PLAK!! Tamparan itu meleset di pipiCitra untuk ketiga kalinya.
“Ampun, Dan... Ampun!! Aku bener-bener-bener gakbisa untuk ngelanjutin
hubungan ini” rintih Citra menangis. “Kenapa?? Karna loudah jatuh cinta
sama cowo itu? Iya?! Hahh!!” bentak Danil sambil menarikrambut Citra
dengan kasarnya. “Aww! Sakit, Dan..” jerit Citra.
“Woi!!”
teriak seorang pria yangtiba-tiba memukul wajah Danil. Pria itu bernama
Reyvan. “Beraninya sama cewe!”kata Reyvan memukul wajah Danil kembali.
“Apa urusan, lo?!” jawab Danil mencobamembalas pukulan Reyvan. “Gue gak
suka cewe diperlakuin kasar! Asal lo tauitu!!” amarah Reyvan semakin
berkobar. Sedangkan Citra hanya bisa nangisterduduk lemas di lantai
koridor sekolah. Tiba-tiba, BRUK!! Reyvan terjatuh,pukulan Danil sangat
kuat. Danil belum puas dan ingin menghabisi Reyvan sampaibabak belur.
Namun.. “Cukup, Dan! Cukup!” pinta Citra melindungi Reyvan. “Cumasegini
nyali, lo?! Hahaha.. Lain kali, lo gak usah jadi sok kepahlawanan!
Karnasebenarnya lo itu bukan terlahir jadi pahlawan tapi PENGECUT!!”
tegas Danilsambil tersenyum sinis. Reyvan membalas senyum sinisnya juga.
“Ingat, urusankita belum selesai LOSER!!” seru Danil pergi meninggalkan
mereka. ...
***
Hari mulai gelap. Matahari yang
cerahtadi berganti posisi dengan lengkungan senyum bulan sabit
besertabintang-bintang yanng indah. “Aww..” jerit Reyvan kesakitan saat
pipinyadiobati oleh Citra. “Thanks ya, Rey. Lagi-lagi kamu udah nolongin
aku, kalotadi kamu ga ada mungkin nasib aku..” Citra tidak melanjutkan
perkataannya. “Udahlupain aja” jawab Reyvan singkat tanpa banyak bicara.
Selesai Citra mengobatiluka Reyvan, Alex temannya Reyvan yang usianya
berada di atas Reyvan datangmenghampiri mereka. “Kenapa lo, Rey?” tanya
Alex polos. “Habis berantem..”jawab Citra. “Pasti gara-gara nolongin
cewe lagi, ya?” tebak Alex. Reyvan hanyadiam. “Rey, Rey.. Niat lo baik
nolongin, eh malah lo yang jadi korban” ujarAlex sambil menepuk bahu
Reyvan. Yah, Reyvan memang selalu berkelahi karenawanita. Masalahnya,
Reyvan tak suka melihat cewe menagis, disakiti, apalagidiperlakukan
kasar.
***
Malam itu juga, Reyvan mengajak
Alexpergi ke toko buku. Reyvan ingin membeli buku novel di sana. Mereka
pergidengan motornya Alex. Singkat cerita mereka pun sampai di tujuan.
Reyvan punsegera mencari buku yang ingin dibelinya. Sedangkan Alex
numpang baca komiksambil menikmati alunan musik klasik di ruangan toko
itu. Suasana toko inisangat tentram mendamaikan hati, membuat para
pengunjung berlama-lama di tokoitu. Setelah Reyvan mendapatkan buku yang
dia cari, mereka pun kembali pulangke rumah.
Sekitar jam
11 malam, bukannya kembalike rumah, Alex malah mengajak Reyvan ke suatu
tempat. Reyvan bingung “Maukemana?” Alex tak menjawab. Sesampainya di
tempat yang Alex maksudkan, Reyvanterkejut dan marah-marah pada Alex.
“Gila lo, Lex! Ngapain lo ajak gue ketempat pelacuran gini?!” seru
Reyvan sambil melirik kanan-kiri tempatprostitusi itu. “Ya, gue mau
mainlah sama cewe-cewe cantik di sini. Lo gak mau?Liat tuh cewe, aduhai
seksi banget, Rey!” ujar Alex menunjuk ke arah salah satucewe di tempat
itu. “Gak ah! Umur gue masih 17 dan gue ogah banget gitu-gituan”tolak
Reyvan dengan perasaan jijik. Saat mereka memasuki komplek itu,
“Hey,ganteng. Sini dong!” ajak salah seorang wanita di sana. “Main yuk
sama aku?”goda salah seorang wanita lagi. Goda-godaan para wanita itu
tertuju padaReyvan. Memang Reyvan berwajah tampan, tinggi, putih, dan
keren. Reyvanmengabaikan godaan kupu-kupu malam itu dan melanjutkan
langkahya. Saat Alexhendak masuk ke sebuah ruangan di tempat itu, “Lo
memang bener ga mau, Rey?”ulang Alex memastikan. “Gak ah, Lex. Gue
nunggu di sini aja” ujar Reyvanmenolak. Alex pun masuk. Reyvan duduk di
kursi menunggu sambil membaca novelyang baru dia beli tadi.
Sekitar lima menitan, salah seorang PSKmenghampiri Reyvan. Dia sangat
cantik dengan pakaian seksinya. “Nih” tawar PSKitu menyodorkan rokok
pada Reyvan. “Duh, maaf aku gak ngerokok” tolak Reyvanramah. “Yahh..
Laki kok gak ngerokok? Bukan laki namanya” sindir PSK itu.Reyvan hanya
tersenyum. “Main yuk?” ajak PSK itu. “Gak ah, aku ke sini cumanemenin
temen doang” tolak Reyvan lagi. “Aku kasih diskon deh, longtimee.
Akulagi butuh duit banget, nih” kata PSK itu memohon. “Loh, emang kamu
sepi malamini? Gak ada pelanggan? Kan, kamu cantik?” tanya Reyvan aneh.
Sambil merokok,“Aku lagi ada masalah” jawab PSK itu singkat. “Masalah
apaan?” tanya Reyvansemakin penasaran. “Emangnya perlu kamu tau?” tanya
PSK itu tak suka. “Oh hehemaaf” ucap Reyvan malu.
Suasana
hening, malam semakin larut.PSK itu membuang rokoknya yang sudah habis.
“Kayaknya kamu gak brengsek, ya?”kata PSK itu memecahkan keheningan.
“Hah..eh, hm.. maksudnya?” tanya Reyvangugup. “Kan semua cowo brengsek.
Cuma kamu aja yang datang ke sini gak ada niatnelakuin hal kotor itu”
kata PSK itu memuji. “Hehe.. bisa aja. Tapi memang gaksemua cowo kok
kayak gitu, di luar sana juga masih banyak cowo baik-baik” jelasReyvan
mulai menikmati perbincangan itu. “Ya aku takut dosa aja, belum lagikalo
kena penyakit apa gitu. Maaf ya, kalo tersinggung” lanjut Reyvan.
“Ngapainminta maaf, emang bener kok!” seru PSK itu menyetujui pendapat
Reyvan. “Ehm..Nama kamu siapa?” tanya Reyvan mengalihkan pembicaraan.
“Namaku, Melati. Kamu?”tanya PSK itu kembali. “Aku, Reyvan. Salam kenal,
ya!” ucap Reyvan berjabattangan dengan Melati. Melati melengkungkan
senyuman manisnya. “Oh ya, kaloboleh tau kamu ada masalah apa sih sampai
gak ada pelanggan? Cerita aja, akugak ember kok mulutnya” tanya Reyvan
penasaran. “Gapapa, males aja cerita. Yangjelas aku lagi butuh uang
sekarang” ujar Melati. “Buat apa?” tanya Reyvan lagi.Wajah Melati
terlihat murung. “Buat biaya ibu aku. Ibu aku kena kanker tumor
diperutnya. Sebulan lalu sih udah dibawa ke Puskesmas. Tapi ya gitu deh,
akubelum punya uang. Mana job aku udah sepi lagi” jelas Melati
menceritakan.Tampak mata Reyvan berkaca-kaca. “Ya ampun, kenapa gak
bilang dari tadi? Akusih mau aja bantu. Tapi skarang aku gak bawa uang,
uang aku di rumah. Brapabiayanya?” tanya Reyvan merasa iba. “2,5 juta.
Tapi aku udah ngumpulin uang 1juta” kata Melati menatap Reyvan ragu akan
bantuan itu. “Kurang 1,5 juta lagi,ya? Hmm.. gimana kalo besok kita
ketemuan di Cafe sebrang sana? Aku kasihuangnya ke kamu. Nomor kamu
berapa?” tanya Reyvan mengeluarkan handphonenya.Mereka pun tukaran nomor
handphone. Tak lama kemudian, Alex keluar dari ruanganitu sambil
merapikan bajunya. Lehernya sepert habis digigit drakula.
***
Tibalah hari esok. Reyvan mengumpulkanuangnya untuk membantu Melati. Di
rumahnya hanya ada 1 juta. Reyvan pun pergimengambil uang 500 ribu dari
tabungan ATMnya. Kedua orangtuanya tidak tau halitu. Kalau sampai
ayahnya tau, nasib Reyvan sudah tak tau bagaimana lagi.
Sekitar jam 3 siang, Reyvan meng-smsMelati. Mereka pun Ketemuan di Cafe
tempat mereka janjian. Banyak waktu merekahabiskan bersama. Mulai dari
perbincangan yang asyik, mentraktir Melati makan,mengajak Melati
jalan-jalan dan sampai membawa Melati ke Pantai. Mereka dudukmenikmati
angin sepoi yang menyejukkan. “Ini, Mel” kata Reyvan memberi uangyang
dikumpulkannya itu. “Ini beneran, Rey?” tanya Melati tak percaya.
Reyvanmengangguk tersenyum. Tak disangka, Melati langsung memeluk
Reyvan.”Makasih ya,Rey. Makasih bangett” ucap Melati terharu. Reyvan pun
membalas pelukan Melati.Baru kali ini, Reyvan dipeluk sama wanita yang
‘bukan wanita biasa’.“Sama-sama, Mel. Aku tulus kok bantu ibu kamu” kata
Reyvan lembut.
Hari itu juga, Melatimenceritakan mengapa
dia jadi PSK. “Dulu sebelum aku jadi PSK, aku punya pacarsatu sekolah.
Dari sekian cowo yang ngejar aku, cuma dia yang aku terima. Tapiakhirnya
dia bikin aku kecewa. Ya gitu, rata-rata tujuan pacaran itu
hanyangelakuin hal kotor itu. Makanya aku gak percaya lagi sama yang
namnya cinta.BULSHIT!!” seru Melati kesal. “Tapikan gak semua cowo kayak
gitu” kata Reyvanmembela kaum pria. “Pastinya, contohnya kayak yang di
samping aku ini” ujarMelati dengan senyum manisnya. Reyvan melirik ke
kanan-kiri dan baru sadarkalau yang dimaksud Melati itu adalah dia.
Reyvan pun tertawa. "Kenapaketawa? Kan emang bener kamu orangnya baik.
Andai aja kamu mau jadi pendampingaku. Pasti aku seneng banget,
hahaha..! Tapi mustahil" kata Melati dengansenyum palsunya. "Kok
mustahil? Kalo aku mau gimana?" kata Reyvandengan tatapan serius.
"Hahaha... Dasar bego!" Melati memukul bahuReyvan. Reyvan tersenyum
bingung. "Ngapain kamu mau jadi pacarnya cewekotor, miskin kayak aku
gini?" lanjut Melati memaki dirinya sendiri."Huss! Kamu jangan ngomong
kayak gitu. Ga ada kata terlambat untukbersihin hati dan diri kamu. Aku
suka cewe yang apa adanya, kok" jelasReyvan meyakinkan. Melati hanya
tersenyum. Reyvan memegang tangan Melati,"Mel, aku menyukaimu. Kamu
maukan jadi kekasih aku?" pinta Reyvandengan romantisnya. Melati
mengangguk tersenyum mengiyakan. Melati sangat bahagia,namun di lubuk
hati Melati ada sesuatu yang dia simpan dari Reyvan. Kicauanburung camar
pun mengungkapkan kebahagiaan kedua anak manusia itu.
***
Esok
harinya, Reyvanmenemani Melati ke rumah sakit untuk melihat operasi
ibunya Melati. Melatisangat khawatir, Reyvan pun menenangkan Melati dan
mengajaknya berdoa dalamhati agar operasinya berjalan dengan lancar.
Hampir 4 jam operasi berjalan,akhirnya selesai juga. Reyvan dan Melati
memasuki ruang operasi itu. "NakReyvan, trimakasih banyak ya, nak..
Trimakasih banyak.. Ibu tak tau maumembalas kebaikan nak Reyvan dengan
apa" ucap ibunya Melati menangis.Reyvan sangat emosional. Reyvan sangat
ingin menangis saat itu. Tapi dia tidakboleh menunjukkan hal itu pada
Melati dan ibunya. "Bu, aku tulus bantu Ibudan Melati. Ibu gak usah
balas apa-apa. Yang terpentin, skarang ibu udahsehat" kata reyvan dengan
manisnya. Melati tersanjung akan ketulusanReyvan itu. Namun di sisi
lain, Melati sangat bersalah pada Reyvan akan rahasiayang
disembunyikannya. Terutama pada ibunya. Ibunya tidak pernah tau
kalauMelati bekerja menjadi PSK. Melati menyembunyikan hal itu dengan
cermat. Diatak ingin ibunya menangis.
***
Sepulang dari rumah sakit, Reyvanmengajak Melati berkunjung ke
rumahnya. Tampak Citra dan Aley sedang berbincangsantai di teras. "Siang
Cit, Lex!" sapa Reyvan. Citra dan Alex takmembalas sapaan itu. Mereka
terdiam, bingung melihat wanita di samping Reyvan."Kenalin ini pacar
aku, Melati" ujar Reyvan. Mereka pun berkenalan.'Reyvan udah punya
pacar?' tanya Citra dalam hati memperhatikan Melati. Rautwajah Citra
terlihat sedih, tapi dia memaksakan untuk tersenyum. MungkinkahCitra
cemburu? Seiring berjalannya waktu, obrolan Citra dan Melati
semakinhangat. Mereka sudah terlihat sangat akrab. Alex mengajak Reyvan
ke dalamrumah. "Rey, itu cewe kan PSK di komplek kemarin, kan?" tanyak
Alexmemastikan. "Ya" singkat Reyvan. Alex pun tercengang.
Hari mulai maghrib, Revanmengantar Melati pulang ke rumah. Di tengah
perjalanan, Melati memulaipembicaraan "Rey?" panggil Melati. "Hmm.."
sahut Reyvansambil mengendarai motornya. "Citra itu cewe yang baik, ya?
Udah sopan,ramah, lemah lembut, cantik lagi" puji Melati. "Iya, Citra
memangcewe yang baik. Makanya aku senang berteman dengannya" jawab
Reyvan. 'Mitalebih pantas, Rey' ucap Melati dalam hati. Hati merasa
perih. Matanya tampakberkaca-kaca. Melati mencegah air matanya agar
tidak tertetes.
Mereka pun telah sampai di depanrumah
Melati. Saat Melati hendak masuk, Reyvan menahan tangannya.
Merekabertatapan. Perlahan Reyvan mendekatkan wajahnya pada wajah
Melati. Reyvanmengecup kening Melati dengan penuh perasaan. "Mimpi yang
indah, ya"ucap Reyvan lembut. Melati hanya tersenyum haru. Reyvan pun
pergi mengendaraimotornya. "Makasih, Rey. Tapi maaf, aku gak bisa
bertahan lama samakamu" ujar Melati menatap Reyvan yang telah pergi
jauh. Air mata Melatimengalir dengan derasnya.
***
Sejak kenal dengan Citra, Melatijadi sering bermain sama Citra. Karena
sifat baik Citra membuat Melatimengalami banyak perubahan. Melati
berhenti menjadi PSK. Dia mejadi lebihsering melakukan hal-hal positif.
Penampilannya pun sudah sangat sopan. KiniMelati sudah sadar akan
hal-hal buruk yang dilakukannya selama ini.
Ada sesuatu hal
yang ditakutkanReyvan akan Melati. Fisik Melati terlihat sangat lemah.
Badannya semakin kurus,dan cekungan matanya semakin kelihatan. Reyvan
merasa ada satu rahasia yang disembunyikanMelati dari Reyvan. Reyvan pun
mencari tau apa yang disembunyikan Melatidarinya.
Malam
minggu, Reyvanpergi ke tempat prostitusi itu. Reyvan mencari tau,
mengapa waktu itu Melatitak ada pelanggan? Masalah apa yang terjadi pada
Melati? Reyvan pun menanyakanhal itu pada Dewi teman dekat Melati di
tempat itu. "Kamu sapanyaMelati?" tanya Dewi sambil merokok. "Aku
temennya" jawab Reyvansingkat. "Ooh.. Jadi, Melati itu terkena penyakit
menular. Makanya parapelanggan pada lari semua, takut ketularan" jelas
Dewi. "Hah?!"sontak Reyvan terkejut. "Penyakit apaan?" lanjut Reyvan
menenangkandiri. "Melati positif kena Sifilis, penyakit kelamin gitu"
jawab Dewimenambahkan. Reyvan mencoba tegar. "Kenapa dia gak berobat?
Kan penyakitSifilis masih bisa disembuhin" seru Reyvan menahan
tangisnya. "Iya,dia memang masih bisa sembuh dengan mengkonsumsi
Penisilin G dari rumah sakit.Tapi, uangnya dia kumpulin buat biaya
kanker ibunya. Lagian, kalo sekarang diaberobat mustahil bakalan sembuh.
Karna virusnya udah menjalar ke seluruhtubuhnya. Aku tau semua hal itu,
karena waktu itu aku nemenin dia periksa kedokter" jelas Dewi merasa
iba. Reyvan mencoba untuk tidak panik. Reyvanmenghela napas. "Ya udah
deh Dewi, makasih infonya, ya! Aku pulangdulu" pamit Reyvan.
Di sepanjang jalan, air mataReyvan tak tertahan lagi. "Aku bakalan jaga
kamu, Mel. Aku akan berusahaagar penyakit kamu sembuh" seru Reyvan
bertekad. Entah mengapa, Reyvanmenjadi sangat sayang pada Melati. Reyvan
menjadi takut kehilangan Melati.Bukan seperti pria lain yang dekat sama
Melati, yang menjauhi Melati setelahtau Melati terkena penyakit menular
seperti itu.
***
Reyvan
melihat Melati semakinlemah. Reyvan tak kuat lagi. Reyvan pun membawa
Melati ke rumah sakit. Vonisdokter, Melati terkena Sifilis akut, karena
neurosifilisnya telah menyebar kesel-sel badannya. Dan lama-kelamaan,
badan Melati lumpuh. Reyvan tak terlalukaget, namun hatinya sangat
teriris. Tak tega melihat kondisi Melati saat itu."Maafin aku, Rey. Aku
udah ngerahasiain soal penyakit ini ke kamu"ucap Melati bernada lemah.
"Udah lupain aja, Mel. Aku juga udah tau halini dari temen kamu Dewi.
Yang terpenting kamu harus sembuh, Mel. Aku sayang...banget sama kamu,
Mel. Aku gak mau kehilangan kamu." kata Reyvan mengelusrambut Melati
dengan perasaan sedih. Reyvan pun memeluk Melati dengan penuhkasih.
***
Hampir seminggu dirawat di rumahsakit, Reyvan tetap menemani Melati.
Padahal, disaat-saat itu Reyvan harusbelajar untuk Ujian Nasional-nya.
Selesai pulang Ujian Nasional hari pertama,Reyvan tak langsung pulang ke
rumah, tapi pergi menjenguk Melati. Sampai-sampaiReyvan jadi kurang
konsentrasi untuk Ujian Nasional selanjutnya.
Pagi hari
selanjutnya, tepat hariterakhir Reyvan melaksanakan Ujian Nasional.
Citra yang libur sekolah, pergimenjenguk Melati di rumah sakit. "Hai,
Mel. Slamat pagi!" sapa Citra."Pagi juga, Cit" balas Melati tersenyum.
"Ini aku bawain buahyang banyak buat kamu. Supaya tubuh kamu sehat dan
kamu cepat sembuh, ya!"seru Citra memaksakan senyumnya yang sebenarnya
ingin menangis, tak tegamelihat Melati terbaring lemah di tempat tidur.
"Makasih banyak ya,Cit!" ucap Melati tersenyum senang. Citra meletakkan
keranjang buah dantasnya di meja dan mengambil kursi untuk duduk. "Cit?"
panggilMelati. "Iya, Mel?" sahut Citra menatap wajah pucat Melati.
"Akutitip Reyvan, ya!" pinta Melati. Citra tercengang dan tak kuat
menahantangis. "Maksud kamu apa, Mel?" tanya Citra pura-pura tidak
mengertimaksud perkataan Melati. "Kamu itu wanita yang baik, Cit. Sopan,
ramah,lemah lembut, cantik lagi. Pokoknya kamu itu wanita yang
sempurna. Gak kayakaku, aku itu wanita yang tidak baik. Aku
berpenyakitan, perokok dan seorangPELACUR!! Aku itu wanita kotor!" tegas
Melati memaki dirinya."MEL!!" seru Citra memarahi Melati. Air mata
Citra pun mengalir."Reyvan itu juga pria yang baik, aku gak pantas
untuknya. Yang pantas itukamu, Cit!" lanjut Melati menangis. Citra tak
tau mau berkata apa. Diahanya bisa menangis. "Aku tau, Cit. Kamu juga
cinta Reyvan. Kalian itubenar-benar cocok, Cit. Kamu.."belum selesai
Melati bicara, Citramemotong. "Cukup, Mel! Aku memang cinta sama Reyvan.
Tapi Reyvan cintanyasama kamu. Cinta gak bisa dipaksakan, Mel. Cinta
gak butuh alasan. Cintamenerima seseorang itu apa adanya. Sama, kayak
Reyvan tulus cinta sama kamu,Mel!" jelas Citra makin menangis. Melati
terdiam sesaat. "Kamu jangannangis dong, Cit. Aku tambah nangis, nih!"
ujar Melati sedih. Citratersenyum dan langsung memeluk Melati.
Sejenak Citra melupakan perkataan Melatitadi. Citra pun menghapus air
matanya. "Cit, aku bisa minta tolong,gak?" tanya Melati. Citra melepas
pelukannya. "Tolong apa, Mel?"kata Citra tidak menangis lagi. Melati
mengambil selembar amplop dan kotakcincin dari laci meja di dekatnya.
"Tolong kasih surat ini sama Reyvan ya,Cit" kata Melati memberi amplop
itu. "...dan ini ada cincin yangsama. Satu untuk kamu, satu lagi untuk
Reyvan" lanjut memberi kotak cincinitu. Citra tersenyum. Citra melangkah
menuju meja tempat tasnya berada."Makasih ya, Cit, buat semuanya.
Makasih kamu udah mau jadi temanaku" ucap Citra tersenyum. "Sama-sama,
Mel. Aku juga senang kok jaditeman kamu" kata Citra sambil memasukkan
amplop dan kotak cincin pemberianMelati ke tas nya. "Oh ya, Mel.
Bagaimana kabar ibumu?" tanya Citra.Tak ada jawaban. "Mel, kamu dengar
aku gak?" ulang Citra. Hening. Takada jawaban juga. "Mel?" panggil
Citra. Citra terdiam. Jantungnyaberdegup kencang. Saat Citra berbalik,
mata Melati tertutup. Citra berpikir,Melati sedang beristirahat. Citra
melangkah ke tempat tidur Melati. Tak sengajamenyentuh tangan Melati,
terasa sangat dingin oleh Citra. Citra menempelkantangannya di dada
Melati perlahan. Dan ternyata... Jantung Melati tak berdetak.Citra
menangis sekencang-kencangnya. "Mel...! Bangun, Mel! Bangun!!"teriak
Citra menggoyah badan Melati. Citra panik. Citra pun berlari
memanggildokter. Citra disuruh menunggu di luar. Citra terduduk lemas
sambil menangis.
Ya, tepat hari itu juga Melatimenghembuskan
napas terakhirnya. Beberapa menit kemudian, Reyvan datang denganseragam
sekolahnya. Sepertinya Reyvan tak pulang ke rumah lebih dulu."Loh, Mit?
Dari tadi kamu di sini jenguk Melati? Kok gak masuk?"tanya Reyvan.
Citra hanya menangis dan menangis. "Kamu nangis, Cit?"tanya Reyvan
bingung. "Melati, Rey.. Melati.." kata Citratersedu-sedu. "Ada apa?!!"
seru Reyvan tak karuan. Tanpa menunggujawaban dari Citra, Reyvan
bergegas masuk ke ruangan tempat Melati dirawat."MELATI!!" terdengar
teriakan Reyvan dari ruangan itu.
***
Melati pun dimakamkan di kampunghalamannya. Biaya perjalanannya
ditanggung oleh Reyvan. Sayangnya, Reyvan takikut ke sana karena lagi
sibuk-sibuknya untuk tes SNMPTN.
Esoknya, Citra datang ke rumah
Reyvan. Citra memberi surat dari Melati kepadaReyvan. "Ini juga cincin
dari Melati, Rey. Katanya, satu untuk kamu dansatu lagi untuk aku" kata
Citra memberi cincin itu. Reyvan hanya terdiam.Citra pun pamit untuk
pulang.
Reyvan pun memakai cincin itu. Saat Reyvan membuka surat
itu, Reyvan melihatseperti ada bekas titik-titik air. Mungkinkah itu
titik air mata Melati?Mungkinkah Melati menulis surat itu sambil
menangis? Reyvan bertanya-tanyadalam hati. Reyvan pun membaca surat itu.
To: My Lovely...
Rey, makasih kamu udah mau jadi pendamping aku slama ini. Makasih juga, kamuudah mau jadi malaikat penyelamat untuk ibu aku...
Rey,
kamu laki-laki paling baik yang pernah aku temuin. Kamu terima aku
apaadanya. Aku wanita kotor, miskin dan keluarga semrawut. Tapi kamu
tetep maudekat sama aku.
Rey, andaikan aku udah gak hidup lagi
di dunia ini, kamu jangan sedih, ya?Masih banyak wanita yang lebih baik
dari aku, contohnya Citra. Citra sangatpantas untuk kamu. Kamu orang
baik, harus punya pendamping yang baik juga :')
Inget, jangan lagi datang-datang ke tempat kotor itu. Setebal apapun iman kamu,pasti bisa runtuh sama yang namanya wanita.
Rey,
walau dunia kita udah beda, aku tetap ada di hati kamu, kan? Oh ya
Rey,kamu gak pernah tanya aku sayang sama kamu atau enggak. Oke, skarang
aku jawabtanpa kamu tanya. Aku sayang banget sama kamu, Rey! Makasih
buat semuanya ya,sayang...
Maaf, andai slama ini aku dan keluarga udah nyusahin kamu.
Goodbye...!
Your Lovely Bitch,
Melati♥
***
Bulan berganti bulan. Reyvan punpacaran dengan Citra. Bukan karenal
pesan dari Melati. Tapi karena cinta itubutuh waktu. Reyvan butuh waktu
lama untuk melupakan semua kenangan tentangMelati, hingga akhirnya
Reyvan jatuh cinta pada Citra.
Malam minggu, Reyvan dan
Citrakencan di sebuah Cafe yang pernah dikunjungi Reyvan dan Melati
dulu. Ternyatadi Cafe itu ada Danil, mantannya Citra yang baru saja
selesai bernyanyi di ataspanggung Cafe itu. Di panggung itu, Danil
berbicara "Hey, semua! Kalianlihat tidak cewe yang berada di sudut
sana?" kata Danil menunjuk seorangwanita yang duduk pada posisi sudut.
Wanita itu adalah pacar Danil. Semua orangdi Cafe itu menoleh ke arah
wanita itu.
"Biar lo semua tau, kalo dia itu cewe murahan. Dia
seorang PSK. Hih..Nyesal banget gue punya pacar kayak dia setelah tau
kalo dia itu seorangpelacur!" seru Danil menghina wanita itu. Wanita itu
menangis. Dia sangatsakit hati dipermalukan oleh pacarnya sendiri di
depan umum. Semua orangmemandang jijik terhadap wanita itu, terkecuali
Citra dan Reyvan. Tampak Reyvansangat marah. Reyvan tak tahan lagi.
Reyvan berjalan naik ke atas panggung."Apa maksud lo hina-hina cewe
itu?" tanya Reyvan menahan emosi. Semuaorang keheranan, termasuk wanita
PSK itu. "Oh.. Ternyata muncul lagi siPahlawan Banci Loser ini! Apa
kabar sob?" ujar Danil tersenyum sinis. Taksengaja, Danil melihat Citra.
"Dan cewe tolol itu udah lo pacarin. Dasarpasangan yang sangat
menjijikkan!" seru Danil menghina. Emosi Reyvan puntak tertahankan lagi.
Tanpa basa-basi, Reyvan langsung memukul wajah Danil.Terjadi kerusuhan
di Cafe itu. Beberapa orang memisahkan mereka. Reyvanmelepaskan pegangan
orang-orang itu. Reyvan mengambil mikrofon. Semua orangbingung merasa
aneh. "Apa yang dilakukan pria bodoh itu?" tanya salahseorang di Cafe
itu.
"Biar kalian tau, kupu-kupumalam itu juga manusia.
Mereka juga punya perasaan! Jangan judge mereka yangmacam-macam. Mereka
juga pasti gak mau kerja yang kayak begituan. Pasti adaalasan karena
unsur paksaan. Mungkin karena himpitan ekonomi yang membuatmereka
begitu. Kalian jangn merasa jijik dengan mereka. Tapi, yang harus
kalianlakukan ialah menyayangi mereka. Bantu mereka agar kembali ke
jalan yang benar.Kalian mungkin berpikir bahwa mereka menyenangi
pekerjaan mereka itu. Tapisiapa yang tau isi hati mereka? Siapa yang tau
kalau mereka sendirian di kamarsambil nangis ngerenungin hidup mereka?
Taukah kalian bahwa mereka tersenyumdalam tangis! Dan satu lagi, khusus
untuk kaum pria. Jagalah pacar kalian. Jagakehormatannya" jelas Reyvan
membuat para pendengar terenyak. TerutamaDanil yang merasa sangat
bersalah.
***
Seiring
berjalannya waktu,kehidupan semakin indah. Hubungan Reyvan dan Citra
berlanjut ke dalam hubunganyang lebih serius. Sedangkan Danil bahagia
dengan wanita mantan PSK itu. Dankabar baik, berkurangnya PSK di kota
itu. Kasus-kasus pelecehan seksual, maupunperlakuan tak lazim pada
wanita drastis menurun.
***
“Cinta memang terkadanganeh, tak bisa dilogikakan. Karena cinta hanya bisa dijelaskan oleh hati, bukankata-kata.”
“Logika bisa dipatahkan dengan hati, tapi hati tak bisa dileburkan denganlogika.”
“Logika memberimu penglihatan, tetapi hati memberimu arah.”
Be the right man in the right time to your couple! ;)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar