Translate

cerpen biola penghantar kehidupan

Written By iqbal_editing on Selasa, 07 Maret 2017 | 14.59

Pagi-pagi sekali raena seorang gadis kecil pergi untuk menjual kue-kue.
“ra? Pagi sekali kamu berjualan nak.” sapa ibu raena.
“iya bu, raena mau agar kue ini cepat laku terjual..” jawab raena.
Di jalan, raena melihat anak sebaya dengan raena sedang bernyanyi di samping sopir mobil. Raena melihat anak itu bernyanyi, lalu mendapatkan uang. “oh.. Aha!! Aku coba saja bernyanyi, nanti aku akan dapat uang!” pikir ku.
Tiba-tiba pria tinggi dan bertato menghadapku. “heh! Kalau lo mau ngamen, ada storan buat gue.” katanya.
Raena berlari sekencang mungkin, dia takut dengan preman jahat tadi. Lalu dia kembali menjual kue.
“kue… Kue…” tidak lama kemudian kue nya tersisa 2, raena lelah, lalu ia tertidur di bale.
Ketika raena bangun, di sampingnya terdapat biola cantik. Raena kewalahan mencari pemiliknya yang entah kemana dan siapa. Terpaksa raena mencoba memainkannya. Tidak disangka, banyak yang memujinya dan memberikannya uang, meskipun ia duduk di bale.
Hari mulai sore, raena kembali ke rumahnya yang seperti gubuk. “ibu… Ibu… Raena dapat uang banyak dan biola…” teriak raena.
“wah.. Darimana biola yang kamu dapat nak?” tanya ibu.
“ceritanya panjang bu..” jawab raena yang menundakan.
Keesokan harinya, raena memanfaatkan biola itu. Sehingga banyak orang yang terharu melihat ia bermain biola. Hingga suatu hari seorang wartawan datang ke rumah raena. Mereka mendengar berita dari omongan orang-orang. Saat itu raena diundang para wartawan untuk mengikuti acara bakat, yaitu anak berbakat. Tak disangka, raena memenangkan acara itu. Lalu raena selalu dipanggil dalam acara-acara lainnya, raena masuk televisi loh!
Sekarang, raena menjadi pemain biola terbaik. Rumah raena tidak lagi berbentuk gubuk, melainkan seperti istana. Tetapi raena tidak sombong, raena memberi bantuan kepada orang-orang yang lebih membutuhkannya.
“nak, ternyata biola yang kau dapat adalah biola penghantar kehidupan” kata ibu sambil memeluk raena.
“iya bu, sekarang kita sudah sukses, ibu bisa membeli apa yang ibu impikan waktu kita masih miskin.”
– selesai –

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik