Translate

Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label trik-trik membuat karya sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trik-trik membuat karya sastra. Tampilkan semua postingan

trik menulis drama

Written By iqbal_editing on Jumat, 08 Juli 2016 | 05.48

1. Baca dan tontonlah drama satu babak.
Pertama-tama, bagi siapa saja yang ingin memperoleh keahlian baru, carilah contoh-contoh untuk ditiru. Tersedia banyak kumpulan drama satu babak, yang memungkinkan Anda membaca karya-karya baik dari penulis drama yang sudah terkenal maupun yang masih baru. Pelajarilah konstruksi naskah-naskah tersebut. Apa yang terjadi? Kapan? Berapa banyak latar dan karakter yang diperlukan? Berapakah jangka waktu cerita drama itu? Satu hari? Satu tahun? Selain itu, drama memunyai isi dan bentuk yang beragam. Itulah alasannya Anda perlu membaca, dan jika perlu menonton drama-drama satu babak: Anda bisa mengetahui bermacam-macam cara mengalirkan cerita Anda.
Drama satu babak biasanya berbeda dengan drama panjang. Drama satu babak memunyai karakter yang lebih sedikit dan mungkin latar yang lebih sederhana. Biasanya, drama satu babak hanya berfokus pada karakter utama dan satu kejadian atau satu tujuan. Sementara waktu untuk subalur (subplot) dan adegan yang tidak melibatkan karakter utama, kisahnya hanya sedikit. Inilah yang harus Anda perhatikan saat membaca drama satu babak, dan sesuatu yang perlu diingat saat Anda masuk ke dalam proses menulis.
2. Tentukan karakter utama.
Pertanyaan utama yang perlu ditanyakan penulis saat duduk dan menuturkan ceritanya adalah "Siapakah karakter utama Anda?" Sebuah cerita, bahkan drama dengan ansamble yang cukup besar, memerlukan satu titik fokus yang utama. Dalam drama pendek, drama satu babak, Anda hanya memerlukan sedikit karakter, mungkin 4 atau 5 orang. Penentuan tokoh utama tidaklah sulit. Bertanyalah, "Cerita siapakah ini? Sudut pandang siapakah yang kita pakai?" Dialah karakter utama Anda.
3. Berikanlah karakter Anda sebuah tujuan.
Setelah menentukan karakter utama, carilah tujuannya. Seorang karakter, dalam karya apa pun, perlu memunyai satu sasaran yang diperjuangkannya sepanjang cerita. Contohnya, Hamlet mau melakukan kebaikan untuk ayahnya. Dorothy ingin pulang ke Kansas. Untuk menulis drama, Anda perlu menentukan tujuan karakter utama Anda. Untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dia perlu melakukan hal-hal lainnya, tetapi "keinginan" utama yang mendominasinya haruslah sama. Artinya, drama Anda berisi tentang apa yang karakter Anda inginkan.
4. Pikirkanlah rintangan-rintangan yang akan dihadapi karakter Anda.
Banyak orang mengatakan bahwa jantung dari sebuah tulisan yang dramatis adalah konflik. Setelah menentukan karakter utama, tentukanlah rintangan-rintangan yang akan dihadapinya, dan bagaimana dia mengatasinya (jika dia berhasil mengatasinya). Ingatlah, setiap tantangan harus selalu lebih sulit daripada sebelumnya. Contohnya, Anda ingin melihat tokoh utama Anda membunuh musuhnya yang licik, kemudian tokoh utama Anda kebingungan mencari jalan ke sebuah rumah. Anda ingin tokoh utama Anda menemukan jalannya -- sebuah rintangan yang berhasil diatasi dan kemudian membunuh musuhnya (mungkin ini adalah peristiwa klimaks dalam cerita, tergantung dari tujuan karakter Anda).
5. Kembangkan karakter-karakternya.
Saat menciptakan rintangan-rintangan dalam cerita, Anda akan mengembangkan karakter-karakter Anda, baik karakter utamanya maupun karakter-karakter pendukungnya. Pikirkanlah apa yang diinginkan oleh para karakter pendukung -- mereka juga perlu memiliki tujuan. Pikirkanlah bagaimana karakter-karakter itu dapat saling menjadi rintangan bagi satu sama lain. Pikirkan juga tentang bagaimana karakter dalam drama-drama favorit Anda, tersingkap saat mereka mengatasi konflik, bagaimana mereka berinteraksi dengan tokoh lain, dan bagaimana tokoh lain menggambarkan mereka. Gunakan teknik-teknik yang sama untuk mengolah karakter-karakter dalam drama Anda.
6. Kembangkan latarnya.
Saat mengembangkan cerita dan karakter dari naskah Anda, pikirkanlah juga latarnya. Biasanya, drama satu babak memunyai latar yang sederhana, sehingga penonton perlu menggunakan imajinasi mereka. Ada pula drama satu babak yang memunyai latar yang rumit. Akan tetapi, ingatlah jika Anda adalah seorang penulis naskah pemula yang mencoba membuat karya Anda diproduksi, latar yang rumit biasanya bisa memberatkan Anda sendiri -- tetapi tentunya, berikanlah yang terbaik untuk drama Anda. Latar itu penting. "The Wizard of Oz" membutuhkan "Oz". Anda juga bisa membuat latar kafe atau ruang tamu yang tidak memunyai efek apa pun untuk karakter Anda. Perhatikanlah latar dari naskah-naskah kesukaan Anda -- bagaimana latar bisa berhasil dengan karya Anda, seberapa penting latar itu, dan bagaimana penulis drama menggambarkannya.
7. Buatlah garis besar adegan-adegan Anda.
Sebuah adegan adalah unit dasar dalam sebuah drama. Adegan dapat digambarkan sebagai potongan drama yang terjadi pada satu waktu dan satu tempat. Jika Anda membaca beberapa drama, Anda bisa menganalisa bagaimana penulis naskah memecahkan satu babak menjadi beberapa adegan. Ada babak yang terdiri dari satu adegan, sementara itu ada juga babak yang memunyai banyak adegan, bahkan dalam drama satu babak sekalipun. Kuncinya adalah setiap adegan menggerakkan cerita atau menyingkapkan karakter-karakternya. Dengan kata lain, setiap adegan perlu menyertakan konflik, bukan sekadar karakter-karakter yang sedang membicarakan konflik. Selain itu, setiap konflik perlu melibatkan pemain utama yang sedang mengejar tujuannya. (Dalam drama yang memunyai banyak babak, Anda bisa memunyai adegan-adegan yang tidak menghadirkan karakter utamanya. Akan tetapi, Anda tidak mau menghabiskan waktu untuk adegan-adegan seperti itu dalam drama satu babak.)
Tugas Anda adalah mengubah daftar rintangan yang dihadapi karakter utama Anda menjadi adegan. Contohnya, "Penyihir yang Jahat" menjadi "Dorothy melawan Penyihir yang Jahat dan mengambil sapunya." Beberapa orang lebih senang menulis adegan-adegan itu secara langsung, daripada membuat garis besarnya terlebih dahulu. Kita melakukannya, meskipun menulis semua adegan, jauh lebih sulit daripada mengatur beberapa garis besarnya dulu.
8. Tulis dan tulis ulang.
Saat Anda mengetahui ke mana arah karakter utama Anda, inilah waktunya untuk benar-benar menulis drama. Tidak ada cara lain untuk melakukannya. Jika Anda pernah menulis sebelumnya, Anda pasti tahu bahwa tulisan yang baik dihasilkan dari beberapa draf. Jika Anda belum pernah menulis sebelumnya -- tulisan yang baik dihasilkan dari beberapa draf. Jadi, saat menulis ingatlah bahwa tulisan Anda tidak akan sempurna awalnya. Itu sudah biasa. Teruskanlah!
Selain itu, pikirkanlah bahwa penulisan kreatif dalam bentuk apa pun, adalah keterampilan yang perlu diasah dan dipoles melalui pengalaman. Ikutilah kursus menulis drama, jika Anda tidak memunyai latar belakang menulis. Jika Anda memunyai latar belakang penulisan, Anda tahu bahwa menganalisa drama sudah cukup untuk "menguasainya".
Para penulis terkadang kembali ke hal-hal dasar untuk melihat apakah mereka mengenai sasaran mereka: Apakah sudah ada karakter utama mengejar sebuah tujuan? Apakah rintangan dan karakter-karakternya menarik? Apakah dialognya terdengar alami? Penonton barangkali melihat bagian lebih rumit dari drama itu juga: Apakah temanya tersampaikan? Apakah ada metafora yang bagus?
Biasanya, kita kesulitan menilai secara objektif apa yang perlu dikembangkan. Anda perlu mengerjakan bagian besarnya sendiri, tetapi jangan bekerja dalam ruang hampa. Carilah guru, sesama penulis, konsultan bayaran, atau asosiasi yang terpercaya, dan mintalah mereka memberikan pendapat tentang perubahan yang bisa dibuat.
9. Carilah berbagai kesempatan untuk mengirimkan naskah Anda.
Banyak kontes menulis naskah yang mencari drama satu babak. Banyak juga perusahaan-perusahaan teater yang dengan senang hati menerima pengiriman drama satu babak. Lain ceritanya jika kesempatan-kesempatan ini menawarkan uang. Akan tetapi, jika Anda menulis karena Anda mencintainya (dan memunyai pekerjaan sehari-hari yang ringan), rasa gembira dan bahagia saat melihat karya Anda diproduksi sudah cukup menjadi bayarannya. Beberapa situs memunyai daftar kontes menulis naskah teater dan pedoman pengiriman naskah teater.
Penutup
Menulis drama sepanjang apa pun selalu menantang, tidak terkecuali menulis drama satu babak yang perlu mencakup semua elemen drama yang panjang dalam waktu yang terbatas, tetapi tetap memiliki nuansa, kedalaman yang bisa memberikan penonton sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Strategi-strategi penulisan ini bisa menolong Anda. Jika Anda mengikuti contoh dan kiat-kiat yang bagus, meluangkan waktu untuk prapenulisan, dan mencurahkan diri Anda untuk menyunting naskah seperlunya, hal ini dapat membantu Anda untuk memberikan yang terbaik dan naskah terbaik di atas panggung
05.48 | 0 komentar | Read More

membuat puisi syahdu

Langkah #1: Mencari Judul Yang Tepat


Puisi itu ibarat kata-kata mutiara.

Maka harus disusun seindah-indahnya. Tidak terkecuali pada bagian judul.

Sebagian orang menganggap judul memiliki kedudukan sangat penting dalam sebuah puisi. Oleh karena itu, langkah pertama dalam cara membuat puisi adalah mendapatkan judul...

...judul yang tepat dan memikat.

Caranya?

Buatlah sebuah judul, lalu variasikan. 

Misalnya Gina ingin membuat puisi dengan judul "Hatiku Sedang Sedih."

Puisinya berisi cerita kesedihan karena luka hati.

Maka, agar mendapatkan judul yang lebih indah..caranya adalah dengan membuat minimal 5 variasi dari judul tersebut.


  1. Hatiku Sedang Sedih.
  2. Sedih Hatiku Tak Tertahankan.
  3. Terendam Air Mata Kesedihan
  4. Sedihnya Hatiku Yang Terluka
  5. Dukaku Lukaku
  6. Sajak Duka Seorang Wanita

Kita sudah mendapatkan 6 judul puisi.

Lalu kita pilih salah satu. Pilih yang sesuai dengan isi puisi yang dibuat; yang paling mewakili isi hati; dan tentunya indah.

Semakin banyak pilihan, semakin mudah kita mendapatkan yang lebih baik.

Kita bisa membandingkan antara satu judul dengan judul lainnya. Berlatihlah untuk membuat berbagai variasi judul. Dan rasakan perbedaannya. 

Coba bandingkan judul di bawah ini.


Aku melamarmu.

Saya melamar Anda Dengan Bismillah.

Kulamar Kamu Dengan Ucapan Basmallah.

Kupinang Engkau Dengan Hamdalah.

Saya Meminang Engkau.



Mana yang paling puitis? Pilihlah salah satu judul yang paling puitis.


Langkah #2: Membuat Kerangka Puisi


Membuat kerangka puisi sangat baik untuk memberi jalan cerita pada puisi.

Kenapa?

...karena kita bisa menyusun satu persatu ide utama dalam setiap bait.

Dengan begitu,

kita bisa fokus.

Lalu bagaimana cara membuat kerangka puisi?

Pertama. Ceritakan apa yang sedang kamu alami.

Misalnya:

Malam ini saya seorang diri di kamar - Ingat seseorang yang pernah membuat kita bahagia - Ada sedikit rindu untuknya 

Kerangka di atas kita pecah menjadi bait-bait puisi:

Contohnya:

[Kerangka] Malam ini saya seorang diri. Menjadi:

Kenapa sang malam begitu cepat turun?
Sehingga mataku menjadi berat
menahan kantuk yang mendekap erat
Seorang diri tanpa sahabat.


[Kerangka] Ingat seseorang... Menjadi:

Dan,
Kenapa bayang-bayangmu mendatangiku,
membuat hatiku terjaga,
padahal kantuk mengajakku rebah di peraduan malam.

Engkau yang pernah hangatkan hatiku yang beku,
Menjadikannya mengecap seulas bahagia,
Menyingkirkan masa laluku yang kelam.

[Kerangka] Ada sedikit rindu untuknya...Menjadi:

Kamu tahu?
Masih tersisa sebutir rindu dalam hatiku: untukmu!
Dan sebutir rindu itu amat menyiksaku: saat aku terkenang senyum manismu. 


Kedua. Ceritakan apa yang terjadi pada seseorang.

Cara membuat kerangka puisi juga bisa menceritakan sesuatu yang dilihat oleh mata, atau didengar oleh telinga.

Misalnya kita melihat seorang yang sudah bapak-bapak dan ibu-ibu. Mereka makan bersama di sebuah restoran. Terlihat sangat serasi.

Kira-kira apa saja yang terjadi pada mereka berdua semenjak masa mudanya hingga saat ini?

Mungkin mereka saling jatuh cinta ketika masa remaja. Membangun bahtera rumah tangga. Berjuang meniti kehidupan hingga mencapai sukses.

Mungkin ada pula masa-masa sulit.

Baik kesulitan ekonomi maupun kesulitan dalam menyulam tali-tali cinta.

Dari cerita di atas, buatlah puisi dari sudut pandang si wanita, ataupun laki-lakinya.
05.44 | 0 komentar | Read More

trik menulis novel 2

Written By iqbal_editing on Senin, 13 Mei 2013 | 18.13

Oke! Baiklah, saya akan melanjutkan tulisan sebelumnya, Panduan menulis novel yang baik dan benar. Sebelumnya kita telah sampai pada poin kelima. Sekarang kita akan masuk ke poin keenam. Selamat membaca.
ENAM
Mengatur plot dalam novel Anda. Apakah Anda tahu plot?
Baiklah saya jelaskan. Menurut Cellia Warren, plot adalah peristiwa yang berurutan yang disertai sebab akibatnya.
Perhatikan kalimat berikut:
Nenek bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit.
Kalimat ini belum cukup mengandung unsur plot, karena belum memiliki unsur sebab akibat. Kita belum mengetahui alasan nenek bersikeras tinggal dirumah dan tidak mau berobat.

Namun bila kalimatnya diubah menjadi:
Nenek tidak bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit karena tak mau merepotkan orang yang bukan keluarganya.
Kalimat kedua ini telah mengandung unsur sebab akibat. Nenek yang tidak mau  merepotkan orang yang bukan keluarganya menjadi penyebabnya enggan berobat. Inilah yang disebut plot.
Plot yang berkembang dalam cerita akan membuat pembaca membolak-balik halaman untuk mencari tahu apa yang akan terjadi sebelum atau selanjutnya. Mengapa demikian?
Karena orang ingin melihat lebih jauh sebab-akibat sebuah kejadian dalam cerita.
Alur cerita yang memiliki sebab akibat atau alur yang berangkat dari satu atau beberapa sebab menuju satu atau beberapa akibat atau sebaliknya disebut plot.
Ya, plot adalah inti novel yang wajib diperhatikan. Plot adalah inti dari cara membuat novel yang baik dan benar. Bila plotnya tertata baik dan logis, maka pembaca akan suka pada novel Anda. Novel Anda akan menjadi novel yang menarik bagi pembaca.
TUJUH
Mengarahkan klimaks pada novel Anda. Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.
Contoh satu bab Klimaks dalam novel:
“Budi menyadari kelalaiannya yang telah menyia-nyiakan waktu. Semester satu ia dibawah kendali game di internet. Semester dua masalah bertambah dengan memacari tiga gadis sekaligus . Semester tiga bertambah lagi satu masalah, narkoba, karena salah gaul. Ia melewati waktu kuliah dengan hari-hari suram dan menjauhi buku. Keadaan ini sangat kontras dengan masa kegemilangan di bangku sekolah. Jauh dirantau orang membuat Budi hilang kendali.
Ibu marah besar sampai nangis-nangis bersimpuh di depannya. Bapak menyetop uang jajan selama satu semester. Nenek ikut prihatin dan selalu ingin melihat cucunya bangkit. Budi ingat pesan terakhir nenek sebelum ia meninggalkan dunia, “Budi, ayo selesaikan kuliahmu. Nenek yakin kamu bisa bangkit dari pengaruh narkoba.” (Cerita berlanjut)
“Aaaahhh…..”, Budi meneriaki langit, mengangkat dua tinjunya tinggi ke atas. “Aku harus berubaaah…”
Ia tidak mau lagi dipermainkan kebiasaan buruk itu. hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat. Malam ini adalah malam terakhir persiapan ujian. Ia harus mengejar nilai tinggi bila tidak mau dicap bego sama teman-temannya yang lain. (Cerita berlanjut)
Hari ini adalah hari keempat ujian semester empat. Hari-hari sebelumnya dia yakin telah mengumpulkan skor tinggi dalam ujian….. (Cerita berlanjut)
Hari kelima, egonya di bawah angin, nalarnya yang bermain kini. “Yes! yes! teriak Budi pelan setelah merasa yakin dengan kebenaran hasil perhitungan kimia yang dihadapinya dalam ujian. Sebuah keyakinan yang didasari pada sisa-sisa memori kegemilangan pada bidang studi ini, nilai rapor yang selalu sembilan.
Sebuah perjuangan keras untuk menaklukkan soal-soal eksakta dengan otak yang agak sedikit eror. Namun Budi terus bangkit walau tertatih-tatih…(cerita berlanjut)
Hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat.  Dengan memanfaatkan kenangan kecerdasan yang tersisa, ia harus mengejar nilai tinggi untuk menyenangkan hati orang-orang yang menunggu hari kebangkitannya. (Cerita berlanjut dengan aktivitas rumit dalam ujian…)
Pada hari penentuan akhir nilai semester, mahasiswa bergerombolan mengelilingi papan pengumuman hasil ujian. Melihat itu, Budi pun berlari kesana. Berdesak-desakan, berhimpitan, Budi berusaha menerobos. Didalam benaknya terdapat tanda tanya besar akan nilai akhir ujiannya…
Dengan sedikit meliak-liukkan badannya, Budi sampai juga di depan papan pengumuman. Mengarahkan telunjuk dan memokuskan pandangan pada deretan nama dan angka pada papan. Tidak sampai semenit, Budi berhasil mendapatkan namanya, “Budi Tegar”. Ia kunci pandangannya, ia arahkan tangannya kekanan menuju nilai hasil ujian….
Spontan Budi berteriak senang dan syukur, “Yes, Alhamdulillah…..”, sejurus kemudian, ia menerobos keluar kerumunan, berlari dan melompat-lompat kecil. Di benaknya terisi penuh keinginan untuk meluapkan rasa,  senang dan bangga. Rasa itu hendak diungkapkan kepada tiga orang yang selalu menunggu hari suksesnya. Ia sudah tidak sabar lagi menahannya. Teringat wajah ketiga orang yang ia sayangi itu. Ia katup bibirnya dan berkata mantap, “Bapak, Ibu, IPeKa Budi  tiga koma limaaa!” dan ia lanjutkan ungkapan itu kepada satu orang yang sudah tidak lagi menginjakkan kakinya di atas dunia, “Nek, terima kasih atas nasehatnya. Budi berhasil.”
DELAPAN
Menulis ending novel Anda. Ending adalah penyelesaian atas masalah. Anda bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca. Pada contoh diatas yang digunakan adalah ending tertutup. Masalah yang dihadapi si aktor utama sudah tuntas.
SEMBILAN
Terakhir adalah membuat Judul novel yang Menarik.
“Loh, kok judul malah dijelaskan terakhir?”
Ya, saya letakkan tips “cara membuat judul novel” ini pada poin terakhir karena kebiasaan penulis novel memang demikian. Mereka lebih fokus memikirkan bagaimana cara membuat sinopsis novel, membuat kerangka novel atau outline novel, membuat pembukaan novel,  membuat plot novel, membuat konflik dan klimaks ketimbang memikirkan bagaimana cara membuat judul novel. Bukan berarti judul novel tidak penting, tapi karena membuat judul novel itu lebih mudah dari hal-hal di atas.
Oke bagaimana cara membuat judul novel yang menarik?
Sebenarnya tidak ada standar baku dalam membuat judul novel. Intinya adalah tidak panjang. Pendek dua atau tiga kata. Dan harus keliatan CANTIK, MENARIK, MENYENTUH atau MENGGUGAH.
Yups, demikian Bagaimana tahapan menulis novel yang baik dan benar saya tulis, semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya: Bagaimana cara menulis novel yang bagus, menarik, dan Best Seller. Atau ikuti juga Kursus Menulis Buku dengan saya langsung.
18.13 | 0 komentar | Read More

trik-trik membuat novel 1

Sembilan Tahapan Menulis Novel yang Baik dan Benar

Bagaimana cara menulis novel dengan baik dan benar? Berikut ini adalah sembilan tahapan dan penjabarannya:
Sebelumnya, mungkin Anda tertarik membaca artikerl ini: Tutorial cara membuat novel dengan cepat.
Yups, tadi itu intermezo. Kita lanjut materi utama kita kali ini. Hayuks…
SATU
Gaet pembaca pada paragraf pembuka dengan menyuguhkan konflik. Ini adalah cara membuat pembukaan novel yang ampuh dan menarik.
Contoh:
“Tolong…, tolooong…..”
Teriakan minta tolong terdengar keras dari balik pagar rumahku. Kami sekeluarga berhamburan keluar.
Apakah Anda ikut mendengar teriakan pada contoh diatas, dan merasa ikut terlibat di dalamnya?

Ya, orang selalu suka dengan konflik. Coba pikirkan ini, kejadian apa yang membuat orang berhamburan keluar rumah?
Ya, bisa jadi diantaranya: perkelahian, kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain.
Orang sering bilang, bila tidak ada konflik maka tidak ada cerita. Dan bila Anda meletakkan konflik pada paragraf pembuka novel Anda, maka Anda akan menarik kuat perhatian pembaca.
DUA
Kembangkan karakter tokoh novel Anda. Bantu pembaca untuk memvisualkan karakter dengan mendesripsikan penampilan, tingkah laku dan pemikiran tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Ketika dia berbicara, ungkap karakternya.
Kita ambil contoh OVJ dari peran seorang Andre.
“Nung, bapak kamu dokter jantung, ya?” Tanya Andre merayu dengan nada lembut.
“Kok, tau?”
“Iya, karena kamu telah membuat jantungku bergetar-getar.”
Nunung tersipu malu. Andre telah meluluhkan kebekuan dengan gombalan mautnya. Dia memang raja gombal.
Tiap orang dalam OVJ memiliki karakter yang berbeda-beda. Sule yang suka jahil dan paling lebai; Aziz yang hobi gagap dan selalu menjadi objek penyiksaan; Nunung yang memiliki wajah gadis ndeso walaupun berperan sebagai tokoh cantik sekalipun; Parto orang tua yang memiliki sifat kebapakan dan sering sekali difitnah mirip Ariel.
Begitu juga dalam menulis karakter tokoh novel, Anda harus menjelaskan karakter mereka satu-satu.
TIGA
Pilih sudut pandang  penulisan cerita dalam novel Anda. Anda bisa berperan menjadi orang pertama (protagonis) dengan kata ganti aku, saya, kami, kita. Atau sudut pandang orang ketiga. Anda menjadi pengamat seperti menonton film. Kata ganti yang digunakan adalah ia, dia, mereka, -nya.
EMPAT
Buat dialog yang penuh arti. Tulis dialog yang penting-penting saja, yang ada tujuannya, yang langsung pada masalah, yang langsung menjelaskan, jangan berputar-putar, jangan bertele-tela, jangan hambar.
Contoh dialog dalam novel “Cinta di Dalam Gelas” karangan Andrea Hirata:
“Bisakah kawanmu itu mengajariku?”
“Maksud kakak?”
“Aku mau belajar main catur. Aku mau bertanding pada peringatan 17 Agustus nanti. Aku mau menantang Matarom.”
Kami terperangah.
Dialog dalam novel diatas langsung pada inti masalah. Maryamah minta diajari main catur. Ia ingin sekali mengalahkan Matarom.
LIMA
Tetapkan setting cerita dalam novel Anda. Ia mencakup waktu dan tempat. Setting waktu terdiri dari hari, tanggal, siang, malam, minggu, bulan, pagi, sore, tahun, dekade dan lain-lain.
Setting tempat dapat berupa lokasi seperti kota atau desa; keadaan lingkungan seperti bersih, kotor; suasana seperti ramai, lengang; cuaca seperti panas, dingin, dan lain-lain.
Deskripsikan setting yang penting saja yang mendukung pengembangan cerita novel Anda. Deskripsi harus MENARIK DUA ATAU LEBIH INDRA sehingga pembaca dapat ikut mengalami apa yang tokoh cerita alami.
Contoh:
Waktu: Tahun 700 Masehi
Tempat: Istana  Kerajaan Majapahit. Di ujung tengah ruang terdapat singgasana raja berwarna keemasan; memiliki tangga naik; payung penaung; tempat duduk dayang dan para perdana menteri.
Untuk mudah memahami setting cerita novel yang baik dan menarik, bayangkan suatu setting panggung teater atau OVJ yang memiliki beberapa panggung. Setiap panggung memiliki backdrop atau latar panggung yang dihiasi gambar, perlengkapan dan pernak-pernik yang disesuaikan dengan adegan.
18.11 | 0 komentar | Read More

trik-trik menulis puisi

Cara & Tips Menulis Puisi Dengan Baik & Benar - Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedang berada di kamar yang sunyi.” Ada pula yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi di mana saja.” Pendapat lain mengatakan “Saya bisa menulis puisi saat hati saya sedang sedih.”


Ungkapan-ungkapan di atas, hanya sebagian kecil saja pendapat orang tentang menulis puisi. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan menulis puisi dengan baik & Benar.

Puisi dapat ditulis berdasarkan catatan harian. Ikutilah langkah berikut ini jika Anda akan menulis puisi berdasar catatan harian:

1. Baca dan renungkan isi catatan harian yang Anda miliki!
2. Coretlah kata-kata yang tidak penting dan tambahkan katakata yang menurut Anda menarik untuk disertakan!
3. Hapuslah baris-baris yang tidak penting!
4. Atur dan urutkan kembali baris-baris yang sudah Anda pilih!
5. Bacalah kembali hasil akhir baris-baris itu!
6. Suntinglah kembali baris-baris itu sehingga menjadi barisbaris puisi yang menarik!
18.09 | 0 komentar | Read More

trik-trik menulis cerpen

Pada dasarnya, semua orang memiliki kemampuan menulis. Namun tingkat kemampuan menulis seseorang tersebut sangat tergantung pada bakat, kemauan, serta minat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan menulisnya. Begitu juga dengan menulis cerpen atau cerita pendek.  Ini merupakan sebuah karya sastra yang bisa dibilang cukup mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Anda ingin bisa menulis cerpen? ikuti saja langkah - langkah cara menulis cerpen dibawah ini dan niscaya anda pun bisa menghasilkan sebuah cerpen yang bernilai seni tinggi.
CARA MENULIS CERPEN
* TENTUKAN TEMA
Sebuah cerpen harus memiliki sebuah tema. Dari tema tersebut bisa dikembangkan menjadi pokok pokiran, judul, alur cerita dan lain - lain
* PILIH JUDUL YANG MENARIK
Judul memiliki peran penting dalam menarik minat seseorang untuk membaca cerpen kita. Oleh karena itu, pilih lah judul yang menarik dan tentu saja berhubungan dengan isi dari cerpen kita
* TENTUKAN POKOK PIKIRAN
Buat beberapa pokok pikiran dalam setiap paragraf. Dari pokok pikiran yang telah ditentukan tersebut, kita bisa mengembangkan isi dari cerpen sehingga tidak melenceng dari tema cerpen yang kita tulis
* TENTUKAN ALUR CERITA
Penentuan alur cerita berhubungan dengan tema dan pokok pikiran. Sebuah cerpen yang baik adalah cerpen yang memiliki alur cerita yang runtut dengan menempatkan inti cerita di bagian awal, tengah, ataupun akhir
* PENENTUAN TOKOH DAN WATAK
Tokoh dan watak dari setiap tokoh harus sesuai dengan isi dari cerita. tentukan tokoh utama, tokoh pembantu dan beberapa tokoh figuran lainnya untuk meramaikan isi cerita di cerpen kita
* PENGGUNAAN TATA BAHASA
Dalam menulis sebuah cerpen, kita harus menggunakan tata bahasa yang baik dan benar sehingga isi dari cerpen kita mudah dicerna dan dipahami oleh para pembaca.
* SARING PENDAPAT DARI ORANG LAIN
Setelah cerpen kita selesai, maka sebaiknya kita minta pendapat orang lain yang kita anggap lebih tahu dan berpengalaman serta tidak sungkan untuk memberikan masukan kepada kita tentang: isi cerita, gaya bahasa, dll. Bila perlu, mintalah pendapat pada 2 - 3 orang yang kita anggap memahami tentang cerpen
13.04 | 0 komentar | Read More
 
berita unik