Translate

ccerpen secret diary

Written By iqbal_editing on Jumat, 19 Mei 2017 | 03.04

ini adalah cerpen pertamaku, dan aku akan menceritakan kepadamu. semoga kalian suka.
Secret Diiary
Image
          Matahari tetap bersinar cerah. Hembusan angin sangat terasa. Wousss.. angin menerbangkan topiku. Topi yang berwarna merah muda itu terbang dan terjatuh yang  berjarak 2 meter dari tempatku berdiri. aku membungkuk, lalu meraihnya, memang kalau sudah memasuki musim panas seperti sekarang ini banyak orang memadati pantai. “Amy.. Amy”, aku tahu itu teriakan ibuku memanggilku, ya namaku Sandria Cazmy Worent. Tetapi aku lebih suka dipanggil Amy. Aku mulai merasa bermain-main di pantai ini sudah selesai, waktunya pulang ke rumah. Ternyata memang benar dugaanku tadi, ibuku menyuruhku untuk merapikan semua peralatan-peralatan yang sudah mendukung terlaksananya liburan di pantai ini.
          “Hei Amy.. Awaaass!!”. Aku mencari asal suara tersebut, lalu. Brukk.. telat untuk menghindar dan melihat apa yang terjadi, spontan aku teriak, “Aww, heii!!” dengan muka yang cemberut, sinar matahari yang menyilaukan membuat penglihatanku kurang baik, tetapi mataku tertuju sesosok bayangan yang berlari kearahku, ternyata adikku sendiri, Demian. Dia mengulurkan tangannya ke arahku, membantuku untuk berdiri, “Demian, lihat yang kamu perbuat ini??”, kesal, itu yang ada di hatiku sekarang. “Hmm.. maaf kak, tadi bukan Demian kok yang ngelempar bolanya, tapi.. itu..tu.. ituu dia”, Demian sambil menunjuk ke arah teman-temannya yang sedang berdiri. Demian menggunakan isyarat untuk memanggil temannya ke tempatnya berdiri. “Hehehe.. hai kakaknya Demian yang cantik maafin kita semua ya kak! :D”, ucapan maaf itu terdengar dari salah satu teman Demian yang sering berkunjung ke rumah kami. Suasana menjadi hening selama 5 detik, “OK.. aku maafkan kalian semua deh, karena tadi jatuh masih terasa sedikit sakit, kaya’nya sakitnya ini bisa langsung sembuh kalau kalian membelikanku ice cream, gimana??”, jawabku dengan terbentuknya senyuman di bibirku. “ya ya ya entar ya kak aku beliin dulu ice creamnya”, dengan sukarela Zio langsung pergi untuk syarat yang telah aku berikan kepada mereka.
          Setelah Zio kembali, “Oh iya kak, mumpung semua teman-temanku yang main bola voli tadi udah ngumpul disini, aku mau ngenalin nih sama kakak, teman baruku.”, aku pun mengangguk menuruti perintah adik kecilku, hehhe. Dia memperkenalkan satu per satu teman barunya kepadaku. Pertama: Fredie, usianya dibawah satu tahun dari usiaku. Dia mudah bergaul dengan siapa saja.
Kedua: Edward, usianya diatas satu tahun dari usiaku. Dia home schoolin’, sikapnya agak dingin, tapi keren.
Ketiga : Logan, usianya sama sepertiku, dia murah senyum. Fredie dan Logan sekolahnya sama, dan tidak jauh dari sekolahku dan Demian
Dari ketiga teman baru yang Demian kenalkan itu, ternyata mempunyai kepribadian yang berbeda.
          Sebelum pulang ke rumah, aku dan ibuku menyempatkan diri untuk membeli souvenir, ini adalah kebiasaanku dan ibuku setelah berkunjung ke suatu tempat. Memasuki tempat souvenir yang berkilau-kilauan karena banyak pernak-pernik berbahan dari kerang. Banyak barang yang lucu, unik, sampai membuatku bingung. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, ternyata barang-barang toko tersebut jatuh berantakan, dan seorang nenek sedang membereskan barang yang jatuh tersebut. Spontan aku langsung mendekat kepadanya, “maaf, apakah anda memerlukan bantuan?”. “oh, iya nak, bisakah engkau membantu membawa barang ini ke sana?”, nenek itu menunjuk ke arah sudut kanan toko, di dekat pintu masuk.
Image
Sambil menunjukkan senyuman, langsung saja ku bawa barang ini ke tempat yang sudah ditujukan. “Uhh, ternyata lumayan berat juga ya, kalau mainan ini dibawa secara bersamaan. Ternyata nenek itu menpunyai pekerjaan yang berat untuk seusianya.”, aku mengatakan di dalam hatiku. Ku rapikan
barang tersebut agar terlihat menarik sehingga terlihat pengunjung di luar toko, dan bersedia untuk membelinya. Beres sudah pekerjaanku ini.
“nak, apakah kamu lelah menggantikan pekerjaan nenek tadi?” tanya nenek yang bekerja di toko souvenir itu. “Tidak, tidak..salah tidak lelah, saya hanya membantu meringankan sedikit pekerjaan anda.” Jawabku.
Nenek itu memberiku sebuah kotak merah dengan pita berwarna merah jambu melilit diatas kotak tersebut, lalu ia berkata, “Ini adalah ucapan terima kasihku, karena kau tela
h membantu di tokoku ini, membuatmu susah hari  ini. Ambillah!!”. Aku membalas dengan senyuman, “Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian anda ini, saya hanya ber
niat untuk membantu anda”. Dia meninggalkanku untuk melayani pengunjung yang datang. “Amy.. apakah kamu sudah memilih yang ingin kau dibeli?”, ibu menghampiriku. “iya bu,
sudah, aku ingin membeli hiasan dinding yang disana.”, jawabku. Ku ambil belanjaan, lalu membayar belanjaan di kasir.
          Puft.. akhirnya berada di rumah. Malam hari. Sesudah makan malam bersama keluarga, ibu memberikan souvenir yang dibeli di pantai, dan juga kotak merah misterius. Aku belum membuka kotak merah itu. Pertama-tama ku gantung hiasan dinding tersebut, lalu akan kubuka kotak merah misterius itu. Waktunya untuk membuka kotak merah misterius itu.. Sreek.. sreeek.. Saat ku buka kotak merah itu, ternyata didalamnya terdapat amplop merah muda, pulpen, jam tangan dan sebuah buku yang berhias kerang, dan manik-manik. Ku buka amplop itu dan tertulis.
Image
          “Aku tidak tahu maksud dalam surat tersebut. Jam tangan merah?? padahal jam
tangan itu berwarna biru, tetapi terdapat tombol merah disana, mungkin itu maksudnya. Pesan itu masih terlalu aneh bagiku. Salah satu yang kutahu adalah jangan memakai pulpen dengan tinta merah, meskipun pulpen itu mempunyai 6 warna (merah, kuning, hijau, biru,ungu, hitam)”. Ku buka buku yang mempunyai hiasan
yang indah itu, ternyata buku itu adalah diary, saat ku membukanya terdapat tulisan Hari ke 1, Hari ke 2,… Hari ke 30 di atas kiri halaman. Aku teringat dengan jam tangan biru di dalam kotak, kuambil jam tersebut, lalu kupakai di lengan kiriku. “hai, Scrapy  kau bisa
melihat Jam tangan ini mempunyai desain yang unik kan?, nenek itu sangat baik kepadaku, terima kasih”. Memang kalau dikamar aku sering berbincang dan bercanda dengan kucing kesayanganku, Scrapy. “Meow..”, jawabnya sambil menghampiriku. Waktu sudah menunjukkan 10. Aku akan menulis diary ini sampai habis, sayang kan kalau tidak digunakan :p”. “Seperti di surat itu aku akan memanggilmu Diiary. salam Kenal”
————————————————————————————————————————
Hari ke 1
                Dear Diiary, Indahnya hari dimana sekeluarga berlibur ke pantai di hari pertama musim panas. Aku sangat senang saat berjemur di pantai, berjalan menyusuri pantai, dan saat menikmati keindahan pantai, meskipun topiku diterbangkan oleh angin nakal. Hehehe.. Rasanya sakit terjatuh akibat bola pantai yang dimainkan Demian dan kawan- kawannya, sebagai peermintaan maaf mereka memberiku ice cream. Sebenarnya aku  hanya menjahili mereka, karena banyak orang yang mengantri untuk membeli ice cream. Tapi siapa ya yang Demian insyaratkan tadi?. Asyiknya berkenalan dengan teman baru Demian: Fredie, Edward, Logan. Mereka sangat baik kepadaku.
                Membantu seorang nenek di tokonya, sedikit salah paham aku kira dia pekerja di toko itu. Dia memberiku hadiah kotak merah atas membantu di tokonya. Meskipun aku hanya niat untuk membantu saja. Kotak misterius itu mempunyai pesan yang susah untuk di jabarkan. Tetapi aku senang atas pemberiannya. Aku ingin mengetahui keajaiban apa yang terjadi nanti.
Hari ke 2
                Dear Diiary, hari ini aku mengajak ke dua sahabatku ke rumah untuk menceritakan yang terjadi kemarin, tidak lupa menceritakan surat yang membuatku penasaran.  Mereka merespon ceritaku, tetapi Riel dan Alice mempunyai pendapat yang bertolak belakangmembuatku bingung mengambil kesimpulan. Riel mengatakan,  itu mungkin hanya iseng saja, mana ada zaman sekarang keajaiban singkat. Alice juga berpendapat, mungkin saja itu benar, siapa tahu saja keajaiban itu memang ada, dan nyata. Sekarang kesimpulannya untuk tidak bagitu memikirkan hal tersebut. Senangnya mempunyai sahabat seperti mereka.
Hari ke 3
                Dear Diiary, kamu tahu enggak siang hari tadi aku bermimpi berjalan di awan dan melihat kerajaan. Kerajaan itu berkilau, di sana rakyatnya sangat ramah. Aduh lucunya aku disana tidak mempunyai sayap. Memang namanya mimpi itu, memang seru.
Hari ke 4
                Dear Diiary, memang ya kalau membuat kue memang gampang gampang susah. Ibu mengajariku membuat kue yang yummy banget.. hari ini aku dan ibuku menghabisi waktu berdua. Serasa hari ini hari Hari Anak dan Ibu Nasional
Hari ke 5
            Dear Diiary, di teras aku berpikir tentang hobi lamaku untuk memulai kembali hobi itu lagi yaitu melukis. Ya hanya besok harus membeli alat-alatnya. Hmm mungkin besok aku akan mengajak 2 orang itu, pasti seru. Awal dari Kehidupan.Image
Hari ke 6
                Dear Diiary, hangout ya itulah yang paling mengasyikan, masa muda memang kata “Seru” itulah yang pastinya selalu muncul. Oh iya, aku mau cerita nih, eh emang aku lagi cerita sama kamu ya diary, hehehe lupa. Tadi aku ketemu si David. Jika kamu tanya siapa dia? Jawabannya mantan kekasihku. Semenjak berakhir hubungan sejak 2 bulan yang lalu, kita tidak pernah bertemu. Memang susah bertemu, lantas kan dia mahasiswa, banyak  yang harus dia lakukan dengan studinya. Memang sih aku masih SMA kelas 2, belum begitu mengerti tentang tugasnya.
                Kembali ke David.. Walaupun kita sudah seperti adik dan kakak, tidak ada yang namanya marah, atau menjauhinya. Kapan ya sesorang datang ke hatiku? Kembali lagi ke tujuan utama.. semua alatnya sudah sempurna. Bagaimana ya lusa.. jadi dag dig dug, masih bisa enggak ya??
Hari ke 7
             Dear Diiary, yeyyy weekend .. J inilah waktunya keluarga kami berkumpul. Hari ini kami habiskan untuk keluarga tercinta. Yang paling berkesan adalah saat kami bermain di halaman belakang, bersantai disana. Sepertinya masa kecilku kembali deh, saat aku bermain ayunan di halaman, Demian mendorong ayunanku. Lalu kita bercerita masa kecil gitu.. Demian sangat suka sekali dengan fotograph, dalam moment ini saatnya di menjadi paparazi. Lumayanlah foto yang dia jepreet..
Hari ke 8
                Dear Diiary, hari ini adalah hari yang kunantikan. La la la li li li. Bingung, dimana tempat yang nyaman. Untung saja ada Demian, dia mengajakku ke taman. Taman di wilayah perumahanku memang tempat yang enggak pernah sepi untuk di kunjungi. Walaupun banyak orang yang ke sana, taman cukup luas kok, jadi nyaman untuk melukis. Tidak terasa menghabiskan waktu beberapa jam untuk menuangkan warna-warna ini. akhirnya puas dengan hasilnya, lumayan bagus ya. Hiihihi
Hari ke 9
              Dear Diiary, tidak ada yang spesial dari hari ini, hanya merapikan kamar, menata ulang agar tidak merasa bosan. Kamar yang seperti kandang kuda berubah menjadi kamar istana. Kejauhan ya mengibatkannya
Hari ke 10
               Dear Diiary, aku mendapatkan surat undangan reunian SMP. Senangnya bisa bertemu kawan lama. Riel dan Alice juga menerima surat itu. Very exited. i will come there.
Hari ke 11
               Dear Diiary, kata yang akan ku tulis hari ini adalah “BOSAN” .Image
Hari ke 12
                Dear Diiary, aku pikir bahwa aku nyaman menuangkan semua pikiranku kepadamu. Aku rasa aku akan menulis diary ini sampai seperti judul diary ini.
Hari ke 13
                Dear Diiary, dua hari yang lalu, aku dan juga sahabatku sudah membuat janji untuk membeli semua kebutuhan untuk reunian SMP. Aku tidak ingin melewatkan acara tersebut, aku dengar acara itu sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari, tentunya persiapannya sudah matang bangeet ya. Kalo udah mateng ya dimakan, pasti manis banget. Hihihi… J Senangnya hari ini, bisa belanja. Kedua tangan penuh dengan tas belanjaan, mereka pun sama tetapi yang sangat banyak terdapat di tangan Riel. Memang Riel itu doyan belanja, kalau ada kesempatan seperti ini, pasti dia paling duluan. Semangat ’45 ya Riel.. Setiap toko sepertinya sudah kita kunjungi satu per satu deh. Tiga hari menuju pesta.
Hari ke 14
               Dear Diiary, sepertinya seharian ini terlalu banyak menghabiskan waktu di kamar deh,, Bermain bersama Scrapy juga mengasyikan, dia enggak bosan-bosan bermain. Memang dia masih kecil. Bingung.. Hi diary kamu punya ide enggak, besok aku kemana?? Ehmm.. Rumah Alice.. iya kamu benar, pasti asyik kerumahnya.  Sepertinya sudah jarang enggak ke rumah dia. Kangen deh!! Biasanya kalau kerumah dia banyak kue-kue.. hihiihii
Hari ke 15
               Dear Diiary, kamu tahu enggak?? Kamu tahu kan,  hari ini aku main ke rumah Alice, dan ternyata.. kue-kuenya habis.. enggak ada.. duh sedihnya.. Alice memang sudah tahu kalau sahabatnya kerumahnya pasti ingin mencicipi kue-kue buatan rumah Alice, secara keluarganya punya toko kue yang ENNAAAKK banget.. Kata Alice sih, minggu ini memang banyak pesanan dari pelanggannya, jadi di rumahnya enggak ada stock.. J Untungnya Alice mendapatkan ide yang membuat kiata tersenyum lebar yaitu membuat kue sendiri ala ala kita sendiri gitu.. Hasilnya sangat sempurna sekali kaya’nya calon cheff nih. Hahahahaa 😀
Hari ke 16
               Dear Diiary, hari ini rumah Riel adalah tujuan menyibukkan waktu di liburan musim panas ini. dan juga mempersiapan untuk malam reunian kita. Di sana yang kita bicarakan adalah masalah penampilan besok, seperti make up, biasalah cewe-cewe ngomonginnya masalah gituan. Kita bertiga udah enggak sabar lagi nih besok malam.
——————————————————————————————————————-
Malam yang sangat meriah, semua orang yang datang memakai pakaian yang sangat indah. Semua orang seperti princess dan prince. Aku memasuki ke dalam acara itu dengan gaun berwarna putih gading, rambut coklat ku ku ubah menjadi curly hairstyle, dengan , betapa anehnya ketika semua orang menujukan matanya kearahku, apakah ada yang salah kepadaku. Seseorang menuju kepadaku, Logan. Ya dia teman dari adikku. Dia mengantarku ke sahabatku. Semua teman-teman lamaku berada disampingku malam ini. lampu-lampu memeriahkan suasana malam ini. Aku merasa baru masuk sekolah ini. Kenangan yang dahulu teringat kembali. Suasana tambah meriah saat musik dimainkan. BERNOSTALGIA.
————————————————————————————————————————-Image
Hari ke 17
              Dear Diiary, malam ini sangat berkesan sekaliii. Aku punya kabar gembira nih. 1. Temannya Demian yang beberapa minggu yang lalu berkenalan denganku itu, alumni sekolah kami. Kenapa Demian enggak cerita ya?? Kenapa aku enggak pernah ketemu ya sama dia?? Emang dulu aku kurang peduli dengan orang yang tidak aku kenal sih. 2. Aku sangat terkejut ternyata teman-temanku sudah pada berubah, memang sih enggak jauh berubahnya tetapi membuatku seperti di bius.. Malam yang mengasyikan sumpah!!!
Hari ke 18
                Dear Diiary, hari ini enggak tau kenapa ya si Demian ngajak gue hangout. Jarang banget dia ngajak gue, sampai mohon-mohon. Emang adek kesayangan gue itu kalo udah ada maunya emang ngelakuin apa aja sampai gue bilang “iya”, mungkin dia mau nyebur ke kolam ikan di belakang rumah. Hihihi..
               Kalau moment kaya begini, biasanya dia minta di jajanin di Mall, ternyata dugaanku itu benar. Eh,di mall kita bertemu dengan temannya Demian, aku sudah mengenal sebagian temannya yang dia pernah ajak main kerumah. Berbaur adalah salah satu yang kulakukan dengan mereka semua, untung saja di sana ada yang seumuran denganku, dia adalah Logan. Kayaknya baru ketemu kemarin pas reunian, udah berasa dekat.. :p Emang dasar si Demian, kalo minta di jajanin enggak tanggung tanggung banyaknya
Hari ke 19
               Dear Diiary, sudah lama channel youtube ku dan Demian tidak di buka. Jejaring sosial ini bisa mengasah bakat-bakat orang terpendam. Sudah lumayan banyak yang melihat video kami, sudah puluhan ribu yang melihat video di channel kami, memang channel kami sudah lama di buat. Hari ini aku mengunduh video ciptaan ku sendiri. Sebulan yang lalu Demian berhasil mengunduh video anak kucing yang sangat lucu, katanya sih dia merekamnya di rumah temannya. Kucing manis itu sebenarnya milik adik temannya. Aku masih ingat bagaimana si manis itu mengeong.. meow meow…
Hari ke 20
                  Dear Diiary, sepertinya kamu sudah semakin tipis ya??  Oo ow.. sudah hari ke 20, berarti 10 hari lagi.. aku masih teringat dengan pesan nenek itu.. nanti akan aku coba di hari malam terakhir. Hari ini kenapa ya si Logan?? Kayaknya mencari perhatian banget sama aku.. aku sudah menceritakan hal ini ke 2 sahabatku itu, mereka mengatakan dia menyukaiku. Tapi aku tidak tahu apakah benar atau tidak.. Apa mungkin hanya pikiranku saja ya??
Hari ke 21
               Dear Diiary, suasana di ruang keluarga sangat bising.. Ternyata ada temannya adek kecilku. Betapa terkejutnya aku, ternyata disana Logan juga ada, dia sedang duduk di sofa putih sambil melihat adekku bermain playstation bersama si Dion. Jadi teringat yang kemarin. Aku langsung menuju taman belakang untuk bersantai dengan bermain ayunan dan tidak lupa ditemani handphone kesayanganku. Beberapa menit kemudian, Logan mendekatiku dan kita mulai berbincang-bincang.
——————————————————————————————————————–Image
Tiba-tiba Ringtone handphoneku berdering, dari Logan. Aku menghentikan bercerita dengan Diaryku.
Logan    : Hallo, Amy. Maaf menganggu, apakah kamu besok mempunyai acara??
Me         : Tidak, memangnya kenapa?
Logan    : Bisakah kamu menemaniku ke acara pameran fotografi Art trA, karena aku mempunyai dua undangan, dan aku ingin mengajakmu untuk pergi kesana. Bagaimana? Bisa?
Me         : (Mengapa dia mengajak aku? Mengapa bukan Demian?)
Logan    : Hallo, Amy. Apakah kamu masih disana?
Me         : Ehh ehh iya, masih. Ehmm bisa kok. Jam berapa?
Logan    : Besok aku jemput ya, jam 7 malam. Ok, seharusnya kamu sudah tidur ya? Maaf ya jadi mengganggu.
Me         : oh, tidak apa-apa, aku belum tidur kok.
Logan    : Terima kasih ya, besok aku jemput ke rumahmu
Me         : Iya, sama-sama. Terima kasih juga sudah mengajakku.
Setelah pembicaraan dengannya selesai, lalu aku melanjutkan pembicaraanku dengan Diary.
———————————————————————————————————————
Oh iya, Diary kamu tahu enggak yang memutuskan pembicaraan kita itu, ternyata orang yang kita bicarakan tadi. Dia mengajakku pergi menonton pameran fotograph Art trA, besok. Kenapa dia enggak sama Demian ya? Kan Demian suka banget acara seperti itu.
Hari ke 22
             Dear Diiary, Sempat aku menanyakan tentang pameran fotograph Art trA dengan adikku, dia menjawab dengan semangat. Katanya Pameran itu sangat terkenal, dan sukses di banyak negara, sangat susah mendapatkan tiketnya dan harganya juga mahal. Adikku itu rela menabung 6 bulan untuk bisa membeli tiketnya. Pantesan waktu itu dia minta di jajanin, emang dasar. Aku memberi tahu alasannku menanyakan soal pameran itu. Dengan dress biru yang kukenakan, high heel yang memperindah kakiku. Demian sudah pergi ke pameran tersebut bersama pacarnya, Angelica. Logan menceritakan semua yang tidak aku mengerti. Saat dia tersenyum padaku, serasa aku berada di dunia mimpi. Apakah aku jatuh cinta lagi??
Hari ke 23
               Dear Diiary, Aku ingin mengulangi kemarin malam bersama Logan, dia membuatku seperti melayang, meskipun aku takut akan ketinggian, hehehee. Pengalaman ini tidak lupa ku adukan dengan sahabatku. Aku rasa, aku tidak bisa jauh dari mereka semua. Aku sayang kalian semua.. muahh :* Beberapa hari lagi adalah hari persahabatan kami, rencananya kami akan merayakannya dengan pergi ke tempat yang sangat tak terlupakan. bertamasya.
Hari ke 24
                 Dear Diiary, indahnya hari ini ketika aku mendapatkan sebuah pengakuan dari Logan.. Sudah beberapa hari kita jalan bersama, itu sangat mengasyikan. Senangnya ketika dia memberikan hadiah yang manis, Candle light dinner tidak lupa dengan bunga di tanganku, harum bunga mengisi di ruangan tersebut. Bisakah kau bayangkan itu?  Mungkin kau juga pernah merasakan pengalaman ku ini, ya kan? Semua perasaanku tidak dapat ku jelaskan dengan kata-kata, betapa indahnya. And now, I AM LOGAN’s GIRLFRIEND. Can u hear that world??
Hari ke 25
                Dear Diiary, lima hari lagi, kamu tidak akan menemaniku sebelum aku tidur. Kamu tahu tidak? Sepertinya keajaiban itu akan terwujud dengan adanya kerja keras. Satu hal yang ku dapat dari kedatangamu. Sungguh kamu sudah seperti sahabatku. Besok aku akan mengajak Logan, untuk merayakan hari persahabatanku bersama Riel dan Alice. Kita bersepakat untuk membawa pasangan masing-masing, ya acara ini juga untuk membuat kita bisa saling mengenal satu sama lain. ~Lima hari menuju akhir dari keajaiban
Hari ke 26
                Dear Diiary, acara hari ini berjalan lancar. Sumpah ya, hari  persahabatan tahun ini memang sangat berkesan daripada tahun kemarin. Kita semua saling memenangkan perlombaan untuk untuk mengetahui pasangan yang paling hebat. Kegembiraan pun berada di sekitar kita. Alice dengan Derek, Riel dengan Samuel, dan aku dengan Logan. Akhir dari perlombaan tersebut di menangkan dengan pasangan Alice dan Derek, memang mereka sangat kompak, lagipula hubungan mereka sudah 4 tahun, sangat awet. Memang sungguh sungguh keren. Apakah kamu merasakan kebahagiaan yang ku tulis ini? ~Empat hari menuju akhir dari keajaiban.
Hari ke 27
                Dear Diiary, semenjak aku  menjadi kekasih Logan, dia selalu berada didekatku, ya mumpung kita masih teenage, ya kan?? Apa salahnya? Keinginanku hubungan ini akan bertahan lama. Amin. Selalu ku ucapkan dalam doa, agar aku menemukan jodoh untuk masa depanku nanti.Ku tahu pengakuannya ketika pertama kali bertemu di pantai, ternyata bola pantai yang membuatku terjatuh adalah perbuatannya, aku langsung tertawa mendengar dari bibirnya itu. Hahahahhaa ~ Tiga hari menuju akhir dari keajaiban.
Hari ke 28
                Dear Diiary, maaf ya Diary aku jika aku menulismu hanya beberapa kata aku bukan maksudku untuk merahasiakan semuanya darimu, aku berusaha untuk terbuka kepadamu. Good nite. ~ Dua hari menuju akhir dari keajaiban.
Hari ke 29
            Dear Diiary, Apakah ada yang membuka dirimu selain aku?  Bisakah kamu menjawab pertanyaanku ini Diary. Aku takut si Demian membuka, membacanya. Kenapa ya saat aku ingin membuka di hari ke 26, hari ke 27 dan 28 terdapat tulisan: Tiga hari menuju akhir dari keajaiban, Dua hari menuju akhir dari keajaiban. Di hari ke 25, dan 26 juga. Apakah ini perbuatan Demian? Aku tidak suka perbuatan yang dia lakukan ini kepadaku. Apa maksudnya? Apa dia tidak suka hubunganku dengan Logan?… ih Sebel deh. Besok akan ku tanya dia L ~ Sehari menuju akhir dari keajaiban.
——————————————————————————————————————-Image
“Demian.. Demian??”, teriak ku saat matahari baru muncul dari persembunyiannya. Sambil ku goyang-goyangkan tubuhnya, mungkin dia masih di dunia mimpi. “Ayo bangun dong.. banguun”. Dengan mata yang masih terpejam dia mengatakan, “ehmm iya, kenapa?”. “bangun dong aku mau menanyakan sesuatu kepadamu. Bangun BANGGUNUUUNN”. “Kak nanti saja deh jam 10,ya. aku begadang nonton bola  nih, baru tidur tadi dini hari, masih ngantukk. Ya kak?” matanya masih terpejam saat mengatakan itu. Ku tinggalkan kamarnya, sebagai seorang kakak aku kasihan untuk memaksa dia untuk bangun, lagian pula jika dia belum sadar juga susah untuk menanyakan kepadanya.
Teng jam 10. Dia sudah rapi, berada di depan tv. Langsung ku dekatinya, dan menanyakan hal itu. “Demian, aku mau bertanya, tetapi kamu harus jujur ya! Apakah beberapa hari yang lalu kamu masuk ke kamar kakak, trus membaca diary, dan menulis kata-kata didalamnya??”. Dia menoleh ke arah ku,” iya, aku masuk ke kamar kakak, tapi Cuma mau ngambil x-box yang kakak pinjam. Soal diary aku tidak menulis, apalagi membaca, melihat saja tidak pernah. Emangnya kenapa kak? Diarynya hilang ya?”. Puft, kalo bukan dia siapa lagi dong?, tanyaku didalam hati. “oh, enggak apa-apa kok, Cuma nanya aja. Makasih ya”, jawabku.
                Kuberitahu semua kejanggalan ini kepada Riel dan Alice. Mereka mengusulkan untuk mengingat tentang surat di dalam kotak misterius itu. Oh iya, kurasa aku meletakkan barang itu di atas lemari, ketemu.. ku pecahkan sandi tersebut.. malam jam 7 aku mengikuti perintah di dalam surat tersebut, tidak takut kejadian yang akan terjadi kepadaku nanti.
                Diawali dengan memakai jam tangan, jam tangan biru itu awalnya hanya beberapa hari berfungsi, lalu mati. Mungkin baterainya habis, lalu kusimpan lagi di kotak merah tersebut. Ku ambil pulpen pemberian nenek tersebut lalu ku tandai di 26th Days, kugaris bawahi. Lalu jam di tanganku itu berbunyi pip..pip..pip.. menujukan 00:15:00. Seperti terdapat cahaya yang menyilaukan di depanku, ku hampiri cahaya tersebut. Tanpa rasa takut.
                “Dimana aku sedang berada saat ini?? sepertinya aku pernah ke tempat ini.” tanyaku. “Logan? Siapa yang bersamanya? Siapa wanita itu? Kenapa sahabatku juga berada disana?”. Ku dekati mereka. “Logan? Siapa dia?” kutanya Logan sambil menunjuk ke arah wanita itu. Saat wanita itu menghampiri ku. “Tidak mungkin”.. Sangat tidak percaya saat kulihat, ternyata wanita itu adalah AKU sendiri. Ku mulai mengingat pernahkah aku berada disini. Aha, ternyata ini adalah hari perayaan persahabatanku, kami bertamasya ke daerah dekat pegunungan. Ku perhatikan dengan jelas dan juga ku nikmati kejadian ini. Tertawa lepas, terseyum, bersorak itulah yang ku lakukan saat melihat itu semua, meskipun aku tidak bisa berkomunikasi ataupun menyentuh mereka.
                Aku mulai penasaran dengan .. hari menuju akhir dari keajaiban, siapa yang menulis, ya? Malam hari saat aku melihat diriku menulis diary di lembar ke 26th Days. Dan ku tunggu setelah diriku sendiri tidur. Tidak ada siapa-siapa yang datang. Lalu, ku lihat buku diary tersebut, dan diriku sendiri lupa untuk menutupnya. Tiba-tiba. Muncullah huruf demi huruf, dan terangkai demi kata, lalu kalimat, yang muncul dari buku itu.. baru ku mengerti keajaiban itu akan datang diakhir dan sekarang aku mengetahui keajaiban itu ada dan nyata.
                Tidak lupa dengan pesan di surat tersebut, ku tekan tombol merah yang berada di jam tanganku, waktu yang awalnya 00:15:00 menjadi 00:01:00. Sepertinya aku melalui waktu yang cukup panjang tetapi kenapa jam di tanganku berputar terlalu lama?? Aku tidak peduli.  Lalu cahaya itu muncul ku dekati cahaya itu, cahaya mulai redup. Tidak ada perubahan selain jam tanganku yang mati lagi. ku lihat tidak ada diriku sendiri yang tidur di ranjang. Kulihat jam  di dinding jam 7.15 pm. “Apakah keajaiban ini sudah berakhir?”. Ku ambil buku diaryku lalu ku buka lembar terakhir .
————————————————————————————————————————
Hari ke 30
                Dear Amy, ini adalah akhir dari keajaibanku. terima kasih telah menceritakan semua harimu kepadaku. Aku sangat senang kamu mengajakku berbincang setiap malam. Apakah kamu menikmati perjalananmu tadi? Kau harap kamu senang. Itu adalah hadiah dariku. Dan kita tidak bisa lagi berbincang seperti dahulu. Waktuku sudah habis. Terima kasih untuk semuanya dan aku senang bisa menjadi sahabatmu. Jangan lupa keajaiban itu tepat berada di sekitar kalian, jika kalian tidak dapat merasakannya. Mungkin kalian lupa meyakini adanya keberadaan KEAJAIBAN. ~Diiary.
Dan aku tahu semua makna dari semua ini, yaitu MEYAKINI KEAJAIBAN. Terima kasih telah menyadarkanku Diiary. :*
Terima kasih sudah membaca cerpenku ini, jika terdapat kesalan dalam cerita ataupun pendapat untuk memperbaiki penulisan ku ini, dimohon untuk menuliskannya di kotak komentar yang sudah tersedia.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik