Cerpen 100 kata--- Kelaparan Karena Cinta
“Kamu tahu ada berapa orang lain yang kelaparan seperti kita sekarang?”Geisya menggeleng, tak peduli. Dia masih merenungkan adegan kawin lari yang disusunnya untuk mereka, dia dan Riki.
“Ribuan juta, bahkan lebih. Indonesia ada di peringkat ke-11.” Jawab Riki, “nomor keberuntungan sepertinya..” lanjutnya pelan, dipereratnya pelukannya pada lututnya.
Geisya mengamati lagi mahasiswa jurusan seni rupa di depannya, nampak seperti salah memilih jurusan.
“12,6 juta jiwa.”, “angka yang tidak sedikit.”
“Mau kau jelaskan teori apa lagi, aku tetap lapar..” Geisya mendengus kesal.
Pertamakalinya dia harus tinggal di bawah kolong jembatan.
Haus dan kelaparan.
Berpakaian dekil layaknya gelandangan.
Dasar cinta sialan.
0 komentar:
Posting Komentar