Seperti
biasa liburan sekolah ku isi dengan aktifitas dirumah saja, memang
membosan kan tapi aku pun tak punya ide untuk pergi kesuatu tempat
dengan teman-teman atau aktifitas lainnya. Namun aku terpikirkan dengan
acara SANLAT (Pesantern Kilat) yang di adakan oleh salah satu Pesantren,
“Sepertinya aku harus coba ikutan SANLAT, biar nambah pengalaman”
Bisikan dalam hatiku.
Ketika aku sedang berkumpul bersama saudara-saudaraku,
“Teh, Ikutan SANLAT yu?”
“Gimana iya, Hayu aja Nis tapi SANLAT nya kan pasti udah mulai dari 3 hari yang lalu”
“Ya sih, tapi aku pengen banget ikutan SANLAT, ya ya ya!!”
“Trus bagaimana dengan pengajian disini”
“Kita izin dulu sama Kang.Yana, lagian kita ikut SANLAT juga buat nyari pengalaman”
Nisa
sangat ingin ikut SANLAT, dan akhirnya aku memutuskan untuk ikut. Pagi
itu aku berangkat diantar kakak iparku sedangkan Nisa bersama Ayahnya,
di perjalana hatiku terasa tak tenang karena aku akan bertemu dengan
teman-teman baru dan yang pasti tinggal bersama mereka di pesantren.
Setibanya aku di pesantren, aku di sambut dengan tatapan mata yang
mengarah kepadaku dan Nisa setelah pendaftaran lalu kami di ajak ke
masjid dimana santri-santri sedang berkumpul disana.
Hari-hari
kujalani bersama para santri lainnya, memang awalnya aku sedikit
pendiam dan tidak terlalu akrab namun dengan berjalannya waktuk aku bisa
merasakan bagaimana hidup ala santri, rajin mengaji dan ibadah. “Mereka
sudah ku anggap seperti saudaraku” kata hatiku.
Seminggu terakhir sebelum malam muhasabah, aku dan para santri kelas 4 lainnya dilatih tari saman untuk
mengisi malam muhasabah atau malam perpisahan. Kami berlatih setiap
hari sore dan malam, di saat inilah kebersamaan dan kekompakan bersama
mereka sangat terasa seakan tak ingin pisah dari mereka.
Malam
yang di nanti-nanti pun tiba panggung acara telah di hiasi dengan
lampu-lampu yang siap dinyalakkan “Tak terasa sebentar lagi aku kan
berpisah dengan mereka dan meninggalkan pesantren ini, sungguh aku masi
ingin disini bersama mereka dan menimba ilmu disini” pikir ku dalam
hati.
0 komentar:
Posting Komentar