8 . 4
Bayangmu
Karya :
Dena Indriawan
Entah
berapa lama kita berpisah
Saling
memendam perasaan yang besar
Bayangmu
selalu ada di setiap hariku
Dan
di setiap mimpiku..
Tetapi Bayangmu terlalu abu-abu
Terlalu samar bagiku untuk menggapai
Terlalu berkabut
Dan terlalu semu..
Di
tengah ketidakpastian ini..
Akankah
ada titik terang diantara kita..
Jalan
untuk kembali bersama
Seperti
cerita lama kita..
Yang sekarang tak bertuan mengikis hati
Sahabat
Karya : Diah
Andini
Tiap waktu aku
menanti
Kapan sahabatku
kembali
Walau waktu selalu berganti
Kau masih belum kembali
Walau aku bersama teman-temanku.
Hanya kaulah yang sangat kurindukan
Sejak kecil kau selalu menemaniku
Hingga terjalin tali persahabatan
Jika saat bertemu nanti
Kuharap kau tak lupa padaku
Karena aku sudah menanti
Kehadiranmu dihapadanku
Perang
Karya:
Dimas Aji Prasetio
Perang...
Kau
begitu kejam
Kau
begitu sadis
Kau
masih mendunia
Pulau, tanah...
Itulah yang
engkau rebutkan
Perang...
Kau merebut
semuanya
Perang...
Kau
tak ada gunanya
Perang...
Hanya
orang bodoh yang melakukannya
Perang...
Kau membunuh
semuanya
Bermula dari rasa
egois
Berujung kematian
Renungan Tahun Baru
Karya : Farah Nabillah
Tuhanku,
Demi
kemuliaan-Mu
Tidak
ada maksud menentang-Mu
Ketika
aku bermaksiat...
Bukan
pula maksudku mendurhakai-Mu
Ketika
aku berbuat jahat...
Sebab
aku tak mengetahui kedudukan-Mu
Sebab
aku tidak mungkin bisa megelak dari azab-Mu
Aku
bermaksiat semata-mata karena godaan jiwaku
Aku
terdorong oleh kecelakaanku
Sebab
aku terpedaya oleh tabir-Mu yang kau gerai dihadapanku
Akupun
menjadi nekat dengan perbuatan bodohku
Lalu...
siapa pula kini sanggup membebaskanku dari siksa-Mu
Jika
kau putuskan tali tempat ku bergantung
Betapa
buruknya aku bila kelask berdiri di hadapan-Mu
Kepada
orang yang berat timbangannya kau berkata,
“Teruslah
berlalu...”
Kepada
orang yang ringan timbangannya kau berkata,
“Tunggu
dulu!”
Akankah
aku terus berlalu bersama orang yang berat timbangannya?
Atau
haruskah aku berhenti bersama mereka yang ringan timbangannya?
Wahai,
celakalah aku.........
Kian
tua usiaku... Kian bertambah pula dosaku...
Hariku
telah berganti minggu...........
Bulanu
kini telah berganti tahun baru...
Namun,
Ibadahku........
Shalatku.....
Zakatku..... Puasaku..... Hajiku....
Infaq
dan shadaqohku....... Jihadku......
Semuanya
belum sempurna....
Wahaiii............
Celakalah
aku..........
Kian
panjang usiaku kian bertumpuk pula kesalahanku...
Sampai
kapan kiranya aku bisa bertaubat?
Sampai
kapan kiranya aku bisa kembali?
Bukankah
kini telah tiba saatnya.........
Untuk
menjumpai-Mu.....
0 komentar:
Posting Komentar