Translate

Welcome Guys

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label trik-trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trik-trik. Tampilkan semua postingan

trik menampilkan jurus resangan dengan picasay

Written By iqbal_editing on Rabu, 28 Desember 2016 | 04.25

Androiddevil.com - Mengedit foto menambahkan effect jurus rasengan menggunakan picsay pro android ,Dari banyaknya aplikasi edit foto untuk android di Google Playstore dan salah satu yang terbaik yaitu PICSAY PRO sudah beberapa artikel yang admin sudah buat tentang mengedit photo seperti Tutor Membuat Tatto Menggunakan Picsay Pro dan Tutor Membuat Sablon Kaos Menggunakan Picsay Pro 



Nah Kali ini admin akan share meambah kan effect jurus rasengan pada anime naruto pada foto sobat.penggemar naruto sangat banyak sekali dari anak anak remaja bahkan sampai mahasiswa juga tidak sedikit yang masih menonton anime termasuk admin nya,hehe
yap buat penggemar naruto pasti pengen iseng iseng menambahkan effect rasengan nya ada di fotonya,baik itu untuk mengeditkan foto anak atau keponakan yang menggemari anime naruto.oke langkah langkah yang simple silahkan baca di bawah ini :
Bahan - Bahan yang Di perlukan :
  • Sobat harus mempunyai Aplikasi Picsay Pro Terbaru , Karena Di playstore sobat harus bayar kalau download Picsay Pro nya ,Sobat Downloadnya Lewat Aplikasi 9apps . Link download 9apps di bawah ini
  • Setelah di download kemudian instal 9apps nya,kemudian buka dan ketik picsay pro lewat pencarian dan download seperti di bawah ini


  • Oke Sampai Disini sobat udah punya aplikasi Picsay pro nya , kemudian langkah berikutnya
  • Gambar transparan Rassengan Download Disini
  • Foto Yang Akan di edit baik itu tangan sobat atau foto sobat sedang berakting sedang mengeluarkan jurus rasengan nya .wkwkwk
 Langkah - Langkah :


  • Buka Picsay Pro klik GET A PICTURE Pilih Foto Yang akan di edit
  • Kemudian Klik Effect --> Insert Picture --> Cari Gambar Rasengan yang sudah di download tadi
  • Atur gambar nya sesuai keinginan sobat letak nya dimana
  • Atur transparansi nya karena rasengan berupa element angin sehingga terlihat transparan 
  • Selesai Kemudian Simpan Dengan cara klik Ceklis ->Export ->Save  Picture To Album -> Pilih di folder apa gambar akan di simpan
04.25 | 0 komentar | Read More

trik membuat opini

Written By iqbal_editing on Selasa, 06 Desember 2016 | 21.20

ENULIS  opini berarti menyebar luaskan gagasan. Dengan menulis opini, maka seseorang berarti mentransfer ide dan gagasannya ke ruang publik. Ia masuk ke ranah publik, dan berusaha mempengaruhi publik, dengan tujuan akhir: gagasannya diterima atau juga diperdebatkan. Dan ia siap untuk itu.
Karena itulah, menulis opini sesungguhnya adalah melakukan ”rekreasi intelektual”: mengasah otak, menajamkan pikiran, menantang munculnya ide-ide baru, juga menantang pendapat orang dengan argumentasi yang siap untuk diperdebatkan.
Menulis opini berarti memberikan wawasan dan pengetahuan untuk orang lain. Berbagai informasi, data, juga pengalaman.  Karena itulah, kegiatan menulis opini mestinya kegiatan yang dilakukan dengan hati. Dengan kesukacitaan, kegembiraan membagi gagasan dan kecintaan menyumbangkan ilmu dan pengetahuan.
Menulis opini adalah kegiatan yang menyenangkan. Siapa pun sesungguhnya bisa dan mampu untuk menulis opini.  Setiap orang yang memiliki  pengetahuan, mampu menulis,  sesungguhnya ia bisa menulis opini.  Dengan opini, tidak saja gagasan itu bisa menyebar, tapi juga, antara lain, membuat ia dikenal, juga mendapat honorarium.
Di Indonesia, hampir semua halaman surat kabar menyediakan rubrik opini. Dan hampir semuanya juga menyediankan honorarium untuk opini yang dimuat. Misalnya Koran Tempo dan Majalah Tempo.  Opini-opini ini pun beraneka ragam. Bisa soal masalah sosial, politik, agama,  pertanian, perkebunan, pertambangan, hukum, dan lain sebagainya. Penulis dengan latar belakang bidang yang dikuasainya, akan mendapat tempat khusus di media massa jika ia menulis opini tentang bidang yang dikuasainya tersebut. Ini karena dia dinilai memiliki otoritas.
Bahkan, kadang media secara khusus meminta orang tersebut untuk menulis topik-topik tertentu untuk hari-hari tertentu pula. Karena itulah, misalnya, kita mengenal nama Kwik Kian Gie untuk masalah ekonomi, Rhenald Kasali untuk pemasaran dan periklanan, nama Ignas Kleden untuk bidang sosial, nama  Mulya Lubis untuk bidang hukum atau nama HS. Dillon untuk bidang pertanian. Juga, misalnya Al Chaidar jika berkaitan dengan NII atau Emerson Yuntho jika berkaitan dengan masalah-masalah korupsi.
Tentu saja mereka ini tidak langsung menjadi penulis opini.Mereka juga belajar, melalui banyak tahap. Tetapi, yang jelas mereka memiliki kompetensi yang membuat masyarakat  mengakui,  mereka memang layak untuk menulis soal atau masalah yang mereka tulis tersebut.
 Antara Opini dan  Kolom
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan Balai Pustaka, Opini disebutkan sebagai ”pendapat; ”pikiran,” atau ”pendirian,”
Opini memang bisa diartikan sebagai pandangan seseorang tentang suatu masalah. Tidak sekadar pendapat, tetapi pendapat ilmiah. Pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan dengan berdasar dalil-dalil ilmiah yang disajikan dalam  bahasa yang lebih  popular. Karena itulah, untuk menulis opini juga dibutuhkan riset. Riset merupakan penguat dari argumentasi penulis untuk menekankan gagasannya. Opini inilah yang ditulis dan dituangkan dalam bentuk ”artikel.”
Adapun kolom adalah opini yang ”lebih cair” dalam gaya bahasanya. Penulis kolom biasanya tidak saja mereka yang dikenal memiliki keahlian dalam bidang yang ditulisnya, tapi juga memiliki style –gaya-. Itu sebabnya disebut ”kolomnis”
Bagaimana Menjadi Penulis Opini:
Dengan melihat rangkaian di atas, maka di sini untuk menulis opini dibutuhkan:
1.Pengetahuan akan bidang/masalah tertentu
2.Ide dan Gagasan
3.Argumentasi gagasan
4.Teknik Penulisan Opini
5. Pengetahuan bahasa
6. Pengetahuan Tentang Media Massa.
Kita uraikan satu persatu:
  1. Pengetahuan Bidang/Masalah Tertentu.
Penulis opini memiliki otoritas akan bidang yang memang layak bagi dia untuk diketengahkan kepada masyarakat. Ini bekal utama seorang penulis opini. Jika ia ahli pertanian, tentu masyarakat akan percaya akan seluk beluk tanaman yang ditulisnya daripada yang menulis seorang sarjana hukum.
Pengetahuan bidang tertentu ini sangat penting, juga terutama untuk ”legitimasi” diri seorang penulis di depan publik.
  1. Ide dan Gagasan
Ide merupakan barang termahal yang dimiliki penulis  -apa pun dan siapa penulis itu. Ide bisa tumbuh dari mana pun. Penulis yang terlatih tidak pernah kehabisan ide untuk menulis opini. Karena ide bisa muncul di mana pun, maka seorang penulis biasanya langsung menulis ide-ide yang didapatnya  begitu ide itu muncul. Ide itulah yang kemudian dikembangkannya begitu ia  memiliki waktu untuk menulis. Misalnya, di sini, seorang penulis membaca atau mendapati kenyataan tentang makin sedikitnya para mahasiswa tertarik dan ikut pada kegiatan-kegiatan kampus.  Penulis opini kemudian mendapat ide: membandingkan fenomena ini dengan lima atau sepuluh tahun sebelumnya dan kemudian menganalisa sebab musabahnya.
  1. Argumentasi Gagasan
Argumentasi ini sesungguhnya pasti dimiliki seseorang jika orang itu memang menulis bidangnya. Ini memang berkaitan dengan nomor 1 (pengetahuan bidang yang dimilikinya). Argumentasi penting karena di sinilah pembaca akan mengetahui ”kadar” keilmuan seorang penulis opini. Semakin kuat dan logis argumentasi yang ditampilkannya, maka akan semakin memperkuat gagasan yang ditulisnya.
  1. Teknik Penulisan Opini
Penulisan  opini di media massa berbeda dengan penulisan di media ilmiah. Pembaca media massa sangat beragam. Karena itu, penulisan opini di media massa harus memakai bahasa yang komunikatif, tidak bertele-tele, dan ringkas. Kecenderungan pembaca kini adalah membaca tulisan yang tidak panjang, enak dibaca,  dan gampang dicerna.
  1. Pengetahuan Bahasa
Kegagalan penulis opini dari kalangan ilmiah biasanya terletak pada penggunaan bahasa. Penulis opini dari latar belakang ilmiah harus belajar untuk memakai bahasa yang gampang dimengerti masyarakat, sehingga bahasa yang ditulisnya, efektif, efisien, dan mudah dimengerti.
Jika pun penulis opini ingin menampilkan istilah asing, ia  harus pula mencari padanan  dalam bahasa Indonesia. Penulis opini bahkan tidak usah khawatir untuk menampilkan idiom-idiom bahasa daerah jika dipandang menarik. Nasehat untuk ini: JANGAN SEKALI-KALI  MENGANGGAP PEMBACA SAMA TAHUNYA SEPERTI KITA. Beberapa kata yang tidak efektif bisa dipangkas untuk menghasilkan tulisan yang padat. Kata-kata itu, misalnya, ”oleh,” ”adalah,”  ”itu,” ”tersebut” dll.
  1. Pengetahuan Media Massa
Pengetahuan tentang Media Massa merupakan hal penting yang perlu diketahui penulis opini agar tulisannya bisa dimuat. Penulis opini, dengan mempelajari sebuah media massa, akan bisa melihat, media massa itu,misalnya, apakah memberi perhatian kepada masalah-masalah yang digeluti sang penulis opini itu atau tidak. Suratkabar Kompas, misalnya, cenderung untuk memberi tempat kepada opini dalam bidang apa pun. Demikian juga harian Suara Pembaruan. Dengan pengetahuan seperti ini, maka seorang penulis opini tahu, ke mana artikel yang dibuatnya itu akan dikirim.
Bagaimana Supaya Opini Dimuat di Media Massa
1. Ada peg/cantolan peristiwa
Seperti berita, opini pun memerlukan peg –cantolah peristiwa. Tujuan peg ini adalah agar opini ini relevan dengan yang sedang terjadi atau dibicarakan masyarakat. Semakin ada peg-nya maka, kemungkinan opininya dimuat akan semakin besar. Peg ini bermacam-macam. Bisa peristiwa yang tidak diduga, atau juga peristiwa yang sudah direncanakan pasti terjadi. Misalnya, menyambut tahun ajaran baru (tentang pendidikan atau kemahasiwaan), peringatan ulangtahun lembaga/peristiwa tertentu, dll.
  1. Cari Angle Menarik
Jika peg itu sudah didapat, maka penulis tinggal mencari angle/sudut pandang: dia akan menulis apa dan dari sudut pandang apa? Angle merupakan hal penting yang menajamkan opini penulis satu dengan penulis lain. Nasehat untuk ini: carilah angle yang paling berbeda, unik, dan mungkin orang tidak terpikirkan. Tentang makin sedikitnya mahasiswa yang tertarik pada kegiataan kemahasiswaan itu, misalnya, seorang penulis opini, misalnya, bisa mengambil angle: kerugian apa yang akan dialami para mahasiswa jika mereka tidak memiliki pengalaman ikut kegiatan kampus.
  1. Eksplorasi gagasan dan argumentasi
Inilah argumentasi yang harus dibangun dan dimiliki penulis untuk menguatkan opininya. Untuk membangun argumentasi ini, penulis opini bisa menyodorkan data atau contoh-contoh peristiwa. Contoh itu bisa dari dalam negeri atau luar negeri.
  1. Tidak Menggurui
Isi tulisan opini mesti dihindarkan sejauh mungkin dari kesan menggurui, juga mengesankan penulisnya ”menampilkan,” kepintarannya. Salah satu cara agar tulisajn opini tidak menggurui, antara lain, jangan terlalu banyak menampilkan kutipan atau sumber-sumber literatur. Lebih baik penulis menampilkan contoh yang muncul sehari-hari dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, syarat lainnya: baca ulang opini tersebut berkali-kali.
=
Dari Mana Memulai Menulis Opini
 Teknik Menulis Opini
  1. Judul
  2. Alinea Pembuka
  3. Isi (Batang Tubuh)
  4. Alinea Penutup (Ending)
Penulis Opini mesti membuat judul tulisannya dengan menarik. Judul harus lah eyes catching. Memikat. Syarat untuk judul seperti ini: Tidak Panjang (Cukup tiga atau empat kata) dan memakai  kata-kata yang tidak klise, menggugah.
Judul tidak mesti dibuat lebih dulu. Bisa belakangan, setelah tulisannya selesai.
Aline pembuka  dan Lead
Lead adalah bagian penting sebuah tulisan. Lead seperti etalase, dia harus dibuat menarik. Lead adalah kalimat pembuka. Ia seperti kail yang menarik minat pembaca. Ia seperti lokomotif yang membuat  mata dan pikiran pembaca untuk terus mengikuti kalimat dan buah pemikiran penulis.
Karena itulah lead harus menarik, tidak memakai pemikiran yang klise, dan kalimatnya tidak panjang. Lead ini berfungsi untuk membawa pembaca untuk  mengerti masalah apa yang akan dibicarakan oleh penulis opini. Lead adalah bagian penting dari alinea pembuka.
Isi Tulisan (Batang Tubuh)
Inilah ”daging” sebuah opini. Disinilah penulis menuangkan gagasan dan ide-idenya. Dengan demikian secara ringkas bagian ini berisi:
-gagasan apa yang ditawarkan
-argumentasi kenapa pentingnya  gagasan/ide/pemikirannya
-contoh-contoh dengan menampilkan data-data yang relevan dan menunjang.
-keuntungan dan kerugian jika gagasan itu diterapkan atau tidak diterapkan.
Alinea Penutup (Ending)
Bagian ini bisa dibilang merupakan kesimpulan dari tulisan opini. Kendati penutup, penulis opini tetap harus menganggap ini bagian penting. Untuk mengulang dan mengingatkan pembaca akan gagasan yang ditawarkannya.
Kendati tiga bagian di atas merupakan hal penting untuk menulis opini, sesungguhnya tetap saja diperlukan panduan agar tiga hal itu menjadi kesatuan yang enak untuk dibaca –juga menulisnya.
Untuk ini dibutuhkan apa yang disebut OUTLINE. Outline adalah semacam alur yang dibuat dengan mencantumkan segala hal yang direncanakan akan dituangkan pada sebuah opini. Outline ini juga untuk mengingatkan penulis agar tetap fokus atau tidak lupa pada hal-hal yang sejak awal ia tetapkan untuk ditulis. Outline bentuknya adalah pointer-pointer.
Contohnya, seorang penulis opini akan membuat tulisan tentang  persoalan hilangnya sejumlah mahasiswa yang diduga direkrut NII.
Ia menulis pointer-nya sebagai berikut:
1.Fakta   banyaknya pengaduan orangtua yang kehilangan anaknyaà Peg
– Pengakuan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dll
2. bukan kejadian pertamakali àBatang tubuh
-data penelitian berbagai lembaga tentang aktivitas NII
-data Departemen Agama dll tentang NII
-Bagaimana perekrutannya, di mana, siapa saja sasarannya.
-apa yang harus dilakukan orang tua/lingkungan/perguruan tinggi dll
– yang sudah dilakukan pemerintah
-yang belum dilakukan pemerintah
3. saran-saran dan kesimpulan ——à Penutup
Bisakah Saya Menulis Opini dan Dimuat di Koran?
Pasti bisa! Tidak ada penulis opini yang langsung terkenal. Semua dari bawah. Salah satu cara belajar yang baik: membaca opini-opini dari penulis terkenal. Pelajari kalimat dan bagaimana sang penulis mengungkapkan buah pikirannya.  ****
21.20 | 0 komentar | Read More

tips menulis cerita kriminal

Written By iqbal_editing on Jumat, 21 Oktober 2016 | 22.27

Ingin tahu cara menjadi penulis cerita fiksi kriminal seperti Sir Arthur Conan Doyle atau Agatha Christie? Cerita fiksi kriminal merupakan salah satu genre yang memiliki banyak penggemar. Tokoh-tokoh fiksi seperti Hercule Poirot dan Sherlock Holmes sangat terkenal walau dilahirkan dalam novel-novel yang terbit beberapa dekade yang lalu. Tidak hanya dalam bentuk novel, beberapa cerita fiksi kriminal dengan karakter terkenal ini juga muncul dalam berbagai film atau serial televisi.
Penulis-penulis yang menciptakan mereka tidak tiba-tiba handal dan terkenal. Mereka juga memulai kiprah menjadi penulis dari awal. Perlu perjuangan dan tekad yang kuat untuk menjadi penulis cerita fiksi kriminal yang handal. Langkah pertama tentu saja mulai banyak membaca dan menulis. Namun tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menulis cerita fiksi kriminal. Berikut ini beberapa cara menjadi penulis cerita fiksi kriminal bagi para pemula :
  1. Ciri Khas
Setiap penulis cerita fiksi kriminal yang terkenal memiliki ciri khas masing-masing. Ciri khas ini bisa dilihat dari gaya bercerita, alur cerita, setting, hingga kosa kata yang digunakan. . Dalam genre fiksi kriminal, ciri khas penulis biasanya akan menuntun pembaca dalam memaknai petunjuk-petunjuk yang menuntun pada penjahat dalam novel. Sebagai penulis pemula, kita juga perlu menemukan ciri khas yang membedakan dengan tulisan fiksi kriminal lainnya. Ciri khas ini memberikan keunikan sendiri yang bisa menarik pembaca atau penerbit yang meminati tulisan Anda. Untuk menemukan ciri khas pribadi tidak selalu mudah dan tinggal asal pilih. Ciri khas ini dibentuk dari pengalaman hidup dan bacaan kita selama ini. Tidaklah berdosa jika kita meniru penulis idola ketika memulai menulis. Latihan menulis cerita, walau mengacu pada penulis tertentu, merupakan salah satu cara menjadi penulis cerita fiksi kriminal. Di tengah-tengah pergulatan dalam menulis cerita, kita akan menemukan gaya-gaya yang kita sukai. Semakin banyak kita berlatih menulis, maka akan semakin terbentuk ciri khas tulisan kita.
  1. Bebaskan Imajinasi
Imajinasi yang bebas merupakan cara menjadi penulis cerita fiksi yang baik. Seringkali terjadi tarik menarik imajinasi dan realitas dalam benak penulis fiksi. Imajinasi yang kita bayangkan seringkali kita batalkan sendiri dengan alasan tidak realistis. Sebagai penulis pemula, sebaiknya kita kesampingkan dulu pertimbangan realitas seperti norma, hukum, atau logika akal sehat. Realitas seringkali mengebiri keindahan imajinasi kita. Kita menulis cerita fiksi, kita bisa menciptakan dunia fiksi yang tidak berhubungan dengan realitas akal sehat.
  1. Patuh pada Logika
Bagaimana kita patuh pada logika jika kita mengabaikan logika akal sehat? Logika akal sehat mengacu pada logika umum yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia fiksi, kita bisa membuat logika tersendiri. Namun kita perlu patuh pada logika tersebut agar tidak membingungkan pembaca. Ketidakpatuhan pada logika bisa membuat pembaca merasa tertipu. Tidak masalah jika kita menciptakan dunia fiksi kriminal yang begitu surreal seperti dalam serial Twin Peaks. Namun kita perlu patuh pada logika-logika yang kita buat sehingga kejadian aneh yang kita ciptakan tidak balik membantai cerita utama. Kita bisa mempelajari psikoanalisis, cerita supernatural, hingga ajaran mistis untuk membantu menciptakan logika kita sendiri.
  1. Plot dan Karakter
Cara menjadi penulis cerita fiksi kriminal selanjutnya adalah perhatian pada plot dan karakter. Plot yang menggoda pembaca untuk selalu menebak siapa penjahat, bagaimana dia melakukan, dan mengapa dia melakukannya. Karakter tokoh yang menarik membuat detektif fiksi seperti Will Graham, Dale Cooper, atau Rust Cohle melekat di benak penggemarnya.
Kita perlu membaca banyak untuk menyusun plot kriminal yang menarik dan ‘masuk akal’. Untuk menarik pembaca, maka kita perlu langsung menembaknya dengan plot menarik di halaman pertama. Contohnya langsung menyajikan adegan aksi yang melibatkan penjahat atau tokoh utama di bagian awal. Salah satu caranya, kita bisa memulai dengan memposisikan diri sebagai penjahat. Kita bisa membayangkan motif dan cara melakukan kejahatan secara deduktif dari sini. Jangan membuat sebuah plot kriminal tanpa alasan, walau seabsurd apapun.
Untuk membuat karakter menarik, jangan menciptakan karakter yang terlalu sempurna. Kesempurnaan karakter tidak selalu menciptakan empati pembaca. Kita menyukai Rust Cohle di serial True Detective karena pandangan nihilis, anti sosial, dan masa lalu yang tragis. Tunjukkan kelemahan-kelemahan atau permasalahan dari setiap karakter. Hal ini bisa menumbuhkan rasa empati pembaca sehingga karakter tesebut lebih disukai.
  1. Akhir yang Mematikan
Akhir cerita fiksi kriminal merupakan bagian yang paling penting. Cerita fiksi kriminal tidak harus berakhir bahagia. Kisah fiksi kriminal dengan akhir yang tragis seperti dalam film Seven juga berkesan. Prinsipnya dalah memberikan akhir yang diinginkan pembaca namun bukan dengan cara-cara yang sudah diduga oleh pembaca. Mudah memaknainya namun sulit dalam praktik penulisannya. Hati-hati juga dalam memberikan twist ending atau akhir yang menggantung sehingga kita tidak terjebak seperti M. Night Shyamalan atau Christopher Nolan.
Itulah 5 cara menjadi penulis cerita fiksi kriminal bagi pemula. Hal terpenting adalah banyak membaca dan mulai menulis. Selamat mencoba!
22.27 | 0 komentar | Read More

resensi buuku seoatu dahlan karya Khrisna Pabichara

Written By iqbal_editing on Selasa, 30 Agustus 2016 | 06.19

Resensi Buku Sepatu Dahlan
Judul                   :Sepatu Dahlan
Penulis                :Khrisna Pabichara
Penerbit              :Noura books ( PT Mizan Publika )
Ketebalan Buku :392 hlm
Panjang               :21 cm
Tahun Terbit      :Mei 2012
Dalam setiap buku , novel dan lainnya terdapat resensi yang berisi tentang keunggulan dan kelemahan suatu buku. Adapun resensi novel “Sepatu Dahlan” yaitu :
Karir Khrisna Pabichara sebagai penulis telah banyak melahirkan kumpulan cerita pendek, mengawini ibu: Senarai kisah yang menggetarkan (Kayla pustaka, 2010). Dan novel sepatu dahlan adalah buku ke-14 yang dianggitnya. Selain menulis Khrisna Pabichara juga bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal, terutama pernak-pernik #bahasaindonesia, lewat akun twitter-nya: @1bichara.
Novel sepatu dahlan ini merupakan novel new release yang mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Ddengan begitu novel sepatu dahlan ini menjadi novel best seller di gramedia seluruh Indonesia.
Alur cerita Sepatu Dahlan cukup sederhana. Dahlan Iskan< remaja kebon dalem . Sebuah kampong kecil dengan enam buah rumah atau sebut saja gubuk, yang letaknya saling berjauhan. Jika berjalan seratus atau dua ratus langkah ke arah timur, sungai kanal segera terlihat. Di sepanjang sungai itu banyak pepohonan yang besar-besar, seperti trembesi, angsana, jawi dan jati. Di sebelah barat dan selatan hanya ada tebu. Ya, lading-ladang tebu terhampar sejauh mata memandang. Ada juga beberapa petak sawah yang ditanami padi atau jagung, tetapi tak seberapa dibanding tebu-tebu yang tingginya kini sudah nyaris dua
setengah meter. Disanalah, di lading-ladang tebu itu, aku mengais rezeki. Dan dari sanalah kehidupan Dahlan Iskan berlangsung.
Cerita ini diawali dengan keadaan yang kritis karena ia terkena penyakit liver akut. Pada saat di bius beliau bermimpi akan masa lalunya. Dahlan Iskan merupakan anak kecil yang bersekolah di sekolah rakyat takeran bersama teman[teman dekatnya Arif, Imran, Komaryah, Maryati, kadir. Ketika duduk di sekolah rakyat Dahlan tidak pernah merasakn bagaimana rasanya menggunkan sepatu. Ia berangkat ke sekolah dengan tidak menggunakan alas apapun, padahal Dahlan harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai ke sekolahnya. Tapi Dahlan tidak pernah mengeluh akan keadaan yang dialaminya.
Ketika ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinngi dahlan memohon kepada bapaknya untuk berekolah di sekolah yang di inginkannya, yaitu SMP 1 Magetan. Tapi karena tidak ada uang akhirnya dahlan melanjutkan ke tsanawiyah Takeran.
Dalam novel ini terdapat beberapa masalah yang ckup rumit untyuk di jalani seorang anak remaja. Dari mulai di tinggal pergi oleh ibunya, tidak dapat membeli makanan untuk makanan sehari-hari dan terpaksa mencuri tebu. Masalah-masalah it uterus datang menghampirinya.
Dahlan mempunyai mimpi untukmemiliki sepatu dan sepeda agar mempermudahnya untuk pergi kemana-mana. Impiannya itu dia dapatkan ketika satu per satu prestasi yang dapat ia dapatkan. Dia mendapat kesempatan untuk mengajar voli kepada anak-anak juragan kaya. Dan penghasilan darisana a gunakan untuk membeli sepatu dan sepeda. Sampai akhirnya ia tumbuh dewasa dan jatuh cinta kepada Aisha anak sorang mandor di kampungnya.
Pada segi lain, novel ini berhasil melontarkan sesuatu yang patut direnugnkan oleh pembacanya. Di samping itu, ceritanya cukup enak untuk dinikmati. Tanpa banyak tutur, Dahlan iskan berhasil melukiskan adegan demi adegan dengan gaya ceritanya yang lembut.
Setting ceitanya sendiri memang kehidupan di kampong maka tidak mengherankan apabila sering muncul  gurauan-gurauan dan humor versi anak-anak kampung kebon dalem.
Novel “Sepatu Dahlan” ini telah dikerjakan dengan keterampilan teknik bercerita, dengan gaya bahasanya yang lembut, serta dengan perasaan halus seorang lelaki.
Pada akhirnya disebutkan bahwa apabila kita menjalani kemiskinan dengan benar, kita akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.
06.19 | 0 komentar | Read More

resensi buku koala kamal karya raditya dika

Resensi Buku Koala Kumal

Judul                  :  Koala Kumal
Penulis               :  Raditya Dika
Tanggal Terbit    :  17 Januari 2015
Penerbit             :  GagasMedia
Tebal Halaman  :  250 hlm
Proses berubah menuju kedewasaan adalah hal yang lumrah bagi penulis. Perubahan itu bakal terasa kepada pembaca setia yang memang dari awal mengikuti karya sang penulis. Reaksinya pasti bermacam-macam, ada yang makin nge-fans pada sang penulis, tapi kebanyakan yang terjadi adalah kecewa berat dan malah mencaci maki pada penulis. Biasanya ini terjadi kepada penulis yang karya perdananya langsung meledak. Persis seperti yang terjadi di ranah musik. Mungkin anda sudah tahu bahwa yang saya maksud adalah Arctic Monkeys. Perubahan drastis yang dibuat mereka pada album AM malah membuat nama mereka semakin harum. Apakah Raditya Dika termasuk dalam kategori sukses instan pada karya perdana? Jelas. Kambing Jantan menggebrak dengan menawarkan sesuatu yang beda; komedi kasar yang merupakan adaptasi langsung dari blognya Raditya Dika. Tapi, apakah Koala Kumal-nya Raditya Dika bisa menjadi seperti AM-nya Arctic Monkeys?
Raditya Dika, yang akrab disapa Dika, akhirnya merilis buku ketujuhnya yang berjudul Koala Kumal. Ini merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh penggemarnya, karena sudah tiga tahun dia absen menulis buku. Di tiga tahun terakhir, dia disibukkan oleh proyek serial populer Malam Minggu Miko dan film dari adaptasi novel-novelnya, dimana dia berperan sebagai penulis skenario, pemain, sekaligus sutradara.
Kenapa diberi judul Koala Kumal? Di bab terakhir, Dika menjelaskan tentang patah hati. Tentang orang yang dulunya saling memberi rasa nyaman, namun saat bertemu lagi perasaan itu sudah berubah total. Persis seperti seekor koala yang bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya, namun saat kembali koala itu kebingungan karena hutan yang pernah jadi rumahnya habis dibabat manusia. Karena itulah, buku ini diberi judul Koala Kumal. Mayoritas isinya bercerita tentang patah hati, tentang rasa yang pernah ada, dan tentang kenyamanan yang punah ditelan cinta yang baru.
Koala Kumal sedikit lebih tipis dibandingkan buku sebelumnya, Manusia Setengah Salmon. Selain kembali menggunakan judul binatang, kali ini pun Dika meneruskan konsep ‘Komedi Pakai Hati’ miliknya. Kedewasaan dan kematangan pun semakin terlihat disini. Struktur bahasa pun semakin rapi. Jelas saja, dengan usia yang sudah menginjak 30 tahun, Raditya Dika berangsur-angsur menghilangkan kata-kata kasar dan tidak baku seperti yang biasa ditemukan di buku-buku sebelumnya. Sebenarnya tidak penting membicarakan struktur bahasa dalam sebuah buku komedi. Namun, perbedaan itu semakin jelas. Sangat berbeda jauh dengan Kambing Jantan, buku pertama Dika yang sangat slengean dan hancur-hancuran, dalam segi bahasa.
Namun, apakah dengan patah hati sebagai tema utama dan kedewasaan membuat Koala Kumal tidak lucu lagi? Justru disitulah, kepiawaian Dika bekerja. Lucu tidak harus dengan komedi kasar. Komedi pakai hati pun bisa, begitulah prinsip Dika. Dan memang terbukti benar. Anda tidak perlu khawatir dengan sense of comedy-nya Raditya Dika bakal meluntur seiring dengan menuanya dia. Namun jangan harap komedi Koala Kumal bakal serusak dan sekasar Kambing Jantan dan Babi Ngesot. Ini serius.
Kesimpulannya, Koala Kumal sangat layak untuk dibeli dan dibaca. Banyak pelajaran dapat kita petik dari Koala Kumal, terutama bagi yang baru saja patah hati. Patah hati adalah proses menuju kedewasaan. Sering patah hati tidak berarti kita harus putus asa mengejar cinta. Cinta butuh perjuangan. Perjuangan itu adalah mempertahankan kenyamanan
06.17 | 0 komentar | Read More

tips membuat resensi novel/ filma

Cara Membuat Resensi Novel dan Film
Mungkin jika ada teman-teman yang merasa kesulitan untuk membuat suatu resensi. Resensi atau resentie sendiri adalah ringkasan pembahasan mengenai buku ataupun film tertentu. Pastinya ringkasan penjelasan itu dijelaskan secara singkat. Tidak hanya itu, resensi juga dilengkapi dengan data buku atau film yang menjadi bahas resensi kita.
Menurut aturan yang ada. Kerangka resensi adalah sebagai berikut:
1. Judul resensi
Judul resensi harus berbeda dengan judul film/buku yang akan kita resensikan. Pasalnya judul ini berguna supaya resensi kita bisa menarik perhatian pembaca.
2. Data buku/film.
Data adalah sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut. Misalnya adalah nama pengarang, nama sutradara, durasi film, tebal buku, penerbit, tahun terbit, tahun rilis, dan lain-lain. Tentunya pencantuman data ini tergantung opsi objek yang ingin diresensikan. Bisa buku atau film.
3. Sinopsis.
Sinopsis merupakan garis besar dari sebuah resensi. Sinopsis yakni menceritakan ulang secara singkat mengenai isi dari buku/film yang sengaja kita resensikan. Pastinya jika kita ingin meresensi sebuah buku, kita harus membacanya terlebih dahulu. Atau jika ingin meresensikan film, kita harus menontonnya terlebih dahulu. Hal ini memudahkan untuk pembuatan sinopsis dengan yang tertangkap dalam benak kita.
4. Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan dan kekurangan ini bersifat opsional. Artinya bisa dicantumkan atau tidak di sebuah resensi. Biasanya kelebihan dan kekurangan ini berdasarkan opini kita. Jadi lebih bersifat sebagai kritik dan saran untuk yang bersangkutan. Misalnya penulis buku, sutradara film, atau aktor-aktor pemeran film tersebut.
06.15 | 0 komentar | Read More

cara membuat dan tips membuat resensi buku

Cara membuat resensi buku yang baik dan benar

Setelah mengetahui unsur-unsur yang harus terkandung dalam sebuah resensi buku, sekarang kita mulai untuk membuatnya. Berikut langkah-langkah cara membuat resensi buku :

1. Menentukan buku yang akan diresensi

Tentukan buku yang akan anda resensi baik itu roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

2. Mencatat anatomi buku

Dalam resensi juga tercantum identitas dari buku. Catatlah identitas buku yang akan kita resensi, seperti jenis buku, judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, tahun cetak, jumlah halaman, jenis kertas, dimensi dan harga buku. Catat pula mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

3. Membaca buku dengan teliti

Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Sebelum membuat resensi, bacalah terlebih dahulu buku yang akan diresensi hingga tuntas lalu mencatat kutipan dan kata-kata penting, dan poin poin utama di dalamnya.

4. Membuat Ikhtisar buku

Menulis kembali gagasan yang dianggap penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu

5. Membuat isi resensi

Selanjutnya, Pada tahap ini kita memberikan komentar dan pandangan kita terhadap buku yang kita resensi. Berikut langkah-langkahnya :

  • Membuat informasi umum tentang buku yang diresensi

  • Menentukan judul resensi

  • Membuat ringkasan secara garis besar

  • Memberikan penilaian buku

  • Menonjolkan sisi lain dari buku yang diresensi

  • Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca

  • Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi
6. Kesimpulan

Kemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.

Tips Menulis Resensi buku

Berikut Tips Menulis resensi buku

  1. Cari dan tentukan buku baru nonfiksi yang akan kita resensi.

  2. Catatlah identitas buku yang akan kita resensi, seperti jenis buku, judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, tahun cetak, jumlah halaman, jenis kertas dan harga buku.

  3. Catat dan pahami tujuan dan latar belakang penulisan buku, dengan cara membaca kata pengantar atau pendahuluan buku.

    Apa tema atau inti isi buku? Apa yang ingin disampaikan pengarang melalui bukunya? Pada bagian ini, kita dapat menyampaikannya menjadi ikhtisar buku.

  4. Buatlah daftar pokok-pokok isi buku secara keseluruhan.

  5. Tentukan kelebihan dan kekurangan isi buku, dengan memperhatikan hal-hal berikut:

    a) Apakah ide-ide pokok yang diuraikan sesuai dengan tujuan penulisan buku?

    b) Apakah pengungkapan ide-ide pokok dalam buku tersebut tersusun secara sistematik? Apakah antara bagian satu dengan bagian lainnya tersusun secara harmonis?

    c) Apakah bahasa yang digunakan penulis mudah dipahami? (pilihan kata, struktur kalimatnya, gaya bahasanya, dan lain-lain)

  6. Reproduksi hasil catatan kita dalam bentuk tulisan resensi dengan menggunakan bahasa kita sendiri secara runtut dan jelas, dengan memperhatikan penulisan tanda baca yang benar.

  7. Pada akhir resensi berilah saran dan kesimpulan, apakah buku yang kita resensi tersebut layak dibaca atau tidak
06.09 | 0 komentar | Read More

tujuan dan unsur resensi

Tujuan Resensi

Seorang penulis resensi atau biasa disebut resentator akan memberi pertimbangan kepada pembaca secara seimbang, baik kelebihan maupun kekurangan suatu buku yang diresensinya. Selain itu penulisan resensi bertujuan untuk :

  1. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau hasil karya lainnya secara ringkas.

  2. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.

  3. Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya.

  4. Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, dan substansi buku
Unsur – Unsur Dalam Resensi

Setiap orang bisa membuat resensi dari suatu buku. Namun tetap dibutuhkan poin poin tertentu agar resensi yang kita buat bisa diterima orang lain. Berikut hal-hal yang harus ada dalam sebuah resensi buku :


  1. Identitas buku

    Jika buku yang akan anda resensi adalah buku terjemahan, akan lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut. Demikian juga dengan pengarang buku tersebut. Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.


  2.  Judul resensi

    Judul resensi harus memiliki keselarasan dengan isi resensi yang dibuat. Judul yang menarik juga akan memberi nilai lebih pada sebuah resensi.


  3. Data buku

    Data buku berisi :

    a. Judul buku

    b. Pengarang

    c. Penerbit

    d. Tahun terbit beserta cetakannya

    e. Dimensi buku

    f. Harga buku


  4. Ikhtisar Isi resensi buku

    Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya.


  5. Kelebihan dan kekurangan buku

    Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.


  6. Penutup resensi buku

    Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan, serta kritik dan saran kepada penulis.
06.08 | 0 komentar | Read More

trik membuat komik 1

Written By iqbal_editing on Jumat, 19 Agustus 2016 | 03.03

angkah 1: Menggambar Sketsa Komik Pada Kertas

Pada langkah pertama ini, buatlah terlebih dahulu sebuah gambar yang kamu inginkan pada selembar kertas. Saya sarankan untuk menggunakan kertas print HVS ukuran A4. Usahakan untuk membuat gambar dengan jelas, dan jangan ada garis gambar yang terputus-putus, supaya lebih mudah nanti proses seleksi objek untuk memberi pewarnaan pada komputer.


Gambar coretan tangan karya anak kelas 2 sekolah dasar
Langkah awal membuat gambar sketsa pada selembar kertas

Langkah 2: Scan Gambar ke Komputer

Setelah selesai menggambar, scan kertas hasil gambarnya pada alat Scanner. Bisa juga melalui printer yang support scanner, atau alat sejenisnya.
Simpan gambar hasil scanner tersebut pada komputer, umumnya dalam bentuk .JPG
sketsa-komik-teksnologi

Langkah 3: Buat Lembar Kerja Baru Pada CorelDraw

Selanjutnya jalankan software CorelDRAW. Klik Menu File > New (Ctrl+N) atau klik link New Document untuk membuat lembar kerja baru.
new-document-coreldraw-teksnologi
Untuk pengaturannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, atau bisa melihat contohnya di bawah ini.
new-document-settings-coreldraw-teksnologi
Kemudian klik OK, maka lembar kerja baru akan muncul seperti yang terlihat pada gambar berikut.
new-blank-document-coreldraw-teksnologi

Langkah 4: Import Gambar ke CorelDRAW

Selanjutnya klik Menu File > Import (Ctrl+I) untuk mengimpor (memasukkan gambar ke lembar kerja CorelDRAW). Pada saat browse, kamu bisa mencari lokasi gambar yang sudah kamu simpan.
import-file-coreldraw-teksnologi
success-import-file-coreldraw-teksnologi

Langkah 5: Tracing, Sekaligus Convert Gambar Bitmap Menjadi Gambar Vektor

Tracing digunakan untuk memberikan detail pada garis dalam sebuah gambar, supaya terlihat lebih halus sekaligus menghilangkan latar atau background dari kertas.
Masih dalam posisi seperti gambar di atas. Pastikan objek gambar sudah terklik. Kemudian klik tombol Trace Bitmap. Pilih Outline Trace > Clipart.
trace-bitmap-coreldraw-teksnologi
Jendela PowerTRACE akan terbuka. Dan pada menu inilah yang menjadi kunci untuk proses tracing. Disini kamu bisa melakukan beberapa pengaturan untuk menyesuaikan tingkat kehalusan dari tracing tersebut. Sebagai contoh, lihat pada gambar berikut.
tracing-coreldraw-teksnologi
Sekedar informasi, bahwa pada tahap ini sifatnya tidak baku, jadi proses tracing ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sketsa gambar kamu. Tentunya kamu bebas membuatnya agar lebih cocok dengan keinginanmu sendiri. Jadi tidak harus mengikuti cara seperti pada gambar di atas.
Oh iya, untuk melihat previewnya secara langsung membutuhkan waktu beberapa detik untuk loading, jadi harus sedikit bersabar untuk melihat hasil previewnya. Jika sudah klik tombol OK.


hasil-tracing-coreldraw-teksnologi
Hasil tracing secara auto di CorelDRAW X7
Terlihat bahwa background kertas sudah menghilang, sehingga terlihat lebih bersih (clear). Jika di zoom, maka hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini:
hasil-tracing-zoom-coreldraw-teksnologi
03.03 | 0 komentar | Read More

cara mencari unsur ekstrinstik dan intrinstik pada cerpen

Written By iqbal_editing on Senin, 08 Agustus 2016 | 08.27

Unsur Instrinsik Cerpen :
a. Tema, adalah pokok persoalan yang disampaikan atau dikemukakan pengarang dalam karya sastra sebagai sesuatu yang mendasari cerita, menjiwai cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita.
b. Alur, adalah jalan cerita atau rangkaian peristiwa atau kejadian yang berhubungan secara sebab akibat dan merupakan kesatuan yang bulat.
c. Latar atau Setting, yaitu tempat, waktu, dan keadaan yang menimbulkan sesuatu peristiwa dalam sebuah cerita.
d. Penokohan, adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
e. Sudut Pandang, yaitu posisi pengarang dalam membawakan cerita, posisi pengarang bisa sebagai orang pertama dan sebagai orang ketiga.
f. Amanat, adalah pesan yang ditangkap oleh pembaca dari sebuah karya sastra. Pesan tersebut dinyatakan secara tersurat oleh pengarang dan bisa juga secara tersirat.
Unsur Ekstrinsik Cerpen :
a. Sejarah penciptaan cerita
b. Latar belakang penciptaan
c. Sejarah Pengarang
08.27 | 0 komentar | Read More
 
berita unik