Translate

cerpen belajar kelompok

Written By iqbal_editing on Senin, 19 Juni 2017 | 08.54

Pada suatu hari, guru memberikan tugas pada murid murid untuk mengumpulkan hasil kesimpulan dari praktek IPA tentang gerhana, revolusi, dan rotasi Bumi secara berkelompok.
26 April 2016
“anak anak kalian harus mengumpulkan hasil kesimpulan besok, jika kalian ingin mengetahui siapa kelompok kalian maka lihat lah di papan depan kelas” kata bu Susi.
Bel pun berbunyi menandakan saat istirahat, seperti biasa Rifa dan aku selalu bersama. “Fa, siapa ya.. kelompok kita?, apakah kita akan berpisah?” kataku
“aku tidak tau siapa Liaaa, mungkin kita bisa melihat papan disana” kata Rifa sambil menunjukkan papan yang berada di depan kelas
“tapi Rifa, lihat begitu banyak yang melihat disana, sampai sampai ada yang berkelahi” kataku sambil melihat arah papan itu dari kejauhan. Dan beberapa detik kemudian mereka mulai bubar, “ayo, kita lihat cepat!!” kataku sambil mengagetkan Rifa yang sedang melamun
“ayo, cepat” kata Rifa sambil menarik tanganku, ketika aku melihat di papan aku langsung kaget melihat kelompokku adalah aku, Rifa, Dela, Lara dan Rahsa
“ya ampun Rahsa ikut” kataku sambil kecewa
“dimana ada Lara ya, ada Rahsa dan juga kita” kata Rifa
“tapi tak apalah” kataku singkat
Beberapa jam pun berlalu, bel pun segera berbunyi menandakan waktu pulang kelas 4, 5 dan 6. Ya, kami adalah kelas 6. Setelah itu Aku, Rifa, Dela dan Lara, kami melakukan musyawarah di depan kelas
“Dimanakah kita akan bekerja kelompok?” kata Lara
“Sebaiknya kita melakukan hompimpa!, supaya adil” kata Rifa dengan bersemangat
“betul sekali kata Rifa itu teman, ayo kita lakukan”
Meraka pun melakukan hompimpa dengan bersemangat. Dan ternyata Lara berbeda sendiri.
“Lara ternyata di rumahmu, hehehe” kataku sedikit mengejek
“Terserah kau Lia, oh iya!, dimanakah Rahsa biasanya bersama kita” kata Lara
“Apalagi bersamamu Lara” kata Rifa yang juga menyindirnya
Mereka pun mencari Rahsa di sekitar sekolah. Dan akhirnya Dela pun melihat Rahsa di dekat pepohonan dekat taman
“itu Rahsa ayo kesana” tunjuk Dela
“ayooo” jawab kami bertiga serentak
“Rahsa kenapa kamu tidak ikut dengan kita tadi di depan kelas untuk bermusyawarah?” kataku
“maaf aku tidak mengetahuinya”
“ok” kata Lara dengan singkat
“menghilang begitu saja” gumamku
“jadi ada apa kalian kesini?” kata Rahsa
“kami kesini untuk mengajakmu bekerja kelompok di rumahnya Lara” kata Dela
“oooh nanti saja kan bisa, aku mau refreeshing di bawah pepohonan ini begitu sejuk!”
“enak aja” sahut Rifa
“Jika kita tidak bekerja sama maka akan susah mengerjakannya Rah!” kata Lara meyakinkan Rahsa
“Bagaimana kalo nilai kita jelek, yang rugi bukan kita aja ya Rah” kata Rifa
“ok, ok” kata Rahsa dengan wajah terpaksa dan berusaha berdiri dari bawah pepohonan itu
Setelah beberpa jam dan menit berlalu kami sangat bergembira karena mereka sudah sampai di rumah Lara. Lara pun menyiapkan makanan kecil, minuman dan juga tempat untuk bekerja kelompok.
“Silahkan ya diminum dan dimakan suguhannya” kata Lara dengan lembut dan juga dengan polosnya
“ok, terima kasih ya Laraaa” kataku dan Rifa
“terima kasih yaa, aduh kita ngrepotin ya!” kata Dela
“ya, ti” belum selesai berbicara aku langsung menyelah
“iyaaa” dengan aku yang tersedak makan kecil yang diberi Lara
“idiiih belum selesai bicara udah kaget sampai tersedak ini minum, maksudku tidak ngerepotin kan temen sendiri” kata Lara yang menahan tawanya karena aku tersedak.
“jan lebay mangkannya jadi orang itu, Lia!” kata Rifa dengan tawanya
“aku kan kaget”
“Rah kenapa kamu kok seriuuus sekali main hpnya siiiih, sampai sampai kita ngelucu dia hanya bermain hp” kataku sambil melihat Rahsa
“idiih, terserah ku kan, ini kan hp hp ku” katanya yang sedikit marah
“ayooo cepat mau berapa lama lagi kita akan mengerjakan tugasnya” kata Dela dengan sedikit tegas
“oh iyaaa” kataku memegang kepalaku
Kami pun membeli dan mengambil barang yang dibutuhkan. Setelah setengah dari pekerjaan selesai, Rifa dan Lara membicarakan tentang Rahsa.
“Rif, lihat Rahsa dengan asiik bermain dengan handphonenya” kata Lara
“iya, ya” kata Rifa, aku hanya mendengarkan gumam an dari kedua temanq itu, “hei kalo gossip terus dan bermain, mana akan cepat selesai pekerjaan kita” kata ku marah dan mengagetkan mereka berdua, “cepat selesai dan batulah aku dan Dela bukan menggossip, jangan omongin tentang Rahsa”, mereka pun menyelesaikannya dengan cukup baik dan lumayan cepat.
“Hai teman aku tau bagaimana cara kita supaya Rahsa berkerja dengan baik” kataku memberi ide, sedangkan Rahsa bermain dengan handphonenya dan sejak setengah pekerjaan selesai dari tadi dia mengabaikan kita semua.
“Bagaimana?” kata Rifa dan Dela, aku pun mengahampirinya.
“Rah.. aku boleh minta tolong nggak?” kataku
“apa lagi siih” sambil masih dengan kegiatannya itu
“bantuin kita ngumpulkan dan bacakan kesimpulan ini yaaa”
“kenapa aku, kenapa kok nggak Dela atau siapa gitu?” dengan manaruh handphonenya itu dan marah
“karena kamu tadi bantuin kita hanya setengah aja, juga gak kompak lagi”
Karena Lia dan Rahsa berbicara agak keras, Rifa, Lara dan Dela mendengarkan percakan mereka. Dan tiba tiba saja aku dipeluk dari belakang dengan Rifa, juga Lara.
“Ya, supaya nilaimu juga bagus ok” kata mereka dengan masih memelukku
“ya, Raaah” kata Dela dari belakang
“aah, leherku! kenapa kalian mengagetkan saja siih!” kataku agak kesakitan
“maaf” jawab mereka berdua.
Dengan wajah agak tertawa Rahsa akhirnya mau menerima pekerjaan dariku itu.
27 april 2016
“anak anak ayo kumpulkan dan ceritakan tentang hasil kalian, masing masing 1orang mewakili kelompoknya” kata bu susi yang sedan duduk di tempat duduk wali kelas. Setelah itu satu persatu kelompok dipanggil secara acak, dan kami memiliki nomer kelompok 6. Kelompok kami dipanggil dengan urutan kedua. Setelah itu Rahsa melakuan pekerjaan dengan baik, Rahsa pun menyebutkan nama dan nomor absen kelompok kita di hadapan guru yaitu bu ferlin yang sedan duduk dibangku siswa sedangkan bu susi tetep di tempat duduknya dengan menilai juga. Setelah itu kami sedikit melirik ke buku nilai dan akhirnya nilai yang kami dapatkan tidak mengecewakan.
Jika kalian bekerja sama maka hasilnya akan baik.
Cerpen Karangan: Lidya Rosyida

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik