Created by : Devita Putri
Genre : Sesuai alurnya
Main cast :
- Justin Atika Sari As Justin
- Antonius Nicky Riyant As Nicky
- Nely Agustina As Nely
- Muhammad Rizky As Kiki
Cerita ini hanyalah fiktif belaka! Jika ada kesamaan cerita, itu hanya kebetulan saja
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Suatu ketika, saat itu suasana di panti asuhan ‘ Permata Hati ‘ terlihat sepi, anak anak disana padahal tengah berkumpul di kamar khusus mereka. Entah kenapa mereka begitu terlihat murung, tak ada aktivitas apapun
selain hanya terdiam
“Teman teman, aku kangen banget sama ka Justin”,lirih bocah laki laki dgn menopang dagunya, sebut saja dia Karel
“Iya, aku juga..”,tambah bocah laki laki lain bernama Raza
“Kira kira.. Kapan kak Justin kembali?”,Karel. Semuanya mengangguk kompak
“Hai anak anak...”,tiba tiba seorang gadis menyapa mereka. Saat mereka menoleh, wajah mereka begitu senang dan berhambur memeluk gadis itu
“Kak Justin!!!!”,seru semuanya. Gadis yg di sebut Justin itu langsung membalas pelukan mereka
“Kak, kita kangen banget loh sama kakak..”,ujar Karel
“Iyah kak, baru satu minggu kakak ninggalin kita, kita udah kangen banget..”,sambung Raza
“Kakak juga kangen sama kalian..”,Justin pun tersenyum senang melihat wajah anak anak yg begitu nampak ceria
“Justin.. Kamu udah pulang?”,tanya wanita paruhbaya yg baru saja datang. Justin menoleh
“Iya Bun.. Aku baru aja pulang..”,jawab Justin tersenyum dan mencium punggung tangan sang Bunda
“Oh iya Karel.. Ada tamu buat kamu...”,ujar Ibunda dari Justin sebut saja Tante Laura. Kemudian, ada sepasang suami istri yg usianya sudah lansia tersenyum melihat anak anak panti
“Karel.. Mereka akan mengangkat kamu jadi anak mereka..”,Tante Laura. Karel tersenyum senang, inilah yg ia harapkan selama ia tinggal di panti asuhan. Mendapatkan orangtua, meskipun mereka bukan orangtua kandung Karel namun ia sudah cukup bahagia
“Kak.. Akhirnya aku punya orangtua kak, terimakasih ya allah..”,Karel. Justin tersenyum bahagia melihat Karel yg sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu
“Iyah.. Semoga, kamu bahagia selama kamu tinggal bersama mereka..”,Justin. Karel mengangguk pasti, kemudian ia menghampiri kawan kawannya
“Teman.. Suatu saat kalian pasti akan seperti Karel, mendapatkan kasih sayang orangtua. Maafin Karel, kalau Karel pernah buat kalian marah,kesel,benci, itu semua Karel lakukan karna Karel sayang kalian..”,jelas Karel. Semua teman temannya terdiam kecuali Raza
“Semua manusia pasti akan berbuat salah, karna kita semua itu gk ada yg sempurna. Walaupun secara fisik kita ada yg sempurna tapi belum tentu sifat,kelakuan,dan hati kita baik. Betul kan teman teman?”,Raza. Semua temannya mengangguk
“Oh ya Bu Laura, saya nitip Karel sehari yah. Soalnya kami akan pergi ke Bandung, tapi anak kami yg akan menjemput Karel besok kesini..”,ujar wanita paruhbaya itu, sebut saja Tante Mira
“Tante.. Om.. Apa.. Karel boleh memanggil kalian Ayah Dan Ibu?”,tanya Karel dgn polosnya. Tante Mira terkekeh melihat Karel, lalu sedikit mengelus kepala Karel
“Iya sayang.. Kamu boleh panggil kami dgn sebutan Ayah Dan Ibu..”,Tante Mira. Karel tersenyum lalu mendekati Tante Mira dan memeluknya
“Terima kasih Ayah.. Ibu..”,ujar Karel. Tante Mira tersenyum
“Baiklah Bu Laura kami pamit pergi, karna kami juga ingin mengurusi pekerjaan kami...”,ujar lelaki paruhbaya. Sebut saja Om Andre
“Baik Pak.. Hati hati di jalan..”,pesan Tante Laura. Setelah orangtua baru Karel pergi, Karel terlihat mengeluarkan buliran bening dimatanya, Justin langsung memeluknya
“Karel pasti bakal kangen sama kakak...”,lirih Karel. Justin mengelus punggung Karel dan mengangguk
“Kita semua pasti bakal kangen sama kamu.. Tapi, kakak janji kakak bakal main ke rumah Karel sama temen temen juga..”,Justin. Teman teman Karel pun mendekat bermaksud untuk memeluk Karel
“Terimakasih teman.. Kalian memang sahabat Karel yg paling baik.. Selama kita disini, kita slalu main bareng, ngumpul bareng, bahkan kita kesusahan atau kesenangan pun bareng. Gk akan Karel lupain kalian teman teman..”,ujar Karel
“Yaudah.. Sekarang kita istirahat yuk, ini udah waktunya kalian tidur kan?”,Justin. Semua mengangguk, Karel pun menghapus airmatanya
Memang sulit jika harus berpisah dgn sahabat secara tiba tiba, namun ini sudah menjadi keinginan Karel dan teman temannya selama di panti asuhan. Mereka menginginkan kasih sayang orangtua, mereka pasti juga ingin merasakan kebahagiaan bersama orangtua.
Sekarang anak anak panti sudah masuk ke kamar mereka, lalu Justin meninggalkan tempat itu dan beralih untuk kembali ke kamarnya. Namun, saat berjalan menuju kamarnya, tiba tiba ada yg menekan bel tempat panti asuhan, dgn penasaran Justin pun membukakan pintu
“Maaf.. Ada yg bisa saya bantu?”,tanya Justin dgn ramah. Lelaki itu pun menoleh ke arah Justin, bibirnya tersenyum
“Saya Nicky.. Saya pengen liat anak yg bernama Karel, apa saya boleh melihatnya?”,Justin mengangguk
“Mari ikut saya..”,Justin. Nicky pun mengikuti langkah Justin, yg berjalan menuju kamar anak panti. Saat Justin membuka pintu kamar, terlihat Karel tengah terduduk di tepi ranjangnya, Justin tersenyum lalu menghampiri Karel
“Karel.. Kamu belum tidur?”,tanya Justin menepuk bahu Karel. Entah kenapa tiba tiba Karel menyeka sisi matanya, Justin mengernyitkan dahinya
“Kamu nangis?”,lanjutnya. Karel menatap Justin dgn mata yg sembab, seketika mata Justin membola dan berhambur memeluk Karel
“Rel.. Kamu kenapa? Kenapa kamu nangis?”,Justin. Karel hanya mengeluarkan buliran bening dari matanya
“Oh.. Kakak tau, pasti kamu sedih kan? Karna, kamu gk bisa ketemu temen temen?”,tebak Justin. Karel mengangguk pelan
“Oh iya Karel, ada yg mau ketemu sama kamu...”,Justin melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Nicky, Karel pun ikut menoleh
“Dia siapa kak?”,tanya Karel. Nicky tersenyum dan menghampiri Karel dan Justin
“Hai Karel, kakak namanya Nicky. Dan kakak yg bakal jadi kakak Karel..”,Nicky memperkenalkan dirinya
“Iyah Rel, dia kakak angkat kamu...”,Justin. Karel tersenyum namun ia menoleh ke arah teman temannya yg sudah terlelap tidur
“Karel masih pengen tinggal disini kak..”,lirih Karel kini kembali menangis
“Ssstt.. Kamu jgn nangis dong, kakak tau kamu sama temen temen kamu udah lama banget bareng bareng. Tapi, sekarang kan kamu udah hampir mencapai kebahagiaan kamu Rel, apa kamu gk mau punya orangtua?”,Justin. Karel menunduk
“Kakak gk larang kamu kok kalau memang kamu pengen ketemu sama temen temen kamu..”,ujar Nicky mengelus puncak kepala Karel
“Tuh, kamu denger sendiri kan dari kakak kamu..”,ujar Justin. Karel pun memeluk Nicky, dgn tersenyum Nicky membalas pelukan Karel, namun Justin pun berhambur memeluk mereka
“Kalau begini, Karel seperti di peluk orangtua Karel..”,Karel. Sontak Justin membolakan matanya dan ingin melepas pelukannya namun tangannya di tahan oleh Nicky
“Kak Justin, kalau aku besok ke rumah aku yg baru, kakak harus ikut ya kesana..”,pinta Karel. Justin mengangguk pasti
“Iyah Rel, kan itung itung buat kangen kangenan sama kamu..”,Justin
“Kalau bisa kamu tinggal aja sementara di rumah aku..”,Nicky
“Kak Nicky bener! Aku setuju kak!”,seru Karel dgn riangnya
Hahaha, Karel.. Karel.. Ada ada aja deh kamu. Sepertinya Justin ingin menolaknya namun mungkin karna dia memikirkan perasaan Karel, jadi mau tidak mau ia harus ikut.
“Yaudah.. Sekarang Karel tidur yah, besok kakak jemput..”,Nicky. Karel mengangguk lalu segera merebahkan tubuhnya di ranjang
“Yaudah sebaiknya kamu pulang, gk baik loh kalau pulang malam begini..”,pesan Justin
“Iyah, oh ya Justin. Kamu bener kan mau tinggal sementara waktu di rumah aku?”,Nicky. Justin mengangguk
“Awalnya aku gk mau, tapi kalau bukan karna Karel pasti aku gk akan mau..”,balas Justin
“Termasuk jadi pendamping aku..”,ceplos Nicky, dgn cepat ia membungkam mulutnya
“Eh.. Mmm.. Maaf..”,Nicky pun jadi SalTing
“Maksud aku tadi, termasuk jadi sahabat aku..”,lanjut Nicky
“Kenapa enggak?”,balas Justin
**
Paginya, Karel sudah bersiap siap untuk meninggalkan panti asuhan, begitu pun Justin yg sedari tadi sudah siap. Namun, Karel masih termenung sendirian. Justin pun menghampiri Karel yg memang masih terduduk
“Udah, jgn berlarut dalam kesedihan dong Rel.. Kita semua pasti juga bakal kangen sama kamu..”,ujar Justin seraya memegang kedua pipi Karel
“Aku sama temen temen udah terlalu deket kak, jadi emang susah untuk di pisahin”,ujar Karel terdengar lirih
“Kakak ngerti kok, tapi kan kakak kamu sendiri yg bilang, kalo kamu pasti boleh ketemu kita lagi..”,ujar Justin. Karel mengangguk
TIN! TIN! Suara klakson mobil sudah terdengar jelas di telinga mereka. Bahkan anak anak panti berhamburan keluar hanya ingin melihat siapa yg datang. Orang yg membawa mobil itu pun menuruni mobilnya, dan ternyata orang itu Nicky. Dgn mengukir senyuman manis, ia menatap Justin yg sudah keluar dari rumah panti bersama anak anak
“Hai semuanya...”,sapa Nicky
“Hai kak..”,balas semuanya
“Oh ya adik adik, kakak kesini bawa sesuatu buat kalian, semoga bermanfaat yah buat kalian semua..”,Nicky. Semua pun bahagia mendengarnya
“Biar aku bantu boleh?”,tawar Justin menghampiri Nicky. Ia mengangguk dan tersenyum
Nicky pun membuka bagasi mobilnya, ternyata Nicky membawa sejumlah peralatan untuk sekolah, namun Justin berfikir untuk apa semua ini?
“Aku ngasih ini semua, karna aku pengen kamu ngajarin mereka.. Yah, itung itung pekerjaan sampingan kamu. Kan aku denger dari Bunda kamu, kamu itu sering sekali ngajarin anak anak untuk belajar, nah makanya aku bawain deh ini semuanya. Itung itung juga amal ibadah..”,jelas Nicky panjang lebar. Justin terdiam dan tersenyum, ternyata orang seperti Nicky bisa berbaik hati untuk membantu anak panti asuhan, hati Justin begitu bahagia melihat Nicky seperti ini
“Makasih atas semuanya.. Memang anak anak pengen banget sekolah, tapi Bunda dan aku belum sanggup ngebiayain semuanya. Apalagi di panti ini anak anaknya gk Cuma satu atau dua orang tetapi lebih...”,Justin. Nicky tersenyum lalu menggenggam tangan Justin
“Aku melakukan ini, karna aku tulus memberikan semua ini ke semuanya. Aku harap kamu bisa ngejaga amanat aku untuk mengajarkan anak anak panti”,Nicky. Justin hanya bisa mengangguk dan tersenyum saja
“Kalau begitu sini anak anak kakak bagiin yah buku buku dan keperluan kalian untuk belajar..”,Nicky. Semuanya pun menghampiri Nicky lalu membagikannya ke setiap anak
Sedangkan dari depan pintu panti asuhan Tante Laura menatap anak anak yg sedang menunggu dibagikan keperluan belajar mereka, Tante Laura begitu senang melihatnya terlebih Tante Laura melihat bahwa ada keakraban diantara Nicky & Justin
“Semoga, dia benar benar jodohmu...”,lirih Tante Laura
“Udah semua kan anak anak?”,Nicky. Semuanya mengangguk
“Makasih yah kak, kakak baik banget..”,ujar Raza
“Ini juga buat kalian semua kok, dan kakak tulus ngasih ini semua ke kalian”,ujar Nicky
“Ya sudah, sekarang Karel ikut dgn kak Nicky yah..”,ujar Tante Laura yg barusaja menghampiri mereka
“Bunda.. Kak Justin boleh ikut Karel untuk sementara kan?”,tanya Karel
(Note:semua anak panti manggil Tante Laura dgn sebutan Bunda)
“Iya, Bunda juga tau pasti kamu bakal ngajak kak Justin..”,jawab Tante Laura
“Kalau kamu udah tinggal bersama kakak dan orangtua kamu, kamu harus main kesini yah Rel. Dan inget pesan Bunda kalau kamu gk boleh sombong dan juga jadi anak manja..”,lanjut Tante Laura mengelus rambut Karel. Karel mengangguk
“Yaudah, ayo sekarang kita berangkat..”,Nicky
“Bun.. Justin pergi dulu yah..”,pamit Justin. Tante Laura mengangguk dan mengecup kening anaknya itu
Nicky,Karel,& Justin kini sudah memasuki mobil Nicky. Kemudian, Nicky pun menjalankan mobilnya
“Kak, menurut kak Nicky.. Kak Justin itu gimana?”,tanya Karel antusias
“Karel...”,tegur Justin. Nicky tersenyum
“Kak Justin... Menurut kakak dia baik,cantik,dan.. Sayang sama anak anak..”,jawab Nicky jujur. Justin jadi tersenyum malu
“Cie cie.. Pipinya kak Justin merah tuh..”,sindir Karel
“Karel...”,sepertinya Justin mulai menggeram
“Hehe.. Peace deh kak..”,Karel menunjukkan 2 jarinya
“Mungkin kakak kamu itu malu karna udah di puji sama kakak..”,ujar Nicky
“Yeh, aku gk gituh..”,elak Justin memukul pelan bahu Nicky
Mereka pun berbincang di tengah perjalanan yg mungkin tidak terlalu jauh
**
Selama Karel & Justin tinggal di rumah Nicky, mereka begitu bahagia bahkan terlihat seperti keluarga kecil yg tengah berkumpul bersama. Malam ini Karel,Nicky,& Justin sedang berada di kamar yg sekarang menjadi milik Karel seutuhnya, namun apa yg sedang mereka lakukan??
“Yah, kak Nicky curang tuh!!”,protes Karel. Justin mengangguk
“Loh? Curang kenapa? Emang bener kok mainnya begitu..”,ujar Nicky
“Yaudah, ayo lanjutin lagi main monopolinya..”,lerai Justin
Wah wah wahh, ternyata main monopoli toh. Tapi, sepertinya Nicky terus memperhatikan Justin sedari tadi. Mmm, ada apa ini? Apakah?*alaalahostsilet* Nicky sedang jatuh cinta?
‘ Aku.. Gk nyangka kalau aku bisa nemuin perempuan seperti kamu, aku kira.. Kamu sama aja kayak yg lain, ternyata aku salah menilai kamu.. ‘,batin Nicky
“Huahh, yaudah kak.. Ini udah malem, aku mau tidur dulu yah..”,Karel. Nicky & Justin mengangguk serempak
“Yaudah yuk, di beresin..”,Justin. Kemudian, mereka berdua membereskan mainannya itu
“Mmm.. Justin..”,panggil Nicky. Justin menoleh
“Kamu sama Karel deket banget ya?”,tanya Nicky sekedar basa basi
“Mmm.. Iya, sejak dia masih kecil.. Dia deket sama aku, yg lain juga kok..”,jawab Justin dgn senyuman khasnya
‘ Sepertinya kamu orang yg ramah.. ‘,Nicky memuji Justin namun ia simpan dalam hatinya
“Oh iya Nick, aku tidur juga ya..”,Justin pun berpamitan untuk pergi ke kamar yg disediakan Nicky
“Tunggu...”,Nicky menahan tangan Justin. Ia menoleh dan menatap mata Nicky
“Good Night...”,ujar Nicky
“Good Night Too...”,balas Justin lalu melepaskan genggaman Nicky
“Ku pilih dirimu...”,gumam Nicky setelah Justin sudah tidak ada dihadapannya
‘ TING TONG!! ‘ bel pintu rumah Nicky berbunyi, setelah ia membereskan mainannya ia langsung membukakan pintu
‘ Cekleks ‘ pintu sudah terbuka, saat Nicky melihat, “Wess, sepupu gue..”,orang itu berhambur memeluk Nicky
“Apa kabar broh?”,tanya orang itu
“Baik, lo sendiri?”,jawab+tanya Nicky
“Baik dong.. Oh ya, lo lagi sendirian kan di rumah?”,Nicky menggeleng
“Di rumah ada...”,belum sempat Nicky melanjutkan tiba tiba Justin menghampiri Nicky
“Loh? Belum tidur Nick?”,tanya Justin. Nicky menoleh begitu juga orang yg di hadapan Nicky
“Justin..”,pekik mereka berdua. Justin sedikit terkejut melihat yg dihadapannya
“Kiki...”,lirih Justin dgn perlahan langkahnya semakin mundur dan akhirnya ia berlari ke kamar
“Justin..”,panggil Kiki. Nicky menautkan alisnya
“Tunggu dulu broh, lo kenal sama Justin?”,tanya Nicky. Kiki mengangguk
“Dia cewek gue Nick...”,jawab Kiki. Deg! Jantung Nicky seakan berhenti mendengarnya. Ia tak tahu kalau gadis yg ia sukai ternyata kekasih sepupu sekaligus sahabatnya sendiri
“Seriusan...”,Nicky. Kiki mengangguk
“Yaudah mending lo masuk dulu yah..”,Nicky
**
“Justin..”,panggil Nicky saat ia sudah di depan pintu kamar yg di tempati Justin
“Tolong keluar sebentar...”,lanjutnya. Nicky menoleh Kiki yg dibelakangnya
‘ Cekleks ‘ pintu kamar Justin terbuka, dan sudah ada Justin juga yg sepertinya akan marah
“Mau apa kalian? Ini udah malem..”,Justin begitu dingin pada Nicky & Kiki
“Justin.. Dengerin aku..”,belum sempat menjelaskan Justin sudah menyambarnya duluan
“Gk ada yg perlu kamu jelasin Ki..”,lirih Justin
“Justin.. Tolong dengerin Kiki dulu..”,lerai Nicky
“Percuma Nick, dia dulu yg ninggalin aku gitu aja. Sekarang? Kenapa dia kembali? Dan minta di dengerin penjelasannya? Padahal, dia yg slalu ngeduain aku..”,ujar Justin meluapkan amarahnya
“Kemana aja kamu slama ini? Bahkan kamu aja gk tau kan? Aku hamil dan keguguran?”,Justin. Mata mereka berdua membola
“Ja..jadi.. Ka..kamu..”,Kiki terbata bata
“Iya.. Aku gk bohong Ki, waktu itu aku bener bener hamil, tapi saat usia kandungan aku udah menginjak 7 bulan, aku keguguran karna terlalu banyak fikiran..”,kini Justin menangis sejadi jadinya
‘ Ternyata kamu begitu tegar sekali, aku gk nyangka perempuan seperti kamu mau menerima resiko apapun.. ‘,batin Nicky
“Trus, sekarang kamu mau apa? Kamu Cuma pengen minta maaf aja? Apa dgn minta maaf anak kamu dan aku bakal hidup lagi? Enggak Ki.. Enggak sama sekali..”,Justin. Kiki menunduk merasa bersalah
“Tolong maafin Kiki.. Dia ngelakuin itu pasti ada alasannya kok..”,Nicky. Justin membungkam mulutnya dan masih menangis
“Maafin aku Justin.. Aku tau aku salah..”,kini Kiki meraih tubuh Justin dalam dekapannya
“Hiks.. Ki.. Sakit hati aku Ki.. Pas kamu bilang, kalau aku bukan pacar aku..”,lirih Justin
Nicky yg melihat mereka berdua berpelukkan, hanya bisa tersenyum. Padahal hatinya sakit, saat Nicky hendak pergi Justin menahan tangan Nicky, sontak Nicky menoleh di lihatnya Justin menggeleng, Nicky hanya tersenyum
“Mmm, yaudah.. Gue tidur duluan ya.. Ki.. Nanti lo tidur di kamar gue ya..”,pamit Nicky. Justin pun perlahan melepas genggamannya, sedangkan Kiki melepas dekapannya
“Oke...”,balas Kiki tersenyum, “Thank’s Nick..”,lanjut Kiki
Dgn langkah gontai, Nicky menuju kamarnya. Hatinya begitu sakit melihat pujaan hatinya sepertinya akan kembali pada orang yg tlah menyakitinya. Namun, Nicky tetap berusaha tegar, ‘ Mungkin.. Kamu bukan jodoh aku.. ‘,batin Nicky
Di kamarnya Nicky merebahkan tubuhnya di ranjang, dan menatap langit langit kamarnya itu. Tapi, perlahan airmatanya mengalir, tanpa di duga oleh Nicky ia menangis
Inilah akhir cintaku.. Inilah akhir kisahku..
Setelah kau jauh.. Tinggalkan aku..
Tak bisa ku melupakanmu.. Tak bisa.. Aku tanpamu..
Tak pernah.. Aku rela.. Kau tinggalkan aku..
Tiada ku sangka engkau berubah
Ku tak percaya kau membagi cinta
Tahukah engkau betapa sakitnya
Kau membagi cinta karna dia..
Tak pernah.. Ku coba melupakanmu..
Mengapa.. Kau buat luka hatiku..
Sekian lama aku menunggu..
Kasih.. Dimana hatimu..
Nicky menyanyikan sepenggal lagu dgn lirihnya, dan tak terasa ia menangis lagi
“Nicky.....”
TBC
0 komentar:
Posting Komentar