Story
Tsubasa
Ozora adalah seorang siswa SD dari Jepang yang sangat mencintai sepak
bola dan memiliki impian pada suatu hari nanti memenangkan Piala Dunia
FIFA untuk Jepang. Dia tinggal bersama dengan ibunya di Jepang, sementara ayahnya adalah seorang kapten pelaut yang bepergian di seluruh dunia. Tsubasa Ozora dikenal sebagai Soccer Moshigo yang diterjemahkan sebagai "anak yang dilahirkan untuk bermain sepak bola". Ketika ia hanya hampir satu tahun, ia hampir tertabrak bus dijalan ketika sedang bermain bola. Namun,
untungnya Tsubasa telah memegang bola di depannya yang berfungsi
sebagai bantal dan bola itulah yang menyelamatkan hidupnyaa. Oleh karena itu, motto Tsubasa Ozora adalah "Bola adalah teman saya". Sejak ia masih kecil, ia selalu pergi keluar dengan bola . Ibunya sekarang memiliki menyimpulkan bahwa ia memang lahir hanya untuk bermain sepak bola. Pada
usia yang sangat muda, Tsubasa Ozora sudah memiliki kecepatan yang
mengagumkan, stamina, keterampilan dribbling dan shootpower, siapapun
terkagum-kagum ketika melihat Tsubasa bermain bola. Pada
awal cerita, Tsubasa dan ibunya pindah ke kota Nankatsu, sebuah kota
kecil yang terkenal karena sekolah sepak bolanya, dan di mana Tsubasa
bertemu Ryo Ishizaki, seorang siswa SD sepak bola yang mencintai sepak
bola yang sering menyelinap keluar dari rumahnya dan tidak mengerjakan
tugas yang diberikan ibu hanya untuk bermain sepak bola. Disana
Tsubasa juga bertemu Sanae Nakazawa (juga dikenal sebagai Anego), calon
istri Tsubasa ,seorang gadis antusias muda yang juga mencintai sepak
bola dan membantu menghibur tim Nankatsu dan Genzo Wakabayashi, kiper
muda yang sangat berbakat yang Tsubasa
tantang untuk memperebutkan sebuah lapangan sepak bola. Dalam
pertandingan itu SD Nankatsu harus bisa memasukan satu gol ke gwangan SD
Sutetsu, SD dimana Wakabayasi bersekolah. Dalam pertandingan itu
Tsubasa bisa memasukan 1 gol ke gawang Wakabayasi,tak disangka
pertandingan itu disaksikan oleh Roberto
Hongo, salah satu pemain terbaik sepak bola Brasil, yang merupakan
teman ayah Tsubasa, dan yang tiba di Jepang dan mulai hidup dengan
Tsubasa dan ibunya. Roberto
menjadi mentor untuk Tsubasa dan membantu dia untuk memanfaatkan
keterampilan sepak bola, meyakinkan dia untuk bergabung di SD Nankatsu
dan masuk sekolah sepak bola .Dalam bulan berikutnya ada sebuah
pertandingan antara SD Nankatsu Dan SD Sutetsu, pada tengah-tengah
pertandingan Ishizaki mengalami cidera dan tidak bisa melanjutkan
pertandingan sehingga Ia digantikan oleh Taro
Misaki, yang telah melakukan perjalanan di seluruh Jepang karena
pekerjaan ayahnya sebagai pelukis dan segera bergabung dengan SD
Nankatsu,
ternyata Tsubasa dan Misaki sangat cocok dan dapat bekerja sama dengan
baik sehingga SD Nankatsu dapat menahan imbang SD Sutetsu yang merupakan
Juara Nasional, sejak saat itulah mereka berdua menjadi teman baik dan
dijuluki sebagai "Golden Duo" atau
"Pasangan Emas"dari Nankatsu.Setelah itu dibentuklah kesebelasan
Nankatsu untuk mewakili daerah Nankatsu dalam Kejuaran Nasional, tetapi
pada saat itu Wakabayasi tidak bisa bermain karena cidera kaki dan dia
hanya bermain dipertandingan final melawan kesebelasan Mewa yang
diperkuat Kojiro Hyuga. Dan akhirnya kesebelasan Nankatsu bisa menjadi
juara pertama. Dan
disana Tsubasa dan teman-temanya bertemu degan pemain jepang berbakat
lainya seperti Kojiro Hyuga, Ken Wakashimazu, Jun Misugi, Hikaru
Matsuyama, dan banyak lainnya.Setelah
memenangkan kejuaraan tersebut Misaki pindah ke Perancis sedangkan
Wakabayasi pergi ke Jerman untuk melanjutkan sekolah sepak bola dan
menggapai mimpinya untuk menjadi kiper terbaik di Dunia.
Roberto juga harus kembali ke Brasil untuk mendapatkan pengobatan,
terpaksa Ia harus berpisah dengan Tsubasa tetapi sebelum pergi Ia telah
mewariskan Teknik tendangan Drive Shoot atau Tendangan Jarak Jauh dan
dia juga meninggalkan buku harianya untuk Tsubasa.Setelah ditinggal oleh
Roberto, Tsubasa dapat menjuarai Kejuaran Nasional Sepak Bola tingkat
SMP secara berturut-turut selama 3 tahun. Setelah final Kejuaraan
Nasional SMP ke-3 Tsubasa bersama teman-temanya menjadi wakil Jepang
dalam Piala Dunia U-16 di Perancis . Karena mengalami cidera bahu
Tsubasa harus menjalani pengobatan terlebih dahulu sebelum mengikuti
Turnamen di Perancis, di Perancis dia bertemu kembali dengan Wakabayasi
dan Misaki, bersama mereka Tsubasa dapat membuat Jepang menjadi juara
setelah bertarung sengit dengan Italia yang diperkuat Gino Hernandes
kiper no.1 Eropa, Argentina yang diperkuat Huan Diaz, Perancis yang
diperkuat Piere, dan Jerman yang dipekuat Pangeran Sepak Bola Eropa
Sneider dan Kiper tanpa celah Muller. Setelah memenangkan turnamen di
Perancis Tsubasa diajak Roberto untuk ke Brasil, disana Ia bermain di
klub Brancos sebagai pemain Gelandang Serang, disana Ia bertemu dengan
Pepe dan Carlos Santana si Anak Dewa yang akan menjadi saingan terberat
dalam karirnya. Setelah 2 tahun di Brasil dan telah menguasai semua
teknik yang diajarkan oleh Roberto, Tsubasa pergi ke Spanyol dan
bergabung dengan tim Catalunia/Barcelona, pada awal musim kompetisi
Tsubasa dimasukan ke tim B Catalunia dan dia harus memasukan 10 gol dan
membuat 10 umpan agar bisa masuk ke tim A, di tim A dia harus bersaing
dengan Rivaul, si elang catalunia untuk menjadi Gelandang Serang Utama
tim A catalunia, Ia juga harus bertarung dengan Natureza dari Real
Madrid untuk menjadi Pemain Terbaik di Liga Spanyol. Sedangkan
Wakabayasi berada di Jerman di tim utama Grunwold dan bersaing dengan
Sneider, dan tetap berusaha untuk menjadi kiper terbaik di Dunia,
sedangkan Hyuga berada di Italia, bergabung dengan tim
Piomonte/Juventus, dan mengejar ambisinya sebagai penyerang Striker
terbaik di Dunia. Dia akhir cerita diceritakan bahwa Jepang menjadi tuan
rumah Piala Dunia dan harus berhadapan dengan Brasil di partai Final,
Jepang diperkuat oleh Tsubasa, Hyuga, Wakabayasi, Misaki, Misugi dan pemain Di Era Emas, sedangkan Brasil diperkuat oleh Rivaul, Pepe, Natureza, dan Santana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar