Dengan cahaya secukupnya dari lampu meja
Sinar temaram seolah ingin bercerita
Tentang kisah yang tergambar
Bukan kenyataan hanya visualisasi digital
Tidak sebenarnya hanya replika memori
Belumlah nyata hanya tangkapan lensa
Kertas foto yang tertumpah warna
Menggurat garis-garis berpola
Menyerupai wajah-wajah yang ceria
Tetapi tak tahu apa yang sebenarnya ada di rasa
Nampak gedung besar dibelakangnya
Orang lalu-lalang saling melempar senyum
Sebagian tertawa
Beberapa terdiam
Merenung bercucur air mata
Langit biru yang sebagian mulai tertutup awan mendung
Tak tertahan hendak menyentuhnya
Aku ada didalamnya namun tak akan dikenal
Atau barangkali orang-orang tahu dengan prasangka
Siapa yang memotretnya?
Aku ingin berkata kepadanya
Bisakah kau ambil sekali lagi dengan rautku yang sejujurnya
Wahai Sang Fotografer…
Langkah ringan berarak
Menembus waktu mengukur jarak
Membagi beban dengan gerak
Ketika mentari mulai terik
Ketika peluh mulai menitik
Ketika jemantik rajin menggelitik
Satu mata mencari sudut
Mengukur jarak dengan tepat
Membuka difragma secara akurat
Klik ... Shutter bersuara
Susah payah berusaha
Tak kenal menyerah
Terus berkarya
Menembus waktu mengukur jarak
Membagi beban dengan gerak
Ketika mentari mulai terik
Ketika peluh mulai menitik
Ketika jemantik rajin menggelitik
Satu mata mencari sudut
Mengukur jarak dengan tepat
Membuka difragma secara akurat
Klik ... Shutter bersuara
Susah payah berusaha
Tak kenal menyerah
Terus berkarya
0 komentar:
Posting Komentar