Judul Cerpen Ibu Rae
Cerpen Karangan: Nys. Nazwa Fania A.
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 5 August 2015
Semua bercerita, semua menggosip, bahwa aku tidak bisa bermain Ice
Skating. Padahal aku tinggal di kotanya bersalju semua menggosipku
dengan dari pandangan belakang. Aku juga benci diriku “Kenapa aku tidak
bisa main Ice Skating?!” Aku mencoba terus. Banyak orang yang bisa
bermain Ice Skating dengan pasangannya (Partner).
Oh ya, Namaku Viola El Skis, Everyone says my name is so Fancy, All of
my family, Have a talent in ICE SKATING, mine’s not. Keluargaku semuanya
bernama belakang Skiss. Yang artinya “Pemain Ski” tapi aku tidak karena
aku kekurangan “S” Seharusnya “S” nya double seperti mamaku Karena
Skiss Skis artinya “Kekurangan” Aku duduk termenung melihat orang dengan
senang melambai kakinya kemana-mana.
“Aku Punya Ide!” Kataku bahagia, Aku tersenyum. Ternyata Aku akan
menulis kata pertama di atas kertas yang agak kecil. Di depannya, ada
tulisan judul yang bernama “Harapanku di tahun baru” dan “Kotak kenangan
tahun lalu” dengan kedua kotak itu aku menjalani hidupku. Mamaku
memanggilku ternyata aku les Privat ski.
“Ma? Kok bisa? di rumah kita, kan tidak ada air yang membeku?” Tanyaku, Mama malah tersenyum ideal.
“Lihat saja nanti.” Aku masih tidak mengerti maksudnya dengan kata
“Lihat Saja Nanti” itu apa? huft.. Aku gak usah pikirin itu lagi saja.
Di tengah tengah salju putih nan indah, di dunia yang amat putih,
menghembuskan napas. Mencari api. Ya, itulah negaraku aku duduk di depan
jendela meminum teh hangat dan melamun melihat orang bermain Ice
Skating.
“Gimana aku bisa menjadi seperti mereka?” Aku bertanya kepada diriku
sendiri. Tentu saja aku masih memikirkan dengan les privat. Tiba tiba
suara yang tidak aku kenal memanggilku.
“Viola! Viola! Dimana kau?” kata suara itu. Aku melihat ke belakang. Seorang wanita cantik jelita memanggilku.
“A-Aku disini!” Kataku yang sedang menaikki tangan kecilku.
Ternyata, wanita itu adalah guru les Ice Skatingku, dia berkata bahwa
namanya Rae tapi dia dipanggil “Re” dia mengucapkan kata-katanya dengan
sangat lembut wajahnya cantik, baik pasti semua cowok suka ke Ibu Re.
“Kotak apa itu?” Ibu Re menunjuk ke kotak kenangan tahun lalu. Aku
menjelaskan kepada Ibu, aku mau meyimpan pengalaman baikku di kotak itu.
Dan, aku mau membahagiakan orangtuaku dengan lancar bermain Ice
Skating. Bu Re menatapku.
“Semoga kamu bisa lancar bermain Ice Skating nak.” Kata Ibu Re, dengan suara sangat lembut.
“Sekarang, mari kita ke tempat Ice Skating.” aku berlari tak sabar sampai waktu kuberlari itu licin sampai aku terjatuh.
“Itu tempatnya.” Bu Re menunjuk kolam berenang kita yang sudah membeku.
“Oh, ini ya yang membeku” kataku dalam hati. “Swirl!” lambaian tangan Ibu Re dan melihatku.
Aku ke tempat Ice Skating. Tapi semuanya sia-sia aku terjatuh,
terjatuh, terjatuh dan terjatuh terus Ibu Re menghampiriku dan berkata.
“Vio, kamu harus giat berlatih ya! Sini Ibu pegangin biar kamu bisa!”
Kata Ibu lembut. Aku memegang tangan Ibu Re. Ternyata tangannya lembut
seperti kapas, menjadikan aku puas memegang tangannya. Aku menjadi
percaya diri dan aku mau Ice Skating Sendiri.
“Bu Lepaskan aku!” aku terlihat sok, tapi aku terjatuh, tetapi aku bangkit dan terjatuh aku tidak pantang menyerah.
1 Tahun berlalu sekarang aku sudah kelas 6 SD sekarang aku menjadi
bisa bermain Ice Skating, malah aku medapat Piala, medali dan tropi.
Dengan diajarkan dari Ibu Re yang lembut tetapi tegas. Tapi, semuanya
aneh, waktu aku sudah lancar bermainnya, Ibu Re tak kian datang aku
menanyakan kepada mama.
“Ma, kenapa Ibu Re tidak datang lagi?” Tanyaku, Mama tersenyum tapi aku tahu dalam perasaan mama sedih.
“Ibu Re meniggal nak..” jawabnya.
“Hah? Gak mungkin ma! Mama salah baca! Ibu Re pasti belum meninggal!” Aku langsung mengambil koran yang dipegang mama.
“I-Ibu Re. M-ma.. Ibu Re baik benar, Aku suka sama dia. Mama.. mama bisa
gak jadi Ibu Karena ya yang ngajari Ski aku! Mama kan pemain ski yang
bagus…” kataku, mama tersenyum. Sekarang aku senang, Mama juga lembut
seperti Ibu Re, tapi, Aku tidak melupakan Ibu Re.
-Tamat-
Cerpen Karangan: Nys. Nazwa Fania A.
Facebook: www.facebook.com/NAZWA.ROC
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar