Puisi Tentang Kesehatan : Anugerah Terlupakan
Karya Nafisa Anida
Kukalungkan kesombongan di hatiku
Megah dengan kuasa diri yang angkuh
Jasad ini begitu tegap menjajah bumi
Tiada luka nan sakit yang menempel jasmaniku
Sungguh, rohaniku telah tertipu
Dalam kedangkalan ilmunya
atau sebab takabarnya jiwa
Anugerah itu terlupakan
Dalam rasa sehat
Aku lalai bahwa sehat adalah rizki
Yang terlupakan untuk di syukuri
Dalam rasa sehat
Ada rasa indah dalam kebebasan
Namn dalam rasa sehat
Seringkali membawa tinggi hati
Bahwa kita tak pernah mati
Atau takdir bisa mengintip dari balik kemungkinan
Ah,
kini ketika semuanya terjadi
tingal meringkuk menunggu mati
Berharap rasa sakit ini terhenti
Hingga ajalku datang segera kapanpun nanti
Puisi Tentang Kesehatan : Sebelum Nafasmu Terhenti
Sebelum nafasmu terhenti
Jadikan wujud ragamu sebagai wujud jatidiri
Dalam senyap kediamannya
Jasad ingin dimengerti oleh dia yang memiliki
Duhai jiwa - jiwa yang lalai pada hak tubuh
Yang dengan asap - asap rokok kau recuni paru - parumu
Dengan mata terbuka sepanjang malam kau lelahkan mata dan akalmu
Dengan kebaikan yang bernafsu hingga lupa pada hak jasadmu
Ingatlah,
Tuhan tak menciptakan segala sesuatu tanpa sebab
Maka sebelum nafasmu terhenti
pastikan nafasmu bukan nafas pesakitan
Pastikan tubuhmu hidup dalam kesejahteraan
Perjuangan tak perlu mengorbankan badan
Kesenangan tak perlu merelakan kesehatan
Kehendakmu tak perlu menyiksakan raga
Puisi Tentang Kesehatan : Sang Alam Hidup
Bergetar segera sebuah kampung
Bercarut marut dalam takut
demam itu berdarah
Bahkan menyisakan kematian
Tangis membahana seperti hujan di kala kemarau
Ketenangan yang diselimuti rintihan
Menghantui manusia - manusia yang lalai
Hingga kemudian virus itu merayap bebas menggenangi kumpulan jiwa
Ah,
Sang alam hidup
Bagaimana engkau dicampakkan
Bahkan dirimu ternodai oleh sisa sisa kotoran manusia
Sampah sampah tak terhitung dilemparkan kepadamu
Lalu lihatlah bagaimana Tuhan menghukum
Lewat udara yang tak lagi segar
Dengan penyakit yang kian beragam
Lalu kematian yang kian mengerikan
0 komentar:
Posting Komentar