Translate

cerpen silahturahmi membawa berkah

Written By iqbal_editing on Sabtu, 04 Maret 2017 | 15.21

Oleh M Solechan

Kisah ini berawal ketika sebuah acara silaturahmi atau sowan kerumah bapak ibu guru pada waktu lebaran. Waktu itu Perwakilan dari OSIM ( Organisasi Siswa Intra Madrasah) berkumpul di Madrasah sebelum berangkat untuk silaturahmi. OSIM periode ini terdiri dari kelas X dan XI. Karena antara kelas X dan XI belum begitu kenal, jadi kita semua berkenalan satu sama yang lain, didalam perkenalan tersebut saya melihat seorang cewek yang sangat manis, cantik, dan baik, ternyata namanya Susi. Pandangan pertama membuat saya langsung ingin tahu lebih dekat lagi dengan Si Cantik itu.

Mungkin pembaca bingung siapa saya, pembaca dapat panggil saya dengan panggilan Andi. Ketika itu saya kelas XI Ipa bagi kelas X saya ya seniornya, ” Hehehehe..” (just kidding). Sedangkan Si cantik tadi kelas X yang baru masuk dalam organisasi OSIM. Tidak di sangka tidak di duga ternyata dia adalah teman dari tetangga saya namanya Ningsih. Jadi ini memudahkan saya untuk lebih mengenal dengan Si Cantik, tanpa basa – basi saya langsung tanya Ningsih dan meminta nomor HP Si Cantik, “Ningsih saya boleh minta nomor HP nya Susi tidak?” tanyaku pada Ningsih.
Ningsih menjawab,” boleh, memangnya mau buat apa sih An.?”

“Kayaknya saya jatuh cinta sama dia, pada pandangan pertama Ning, apalagi dia saya lihat baik, manis, cantik pula”. Ujarku kembali pada Ningsih

Setelah berbincang-bincang lama sama ningsih, saya dikasih tahu nomornya Si Cantik.” Terima kasih ya Ning”. Kataku terima kasih pada Ningsih.

Ningsih pun membalas jawab, “ Sama-sama An,”

Setelah itu saya langsung mencoba untuk sms Susi, meskipun kita lagi bersama-sama silaturahmi, saya tetap sms dia buat mengerjain dia. Waktu itu saya mencoba sms dia pertama kali,

“Assalamu’alaikum Sus.” Smsku seperti itu.

Dia pun tanpa lama langsung membalas smsku” Wa’alaikumsalam, ini siapa ya?” dia kembali nanya kepadaku. “ ada dech..!   kamu lucu banget sich pakai baju itu” kembali aku membalasnya, karena memang dia lucu pakai baju yang sedang dia pakai saat itu. Aku awalnya memang ingin buat dia penasaran sama saya, karena saya tahu dia sedang ngapain dan pakai baju apa.

Dan tidak lama kemudian dia mengetahui siapa yang sedang mengerjain dia, kita pun sekarang semakin dekat dan lebih akrab. Ketika kita semua akan melanjutkan silaturahmi kerumah bapak ibu guru yang lataknya lebih jauh, serta melewati jalan raya, dia tidak berani mengendarai motor sendiri. Dia inginnya mengajak boncengan Ningsih tetapi Si Ningsih tidak mau dan memang sengaja nyuruh Susi boncengan sama saya, akhirnya dia agak terpaksa boncengan dengan saya. Ditengah perjalanan kita pun tidak hanya diam saja, kita saling berbincang-bincang dan bercerita tentang ngerjain tadi. Tanpa ku duga, dia ternyata tahu mengenai mantan saya dan bertanya mengenai mantan saya. “Kak gimana kabarnya Novi...?” tanyanya padaku.

Saya pun kaget dengan pertanyaannya itu padaku. Saya pun menjawab pertanyaannya dengan pura-pura tidak mengenalnya, “Novi siapa sih Sus,saya tidak tahu”. begitulah balasku,karena saya pacaran sama Novi itu Cuma seminggu dan langsung bubar gara-gara beda pendapat. Dia pun dengan tegas kembali bertanya kepadaku,” masak sih kakak tidak tahu, aku dengar dan tahu lho kak tentang berita itu,semua orang juga bilang seperti itu kok kak”. Saya malah semakin tidak dapat menyembunyikan fakta itu, dan akhirnya saya mengaku sama Susi, “ iya, memang saya dulu pernah pacaran sama Novi Sus, tapi Cuma seminggu kok, terus kita langsung putus,karena pendapat dan pemikiran kita beda”. Ujarku pada Susi.

Tidak terasa kita pun sudah sampai ditempat tujuan, kita semua pun langsung masuk kedalam dan silaturahmi kepada ibu guru,karena waktu itu kita sedang silaturhmi dirumahnya ibu guru. Tak lama kemudian kita semua pun pamitan dan kembali kerumah kita masing-masing, karena ini tadi tempat tujuan silaturahmi yang terakhir. Sesampai di Madrasah kita pun pulang dan saya pun berpisah dengan Susi. Akan tetapi semua itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk  mendapatkan hatinya. Hubungan kita pun tidak berhenti begitu saja, kita berdua sering smsan dan telfon-telfonan.

Setelah beberapa minggu kami sering smsan dan telfonan, aku memberanikan diriku untuk mengutarakan isi hatiku kepadanya,”Sus sudah lama semenjak pandangan pertama saya melihatmu,saya sudah jatuh cinta padamu,maukah kamu menjadi pacarku.?”ujarku mengutarakan isi hatiku.

Awalnya dia kaget dan takut kalau saya melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan pada mantanku dulu yaitu menduakannya. Akan tetapi saya berusaha membuatnya percaya padaku kalau saya tidak akan pernah mengulangi kelakuan yang buruk itu. Setelah dia berfikir lama, akhirnya dia menjawabnya,” iya saya mau tapi kamu jangan pernah ulangi kelakuan kamu yang dulu kepadaku ya”. Akhirnya saya mendapatkan kesempatan itu untuk mengisi kekosongan hatinya. Saya pun senang sekali dengan perkataannya itu, saya pun berjanji padanya “ Iya saya tidak akan pernah ulangi itu padamu Sus”, Itu semua terjadi pada tanggal 23 september 2010.

Semenjak itu kami pun jadian, lebih tepatnya pacaran. Setiap hari kami ketemu di Madrasah, apalagi kita juga sering berkumpul buat sholawatan dikelas-kelas, karena itu salah satu kegiatan rutin OSIM.

Dan lama-kelamaan teman-teman semua mengetahui kalau kita ini pacaran, dan hubungan kita berdua semakin harmonis dan romantis, bukan cuma anggota OSIM saja yang tahu tentang hubungan kita, akan tetapi semua warga Madrasah hampir semuanya tahu tentang hubungan kita, maklum namanya juga anggota OSIM, pasti banyak orang yang tahu. Hehehehe

Berhubung tahun 2012 saya sudah lulus dan keluar dari madrasah, saya melanjutkan kuliah di salah satu kota metropolitan, akhirnya saya meninggalkan Susi dan hubungan kita semakin jauh,meskipun hubungan jarak jauh tetapi semua itu tidak berpengaruh bagi hubungan kita. Sudah 1 tahun saya berhubungan jarak jauh Alhamdulillah hubungan kita baik-baik saja. Bulan september 2013 Susi melanjutkan kuliah disalah satu Universitas Negri disemarang, dan tidak terasa hubungan kita sudah berjalan selama 3 tahun,semoga hubungan ini akan selalu abadi. Kami sangat senang sekali sudah dapat menjalani hubungan selama 3 tahun.

Alhamdulillah kedua orangtua kita setuju semua dengan hubungan kita berdua, kami pun senang dan nyaman menjalani ini semua, karena sudah mendapatkan restu dari orangtua. Semua itu adalah kisah nyata saya, mungkin cerita ini kurang asyik unutk dibaca, akan tetapi sebuah kesetiaan itu sangatlah indah pada akhirnya. Mudah-mudahan ini semua dapat menjadikan inspirasi bagi para pembaca agar setia pada pasangannya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik