Angin berhembus perlahan menerpa ujung kerudungku. Ku langkahkan kaki
ku melalui koridor panjang menuju kelas ku. Kelasku masih sepi, maklum
aku berangkat terlalu pagi. Seketika ku rasakan sebuah pemandangan yang
tidak menyejukkan hati. Sampah bertebaran, papan tulis bercoretan, meja
dan kursi yang tidak tertata rapi.
Jam masih menunjukkan pukul 06.30. Sebagian besar murid SMA N I Kuala
Tungkal masih belum datang karna masih terlalu pagi. Tapi itu tidak
berlaku bagi ku gadis berkerudung, bermuka imut Fitria yang akrab di panggil Ity.
Tanpa menyadari keberadaan yang ada disekitar ku, aku terus melangkahkan kaki memasuki ruangan kelas ku.
Ity…………
(Teriakan seseorang yang berada di belakang ku )
Seketika aku membalikkan badan, seraya ingin cepat mengetahui suara siapakah yang memanggil namaku itu.
Hei…Della, aku tak tahu kalau kau berjalan di belakang ku.
Tumben pagi gini sudah nyampe di sekolah ??
jam dinding di rumah ku kurang tepat, ternyata aku datang kepagian.
Ooo . . .iyalah kalau begitu, yuk kita masuk.
Aku lalu menuju bangkuku yang berada di pojok kiri. Aku meletakan tas
di meja dan duduk. Begitupun dengan Della, dia menuju bangku nya yang
berada disebelah ku. Dan dia meletakkan tas nya di sebelah tas ku.
Kemudian dia bergegas menuju sudut kelas dan menggambil sapu, dan mulai
membersihkan kelas.
Aku terus memandangi Della yang asyik dengan sapu nya, sambil
sesekali melantunkan sebuah lagu. Della dengan keceriannya, dengan
keikhlasannya tanpa beban melaksanakan tugasnya untuk piket kelas.
Ada apa dengan ku, ketika melihat seorang teman yang sedang bekerja
aku tetap santai sambil memandangi nya. Seketika aku menyadari bahwa aku
salah.
Semangat Della telah membangkitkan semangat ku untuk ikut membantu
nya membersihkan kelas. Walaupun hari ini bukan jadwal piket ku.
Della ………….. aku datang.
Ada apa neh ? kan dirimu bukan piket hari ini.
Dari pada aku duduk – duduk lebih baik aku membantu mu. Agar cepat selesai . . .
Kurapikan meja guru, kutata bunga yang ada di atas meja, menghapus
papan tulis, membuka jendela kelas. Sementara Della asyik dengan
sapunya.
Kelas ku, sudah tertata rapi, dengan kesejukan karena udara masuk
lewat jendela. Kelas ku begitu indah. Karena kerapian dan kebersihan nya
membuat kita semangat untuk belajar.
Senyum pun merekah di antara kami berdua, Aku dan Della.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar