Translate

ccerpen pesantren kilat

Written By iqbal_editing on Senin, 19 Juni 2017 | 09.58

Seperti biasa liburan sekolah ku isi dengan aktifitas dirumah saja, memang membosan kan tapi aku pun tak punya ide untuk pergi kesuatu tempat dengan teman-teman atau aktifitas lainnya. Namun aku terpikirkan dengan acara SANLAT (Pesantern Kilat) yang di adakan oleh salah satu Pesantren, “Sepertinya aku harus coba ikutan SANLAT, biar nambah pengalaman” Bisikan dalam hatiku.

     Ketika aku sedang berkumpul bersama saudara-saudaraku,
“Teh, Ikutan SANLAT yu?”
“Gimana iya, Hayu aja Nis tapi SANLAT nya kan pasti udah mulai dari 3 hari yang lalu”
“Ya sih, tapi aku pengen banget ikutan SANLAT, ya ya ya!!”
“Trus bagaimana dengan pengajian disini”
“Kita izin dulu sama Kang.Yana, lagian kita ikut SANLAT juga buat nyari pengalaman”

   Nisa sangat ingin ikut SANLAT, dan akhirnya aku memutuskan untuk ikut. Pagi itu aku berangkat diantar kakak iparku sedangkan Nisa bersama Ayahnya, di perjalana hatiku terasa tak tenang karena aku akan bertemu dengan teman-teman baru dan yang pasti tinggal bersama mereka di pesantren. Setibanya aku di pesantren, aku di sambut dengan tatapan mata yang mengarah kepadaku dan Nisa setelah pendaftaran lalu kami di ajak ke masjid dimana santri-santri sedang berkumpul disana.

     Hari-hari kujalani bersama para santri lainnya, memang awalnya aku sedikit pendiam dan tidak terlalu akrab namun dengan berjalannya waktuk aku bisa merasakan bagaimana hidup ala santri, rajin mengaji dan ibadah. “Mereka sudah ku anggap seperti saudaraku” kata hatiku.

    Seminggu terakhir sebelum malam muhasabah, aku dan para santri kelas 4 lainnya dilatih tari saman  untuk mengisi malam muhasabah atau malam perpisahan. Kami berlatih setiap hari sore dan malam, di saat inilah kebersamaan dan kekompakan bersama mereka sangat terasa seakan tak ingin pisah dari mereka.

Malam yang di nanti-nanti pun tiba panggung acara telah di hiasi dengan lampu-lampu yang siap dinyalakkan “Tak terasa sebentar lagi aku kan berpisah dengan mereka dan meninggalkan pesantren ini, sungguh aku masi ingin disini bersama mereka dan menimba ilmu disini” pikir ku dalam hati.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik