Cerita Ratu Sedih
Mereka melakukan perjalanan berbulan-bulan dan mengunjungi berbagai macam istana besar dan kota, menemui banyak putri cantik dan wanita hebat, tapi tidak menemui seorang wanita pun yang membuat hatinya bergetar. Setelah perjalanan seharian, kelompok tersebut tiba di sebuah danau, dan sang raja memutuskan untuk berhenti disana dan membuat kemah untuk malam hari. Saat dia sedang menikmati makan malam, dia mendengar alunan samar sebuah lagu datang dari arah danau. Dia bangkit dan berjalan menuju arah suara itu. Dia melihat sebuah perahu dan pada perahu itu terdapat figur seorang wanita. Dengan bantuan cahaya bulan, dia melihat wajah wanita itu dan segera mengetahui bahwa wanita ini adalah yang dicarinya selama ini.
Sang raja memanggilnya prajuritnya dan mereka mengarungi air dan mendorong perahu itu ke pinggir danau. Sang raja membantu wanita itu melangkah ke daratan dan memperkenalkan dirinya. Dia meminta wanita itu menjadi tamunya dan bergabung untuk makan malam. Sang raja mengungkapkan tujuan dari pencariannya, dan bertanya pada wanita itu apakah ia bisa ikut kembali ke istana untuk menjadi istri sang raja. Wanita itu terkejut, “Anda ingin menikahi saya, sementara saya itu orang asing bagi anda?”
Raja itu bersikeras dan menyatakan bahwa dia tidak pernah melihat wanita dengan penampilan yang begitu indah, dan wanita itu akan membuatnya sangat bangga jika bisa menjadikannya seorang istri. Sang raja menjanjikan kehidupan yang mewah dan kenyamanan, pelayan-pelayan yang memenuhi apapun kebutuhannya, dan kesetiaannya yang abadi, jika wanita itu bersedia menjadi istrinya. Wanita itu mengangguk dan menyetujui usulan sang raja.
Pada perjalanan kembali ke istana, sang raja berbicara dengan calon istrinya, tapi dia tidak berkata banyak. Wanita itu hanya mengatakan bahwa namanya adalah Jina dan dia telah melakukan perjalanan yang panjang, tapi tidak memberitahukan alasannya. Sang raja menyadari bahwa wanita itu tidak pernah tersenyum sekalipun, tapi terlalu memperhatikan hal tersebut, karena berpikir ini adalah sebab dari perjalanan yang jauh dan berat. Sang raja yakin saat mereka kembali di istana dan menikah, maka mood dari wanita itu akan menjadi lebih baik.
Pernikahan tersebut berlangsung beberapa hari setelah mereka tiba di istana, dan negri raja tersebut merayakannya selama 3 hari. Ratu baru itu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan seluruh penghuni istana terkesan dengan perilaku dan keanggunannya. Tapi Jina tetap saja tidak tersenyum. Sang raja bertanya jika ada yang bisa dilakukan untuk membuatnya tersenyum, tapi wanita itu mengatakan bahwa semuanya sempurna dan ia merasa sangat bahagia. Ia juga berkata bahwa ini hanyalah masalah waktu dan meminta sang raja agar tidak merasa cemas.
Suatu hari sang raja memiliki sebuah ide yang diyakini bisa membuat istrinya tersenyum. Dia mengistruksikan penghuni istananya yang paling dipercaya untuk datang ke ruangan pribadinya malam itu, dan memberitahunya bahwa musuh berada di pintu gerbang bersiap untuk merebut istana.
Malam itu, saat raja dan ratu bersama di kamar tidur, penghuni istana membuka pintu, tampak kehabisan nafas dan pakaian yang acak-acakan.
“Raja, ada pasukan musuh di gerbang, bersiap-siap untuk menembakkan meriam!
“Dimana prajuritku? Dimana penjagaku?”
Saat sang ratu melihat ekspresi dari suaminya, dia tiba-tiba tertawa. Dia menutupi mulutnya dengan kedua tangannya, tapi sang raja merasa sangat bahagia.
“Berhasil, berhasil! Akhirnya ratu tertawa!” sang raja mengaku kepada istrinya bahwa trik yang disiapkan untuk istrinya dan sang raja merasa lega, karena istrinya tersenyum atas pengakuan ini.
Keesokan harinya sang ratu kembali terlihat sedih dan sang raja pun mulai yakin ada sesuatu yang terjadi pada masa lalu istrinya yang sangat menyedihkan. Tiba-tiba ada ledakan besar dan penghuni istana berteriak jika ada pasukan musuh di gerbang.
Sang raja menggelengkan kepalanya dan berkata kepada penghuni istana itu, “Aku tahu kamu berniat baik, tapi ini tidak akan berhasil kedua kalinya.” Tapi penghuni istana itu melanjutkan: “Tidak tuan, kali ini musuh sungguh ada disini!”
Sang raja melangkah keluar dan mendengar suara meriam membentur tembok istana dan memanggil penjaganya, tapi semua sudah terlambat. Prajurit musuh telah berada di dalam istana dan menyingkirkan semua orang yang ditemui dan membunuh sang raja beserta penghuni istana lainnya. Mereka mengampuni Jina dan panglima perang yang memenangkan perang tersebut menyatakan dirinya raja yang baru dan menjadikan Jina ratunya.
0 komentar:
Posting Komentar