Translate

puisi tukang siomay

Written By iqbal_editing on Jumat, 24 Februari 2017 | 03.27

PUISI TUKANG SIOMAY
Karya: Norman Adi Satria

Pedagang siomay keliling
menuliskan di gerobaknya:
Siomay Ikan Tuna – Asli.
Anehnya, satu buah siomay
hanya dihargai 500 rupiah.
Tetangga saling berbisik:
Jangan-jangan itu palsu,
pakai boraks,
pakai daging tikus,
pakai daging kadal,
pakai bahan busuk.
Karena penasaran,
saya datangi tukang siomay itu.
“Bang, emang bener siomay Abang pakai Ikan Tuna?”
“Bener lah, Bang. Masa aye boong.
Jualan harus jujur, Bang.
Kalau boong malah kita yang rugi sendiri.”
“Ya, tapi ga masuk akal.
Masa siomay ikan tuna sebiji cuma gopek?”
“Emang ini ikan boleh nangkep sendiri di kali, Bang.
Jadi aye jual murah.”
“Kok ikan tuna di kali?
Tuh, Abang boong khan.
Saya bilangin warga nih!”
“Siapa yang boong, Bang?
Ini asli ikan tuna.
Ada ikan tuna netra karena ikannya kelilipan limbah pabrik,
ada ikan tuna daksa yang lahir cacat karena kontaminasi air,
ada ikan tuna wicara karena mulutnya tersumbat bahan kimia berbahaya,
ada tuna wisma karena ekosistemnya hancur
akibat ulah manusia yang serakah
dan tak peduli lingkungan.”
“Oh, gitu ya?”
Saya pulang
dan merenungkan nasib segala ikan
yang sekarang ini berubah menjadi segala tuna
akibat ulah kita.

Bekasi, 23 Juni 2013
Norman Adi Satria

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik