Translate

cerpen pelit

Written By iqbal_editing on Selasa, 29 Agustus 2017 | 17.47

Memang sih, hemat itu harus. Tapi, kalau hematnya keterlaluan? Itulah Oliv, gadis berumur 13 tahun yang enggan berurusan dengan hal yang dapat menghabiskan uangnya, ataupun yang lain, terutama dengan masalah peminjaman barang.
Sejak kecil, Mama Oliv selalu mengajarkan tentang menabung. Ya, tentu saja, Oliv sangat gemar menabung. Semakin bertumbuhnya usia, Oliv pun semakin pelit. Jangankan sama orang lain, sama kakak sendiri aja pelitnya minta ampun!
“Dhe Oliv, kakak pinjem modem nya sebentar dong, penting nih” kata Kak Via, Kakak Oliv.
“Ih, enak aja.. Kakak kan udah punya sendiri” kata Oliv sambil terus bermain laptop tanpa menoleh sedetikpun kepada Kakak sulungnya itu.
“Pinjem sebentar aja nggak boleh, pulsa kakak habis Oliv” pinta Kak Via.
“Males ah.. Hahhahahha” kata Oliv sambil tertawa. Kak Via pun berlalu dengan jengkel.
“DASAR PELIT!” gerutu Kak Via di setiap jalannya.
Waktu itu, Oliv masih dalam perjalanan pulang ke rumah, naik mikrolet. Sewaktu lampu merah, anak kecil berpakaian compang-camping mendekatinya, yang duduk di dekat pintu mikrolet.
“Mau apa sih?” tanya Oliv. Anak kecil itu terus bernyanyi dengan tatapan menyedihkan, berharap dapat mendapatkan uang dari Oliv.” Iih, masih kecil kok udah minta-minta? Udah sana-sana! Pergi!” bentak Oliv. Anak itu pun takut, dan langsung pergi.
Jangankan seribu rupiah, 500 rupiah saja enggan Oliv berikan.
“Uuh.. buat apa uang jajanku aku kasihkan mereka? Mending aku tabung, biar nanti bisa hidup enak. Waah.. kira-kira berapa yaah tabunganku sekarang? Pasti banyak” pikir Oliv sambil membayangkan tabungannya.
Tiba-tiba, ia tersentak.” Ka..Kalau uang tabunganku dicuri Kak Via? atau..Ah, lebih baik nanti aku sembunyiin di sarung bantal aja, pasti aman!” kata Oliv dalam hati.
Sesampainya di rumah,ia segera menbongkar celengannya, dan memindahkan semua uangnya ke dalam sarung bantal. Kak Via, yang melihat Oliv pun hanya dapat berdecak heran” Mau apa lagi dia?” pikirnya.
“Haha! Dengan begini, aku bisa jadi kaya raya nanti!” ungkap Oliv sambil merebahkan diri di atas kasur.
Esoknya, saat Oliv sedang sekolah, Mama Oliv masuk ke kamar Oliv. Ia melihat sprei Oliv yang kotor sekali.
“Sepertinya, sudah lama spreinya belum diganti. Lebih baik aku ganti saja” gumam Mama Oliv, yang tidak tau apa isi sarung bantal Oliv.
Mama Oliv pun memasukkan sprei Oliv, ya termasuk sarung bantal Oliv yang berisi banyaaak sekali uang ke dalam mesin cuci.
Sepulang sekolah, Oliv segera masuk ke kamar, berniat untuk memasukkan sisa uangnya. Haa! Betapa kagetnya Oliv, saat mengetahui sprei kasurnya sudah diganti dengan yang baru.
“Maaaaaaaaaa” teriak Oliv dengan panik.
“Ada apa sih Oliv, kok teriak teriak?” tanya Mama, yang datang menghampiri Oliv.
“Mama ngganti sprei Oliv? Ah Mama.. di sana ada semua uang Oliv” tangis Oliv.
“Itu kan salah kamu sendiri Oliv, ngapain kamu taruh di bantal?” jelas Mama.
Kak Via yang mendengarnya pun, langsung berkata, “Haha..Makanya jangan pelit pelit!”
Oliv pun kapok dan menangis dengan penuh penyesalan sampai pagi. Tangisannya semakin keras, dan terdengar sampai sejauh 500 m!
Cerpen Karangan: Annisa Berliana Dewi
Facebook: Annisa Berliana Dewi
Anyeong!
Kalau kalian ingin berkenalan denganku,open:
https://www.facebook.com/annisaberliana.nicha
GOMAWO^^

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik