Putri Angsa
Pada suatu hari, raja mengetahui bahwa sangi putri begitu sombongnya. Sang raja sangat marah atas perilaku sang putri. Kemarahannya pun menjadi disaat sang putri membantah semua perkataan raja.Sang putri pun dikutuk oleh raja menjadi seekor angsa. Putrinya pun berubah menjadi angsa dan tidak bisa kembali seperti semula. Raja sangat menyesali perbuatannya itu hingga dia memanggil dokter dari luar kerajaannya, tetapi tidak ada satu dokter pun bisa membuat putrinya kembali seperti dulu. Raja meminta bantuan pada penasehat kerajaan untuk membantu mencari solusinya. Penasehat kerajaan itu berpikir setiap hari untuk mendapatkan solusinya. Setelah berpikir dengan kerasnya, penasehat kerajaan itu mendapatkan solusinya yaitu mengadakan sayembara.
"Barang siapa yang dapat menghancurkan kutukan yang ditimpa putri raja, akan mendapat seribu keping emas. Selain itu, hidupnya akan dijamin oleh kerajaan dan dia akan mendapat jabatan yang pantas di kerajaannya."Pengumuman tersebut diumumkan di seluruh penjuru dunia. Tetapi semua orang dari penjuru dunia tidak dapat mengembalikan putri raja tersebut seperti dulu. Raja tetap berusaha keras untuk mencari orang yang bisa mengembalikkan putrinya seperti dahulu.
Raja memutuskan untuk berkuda dan mencari orang yang bisa mengembalikkan putrinya seperti semula. Sang raja mencari hingga pelosok kerajaan, bahkan dia berkuda melewati gunung - gunung. Beberapa hari kemudian raja tetap saja berkuda, dia memasuki kawasan hutan terlarang. Para prajurit yang mencegah raja tidak ditanggapinya. Raja terus berkuda dengan kencang dan para prajuritnya menyusulnya. Di tengah perjalanan dia melihat sebuah gubug tua. Dia pun berhenti untuk istirahat sejenak.
"Permisi, apakah ada orang di dalam?" teriak salah satu prajurit
"Iya, sebentar." terdengar suara serak dan langkah kaki yang mendekat
Keluarlah seorang nenek yang sangat tua
"Iya nak, kalian mau apa kesini?" tanya si nenek tua itu
"Kami hanya ingin beristirahat sejenak disini, apakah boleh?" jawab salah satu prajurit
"Boleh nak, silakan masuk"
Mereka pun masuk ke dalam gubug tersebut.
"Nak, kenapa kalian berani ke tempat ini?. Dari dulu tidak pernah ada orang yang ingin ke hutan ini karena terkenal angkernya." Tanya si nenek
"Begini nek, sebenarnya kami dari kerajaan. Kami ingin mencari seseorang yang dapat menyembuhkan putri dari raja. Tetapi setelah kami berkuda begitu jauh, tidak satu pun mereka bisa membantu kami." jawab salah satu prajurit
"Tetapi kalian berani sekali datang ke hutan ini, apakah kalian tidak takut dengan cerita yang ada di masyarakat?" Tanya nenek itu
"Sebenarnya kami takut nek, tetapi raja kami pergi ke arah sini jadi kami harus mengikutinya. Lalu nenek sendiri mengapa tinggal di tengah hutan ini?, sendirian pula."Tanya salah satu prajurit.
"Akulah yang menunggu hutan ini, sebenarnya akulah yang membuat cerita itu. Aku membuat cerita hantu tentang hutan ini karena aku ingin melindungi hutan ini dari manusia - manusia yang gila. Lalu ada apa dengan putri raja" jawab nenek itu
"Dia adalah wanita yang sangat cantik, tetapi sayangnya dia sangat sombong. Raja tidak tahu bahwa anaknya sangat sombong. Pada suatu hari raja melihat sendiri perilaku anaknya lalu dia mengutuknya menjadi seekor angsa dan dia tidak bisa kembali seperti semula." Jelas salah satu prajurit.
"Dimana rajamu sekarang?" tanya nenek itu
"Beliau berada di luar nek." jawab salah satu prajurit
Kemudian nenek itu menuju keluar gubug itu dan berbicara kepada raja.
"Yang Mulia, aku tahu bagaimana cara mengembalikan putrimu seperti semula."
"B...bagaimana caranya?" tanya sang raja
"Berikanlah 100 orang 100 keping emas dan makanan, lalu belilah kain berwarna putih dan tutuplah putrimu dengan kain putih itu. Suruhlah 100 orang yang kau berikan 100 keping emas dan makanan itu memegang kain putih yang dipakai sang putri. Tunggulah semalaman, putrimu akan kembali seperti semula pada keesokan harinya." jelas si nenekRaja pun berterima kasih pada nenek itu dan mengajak para prajuritnya untuk pulang ke kerajaan. Sesampainya di kerajaan sang raja menjalankan solusi dari nenek di gubug itu. Semua berjalan dengan lancar, raja tidak sabar ingin melihat putrinya kembali seperti semula. Dia pun pergi ke kamar putrinya dan duduk di depan pintu kamarnya hingga matahari terbit.
Saat matahari terbit, raja pun memasuki kamar sang putri. Alangkah terkejutnya raja mengetahui anaknya kembali seperti semula. Kemudian sang raja memeluknya, mereka menangis haru bersama. Raja memeluk sang putri dan menasehatinya agar tidak sombong lagi. Putri pun menerimanya dan dia pun tidak sombong lagi. Raja yang sangat senang membuat pesta besar-besaran untuk kembalinya anaknya. Raja juga memanggil si nenek dari gubug itu untuk datang kepestanya. Nenek itu datang dan dia juga membongkar semua tentang hutan terlarang itu. Akhirnya, kerajaan pun kembali menjadi kerajaan yang bahagia dan sejahtera.
TAMAT
0 komentar:
Posting Komentar