ini adalah cerpen pertamaku, dan aku akan menceritakan kepadamu. semoga kalian suka.
Secret Diiary
Matahari tetap bersinar
cerah. Hembusan angin sangat terasa. Wousss.. angin menerbangkan topiku.
Topi yang berwarna merah muda itu terbang dan terjatuh yang berjarak 2
meter dari tempatku berdiri. aku membungkuk, lalu meraihnya, memang
kalau sudah memasuki musim panas seperti sekarang ini banyak orang
memadati pantai. “Amy.. Amy”, aku tahu itu teriakan ibuku memanggilku,
ya namaku Sandria Cazmy Worent. Tetapi aku lebih suka dipanggil Amy. Aku
mulai merasa bermain-main di pantai ini sudah selesai, waktunya pulang
ke rumah. Ternyata memang benar dugaanku tadi, ibuku menyuruhku untuk
merapikan semua peralatan-peralatan yang sudah mendukung terlaksananya
liburan di pantai ini.
“Hei Amy.. Awaaass!!”. Aku
mencari asal suara tersebut, lalu. Brukk.. telat untuk menghindar dan
melihat apa yang terjadi, spontan aku teriak, “Aww, heii!!” dengan muka
yang cemberut, sinar matahari yang menyilaukan membuat penglihatanku
kurang baik, tetapi mataku tertuju sesosok bayangan yang berlari
kearahku, ternyata adikku sendiri, Demian. Dia mengulurkan tangannya ke
arahku, membantuku untuk berdiri, “Demian, lihat yang kamu perbuat
ini??”, kesal, itu yang ada di hatiku sekarang. “Hmm.. maaf kak, tadi
bukan Demian kok yang ngelempar bolanya, tapi.. itu..tu.. ituu dia”,
Demian sambil menunjuk ke arah teman-temannya yang sedang berdiri.
Demian menggunakan isyarat untuk memanggil temannya ke tempatnya
berdiri. “Hehehe.. hai kakaknya Demian yang cantik maafin kita semua ya
kak! :D”, ucapan maaf itu terdengar dari salah satu teman Demian yang
sering berkunjung ke rumah kami. Suasana menjadi hening selama 5 detik,
“OK.. aku maafkan kalian semua deh, karena tadi jatuh masih terasa
sedikit sakit, kaya’nya sakitnya ini bisa langsung sembuh kalau kalian
membelikanku ice cream, gimana??”, jawabku dengan terbentuknya senyuman
di bibirku. “ya ya ya entar ya kak aku beliin dulu ice creamnya”, dengan
sukarela Zio langsung pergi untuk syarat yang telah aku berikan kepada
mereka.
Setelah Zio kembali, “Oh iya
kak, mumpung semua teman-temanku yang main bola voli tadi udah ngumpul
disini, aku mau ngenalin nih sama kakak, teman baruku.”, aku pun
mengangguk menuruti perintah adik kecilku, hehhe. Dia memperkenalkan
satu per satu teman barunya kepadaku. Pertama: Fredie, usianya dibawah
satu tahun dari usiaku. Dia mudah bergaul dengan siapa saja.
Kedua: Edward, usianya diatas satu tahun dari usiaku. Dia home schoolin’, sikapnya agak dingin, tapi keren.
Ketiga : Logan, usianya sama sepertiku, dia murah senyum. Fredie dan Logan sekolahnya sama, dan tidak jauh dari sekolahku dan Demian
Kedua: Edward, usianya diatas satu tahun dari usiaku. Dia home schoolin’, sikapnya agak dingin, tapi keren.
Ketiga : Logan, usianya sama sepertiku, dia murah senyum. Fredie dan Logan sekolahnya sama, dan tidak jauh dari sekolahku dan Demian
Dari ketiga teman baru yang Demian kenalkan itu, ternyata mempunyai kepribadian yang berbeda.
Sebelum pulang ke rumah, aku
dan ibuku menyempatkan diri untuk membeli souvenir, ini adalah
kebiasaanku dan ibuku setelah berkunjung ke suatu tempat. Memasuki
tempat souvenir yang berkilau-kilauan karena banyak pernak-pernik
berbahan dari kerang. Banyak barang yang lucu, unik, sampai membuatku
bingung. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, ternyata barang-barang toko
tersebut jatuh berantakan, dan seorang nenek sedang membereskan barang
yang jatuh tersebut. Spontan aku langsung mendekat kepadanya, “maaf,
apakah anda memerlukan bantuan?”. “oh, iya nak, bisakah engkau membantu
membawa barang ini ke sana?”, nenek itu menunjuk ke arah sudut kanan
toko, di dekat pintu masuk.
Sambil menunjukkan senyuman, langsung
saja ku bawa barang ini ke tempat yang sudah ditujukan. “Uhh, ternyata
lumayan berat juga ya, kalau mainan ini dibawa secara bersamaan.
Ternyata nenek itu menpunyai pekerjaan yang berat untuk seusianya.”, aku
mengatakan di dalam hatiku. Ku rapikan
barang tersebut agar terlihat menarik
sehingga terlihat pengunjung di luar toko, dan bersedia untuk
membelinya. Beres sudah pekerjaanku ini.
“nak, apakah kamu lelah menggantikan
pekerjaan nenek tadi?” tanya nenek yang bekerja di toko souvenir itu.
“Tidak, tidak..salah tidak lelah, saya hanya membantu meringankan
sedikit pekerjaan anda.” Jawabku.
Nenek itu memberiku sebuah kotak merah
dengan pita berwarna merah jambu melilit diatas kotak tersebut, lalu ia
berkata, “Ini adalah ucapan terima kasihku, karena kau tela
h membantu di tokoku ini, membuatmu susah
hari ini. Ambillah!!”. Aku membalas dengan senyuman, “Saya mengucapkan
terima kasih atas pemberian anda ini, saya hanya ber
niat untuk membantu anda”. Dia
meninggalkanku untuk melayani pengunjung yang datang. “Amy.. apakah kamu
sudah memilih yang ingin kau dibeli?”, ibu menghampiriku. “iya bu,
sudah, aku ingin membeli hiasan dinding yang disana.”, jawabku. Ku ambil belanjaan, lalu membayar belanjaan di kasir.
Puft.. akhirnya berada di
rumah. Malam hari. Sesudah makan malam bersama keluarga, ibu memberikan
souvenir yang dibeli di pantai, dan juga kotak merah misterius. Aku
belum membuka kotak merah itu. Pertama-tama ku gantung hiasan dinding
tersebut, lalu akan kubuka kotak merah misterius itu. Waktunya untuk
membuka kotak merah misterius itu.. Sreek.. sreeek.. Saat ku buka kotak
merah itu, ternyata didalamnya terdapat amplop merah muda, pulpen, jam
tangan dan sebuah buku yang berhias kerang, dan manik-manik. Ku buka
amplop itu dan tertulis.
“Aku tidak tahu maksud dalam surat tersebut. Jam tangan merah?? padahal jam
tangan itu berwarna biru, tetapi terdapat
tombol merah disana, mungkin itu maksudnya. Pesan itu masih terlalu
aneh bagiku. Salah satu yang kutahu adalah jangan memakai pulpen dengan
tinta merah, meskipun pulpen itu mempunyai 6 warna (merah, kuning,
hijau, biru,ungu, hitam)”. Ku buka buku yang mempunyai hiasan
yang indah itu, ternyata buku itu adalah diary, saat ku membukanya terdapat tulisan Hari ke 1, Hari ke 2,… Hari ke 30 di
atas kiri halaman. Aku teringat dengan jam tangan biru di dalam kotak,
kuambil jam tersebut, lalu kupakai di lengan kiriku. “hai, Scrapy kau
bisa
melihat Jam tangan ini mempunyai desain
yang unik kan?, nenek itu sangat baik kepadaku, terima kasih”. Memang
kalau dikamar aku sering berbincang dan bercanda dengan kucing
kesayanganku, Scrapy. “Meow..”, jawabnya sambil menghampiriku. Waktu
sudah menunjukkan 10. Aku akan menulis diary ini sampai habis, sayang
kan kalau tidak digunakan :p”. “Seperti di surat itu aku akan
memanggilmu Diiary. salam Kenal”
————————————————————————————————————————
Hari ke 1
Dear Diiary, Indahnya
hari dimana sekeluarga berlibur ke pantai di hari pertama musim panas.
Aku sangat senang saat berjemur di pantai, berjalan menyusuri pantai,
dan saat menikmati keindahan pantai, meskipun topiku diterbangkan oleh
angin nakal. Hehehe.. Rasanya sakit terjatuh akibat bola pantai yang
dimainkan Demian dan kawan- kawannya, sebagai peermintaan maaf mereka
memberiku ice cream. Sebenarnya aku hanya menjahili mereka, karena
banyak orang yang mengantri untuk membeli ice cream. Tapi siapa ya yang
Demian insyaratkan tadi?. Asyiknya berkenalan dengan teman baru Demian:
Fredie, Edward, Logan. Mereka sangat baik kepadaku.
Membantu seorang nenek di
tokonya, sedikit salah paham aku kira dia pekerja di toko itu. Dia
memberiku hadiah kotak merah atas membantu di tokonya. Meskipun aku
hanya niat untuk membantu saja. Kotak misterius itu mempunyai pesan yang
susah untuk di jabarkan. Tetapi aku senang atas pemberiannya. Aku ingin
mengetahui keajaiban apa yang terjadi nanti.
Hari ke 2
Dear Diiary, hari
ini aku mengajak ke dua sahabatku ke rumah untuk menceritakan yang
terjadi kemarin, tidak lupa menceritakan surat yang membuatku
penasaran. Mereka merespon ceritaku, tetapi Riel dan Alice mempunyai
pendapat yang bertolak belakangmembuatku bingung mengambil kesimpulan.
Riel mengatakan, itu mungkin hanya iseng saja, mana ada zaman sekarang
keajaiban singkat. Alice juga berpendapat, mungkin saja itu benar, siapa
tahu saja keajaiban itu memang ada, dan nyata. Sekarang kesimpulannya
untuk tidak bagitu memikirkan hal tersebut. Senangnya mempunyai sahabat
seperti mereka.
Hari ke 3
Dear Diiary, kamu tahu
enggak siang hari tadi aku bermimpi berjalan di awan dan melihat
kerajaan. Kerajaan itu berkilau, di sana rakyatnya sangat ramah. Aduh
lucunya aku disana tidak mempunyai sayap. Memang namanya mimpi itu,
memang seru.
Hari ke 4
Dear Diiary, memang ya
kalau membuat kue memang gampang gampang susah. Ibu mengajariku membuat
kue yang yummy banget.. hari ini aku dan ibuku menghabisi waktu berdua.
Serasa hari ini hari Hari Anak dan Ibu Nasional
Hari ke 5
Dear Diiary, di teras
aku berpikir tentang hobi lamaku untuk memulai kembali hobi itu lagi
yaitu melukis. Ya hanya besok harus membeli alat-alatnya. Hmm mungkin
besok aku akan mengajak 2 orang itu, pasti seru. Awal dari Kehidupan.

Hari ke 6
Dear Diiary, hangout ya
itulah yang paling mengasyikan, masa muda memang kata “Seru” itulah yang
pastinya selalu muncul. Oh iya, aku mau cerita nih, eh emang aku lagi
cerita sama kamu ya diary, hehehe lupa. Tadi aku ketemu si David. Jika
kamu tanya siapa dia? Jawabannya mantan kekasihku. Semenjak berakhir
hubungan sejak 2 bulan yang lalu, kita tidak pernah bertemu. Memang
susah bertemu, lantas kan dia mahasiswa, banyak yang harus dia lakukan
dengan studinya. Memang sih aku masih SMA kelas 2, belum begitu mengerti
tentang tugasnya.
Kembali ke David..
Walaupun kita sudah seperti adik dan kakak, tidak ada yang namanya
marah, atau menjauhinya. Kapan ya sesorang datang ke hatiku? Kembali
lagi ke tujuan utama.. semua alatnya sudah sempurna. Bagaimana ya lusa..
jadi dag dig dug, masih bisa enggak ya??
Hari ke 7
Dear Diiary, yeyyy
weekend .. J inilah waktunya keluarga kami berkumpul. Hari ini kami
habiskan untuk keluarga tercinta. Yang paling berkesan adalah saat kami
bermain di halaman belakang, bersantai disana. Sepertinya masa kecilku
kembali deh, saat aku bermain ayunan di halaman, Demian mendorong
ayunanku. Lalu kita bercerita masa kecil gitu.. Demian sangat suka
sekali dengan fotograph, dalam moment ini saatnya di menjadi paparazi.
Lumayanlah foto yang dia jepreet..
Hari ke 8
Dear Diiary, hari ini
adalah hari yang kunantikan. La la la li li li. Bingung, dimana tempat
yang nyaman. Untung saja ada Demian, dia mengajakku ke taman. Taman di
wilayah perumahanku memang tempat yang enggak pernah sepi untuk di
kunjungi. Walaupun banyak orang yang ke sana, taman cukup luas kok, jadi
nyaman untuk melukis. Tidak terasa menghabiskan waktu beberapa jam
untuk menuangkan warna-warna ini. akhirnya puas dengan hasilnya, lumayan
bagus ya. Hiihihi
Hari ke 9
Dear Diiary, tidak ada yang
spesial dari hari ini, hanya merapikan kamar, menata ulang agar tidak
merasa bosan. Kamar yang seperti kandang kuda berubah menjadi kamar
istana. Kejauhan ya mengibatkannya
Hari ke 10
Dear Diiary, aku
mendapatkan surat undangan reunian SMP. Senangnya bisa bertemu kawan
lama. Riel dan Alice juga menerima surat itu. Very exited. i will come
there.
Hari ke 11
Hari ke 12
Dear Diiary, aku pikir
bahwa aku nyaman menuangkan semua pikiranku kepadamu. Aku rasa aku akan
menulis diary ini sampai seperti judul diary ini.
Hari ke 13
Dear Diiary, dua hari
yang lalu, aku dan juga sahabatku sudah membuat janji untuk membeli
semua kebutuhan untuk reunian SMP. Aku tidak ingin melewatkan acara
tersebut, aku dengar acara itu sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari,
tentunya persiapannya sudah matang bangeet ya. Kalo udah mateng ya
dimakan, pasti manis banget. Hihihi… J Senangnya hari ini, bisa belanja.
Kedua tangan penuh dengan tas belanjaan, mereka pun sama tetapi yang
sangat banyak terdapat di tangan Riel. Memang Riel itu doyan belanja,
kalau ada kesempatan seperti ini, pasti dia paling duluan. Semangat ’45
ya Riel.. Setiap toko sepertinya sudah kita kunjungi satu per satu deh.
Tiga hari menuju pesta.
Hari ke 14
Dear Diiary, sepertinya
seharian ini terlalu banyak menghabiskan waktu di kamar deh,, Bermain
bersama Scrapy juga mengasyikan, dia enggak bosan-bosan bermain. Memang
dia masih kecil. Bingung.. Hi diary kamu punya ide enggak, besok aku
kemana?? Ehmm.. Rumah Alice.. iya kamu benar, pasti asyik kerumahnya.
Sepertinya sudah jarang enggak ke rumah dia. Kangen deh!! Biasanya kalau
kerumah dia banyak kue-kue.. hihiihii
Hari ke 15
Dear Diiary, kamu tahu
enggak?? Kamu tahu kan, hari ini aku main ke rumah Alice, dan
ternyata.. kue-kuenya habis.. enggak ada.. duh sedihnya.. Alice memang
sudah tahu kalau sahabatnya kerumahnya pasti ingin mencicipi kue-kue
buatan rumah Alice, secara keluarganya punya toko kue yang ENNAAAKK
banget.. Kata Alice sih, minggu ini memang banyak pesanan dari
pelanggannya, jadi di rumahnya enggak ada stock.. J Untungnya Alice
mendapatkan ide yang membuat kiata tersenyum lebar yaitu membuat kue
sendiri ala ala kita sendiri gitu.. Hasilnya sangat sempurna sekali
kaya’nya calon cheff nih. Hahahahaa 😀
Hari ke 16
Dear Diiary, hari ini
rumah Riel adalah tujuan menyibukkan waktu di liburan musim panas ini.
dan juga mempersiapan untuk malam reunian kita. Di sana yang kita
bicarakan adalah masalah penampilan besok, seperti make up, biasalah
cewe-cewe ngomonginnya masalah gituan. Kita bertiga udah enggak sabar
lagi nih besok malam.
——————————————————————————————————————-
Malam yang sangat meriah, semua orang
yang datang memakai pakaian yang sangat indah. Semua orang seperti
princess dan prince. Aku memasuki ke dalam acara itu dengan gaun
berwarna putih gading, rambut coklat ku ku ubah menjadi curly hairstyle,
dengan , betapa anehnya ketika semua orang menujukan matanya kearahku,
apakah ada yang salah kepadaku. Seseorang menuju kepadaku, Logan. Ya dia
teman dari adikku. Dia mengantarku ke sahabatku. Semua teman-teman
lamaku berada disampingku malam ini. lampu-lampu memeriahkan suasana
malam ini. Aku merasa baru masuk sekolah ini. Kenangan yang dahulu
teringat kembali. Suasana tambah meriah saat musik dimainkan.
BERNOSTALGIA.
Hari ke 17
Dear Diiary, malam ini
sangat berkesan sekaliii. Aku punya kabar gembira nih. 1. Temannya
Demian yang beberapa minggu yang lalu berkenalan denganku itu, alumni
sekolah kami. Kenapa Demian enggak cerita ya?? Kenapa aku enggak pernah
ketemu ya sama dia?? Emang dulu aku kurang peduli dengan orang yang
tidak aku kenal sih. 2. Aku sangat terkejut ternyata teman-temanku sudah
pada berubah, memang sih enggak jauh berubahnya tetapi membuatku
seperti di bius.. Malam yang mengasyikan sumpah!!!
Hari ke 18
Dear Diiary, hari ini
enggak tau kenapa ya si Demian ngajak gue hangout. Jarang banget dia
ngajak gue, sampai mohon-mohon. Emang adek kesayangan gue itu kalo udah
ada maunya emang ngelakuin apa aja sampai gue bilang “iya”, mungkin dia
mau nyebur ke kolam ikan di belakang rumah. Hihihi..
Kalau moment kaya begini,
biasanya dia minta di jajanin di Mall, ternyata dugaanku itu benar.
Eh,di mall kita bertemu dengan temannya Demian, aku sudah mengenal
sebagian temannya yang dia pernah ajak main kerumah. Berbaur adalah
salah satu yang kulakukan dengan mereka semua, untung saja di sana ada
yang seumuran denganku, dia adalah Logan. Kayaknya baru ketemu kemarin
pas reunian, udah berasa dekat.. :p Emang dasar si Demian, kalo minta di
jajanin enggak tanggung tanggung banyaknya
Hari ke 19
Dear Diiary, sudah lama
channel youtube ku dan Demian tidak di buka. Jejaring sosial ini bisa
mengasah bakat-bakat orang terpendam. Sudah lumayan banyak yang melihat
video kami, sudah puluhan ribu yang melihat video di channel kami,
memang channel kami sudah lama di buat. Hari ini aku mengunduh video
ciptaan ku sendiri. Sebulan yang lalu Demian berhasil mengunduh video
anak kucing yang sangat lucu, katanya sih dia merekamnya di rumah
temannya. Kucing manis itu sebenarnya milik adik temannya. Aku masih
ingat bagaimana si manis itu mengeong.. meow meow…
Hari ke 20
Dear Diiary, sepertinya
kamu sudah semakin tipis ya?? Oo ow.. sudah hari ke 20, berarti 10
hari lagi.. aku masih teringat dengan pesan nenek itu.. nanti akan aku
coba di hari malam terakhir. Hari ini kenapa ya si Logan?? Kayaknya
mencari perhatian banget sama aku.. aku sudah menceritakan hal ini ke 2
sahabatku itu, mereka mengatakan dia menyukaiku. Tapi aku tidak tahu
apakah benar atau tidak.. Apa mungkin hanya pikiranku saja ya??
Hari ke 21
Dear Diiary, suasana di
ruang keluarga sangat bising.. Ternyata ada temannya adek kecilku.
Betapa terkejutnya aku, ternyata disana Logan juga ada, dia sedang duduk
di sofa putih sambil melihat adekku bermain playstation bersama si
Dion. Jadi teringat yang kemarin. Aku langsung menuju taman belakang
untuk bersantai dengan bermain ayunan dan tidak lupa ditemani handphone
kesayanganku. Beberapa menit kemudian, Logan mendekatiku dan kita mulai
berbincang-bincang.
Tiba-tiba Ringtone handphoneku berdering, dari Logan. Aku menghentikan bercerita dengan Diaryku.
Logan : Hallo, Amy. Maaf menganggu, apakah kamu besok mempunyai acara??
Me : Tidak, memangnya kenapa?
Logan : Bisakah kamu menemaniku ke
acara pameran fotografi Art trA, karena aku mempunyai dua undangan, dan
aku ingin mengajakmu untuk pergi kesana. Bagaimana? Bisa?
Me : (Mengapa dia mengajak aku? Mengapa bukan Demian?)
Logan : Hallo, Amy. Apakah kamu masih disana?
Me : Ehh ehh iya, masih. Ehmm bisa kok. Jam berapa?
Logan : Besok aku jemput ya, jam 7 malam. Ok, seharusnya kamu sudah tidur ya? Maaf ya jadi mengganggu.
Me : oh, tidak apa-apa, aku belum tidur kok.
Logan : Terima kasih ya, besok aku jemput ke rumahmu
Me : Iya, sama-sama. Terima kasih juga sudah mengajakku.
Setelah pembicaraan dengannya selesai, lalu aku melanjutkan pembicaraanku dengan Diary.
———————————————————————————————————————
Oh iya, Diary kamu tahu enggak yang
memutuskan pembicaraan kita itu, ternyata orang yang kita bicarakan
tadi. Dia mengajakku pergi menonton pameran fotograph Art trA, besok.
Kenapa dia enggak sama Demian ya? Kan Demian suka banget acara seperti
itu.
Hari ke 22
Dear Diiary, Sempat aku
menanyakan tentang pameran fotograph Art trA dengan adikku, dia menjawab
dengan semangat. Katanya Pameran itu sangat terkenal, dan sukses di
banyak negara, sangat susah mendapatkan tiketnya dan harganya juga
mahal. Adikku itu rela menabung 6 bulan untuk bisa membeli tiketnya.
Pantesan waktu itu dia minta di jajanin, emang dasar. Aku memberi tahu
alasannku menanyakan soal pameran itu. Dengan dress biru yang kukenakan,
high heel yang memperindah kakiku. Demian sudah pergi ke pameran
tersebut bersama pacarnya, Angelica. Logan menceritakan semua yang tidak
aku mengerti. Saat dia tersenyum padaku, serasa aku berada di dunia
mimpi. Apakah aku jatuh cinta lagi??
Hari ke 23
Dear Diiary, Aku ingin
mengulangi kemarin malam bersama Logan, dia membuatku seperti melayang,
meskipun aku takut akan ketinggian, hehehee. Pengalaman ini tidak lupa
ku adukan dengan sahabatku. Aku rasa, aku tidak bisa jauh dari mereka
semua. Aku sayang kalian semua.. muahh :* Beberapa hari lagi adalah hari
persahabatan kami, rencananya kami akan merayakannya dengan pergi ke
tempat yang sangat tak terlupakan. bertamasya.
Hari ke 24
Dear Diiary, indahnya
hari ini ketika aku mendapatkan sebuah pengakuan dari Logan.. Sudah
beberapa hari kita jalan bersama, itu sangat mengasyikan. Senangnya
ketika dia memberikan hadiah yang manis, Candle light dinner tidak lupa
dengan bunga di tanganku, harum bunga mengisi di ruangan tersebut.
Bisakah kau bayangkan itu? Mungkin kau juga pernah merasakan pengalaman
ku ini, ya kan? Semua perasaanku tidak dapat ku jelaskan dengan
kata-kata, betapa indahnya. And now, I AM LOGAN’s GIRLFRIEND. Can u hear
that world??
Hari ke 25
Dear Diiary, lima
hari lagi, kamu tidak akan menemaniku sebelum aku tidur. Kamu tahu
tidak? Sepertinya keajaiban itu akan terwujud dengan adanya kerja keras.
Satu hal yang ku dapat dari kedatangamu. Sungguh kamu sudah seperti
sahabatku. Besok aku akan mengajak Logan, untuk merayakan hari
persahabatanku bersama Riel dan Alice. Kita bersepakat untuk membawa
pasangan masing-masing, ya acara ini juga untuk membuat kita bisa saling
mengenal satu sama lain. ~Lima hari menuju akhir dari keajaiban
Hari ke 26
Dear Diiary, acara hari
ini berjalan lancar. Sumpah ya, hari persahabatan tahun ini memang
sangat berkesan daripada tahun kemarin. Kita semua saling memenangkan
perlombaan untuk untuk mengetahui pasangan yang paling hebat.
Kegembiraan pun berada di sekitar kita. Alice dengan Derek, Riel dengan
Samuel, dan aku dengan Logan. Akhir dari perlombaan tersebut di
menangkan dengan pasangan Alice dan Derek, memang mereka sangat kompak,
lagipula hubungan mereka sudah 4 tahun, sangat awet. Memang sungguh
sungguh keren. Apakah kamu merasakan kebahagiaan yang ku tulis ini? ~Empat hari menuju akhir dari keajaiban.
Hari ke 27
Dear Diiary, semenjak
aku menjadi kekasih Logan, dia selalu berada didekatku, ya mumpung kita
masih teenage, ya kan?? Apa salahnya? Keinginanku hubungan ini akan
bertahan lama. Amin. Selalu ku ucapkan dalam doa, agar aku menemukan
jodoh untuk masa depanku nanti.Ku
tahu pengakuannya ketika pertama kali bertemu di pantai, ternyata bola
pantai yang membuatku terjatuh adalah perbuatannya, aku langsung tertawa
mendengar dari bibirnya itu. Hahahahhaa ~ Tiga hari menuju akhir dari keajaiban.
Hari ke 28
Dear Diiary, maaf ya
Diary aku jika aku menulismu hanya beberapa kata aku bukan maksudku
untuk merahasiakan semuanya darimu, aku berusaha untuk terbuka kepadamu.
Good nite. ~ Dua hari menuju akhir dari keajaiban.
Hari ke 29
Dear Diiary, Apakah
ada yang membuka dirimu selain aku? Bisakah kamu menjawab pertanyaanku
ini Diary. Aku takut si Demian membuka, membacanya. Kenapa ya saat aku
ingin membuka di hari ke 26, hari ke 27 dan 28 terdapat tulisan: Tiga
hari menuju akhir dari keajaiban, Dua hari menuju akhir dari keajaiban.
Di hari ke 25, dan 26 juga. Apakah ini perbuatan Demian? Aku tidak suka
perbuatan yang dia lakukan ini kepadaku. Apa maksudnya? Apa dia tidak
suka hubunganku dengan Logan?… ih Sebel deh. Besok akan ku tanya dia L ~ Sehari menuju akhir dari keajaiban.
“Demian.. Demian??”, teriak ku saat
matahari baru muncul dari persembunyiannya. Sambil ku goyang-goyangkan
tubuhnya, mungkin dia masih di dunia mimpi. “Ayo bangun dong.. banguun”.
Dengan mata yang masih terpejam dia mengatakan, “ehmm iya, kenapa?”.
“bangun dong aku mau menanyakan sesuatu kepadamu. Bangun BANGGUNUUUNN”.
“Kak nanti saja deh jam 10,ya. aku begadang nonton bola nih, baru tidur
tadi dini hari, masih ngantukk. Ya kak?” matanya masih terpejam saat
mengatakan itu. Ku tinggalkan kamarnya, sebagai seorang kakak aku
kasihan untuk memaksa dia untuk bangun, lagian pula jika dia belum sadar
juga susah untuk menanyakan kepadanya.
Teng jam 10. Dia sudah rapi, berada di
depan tv. Langsung ku dekatinya, dan menanyakan hal itu. “Demian, aku
mau bertanya, tetapi kamu harus jujur ya! Apakah beberapa hari yang lalu
kamu masuk ke kamar kakak, trus membaca diary, dan menulis kata-kata
didalamnya??”. Dia menoleh ke arah ku,” iya, aku masuk ke kamar kakak,
tapi Cuma mau ngambil x-box yang kakak pinjam. Soal diary aku tidak
menulis, apalagi membaca, melihat saja tidak pernah. Emangnya kenapa
kak? Diarynya hilang ya?”. Puft, kalo bukan dia siapa lagi dong?,
tanyaku didalam hati. “oh, enggak apa-apa kok, Cuma nanya aja. Makasih
ya”, jawabku.
Kuberitahu semua
kejanggalan ini kepada Riel dan Alice. Mereka mengusulkan untuk
mengingat tentang surat di dalam kotak misterius itu. Oh iya, kurasa aku
meletakkan barang itu di atas lemari, ketemu.. ku pecahkan sandi
tersebut.. malam jam 7 aku mengikuti perintah di dalam surat tersebut,
tidak takut kejadian yang akan terjadi kepadaku nanti.
Diawali dengan memakai
jam tangan, jam tangan biru itu awalnya hanya beberapa hari berfungsi,
lalu mati. Mungkin baterainya habis, lalu kusimpan lagi di kotak merah
tersebut. Ku ambil pulpen pemberian nenek tersebut lalu ku tandai di
26th Days, kugaris bawahi. Lalu jam di tanganku itu berbunyi
pip..pip..pip.. menujukan 00:15:00. Seperti terdapat cahaya yang
menyilaukan di depanku, ku hampiri cahaya tersebut. Tanpa rasa takut.
“Dimana aku sedang berada
saat ini?? sepertinya aku pernah ke tempat ini.” tanyaku. “Logan? Siapa
yang bersamanya? Siapa wanita itu? Kenapa sahabatku juga berada
disana?”. Ku dekati mereka. “Logan? Siapa dia?” kutanya Logan sambil
menunjuk ke arah wanita itu. Saat wanita itu menghampiri ku. “Tidak
mungkin”.. Sangat tidak percaya saat kulihat, ternyata wanita itu adalah
AKU sendiri. Ku mulai mengingat pernahkah aku berada disini. Aha,
ternyata ini adalah hari perayaan persahabatanku, kami bertamasya ke
daerah dekat pegunungan. Ku perhatikan dengan jelas dan juga ku nikmati
kejadian ini. Tertawa lepas, terseyum, bersorak itulah yang ku lakukan
saat melihat itu semua, meskipun aku tidak bisa berkomunikasi ataupun
menyentuh mereka.
Aku mulai penasaran
dengan .. hari menuju akhir dari keajaiban, siapa yang menulis, ya?
Malam hari saat aku melihat diriku menulis diary di lembar ke 26th Days.
Dan ku tunggu setelah diriku sendiri tidur. Tidak ada siapa-siapa yang
datang. Lalu, ku lihat buku diary tersebut, dan diriku sendiri lupa
untuk menutupnya. Tiba-tiba. Muncullah huruf demi huruf, dan terangkai
demi kata, lalu kalimat, yang muncul dari buku itu.. baru ku mengerti
keajaiban itu akan datang diakhir dan sekarang aku mengetahui keajaiban
itu ada dan nyata.
Tidak lupa dengan pesan
di surat tersebut, ku tekan tombol merah yang berada di jam tanganku,
waktu yang awalnya 00:15:00 menjadi 00:01:00. Sepertinya aku melalui
waktu yang cukup panjang tetapi kenapa jam di tanganku berputar terlalu
lama?? Aku tidak peduli. Lalu cahaya itu muncul ku dekati cahaya itu,
cahaya mulai redup. Tidak ada perubahan selain jam tanganku yang mati
lagi. ku lihat tidak ada diriku sendiri yang tidur di ranjang. Kulihat
jam di dinding jam 7.15 pm. “Apakah keajaiban ini sudah berakhir?”. Ku
ambil buku diaryku lalu ku buka lembar terakhir .
————————————————————————————————————————
Hari ke 30
Dear Amy, ini adalah
akhir dari keajaibanku. terima kasih telah menceritakan semua harimu
kepadaku. Aku sangat senang kamu mengajakku berbincang setiap malam.
Apakah kamu menikmati perjalananmu tadi? Kau harap kamu senang. Itu
adalah hadiah dariku. Dan kita tidak bisa lagi berbincang seperti
dahulu. Waktuku sudah habis. Terima kasih untuk semuanya dan aku senang
bisa menjadi sahabatmu. Jangan lupa keajaiban itu tepat berada di
sekitar kalian, jika kalian tidak dapat merasakannya. Mungkin kalian
lupa meyakini adanya keberadaan KEAJAIBAN. ~Diiary.
Dan aku tahu semua makna dari semua ini, yaitu MEYAKINI KEAJAIBAN. Terima kasih telah menyadarkanku Diiary. :*
Terima kasih sudah membaca cerpenku
ini, jika terdapat kesalan dalam cerita ataupun pendapat untuk
memperbaiki penulisan ku ini, dimohon untuk menuliskannya di kotak
komentar yang sudah tersedia.







0 komentar:
Posting Komentar