“Wah, banyak sekali sayurannya Kek,” celotehku tiba-tiba. Kakekku hanya senyum saja mendengarnya.
“Iya Din, pasti banyak sayurannya kan kita lagi di kebun, kamu di kota pernah tidak berkebun?” tanya kakekku.
“Belum pernah Kek,” jawabku singkat. Kami mengelilingi kebun yang penuh dengan sayur mayur yang segar segar, ingin rasanya tanganku segera memetik sayuran-sayuran tersebut tapi aku takut jika dimarahi oleh kakek.
“Udin, di kebun ini banyak sekali macam-macam sayuran di antaranya bayam, tomat, kangkung, dan lain-lain selain itu juga ditanami palawija,” jelas kakek. Aku terdiam mendengar penjelasan dari kakek karena saking kagumnya dengan keadaan sekitar.
“Udin, kamu suka makan sayur tidak?” tanya kakek.
“Aku tidak suka Kek makan sayur, sayur itu gak enak gak ada rasanya Udin hanya suka saja jika melihat sayuran mentah karena kelihatannya sangat sedap dipandang,” jawabku.
“Zat besi merupakan suatu zat yang terkandung pada sayuran terutama banyak sekali di bayam dan guna dari zat tersebut ialah untuk menambah darah maksudnya agar tubuh kita tidak cepat letih lemah dan lesu ketika beraktivitas dan misal pada tanaman tomat juga terdapat banyak vitamin di antaranya vitamin A, kamu tahu Din apa fungsi dari vitamin A?” tanya kakek. Dengan lantangnya Udin menjawab, “Tahu Kek, vitamin A itu gunanya untuk kesehatan mata.”
Kami berhenti di suatu tempat yang terdapat tanaman palawija. “Din, kamu tahu ini tanaman apa?” tanya kakek.
Udin memperhatikan tanaman tersebut dan tak lama kemudian dia berkata, “Ini ketela Kek,” tegas Udin.
Lalu kakek melanjutkan bertanyanya, “Kamu tahu apa yang terkandung di dalam ketela dan apakah kamu juga tahu ketela termasuk tanaman apa?” tanya kakek lagi.
“Ketela itu kalau tidak salah banyak mengandung zat karbohidrat Kek dan jika tidak salah ketela itu termasuk jenis tanaman palawija, betul atau salah Kek,” jawab Udin dengan ragu-ragu. Kakeknya menatap cucu kesayangannya tersebut lalu menepuk bahu Udin.
“Yah apa yang kamu katakan memang benar banyak sekali zat yang sangat berguna bagi tubuh kita dan terkandung di dalam sayuran ataupun palawija dan tak sepantasnya kita tidak mengonsumsi sayuran meskipun rasanya tidak enak seperti apa yang kamu katakan Din,” jelas kakek. Udin tersipu malu setelah mendengar penjelasan dari kakeknya.
“Iya Kek, maaf dan Udin berjanji Udin akan mencoba untuk makan sayur-sayuran,” pungkas Udin dengan malu-malu.
“Tujuan Kakek mengajakmu ke sini tak lain dan tak bukan ialah mengajakmu berlibur sambil belajar Din jadi selain kamu bisa menyegarkan pikiranmu setelah penat dengan segala kesibukan sekolah kamu juga bisa belajar, ilmu itu bisa dicari di mana saja,” sambil mengusap kepala Udin yang tertunduk.
“Mumpung hari masih pagi, ayo kita pulang dan jangan lupa kita petik dahulu sayuran ini untuk kita makan nanti di rumah,” ajak kakek.
“Siap Kek, biar Udin saja yang memetiknya dan Kakek duduk saja di sini,” jawab Udin penuh keceriaan. Akhirnya mereka pulang ke rumah dengan membawa beberapa ikat sayuran untuk dimasak di rumah nanti. Liburan kali ini merupakan liburan yang sangat spesial dan berbeda bagi Udin karena selain untuk menyegarkan pikirannya dia juga mendapat ilmu dari kakeknya lewat berkebun.
Cerpen Karangan: Elika Dwi Wijaya
0 komentar:
Posting Komentar