Translate

cerpen tukang parkir

Written By iqbal_editing on Jumat, 02 Juni 2017 | 05.56

Cerpen: Cerita Sang Tukang Parkir

                    Ini kisah seorang tukang parkir yang masih remaja. Meskipun dia masih remaja dia sudah melihat banyak sekali kenyataan dan sulitnya kehidupan biarpun hanya menjadi seorang tukang parkir di sebuah supermarket. Saat baru pertama kali bekerja sebagai seorang tukang parkir dia sering melihat seorang anak yang menjual roti di depan supermarket dengan senyuman tawa sambil menawarkan dagangannya. Seberapa buruk orang menolaknya dia tetap tersenyum. "Ah... dia 'kan sudah biasa." Pikir si tukang parkir.

                    Suatu ketika sang tukang parkir melihat anak kecil itu jatuh di serempet sebuah motor Anak tersebut terjatuh dan semua rotinya terlindas oleh mobil-mobil dan motor-motor yang lewat bahkan ada orang yang meneriaki ana itu, "Hei anak kecil! Mau cari mati? Kalau main jangan di jalanan!" Tidak ada seorang pun yang tergerak untuk menolong anak itu. Sampai akhirnya sang tukang parkir mulai bertindak. "Zaman sekarang sulit sekali untuk mendapat pertolongan dari orang sekitar. Peduli sesama juga sulit ditemukan hanya peduli terhadap diri sendiri dan orang yang dikenal saja." pikir sang tukang parkir sambil menolong anak itu. Dia pun bertanya kepada anak itu, "Kamu tidak apa-apa?" Jawab anak itu, "Tidak apa-apa, terima kasih ya, kak!" "Masa kamu terbiasa dengan hal seperti ini? Justrunya kamu marah dengan orang itu!" Kata sang tukang parkir. "Mau apa lagi.. kalau saya teriak marahin orang itu namanya saya mencari masalah baru. Ibuku bilang seperti itu apapun yang orang lakukan terhadap kita, kita harus sabar. Biarpun seberapa benci dan kesalnya kita." Kata anak itu sambil cengengesan "Wah anak sekecil ini bisa berbicara seperti itu. Hebat sekali." pikir sang tukang parkir. Sang tukang parkir pun bekerja kembali.

                    Setelah beberapa bulan bekerja, sang tukang parkir sering kali melihat aksi orang sederhana, kalangan atas, maupun bawah saat hujan turun. Dia pun melihat beberapa tipe orang dari situ. Ada orang yang berteriak kasar saat memanggil tukang parkir untuk meminjamkan payung atau pun mengantarkan mereka menuju kendaraan mereka. Ada orang yang memberikan tukang parkir uang besar tapi dengan cara yang kasar. Ada yang memberikan tulang parkir uang besar karena salah ambil uang. Ada yang memarkirkan kendaraannya dengan sembarangan karena buru-buru atau pun malas. Ada yang berterima kasih ketika dipinjamkan payung. Ada yang hampir menabrak tukang parkir saat memarkirkan kendaraannya.

                    Sang tukang parkir pun berpikir, "malangnya nasibku hanya bekerja seperti ini. Seharusnya aku bisa jadi orang sukses. Coba aku bisa bersekolah dengan serius pasti aku akan lulus dengan baik." Dia pun bercerita kepada temannya. Kata temannya, "Kamu tahu gak kalau di dunia ini tidak ada tukang parkir kayak gimana?" Jawab sang tukang parkir, "Gimana ya? Kayaknya jalanan bakalan kacau tapi, 'kan ada polisi." Temannya menggelengkan kepala "tugas polisi kan mengatur lalu lintas bukan markirin mobil sama motor orang kamu ini gimana sih? Kita justrunya bangga karena bisa dibilang kita ini pahlawan di jalanan." Akhirnya sang tukang parkir mengerti bahwa semua pekerjaan itu berjasa dan memiliki guna tertentu.

                    Beberapa hari kemudian sang tukang parkir bercerita dan mengeluh kembali kepada temannya. "Hah.. pekerjaan ini benar-benar susah! Hampir aja aku ditabrak mobil orang karena pengemudinya baru belajar naik mobil. Sudah panas dan capek lagi! Aku rasanya ingin berhenti." Kata temannya,"Kamu pikir semua pekerjaan enak? Semua pekerjaan ada kesulitannya! Kalau tidak mau susah dan repot tidak usah kerja aja. Sekalian tidak usah makan." Kata sang tukang parkir marah, "Kamu suruh aku mati ya? Mau kasih makan apa orang tuaku?" Lalu temannya berkata, "Bukan maksudku begitu.. Aku hanya ingin kamu tahu semua pekerjaan itu tidak ada yang gampang! Misalnya dokter, dia harus kuliah dulu dan bertanggung jawab atas keadaan pasiennya, dia juga harus siap kalau dituntut berbagai macam masalah. Kalau guru harus bertanggung jawab atas muridnya dan menghadapi masalah-masalah yang akan timbul karena omongan murid yang biasanya tidak benar kepada orang tua mereka. Guru juga sering disalahkan. Pemulung juga kalau tidak ada mereka siapa yang mau memungut sampah botol dan sampah lain. Masih banyak lagi!! Kalau kita tidak ada masalah namanya hidup ini tidak berwarna sama sekali" Akhirnya sang tukang parkir pun tahu kalau semua pekerjaan tidak ada yang gampang dan memiliki kesulitan.

                    Sudah 2 tahun dia bekerja sebagai tukang parkir dan ia tidak pernah menyesali bahkan mengeluh kembali. Biarpun berpenghasilan pas-pasan dia tetap bangga akan pekerjaannya tersendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik