Suatu hari, nampak Putri Elvina, Putri Alisha dan Putri Veronica sedang bercakap-cakap.
“Di saat ulang tahunku nanti, aku ingin sebuah sepatu berwarna jingga.” Ujar Putri Elvina. Putri Alisha dan Putri Veronica juga menginginkannya. Hanya saja sepatu yang diinginkan warnanya sama seperti warna kesukaan mereka. Di saat itu, raja sedang berada di kediaman putri yang baru, dan tidak sengaja mendengar perkataan putrinya.
“Elvina, Alisha, aku ingin sebuah bunga yang aku suka. Dan aku ingin membagikannya pada rakyat.” Kata Veronica baik hati.
“Wah.. kamu benar-benar baik sekali pada rakyat.” Ucap Elvina dan Alisha.
“Kita harus memperhatikan keadaan rakyat. Jangan sampai kita lupa.” Kata Veronica tegas.
“Aku ingin negeri kita tambah indah nan elok dipandang. Berarti harus ada banyak tanaman.” Tambah Putri Veronica.
“Wah, kalau begitu aku juga mau.” Kata Putri Elvina, dan Putri Alisha bersamaan.
“Kalau begitu kita minta pada Ayah saja.” Kata Putri Alisha.
“Jangan!” Putri Veronica menolak.
“Kita harus menabung.” Saran Putri Veronica.
“Baik kalau begitu. Aku setuju” Ucap Putri Alisha. Putri Elvina juga setuju. Raja senang mendengar ucapan ketiga putri kesayangannya. Siapa tahu suatu saat nanti, raja dapat memberikan sesuatu yang mereka minta.
“Mengapa Putri ingin makan sup?” Tanya Pengawal Raja. Putri Veronica menjawab.
“aku dan adik-adikku ingin hidup sederhana. Tidak menjadi Putri yang selalu makan makanan yang enak-enak. Kami ingin kan juga ingin sehat.”
“Apa Putri tidak bosan?” Tanya Pengawal Raja kembali. Putri Veronica bilang, mereka bertiga akan mencoba tidak merasa bosan.
“Jika Putri mau steak, sushi, spageti atau burger, saya akan bilang pada juru masak untuk membuatkannya.” Kata Pengawal. Putri Veronica tersenyum, dan berkata.
“Jarang-jarang saja aku makan seperti itu. Jika sering makan seperti itu, dapat mengganggu kesehatan.”
“Baiklah.” Pengawal meninggalkan sang Putri sendirian di dapur.
Putri Elvina, dan Putri Alisha sedang memetik tomat merah di belakang rumah. Begitu Pengawal pergi, Putri Elvina, dan Putri Alisha masuk ke dapur melalui pintu belakang sambil membawa sekeranjang tomat dan wortel.
“Wah, banyak sekali tomat dan wortel yang sudah masak.” Putri Veronica begitu kagum.
“Aku dan Elvina akan membuat jus wortel. Kamu mau?” Tawar Putri Alisha pada kakaknya.
“Tidak, terima kasih.” Putri Veronica mulai memasak soup tomat.
Lima menit kemudian, soup tomat pun siap disajikan bersama tempe goreng, dan ayam tepung.
“Kak, aku besok ingin makan steak dan spageti.” Kata Putri Alisha pada Putri Veronica.
“Baiklah, tidak apa-apa. Tapi bolehnya dua minggu, sekali saja ya.” Saran sang Kakak.
“Siap, kak.” Putri Alisha akan memenuhi saran Kakaknya.
“Ini dia jus wortelnya.” Putri Elvina meletakkan minuman itu di atas meja makan. Ketiga Putri itu menikmati makanan buatan mereka.
Tiga bulan sudah berlalu. Tabungan sang Putri sudah terkumpul, namun tak begitu banyak jumlahnya.
“Jika dipakai untuk membeli bunga, baru untuk berdua. Bagaimana ini?” tanya Putri Veronica, sambil mengkira-kira.
“Kita harus mengumpulkan uang lagi.” Cetus Putri Elvina. Sementara ulang tahun ketiga Putri itu semakin dekat.
“Aku sebenarnya tak begitu mengharapkan hadiah dari Ayah.” Kata Putri Veronica mengungkapkan perasaannya.
“Mengapa?” Tanya Putri Veronica.
“Kita kan sudah banyak merepotkan Ayah dan Bunda.” Putri Alisha membagi tahu.
“Iya ya.” Kata Putri Veronica, tanpa berpikir panjang lebar.
“Sudahlah, aku ingin makan pudding dan Ratatoulie.” Ujar Putri Elvina.
“Baiklah, ayo kita bilang kepada juru masak. Tapi kita bantu masak, oke?” Usul Putri Alisha.
“Oke!” Balas Putri Elvina, dan Putri Veronica berdua.
Tak lama, hari ulang tahun sang Putri akhirnya tiba. Ulang tahun sang Putri dirayakan di kediaman raja. Pesta lumayan mewah, dan para undangan cukup banyak. Hal tersebut atas kemauan baginda raja. Sang raja dan ratu memberikan tiga Putri kesayangannya sebuah hadiah. Putri Elvina, Putri Alisha, dan Putri Veronica terkejut melihat pemberian sang Ayah dan bunda. Mereka menerima pemberian tersebut dengan senang sekali. Para Putri memeluk sang Bunda, dan berterima kasih kepada sang Ayah.
Putri Elvina diberi hadiah sepatu pesta berwarna jingga dan lebih mengejutkan lagi saat diberi 1000 bunga tulip berwarna jingga pula. Putri Alisha diberi hadiah sepatu pesta berwarna merah, dan diberi 1000 bunga mawar berwarna merah menyala. Putri berikutnya adalah Putri Veronica. Putri Veronica diberi hadiah sepatu pesta berwarna ungu dan 1000 bunga anggrek yang berwarna seperti warna kesukaannya. Putri Elvina, Putri Alisha, dan Putri Veronica mengucapkan banyak terima kasih pada sang Ayah dan Ibunda tercinta. Uang tabungan yang mereka kumpulkan bersama-sama dari pemberian Ayah, dibagikan kepada rakyat. Para rakyat juga diberi sebuah bunga dari tiga jenis bunga itu. Rakyat merasa senang sekali, karena sang Putri mau memperhatikan keadaannya.
“Terima kasih Putri yang ramah, bijaksana, mulia, dan pembawa kemenangan.” Teriak rakyat negeri tempat Ayahnya memimpin pada ketiga putri itu. Putri Jingga, Putri Merah, dan Putri Ungu. Sang Putri membalas dengan senyuman sambil melambaikan tangan ke arah rakyat.
Cerpen Karangan: Aprilia Tri Haryanti
0 komentar:
Posting Komentar