Translate

Cerpen: Berharap ini Mimpi didalam Mimpi

Written By iqbal_editing on Senin, 06 Maret 2017 | 04.45


Cerpen: Berharap ini Mimpi didalam Mimpi

**7 Tahun Kemudian**



Aku menyapu pandang di setiap sudut ruangan,, dg raut wajah yg ceria dan penuh takjub akan unik'y ini..
Rumah mewah yg berada di atas pohon begitu besaaar..

"Sayang,, apa ini rumah yang akan kita tempati nanti?" ucapku sambil memeluk pinggang Rendy dari samping..


"Yaa sayang,, disini kita akan menjalani kehidupan yang akan kita awali kembali seperti kala kita bertemu pertama kali di SMP dulu.."

Kata-katanya membuatku terenyuh teringat akan indahnya masa muda kami dulu,, begitu banyak kenangan yang tak terlupakan..
Every moment is a sweetest one..

Lengannya yang menarik lembut tangan kanan ku mengajak untuk memperlihatkan setiap ruangan,, kamar kami dan kamar anak-anak kami kelak..
Begitu manis,, mampu membuatku berkaca-kaca,, terharu akan semua yang telah tersiap kan untuk aku,, tepatnya rumah tangga kami kelak..

Aku menatapnya lembut,, ia membalas dg senyum hangat dan memelukku..

Oh betapa ingin segeranya hari pernikahan itu datang..




**Beberapa Hari Kemudian**




"Permisi.." suara tak ku kenal terdengar dari depan rumah..

Segera ku buka pintu dan bertanya,, "ada keperluan apa?"

"Saya pengantar surat undangan,, ini.." sambil memberika sebuah surat undangan berhiaskan pita merah muda di tengahnya..

'Siapa yang menikah?' tanya ku dalam hati..

Ku baca nama pasangan yg akan menikah ini dihalaman awal..

'Haaah?'
Lidahku kaku,, mata terbelalak yang perlahan memudar menggenangkan air mata,, tak berkedip sedikitpun..
Tapi air mata sudah bergulir tetes demi tetes..
Kedua kakiku melemas..
Darah disekujur tubuhku rasanya mengalir ke kepala,, dan gelap..........




**Beberapa Jam Kemudian**




Aku terbangun dg kepala yg begitu berat dan sakit,, seperti habis terbentur dari hantaman sesuatu yang keras..

"Risha,, bangun.." begitu suara ibu ku dg raut wajah amat sangat cemas kulihat..

Aku melihat di luar kamar ada sosok yang tak ku kenal,, siapa yaa?
Ah....dia pengantar surat undangan..

Tunggu..! Surat undangan?

Sadar akan kejadian yang barusan ku alami,, langsung ku berteriak..

"AAAAAAAAAAA....ga mungkin! Ini ga mungkin! Rendy itu akan menikah dg-ku dalam jangka waktu sebentar lagi!" begitu ucapku tak karuan.. "Hey kau,, tukang antar surat undangan.. Katakan! Aku tau ini hanya lelucon kan? Ini tak nyata kan?! Iya kan?!"

"Maph,, tapi saya hanya diperintah untuk mengedarkan surat undangan ini.. Selebihnya saya tidak tau apa-apa.."

Mendengar itu membuatku semakin hilang kendali,, "TIDAAAAAK MUNGKIN!! RENDY HANYA MENCINTAIKU!! IA AKAN SEGERA MELAMARKU DAN MENIKAHIKU!! BAHKAN IA SUDAH MEMPERLIHATKAN RUMAH YG AKAN KAMI TEMPATI KELAK!! AAAAAAAAAA..!!!!!!"

Ibu ku hanya melihatku sedih,, tatapan matanya seperti menyiratkan bahwa,, 'Oh anakku,, malang sekali nasibmu nak..'




**Hari Pernikahan**





Aku berusaha untuk menghubungi Rendy,, datang ke rumahnya untuk menanyakan 'apa maksudnya ini?'
Tapi hasilnya nihil,, ia seperti lenyap sengaja menghindariku..

"Assalamualaikum,, Risha....??"

Seperti ada seseorang yang memanggilku,, siapa yaa? Suaranya tidak asing lagi..

Ku lihat lewat jendela,, ah itu Denny,, teman dekatku dg Rendy..

Kubukakan pintu segera..

"Yah? Ada apa Den? Bukan waktunya untuk bertamu saat keadaanku yg seperti ini..!" ucapku ketus,, memang aku menjadi seorang sangat ketus saat kejadian itu..

"Maph jika aku mengganggumu Ris,, tapi......"

"Tapi apa? Cepat katakan!"

"Tapi apa kau tidak ingin menghadiri acara akad nikah Rendy dg pasangannya? Kita sudah hampir terlambat.."

Aku terperanjat mendengar'y..
Aku seperti kesetanan,, "ayo kita pergi! Cepat...nanti kita terlambat.."

Maksud terlambat ku adalah terlambat untuk membatalkan acara akad nikah tersebut..

"Tapi Ris....."

"Ayo.......!"

Denny pun langsung bergegas menyalakan mesin mobilnya,, berkali-kali dinyalakan namun gagal..

"Ada apa dg mobil butut mu ini? Cepat lah!"

"Ehm,, iyah tunggu sebentar.."

Denny sama sekali tidak tersinggung dg ucapanku,, ia seperti mengerti apa yg tengah terjadi di diriku hingga ucapanku sampai sekasar ini..



**Ditempat Akad Nikah**




Sesampainya disana,, terdengar suara riyuh tepuk tangan,, dan senyuman sumringah dari para undangan tamu yang duduk dilantai mengelilingi satu pusat,, Rendy.....Rendy yang menjadi pusatnya yang tengah mencium kening seorang wanita disampingnya..

'Ja....jadi aku terlambat? Me...mereka...mereka sudah.....?' dua tangan Denny berusaha menahan bahuku,, takut takut aku terpinsan..

Memang,, lemas sekali....badanku lemas sekali....aku hanya mematung dan sakittt....dadaku seperti tertusuk jutaan curit..

Rendy dan pasanganya bangun dari duduk,, yang diikuti oleh para hadirin untuk bangun..

Aku lihat Rendy berjalan menggandeng tangan wanitanya ke arahku..

Tak ku sia-siakan kesempatan ini..

"RENDDDDDYY..! Apa.....apa-apaan ini? Ka...kau,, pernikahan apa ini?!" kukatakan dg air mata dan tenaga yg rasanya tinggal sisa-sisa yg terpaksakan..

Tapi Rendy hanya menoleh ke arah ku dg tatapan tak berdosa sama sekali..
Tatapan itu tak ku kenal sama sekali,, seperti memiliki kepribadian ganda..
Yaa,, memang Rendy selalu berkali-kali mengatakan bahwa ia memiliki kepribadian berbeda,, terlebih karena memang zodiak'y yang Gemini,, lambang dua anak kembar..

Ia terus melanjutkan perjalanannya dg tetap menggandeng tangan wanitanya..

"Haa? A....a..." gagap seketika akibat tangisan tak bersuara yg mengalahkannya.. Denny hanya memopang bahu ku untuk tak terjatuh..

Semua para undangan yg hadir seakan menatapku keji,, mereka melihatku yg datang dg pakaian yg tak formal tak seperti mereka..
Aku tak perduli! Tatapan kalian tak sebanding dg perjuangan ku bertahun-tahun memperthankan hubunganku dg Rendy..!

Denny memaksaku masuk kedalam mobil..

Tapi,, 'tidak! Tidak!' aku hanya bisa berkata dalam hati,, tak sanggup aku berkata satu dua patah kata..
Hanya bahasa tubuhku yg menolak untuk masuk kedalam mobil..

Tapi,, bagaimana kalau aku minta Denny untuk mengantarkanku untuk pergi ke rumah yg pernah Rendy tunjukkan kepadaku..
Aku mencoba menenangkan diri,, aku menarik napas panjang,, bismillah..

"Rendy,, antarkan aku ke daerah..............."

"Untuk apa?"

"Sudah antarkan saja!" kuucapkan dg suara yg kupaksakan lantang..

Mobil pun melaju ke tempat dimana yang aku inginkan..



Sampai di tempat yang ku maksud..
Yaitu rumah mewah yg berada diatas pohon yang sangat besar..

Lagi-lagi air mataku menitik derasnya melihat Rendy menggendong wanitanya masuk ke dalam rumah itu..

'A.....apa...apppa kau akan menggunakan rumah itu untuk malam pertama? Jaaa...jangaaan..!'

Aku bergegas masuk mengikuti Rendy,, tapi setelah masuk ku dapati Rendi tengah berada dalam kamar yang Rendy tunjukan bahwa itu adalah kamar kami berdua..
Ta....tapi nyatanya kau pakai untu wanita lain?
Ka....kau.. T-T

Tak habis pikirku,, Rendy mungkin tengah mencumbu wanitanya di dalam kamar itu..
Bukan kah yang seharusnya didalam itu adalah aku?
Tapi? Wanita lain? Wanita lain?
Sungguh,, semakin aku pikirkan semakin aku tak mampu merasakannya lagi.. T-T

"Rendy..!! Hentikan....hentikan..!! Kau boleh menyentuhku asal jangan sentuh wanita itu.. Aku mohon..!! Aku tak sanggup membayangkan kau bersama wanita lain..!! RENDDDDYYY.....INI AKU..!! Keluar lah T-T" aku berhenti sejenak menarik napas,, karena rasanya itu sedikit sekali,, justru malah menyesak dalam dada..
"Rendy,, dulu kau bilang kita akan berjodoh,, setiap kita putus kau selalu bilang kalau suatu saat nanti kita akan menikah,, kita akan berjodoh.. Tapi? Kau sendiri yg menghancurkan kata-katamu sendiri T-T,, tidak ingatkah kau saat masa SMP-SMA dulu? Kau selalu menguatkanky untuk tetap bisa kuat melewati ujian dalam hubungan kita.. Apa kau tidak ingat? Ingatlah,, dan kau pasti tidak akan tega dg ini.. T-T"

Tapi tak ada satu kata-pun dari Rendy yang membalas perkataanku.. T-T

Aku ditarik keluar oleh Denny..
'Tidak.....jangan.. Aku akan tetap berada disini sama Rendy keluar..'
T-T begitu ucapku dalam hati..

Aku pasrah,, aku sudah lelah..

Aku dipaksa masuk ke dalam mobil oleh Denny,, ia mengantarkanku pulang ke rumah..

Jutaan kata-kata yg mencoba menguatkanku terlontar dari mulut Denny tapi aku hanya terdiam dg tatapan kosong..

Sampai di rumah,, sudah terdapat ibu ku yg menunggu di teras rumah..

Segera kuhampiri dan memeluk ibu ku..
Emosi ku tertumpah di pelukkan ibu.. Ibu pun ikut menangis..

"Sudahlah nak.. Kuatkan hatimu,, Rendy sudah bahagia dg wanitanya.."




**Didalam Kamar**





Didalam kamar,, dg lampu yang sengaja tak kunyalakan..
Aku terduduk dikasur busa itu dg tatapan yang lagi-lagi kosong..
Aku tak sanggup menghadapi kenyataan ini..

Apa mungkin aku mimpi?

Jutaan kenangan manis ku bersama Rendy bermunculan dikepalaku..
"AAAAAAAAAAAAA.........!!!"
Tiba-tiba saja aku berteriak..
T-T
Mungkin aku sudah gila..
Yaa aku sudah gila..
Teringat kata-kata ibu bahwa 'mungkin ia sudah bahagia'
Aku langsung bergegas mengambil HP-ku,, segera ku ketik huruf demi huruf..

"Rendy,, maph kan kelakuanku yang kekanak-kanakan.. Aku tidak akan mengganggumu lagi.. Aku akan mencoba ikhlas kau dg wanita-mu.. Terimakasih atas hari-hari manisku yg dihiasi oleh hadirnya dirimu dihidupku.."


------------------
------------------
------------------
------------------
------------------
------------------
------------------
------------------

Tiba-tiba ku terbangun dari tidurku,, napas tersengal-sengal,, merasa lelah akan apa yg telah kualami dimimpi ku tadi..
Kulihat jam bekker ku menunjukkan jarum pendek ke arah angka 4,, jam 4 subuh?
Tiba-tiba air hangat mengalir dipipiku..
Alhamdulillah ini hanya mimpi,, :') ini hanya mimpi!
Rendy masih milikku..
Aku segera mengambil HP,, dan mengirimi sebuah sms,, "sayang,, aku mencintaimu.. Sangat sangat mencintaimu"



~The End~




Asli ini mimpi semalem,, :'D dituang kedalam tulisan di postingan ini..

16 April 2012,, 04:05 WIB..

0 komentar:

Poskan Komentar

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik