati sangat bahagia,namun di lubuk hati Melati ada sesuatu yang dia simpan dari Reyvan. Kicauanburung camar pun mengungkapkan kebahagiaan kedua anak manusia itu.
***
Esok harinya, Reyvanmenemani Melati ke rumah sakit untuk melihat operasi ibunya Melati. Melatisangat khawatir, Reyvan pun menenangkan Melati dan mengajaknya berdoa dalamhati agar operasinya berjalan dengan lancar.
Hampir 4 jam operasi berjalan,akhirnya selesai juga. Reyvan dan Melati memasuki ruang operasi itu. "NakReyvan, trimakasih banyak ya, nak.. Trimakasih banyak.. Ibu tak tau maumembalas kebaikan nak Reyvan dengan apa" ucap ibunya Melati menangis.Reyvan sangat emosional. Reyvan sangat ingin menangis saat itu. Tapi dia tidakboleh menunjukkan hal itu pada Melati dan ibunya. "Bu, aku tulus bantu Ibudan Melati. Ibu gak usah balas apa-apa. Yang terpentin, skarang ibu udahsehat" kata reyvan dengan manisnya. Melati tersanjung akan ketulusanReyvan itu. Namun di sisi lain, Melati sangat bersalah pada Reyvan akan rahasiayang disembunyikannya. Terutama pada ibunya. Ibunya tidak pernah tau kalauMelati bekerja menjadi PSK. Melati menyembunyikan hal itu dengan cermat. Diatak ingin ibunya menangis.
***
Sepulang dari rumah sakit, Reyvanmengajak Melati berkunjung ke rumahnya. Tampak Citra dan Aley sedang berbincangsantai di teras. "Siang Cit, Lex!" sapa Reyvan. Citra dan Alex takmembalas sapaan itu. Mereka terdiam, bingung melihat wanita di samping Reyvan."Kenalin ini pacar aku, Melati" ujar Reyvan. Mereka pun berkenalan.'Reyvan udah punya pacar?' tanya Citra dalam hati memperhatikan Melati. Rautwajah Citra terlihat sedih, tapi dia memaksakan untuk tersenyum. MungkinkahCitra cemburu? Seiring berjalannya waktu, obrolan Citra dan Melati semakinhangat. Mereka sudah terlihat sangat akrab. Alex mengajak Reyvan ke dalamrumah. "Rey, itu cewe kan PSK di komplek kemarin, kan?" tanyak Alexmemastikan. "Ya" singkat Reyvan. Alex pun tercengang.
Hari mulai maghrib, Revanmengantar Melati pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, Melati memulaipembicaraan "Rey?" panggil Melati. "Hmm.." sahut Reyvansambil mengendarai motornya. "Citra itu cewe yang baik, ya? Udah sopan,ramah, lemah lembut, cantik lagi" puji Melati. "Iya, Citra memangcewe yang baik. Makanya aku senang berteman dengannya" jawab Reyvan. 'Mitalebih pantas, Rey' ucap Melati dalam hati. Hati merasa perih. Matanya tampakberkaca-kaca. Melati mencegah air matanya agar tidak tertetes.
Mereka pun telah sampai di depanrumah Melati. Saat Melati hendak masuk, Reyvan menahan tangannya. Merekabertatapan. Perlahan Reyvan mendekatkan wajahnya pada wajah Melati. Reyvanmengecup kening Melati dengan penuh perasaan. "Mimpi yang indah, ya"ucap Reyvan lembut. Melati hanya tersenyum haru. Reyvan pun pergi mengendaraimotornya. "Makasih, Rey. Tapi maaf, aku gak bisa bertahan lama samakamu" ujar Melati menatap Reyvan yang telah pergi jauh. Air mata Melatimengalir dengan derasnya.
***
Sejak kenal dengan Citra, Melatijadi sering bermain sama Citra. Karena sifat baik Citra membuat Melatimengalami banyak perubahan. Melati berhenti menjadi PSK. Dia mejadi lebihsering melakukan hal-hal positif. Penampilannya pun sudah sangat sopan. KiniMelati sudah sadar akan hal-hal buruk yang dilakukannya selama ini.
Ada sesuatu hal yang ditakutkanReyvan akan Melati. Fisik Melati terlihat sangat lemah. Badannya semakin kurus,dan cekungan matanya semakin kelihatan. Reyvan merasa ada satu rahasia yang disembunyikanMelati dari Reyvan. Reyvan pun mencari tau apa yang disembunyikan Melatidarinya.
Malam minggu, Reyvanpergi ke tempat prostitusi itu. Reyvan mencari tau, mengapa waktu itu Melatitak ada pelanggan? Masalah apa yang terjadi pada Melati? Reyvan pun menanyakanhal itu pada Dewi teman dekat Melati di tempat itu. "Kamu sapanyaMelati?" tanya Dewi sambil merokok. "Aku temennya" jawab Reyvansingkat. "Ooh.. Jadi, Melati itu terkena penyakit menular. Makanya parapelanggan pada lari semua, takut ketularan" jelas Dewi. "Hah?!"sontak Reyvan terkejut. "Penyakit apaan?" lanjut Reyvan menenangkandiri. "Melati positif kena Sifilis, penyakit kelamin gitu" jawab Dewimenambahkan. Reyvan mencoba tegar. "Kenapa dia gak berobat? Kan penyakitSifilis masih bisa disembuhin" seru Reyvan menahan tangisnya. "Iya,dia memang masih bisa sembuh dengan mengkonsumsi Penisilin G dari rumah sakit.Tapi, uangnya dia kumpulin buat biaya kanker ibunya. Lagian, kalo sekarang diaberobat mustahil bakalan sembuh. Karna virusnya udah menjalar ke seluruhtubuhnya. Aku tau semua hal itu, karena waktu itu aku nemenin dia periksa kedokter" jelas Dewi merasa iba. Reyvan mencoba untuk tidak panik. Reyvanmenghela napas. "Ya udah deh Dewi, makasih infonya, ya! Aku pulangdulu" pamit Reyvan.
Di sepanjang jalan, air mataReyvan tak tertahan lagi. "Aku bakalan jaga kamu, Mel. Aku akan berusahaagar penyakit kamu sembuh" seru Reyvan bertekad. Entah mengapa, Reyvanmenjadi sangat sayang pada Melati. Reyvan menjadi takut kehilangan Melati.Bukan seperti pria lain yang dekat sama Melati, yang menjauhi Melati setelahtau Melati terkena penyakit menular seperti itu.
***
Reyvan melihat Melati semakinlemah. Reyvan tak kuat lagi. Reyvan pun membawa Melati ke rumah sakit. Vonisdokter, Melati terkena Sifilis akut, karena neurosifilisnya telah menyebar kesel-sel badannya. Dan lama-kelamaan, badan Melati lumpuh. Reyvan tak terlalukaget, namun hatinya sangat teriris. Tak tega melihat kondisi Melati saat itu."Maafin aku, Rey. Aku udah ngerahasiain soal penyakit ini ke kamu"ucap Melati bernada lemah. "Udah lupain aja, Mel. Aku juga udah tau halini dari temen kamu Dewi. Yang terpenting kamu harus sembuh, Mel. Aku sayang...banget sama kamu, Mel. Aku gak mau kehilangan kamu." kata Reyvan mengelusrambut Melati dengan perasaan sedih. Reyvan pun memeluk Melati dengan penuhkasih.
***
Hampir seminggu dirawat di rumahsakit, Reyvan tetap menemani Melati. Padahal, disaat-saat itu Reyvan harusbelajar untuk Ujian Nasional-nya. Selesai pulang Ujian Nasional hari pertama,Reyvan tak langsung pulang ke rumah, tapi pergi menjenguk Melati. Sampai-sampaiReyvan jadi kurang konsentrasi untuk Ujian Nasional selanjutnya.
Pagi hari selanjutnya, tepat hariterakhir Reyvan melaksanakan Ujian Nasional. Citra yang libur sekolah, pergimenjenguk Melati di rumah sakit. "Hai, Mel. Slamat pagi!" sapa Citra."Pagi juga, Cit" balas Melati tersenyum. "Ini aku bawain buahyang banyak buat kamu. Supaya tubuh kamu sehat dan kamu cepat sembuh, ya!"seru Citra memaksakan senyumnya yang sebenarnya ingin menangis, tak tegamelihat Melati terbaring lemah di tempat tidur. "Makasih banyak ya,Cit!" ucap Melati tersenyum senang. Citra meletakkan keranjang buah dantasnya di meja dan mengambil kursi untuk duduk. "Cit?" panggilMelati. "Iya, Mel?" sahut Citra menatap wajah pucat Melati. "Akutitip Reyvan, ya!" pinta Melati. Citra tercengang dan tak kuat menahantangis. "Maksud kamu apa, Mel?" tanya Citra pura-pura tidak mengertimaksud perkataan Melati. "Kamu itu wanita yang baik, Cit. Sopan, ramah,lemah lembut, cantik lagi. Pokoknya kamu itu wanita yang sempurna. Gak kayakaku, aku itu wanita yang tidak baik. Aku berpenyakitan, perokok dan seorangPELACUR!! Aku itu wanita kotor!" tegas Melati memaki dirinya."MEL!!" seru Citra memarahi Melati. Air mata Citra pun mengalir."Reyvan itu juga pria yang baik, aku gak pantas untuknya. Yang pantas itukamu, Cit!" lanjut Melati menangis. Citra tak tau mau berkata apa. Diahanya bisa menangis. "Aku tau, Cit. Kamu juga cinta Reyvan. Kalian itubenar-benar cocok, Cit. Kamu.."belum selesai Melati bicara, Citramemotong. "Cukup, Mel! Aku memang cinta sama Reyvan. Tapi Reyvan cintanyasama kamu. Cinta gak bisa dipaksakan, Mel. Cinta gak butuh alasan. Cintamenerima seseorang itu apa adanya. Sama, kayak Reyvan tulus cinta sama kamu,Mel!" jelas Citra makin menangis. Melati terdiam sesaat. "Kamu jangannangis dong, Cit. Aku tambah nangis, nih!" ujar Melati sedih. Citratersenyum dan langsung memeluk Melati.
Sejenak Citra melupakan perkataan Melatitadi. Citra pun menghapus air matanya. "Cit, aku bisa minta tolong,gak?" tanya Melati. Citra melepas pelukannya. "Tolong apa, Mel?"kata Citra tidak menangis lagi. Melati mengambil selembar amplop dan kotakcincin dari laci meja di dekatnya. "Tolong kasih surat ini sama Reyvan ya,Cit" kata Melati memberi amplop itu. "...dan ini ada cincin yangsama. Satu untuk kamu, satu lagi untuk Reyvan" lanjut memberi kotak cincinitu. Citra tersenyum. Citra melangkah menuju meja tempat tasnya berada."Makasih ya, Cit, buat semuanya. Makasih kamu udah mau jadi temanaku" ucap Citra tersenyum. "Sama-sama, Mel. Aku juga senang kok jaditeman kamu" kata Citra sambil memasukkan amplop dan kotak cincin pemberianMelati ke tas nya. "Oh ya, Mel. Bagaimana kabar ibumu?" tanya Citra.Tak ada jawaban. "Mel, kamu dengar aku gak?" ulang Citra. Hening. Takada jawaban juga. "Mel?" panggil Citra. Citra terdiam. Jantungnyaberdegup kencang. Saat Citra berbalik, mata Melati tertutup. Citra berpikir,Melati sedang beristirahat. Citra melangkah ke tempat tidur Melati. Tak sengajamenyentuh tangan Melati, terasa sangat dingin oleh Citra. Citra menempelkantangannya di dada Melati perlahan. Dan ternyata... Jantung Melati tak berdetak.Citra menangis sekencang-kencangnya. "Mel...! Bangun, Mel! Bangun!!"teriak Citra menggoyah badan Melati. Citra panik. Citra pun berlari memanggildokter. Citra disuruh menunggu di luar. Citra terduduk lemas sambil menangis.
Ya, tepat hari itu juga Melatimenghembuskan napas terakhirnya. Beberapa menit kemudian, Reyvan datang denganseragam sekolahnya. Sepertinya Reyvan tak pulang ke rumah lebih dulu."Loh, Mit? Dari tadi kamu di sini jenguk Melati? Kok gak masuk?"tanya Reyvan. Citra hanya menangis dan menangis. "Kamu nangis, Cit?"tanya Reyvan bingung. "Melati, Rey.. Melati.." kata Citratersedu-sedu. "Ada apa?!!" seru Reyvan tak karuan. Tanpa menunggujawaban dari Citra, Reyvan bergegas masuk ke ruangan tempat Melati dirawat."MELATI!!" terdengar teriakan Reyvan dari ruangan itu.
***
Melati pun dimakamkan di kampunghalamannya. Biaya perjalanannya ditanggung oleh Reyvan. Sayangnya, Reyvan takikut ke sana karena lagi sibuk-sibuknya untuk tes SNMPTN.
Esoknya, Citra datang ke rumah Reyvan. Citra memberi surat dari Melati kepadaReyvan. "Ini juga cincin dari Melati, Rey. Katanya, satu untuk kamu dansatu lagi untuk aku" kata Citra memberi cincin itu. Reyvan hanya terdiam.Citra pun pamit untuk pulang.
Reyvan pun memakai cincin itu. Saat Reyvan membuka surat itu, Reyvan melihatseperti ada bekas titik-titik air. Mungkinkah itu titik air mata Melati?Mungkinkah Melati menulis surat itu sambil menangis? Reyvan bertanya-tanyadalam hati. Reyvan pun membaca surat itu.
To: My Lovely...
Rey, makasih kamu udah mau jadi pendamping aku slama ini. Makasih juga, kamuudah mau jadi malaikat penyelamat untuk ibu aku...
Rey, kamu laki-laki paling baik yang pernah aku temuin. Kamu terima aku apaadanya. Aku wanita kotor, miskin dan keluarga semrawut. Tapi kamu tetep maudekat sama aku.
Rey, andaikan aku udah gak hidup lagi di dunia ini, kamu jangan sedih, ya?Masih banyak wanita yang lebih baik dari aku, contohnya Citra. Citra sangatpantas untuk kamu. Kamu orang baik, harus punya pendamping yang baik juga :')
Inget, jangan lagi datang-datang ke tempat kotor itu. Setebal apapun iman kamu,pasti bisa runtuh sama yang namanya wanita.
Rey, walau dunia kita udah beda, aku tetap ada di hati kamu, kan? Oh ya Rey,kamu gak pernah tanya aku sayang sama kamu atau enggak. Oke, skarang aku jawabtanpa kamu tanya. Aku sayang banget sama kamu, Rey! Makasih buat semuanya ya,sayang...
Maaf, andai slama ini aku dan keluarga udah nyusahin kamu.
Goodbye...!
Your Lovely Bitch,
Melati♥
***
Bulan berganti bulan. Reyvan punpacaran dengan Citra. Bukan karenal pesan dari Melati. Tapi karena cinta itubutuh waktu. Reyvan butuh waktu lama untuk melupakan semua kenangan tentangMelati, hingga akhirnya Reyvan jatuh cinta pada Citra.
Malam minggu, Reyvan dan Citrakencan di sebuah Cafe yang pernah dikunjungi Reyvan dan Melati dulu. Ternyatadi Cafe itu ada Danil, mantannya Citra yang baru saja selesai bernyanyi di ataspanggung Cafe itu. Di panggung itu, Danil berbicara "Hey, semua! Kalianlihat tidak cewe yang berada di sudut sana?" kata Danil menunjuk seorangwanita yang duduk pada posisi sudut. Wanita itu adalah pacar Danil. Semua orangdi Cafe itu menoleh ke arah wanita itu.
"Biar lo semua tau, kalo dia itu cewe murahan. Dia seorang PSK. Hih..Nyesal banget gue punya pacar kayak dia setelah tau kalo dia itu seorangpelacur!" seru Danil menghina wanita itu. Wanita itu menangis. Dia sangatsakit hati dipermalukan oleh pacarnya sendiri di depan umum. Semua orangmemandang jijik terhadap wanita itu, terkecuali Citra dan Reyvan. Tampak Reyvansangat marah. Reyvan tak tahan lagi. Reyvan berjalan naik ke atas panggung."Apa maksud lo hina-hina cewe itu?" tanya Reyvan menahan emosi. Semuaorang keheranan, termasuk wanita PSK itu. "Oh.. Ternyata muncul lagi siPahlawan Banci Loser ini! Apa kabar sob?" ujar Danil tersenyum sinis. Taksengaja, Danil melihat Citra. "Dan cewe tolol itu udah lo pacarin. Dasarpasangan yang sangat menjijikkan!" seru Danil menghina. Emosi Reyvan puntak tertahankan lagi. Tanpa basa-basi, Reyvan langsung memukul wajah Danil.Terjadi kerusuhan di Cafe itu. Beberapa orang memisahkan mereka. Reyvanmelepaskan pegangan orang-orang itu. Reyvan mengambil mikrofon. Semua orangbingung merasa aneh. "Apa yang dilakukan pria bodoh itu?" tanya salahseorang di Cafe itu.
"Biar kalian tau, kupu-kupumalam itu juga manusia. Mereka juga punya perasaan! Jangan judge mereka yangmacam-macam. Mereka juga pasti gak mau kerja yang kayak begituan. Pasti adaalasan karena unsur paksaan. Mungkin karena himpitan ekonomi yang membuatmereka begitu. Kalian jangn merasa jijik dengan mereka. Tapi, yang harus kalianlakukan ialah menyayangi mereka. Bantu mereka agar kembali ke jalan yang benar.Kalian mungkin berpikir bahwa mereka menyenangi pekerjaan mereka itu. Tapisiapa yang tau isi hati mereka? Siapa yang tau kalau mereka sendirian di kamarsambil nangis ngerenungin hidup mereka? Taukah kalian bahwa mereka tersenyumdalam tangis! Dan satu lagi, khusus untuk kaum pria. Jagalah pacar kalian. Jagakehormatannya" jelas Reyvan membuat para pendengar terenyak. TerutamaDanil yang merasa sangat bersalah.
***
Seiring berjalannya waktu,kehidupan semakin indah. Hubungan Reyvan dan Citra berlanjut ke dalam hubunganyang lebih serius. Sedangkan Danil bahagia dengan wanita mantan PSK itu. Dankabar baik, berkurangnya PSK di kota itu. Kasus-kasus pelecehan seksual, maupunperlakuan tak lazim pada wanita drastis menurun.
***
“Cinta memang terkadanganeh, tak bisa dilogikakan. Karena cinta hanya bisa dijelaskan oleh hati, bukankata-kata.”
“Logika bisa dipatahkan dengan hati, tapi hati tak bisa dileburkan denganlogika.”
“Logika memberimu penglihatan, tetapi hati memberimu arah.”
Be the right man in the right time to your couple! ;)
18.56 | 0
komentar | Read More