“Ti, gue duluan ya?” pamit Dita.
“Iya..” Jawab Anti.
Tidak lama kemudian, Anti pun selesai. Ketika keluar, ia mendengar suara tangisan wanita dari kamar mandi sebelah. Anti mendekati kamar mandi tersebut. Lalu ia mencoba bertanya.
“Halo.. Siapa ya?” Tanyanya sambil mengetuk pintu kamar mandi itu. Seketika itu pula suara tangisan hilang. Kemudian ia mencoba membukanya. Begitu terkejutnya dia karena tidak ada orang. “Siapa tadi ya?” Tanyanya Anti.
Tidak mungkin dari luar karena suara tadi begitu dekat, sedangkan kamar ganti hanya ada 2. Karena tidak mau mengambil resiko, ia pun pergi dari sana dan menemui Dita. Karena lapar, Dita meminta izin pada Anti untuk sarapan. Lalu Dita meninggalkan Anti. Selagi asyiknya Anti berenang, Anti melihat sosok wanita di seluncuran. ia mencoba mendekatinya. Ketika sangat dekat, begitu terkejutnya ia karena itu bukan wanita biasa.
Setelah ke luar, ia merasakan tangan Dita sangat dingin. Lalu ia menengok ke arah tangan yang dipegangnya. Begitu terkejutnya ia karena yang dipegangnya bukan Dita, melainkan wanita di kolam renang. ia berusaha melepaskan tangan wanita itu. Setelah dilepaskan, ia lari sekuat tenaga. Tidak dirasa, larinya semakin lambat dan penglihatannya kabur, ia pun tidak sadarkan diri.
Anti bangun di pos satpam. Satpam bertanya kenapa ia tidur di jalan. Anti menjelaskan semuanya dari awal. Dan satpam menyarankan agar ia istirahat di rumah. Setelah menelepon mamanya, ia pun pulang. Sesampainya di rumah, hp Anti langsung berbunyi. Ternyata dari Dita. Anti pun mengangkatnya.
“Halo Dit..”
“Woi! Tadi lo ngapa ninggalin gue di sana?”
“Sorry Dit, gue gak tahu.”
“Lo habis lihat setan ya?”
“Kok lo tahu?”
“Tahulah! Cewek kan?”
“Iya!”
“Mukanya pucet, pelipisnya berdarah, matanya merah. Iya kan?”
“Iya! Lo lihat di mana?”
“lihat di perosotan tadi.”
“Kok lo gak takut sih?”
“Enggaklah! Udah biasa gue, tiap hari dia ada di situ. Dia penunggu kolam renang itu! Katanya sih, dia dulu tenggelem di kolam renang…”
“Kok lo gak pernah cerita tentang itu sih?”
“Lo gak tanya! Oh iya, katanya juga yang mati di situ ada 2. Cuman yang satunya lagi gak tahu gue! Katanya sih ya.. Satunya gak pernah nampakkin diri. Paling cuman suara-suara doang…”
“Lo pernah denger?”
“Enggak, gue tahunya yang di perosotan doang!”
“Oh yaudah deh. Thanks ya udah ngasih tahu! Bye..”
“Bye..” Sambil mengakhiri pembicaraan.
Di dalam kamar, Anti masih berpikir. Berarti yang tadi nangis di kamar mandi bukan cewek yang tadi dia lihat. Yang nangis itu cewek satunya lagi. Tapi siapa?
Cerpen Karangan: Syahvirlia A
0 komentar:
Posting Komentar