Translate

cerpen dangdut is on me

Written By iqbal_editing on Sabtu, 08 Juli 2017 | 15.36

“Hei.. Hei.. Hei.. lihat tuh si cewek dangdut pagi-pagi udah nongol!” hinaan, cacian, makian sudah menjadi sarapan tersendiri bagiku hanya kesabaran inilah yang membuatku mampu untuk tidak merespon apa yang mereka katakan tentangku.

“Vi.. Kamu kenapa sih masih kokoh pada pendirian kamu untuk menjadi seorang penyanyi dangdut?” pertanyaan itu terus menerus aku dengar dari temanku satu-satunya yang dapat menerima diriku apa adanya.
“Ra.. Apa salahnya sih, kalau aku ingin jadi seorang penyanyi dangdut? Apa itu sebuah hal negatif? Enggak kan!”
“Iya.. Aku juga tahu bahwa menjadi penyanyi dangdut itu bukan hal negatif, tapi aku gak mau ngelihat kamu yang terus menerus diejek sama satu sekolah, inget Ra.. Satu sekolah.” Yah.. Memang benar satu sekolah ini tidak menyukai diriku yang memiliki hobi sekaligus bercita-cita ingin menjadi seorang penyanyi dangdut.
“Aku gak peduli akan semua hal yang fakta itu Ra, yang penting aku harus tetap berpegang teguh pada pendirianku. Aku akan buktiin kepada semua orang yang ada di sekolah ini dan juga keluargaku bahwa aku bisa menjadi seorang penyanyi dangdut profesional,”
“Hmm.. Kalau kamu udah ngomong gini, gimana kamu aja deh aku hanya bisa berdoa semoga apa yang kamu cita-citakan tercapai, aamiin,”
“Iya Ra, makasih ya.. Kamu teman aku yang paling baik dan pengertian sama aku,”
“Iya.. Sama-sama Vi.”

“Ra.. lihat deh di brosur ini dikatakan bahwa akan membuka pendaftaran penyanyi dangdut dan diliput oleh stasiun televisi, wah.. Kayaknya ini bakalan jadi peluang buat kamu jadi penyanyi dangdut deh,”
“Aduh.. Ra, makasih banget ya..”

Setelah diriku mendaftarkan diri, dan audisi pun telah dimulai. Ejekan pun lebih merajalela lagi, dengan adanya seorang biang gosip yang mengetahui bahwa aku mengikuti ajang kompetisi itu. Setelah sekian lama kompetisi berjalan akhirnya aku memasuki babak final, yang mana pada saat itu ejekan tersebut berubah menjadi sebuah pujian dan pemberian semangat kepada diriku. Di balik kesenangan itu aku masih khawatir dengan kompetisi itu, karena lawan yang akan bersaing denganku tak kalah hebatnya denganku. Tetapi yang membuatku bahagia lagi kedua orangtuaku yang mulanya tidak menyukai bila mana diriku bercita-cita menjadi seorang penyanyi kini mereka mendukungku dan mendoakanku seratus persen setulus hati.

Akhirnya babak final pun telah selesai dan sekarang adalah waktu dimana para juri untuk mengungkapkan siapa yang menjadi juaranya. Sungguh.. Jantung ini seperti sedang dipacu dengan kencang, keringat yang membanjiri tubuhku, beserta gemetarnya tubuh ini begitu berirama.
“Oke.. Dan pemenang dalam ajang pencarian bakat penyanyi dangdut 2016 ini adalah…” ku tutup mataku, dan aku ingin telingaku ditulikan agar aku tidak mendengarnya. Sungguh, aku tidak percaya diri.
“Vivi Melati..” apa.. apa juri itu gak salah ngomong, aku.. Aku juaranya.
Dan ketika ku buka mataku ternyata benar. Diriku juaranya. Semenjak audisi itu aku sudah memiliki sebuah album dan sekarang satu sekolah minta foto bareng, nomor handphone, tanda tangan. Indahnya hidupku saat ini, seperti lagu dangdut yang sering ku dengarkan yaitu semua akan indah pada waktunya.
Tamat
Cerpen Karangan: Nazia Nabila

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik