Oleh M Solechan
Kisah ini berawal ketika sebuah acara silaturahmi atau sowan kerumah
bapak ibu guru pada waktu lebaran. Waktu itu Perwakilan dari OSIM (
Organisasi Siswa Intra Madrasah) berkumpul di Madrasah sebelum berangkat
untuk silaturahmi. OSIM periode ini terdiri dari kelas X dan XI. Karena
antara kelas X dan XI belum begitu kenal, jadi kita semua berkenalan
satu sama yang lain, didalam perkenalan tersebut saya melihat seorang
cewek yang sangat manis, cantik, dan baik, ternyata namanya Susi.
Pandangan pertama membuat saya langsung ingin tahu lebih dekat lagi
dengan Si Cantik itu.
Mungkin pembaca bingung siapa saya, pembaca dapat panggil saya dengan
panggilan Andi. Ketika itu saya kelas XI Ipa bagi kelas X saya ya
seniornya, ” Hehehehe..” (just kidding). Sedangkan Si cantik tadi kelas X
yang baru masuk dalam organisasi OSIM. Tidak di sangka tidak di duga
ternyata dia adalah teman dari tetangga saya namanya Ningsih. Jadi ini
memudahkan saya untuk lebih mengenal dengan Si Cantik, tanpa basa – basi
saya langsung tanya Ningsih dan meminta nomor HP Si Cantik, “Ningsih
saya boleh minta nomor HP nya Susi tidak?” tanyaku pada Ningsih.
Ningsih menjawab,” boleh, memangnya mau buat apa sih An.?”
“Kayaknya saya jatuh cinta sama dia, pada pandangan pertama Ning,
apalagi dia saya lihat baik, manis, cantik pula”. Ujarku kembali pada
Ningsih
Setelah berbincang-bincang lama sama ningsih, saya dikasih tahu nomornya
Si Cantik.” Terima kasih ya Ning”. Kataku terima kasih pada Ningsih.
Ningsih pun membalas jawab, “ Sama-sama An,”
Setelah itu saya langsung mencoba untuk sms Susi, meskipun kita lagi
bersama-sama silaturahmi, saya tetap sms dia buat mengerjain dia. Waktu
itu saya mencoba sms dia pertama kali,
“Assalamu’alaikum Sus.” Smsku seperti itu.
Dia pun tanpa lama langsung membalas smsku” Wa’alaikumsalam, ini siapa
ya?” dia kembali nanya kepadaku. “ ada dech..! kamu lucu banget sich
pakai baju itu” kembali aku membalasnya, karena memang dia lucu pakai
baju yang sedang dia pakai saat itu. Aku awalnya memang ingin buat dia
penasaran sama saya, karena saya tahu dia sedang ngapain dan pakai baju
apa.
Dan tidak lama kemudian dia mengetahui siapa yang sedang mengerjain dia,
kita pun sekarang semakin dekat dan lebih akrab. Ketika kita semua akan
melanjutkan silaturahmi kerumah bapak ibu guru yang lataknya lebih
jauh, serta melewati jalan raya, dia tidak berani mengendarai motor
sendiri. Dia inginnya mengajak boncengan Ningsih tetapi Si Ningsih tidak
mau dan memang sengaja nyuruh Susi boncengan sama saya, akhirnya dia
agak terpaksa boncengan dengan saya. Ditengah perjalanan kita pun tidak
hanya diam saja, kita saling berbincang-bincang dan bercerita tentang
ngerjain tadi. Tanpa ku duga, dia ternyata tahu mengenai mantan saya dan
bertanya mengenai mantan saya. “Kak gimana kabarnya Novi...?” tanyanya
padaku.
Saya pun kaget dengan pertanyaannya itu padaku. Saya pun menjawab
pertanyaannya dengan pura-pura tidak mengenalnya, “Novi siapa sih
Sus,saya tidak tahu”. begitulah balasku,karena saya pacaran sama Novi
itu Cuma seminggu dan langsung bubar gara-gara beda pendapat. Dia pun
dengan tegas kembali bertanya kepadaku,” masak sih kakak tidak tahu, aku
dengar dan tahu lho kak tentang berita itu,semua orang juga bilang
seperti itu kok kak”. Saya malah semakin tidak dapat menyembunyikan
fakta itu, dan akhirnya saya mengaku sama Susi, “ iya, memang saya dulu
pernah pacaran sama Novi Sus, tapi Cuma seminggu kok, terus kita
langsung putus,karena pendapat dan pemikiran kita beda”. Ujarku pada
Susi.
Tidak terasa kita pun sudah sampai ditempat tujuan, kita semua pun
langsung masuk kedalam dan silaturahmi kepada ibu guru,karena waktu itu
kita sedang silaturhmi dirumahnya ibu guru. Tak lama kemudian kita semua
pun pamitan dan kembali kerumah kita masing-masing, karena ini tadi
tempat tujuan silaturahmi yang terakhir. Sesampai di Madrasah kita pun
pulang dan saya pun berpisah dengan Susi. Akan tetapi semua itu tidak
menyurutkan keinginan saya untuk mendapatkan hatinya. Hubungan kita pun
tidak berhenti begitu saja, kita berdua sering smsan dan
telfon-telfonan.
Setelah beberapa minggu kami sering smsan dan telfonan, aku memberanikan
diriku untuk mengutarakan isi hatiku kepadanya,”Sus sudah lama semenjak
pandangan pertama saya melihatmu,saya sudah jatuh cinta padamu,maukah
kamu menjadi pacarku.?”ujarku mengutarakan isi hatiku.
Awalnya dia kaget dan takut kalau saya melakukan hal yang sama seperti
yang saya lakukan pada mantanku dulu yaitu menduakannya. Akan tetapi
saya berusaha membuatnya percaya padaku kalau saya tidak akan pernah
mengulangi kelakuan yang buruk itu. Setelah dia berfikir lama, akhirnya
dia menjawabnya,” iya saya mau tapi kamu jangan pernah ulangi kelakuan
kamu yang dulu kepadaku ya”. Akhirnya saya mendapatkan kesempatan itu
untuk mengisi kekosongan hatinya. Saya pun senang sekali dengan
perkataannya itu, saya pun berjanji padanya “ Iya saya tidak akan pernah
ulangi itu padamu Sus”, Itu semua terjadi pada tanggal 23 september
2010.
Semenjak itu kami pun jadian, lebih tepatnya pacaran. Setiap hari kami
ketemu di Madrasah, apalagi kita juga sering berkumpul buat sholawatan
dikelas-kelas, karena itu salah satu kegiatan rutin OSIM.
Dan lama-kelamaan teman-teman semua mengetahui kalau kita ini pacaran,
dan hubungan kita berdua semakin harmonis dan romantis, bukan cuma
anggota OSIM saja yang tahu tentang hubungan kita, akan tetapi semua
warga Madrasah hampir semuanya tahu tentang hubungan kita, maklum
namanya juga anggota OSIM, pasti banyak orang yang tahu. Hehehehe
Berhubung tahun 2012 saya sudah lulus dan keluar dari madrasah, saya
melanjutkan kuliah di salah satu kota metropolitan, akhirnya saya
meninggalkan Susi dan hubungan kita semakin jauh,meskipun hubungan jarak
jauh tetapi semua itu tidak berpengaruh bagi hubungan kita. Sudah 1
tahun saya berhubungan jarak jauh Alhamdulillah hubungan kita baik-baik
saja. Bulan september 2013 Susi melanjutkan kuliah disalah satu
Universitas Negri disemarang, dan tidak terasa hubungan kita sudah
berjalan selama 3 tahun,semoga hubungan ini akan selalu abadi. Kami
sangat senang sekali sudah dapat menjalani hubungan selama 3 tahun.
Alhamdulillah kedua orangtua kita setuju semua dengan hubungan kita
berdua, kami pun senang dan nyaman menjalani ini semua, karena sudah
mendapatkan restu dari orangtua. Semua itu adalah kisah nyata saya,
mungkin cerita ini kurang asyik unutk dibaca, akan tetapi sebuah
kesetiaan itu sangatlah indah pada akhirnya. Mudah-mudahan ini semua
dapat menjadikan inspirasi bagi para pembaca agar setia pada
pasangannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar