Translate

puisi rindu alamku

Written By iqbal_editing on Rabu, 23 Agustus 2017 | 08.36

Rintihan  Pulau Ku
Wahai Pulau..
Pulauku diselimuti sampah..
Tumpukan sampah menggunung, membutakan pandangan mata
Menusuk indra peciuman membuat langkah untuk menghindar
Sampah organik, sampah non organik, dan sampah barang beracun dan berbahaya pun bercampur dalam sebuah wadah penampung..
Dihinggapi lalat diberbagai sudut..
Berlalu lalang lah beberapa orang di depan bak sampah tersebut..
Tapi?? Siapa peduli ?
Mereka hanya menutup hidung dan mengacuhkan pandangan mereka!
Wahai Pulau..
Pulau ku tak lagi rindang..
Dimana dulu kami sejuk memandang
Namun Kini pohon-pohon perlahan menghilang
Yang tersisa hanya ilalang yang melambai di bawah terik
Mengajak kami menari di atas rumput kering kerontang
Wahai Pulau..
Pulau ku dipenuhi lubang-lubang yang mengakar pada tanah bumi..
Pahatan-pahatan pada dinding tanah, tertahankan oleh beberapa bilah kayu rapuh
Yang mungkin saja bisa patah sewaktu-waktu
Namun para pekerja itu tak peduli
Terpenting adalah mereka bisa mengais timah sepuas hati mereka
Tak sadarkah mereka sangat serakah?
Tak sadarkah mereka sangatlah salah?
Menggenanglah hamparan air dari dalam bumi
Wahai pulau..
Ku tau kini engkau sedang merintih sambil tertatih-tatih
Tapi dengarkan kami, takkan kami sakiti dirimu lagi hanya untuk kepuasan hati demi anak cucu kami
Karya : Alifa Putri Maharani

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik