Translate

cerpen kamu pasti bisa

Written By iqbal_editing on Kamis, 02 Maret 2017 | 20.50



Ujian nasional adalah ujung tombak penentuan dari 3 tahun menuntut ilmu di bangku Sekolah Menengah Atas yang kini Ia jalani. Aisyah dan Teman-teman sekelasnya sangat antusias menyambut UN.
Tentu tidaklah mudah menghadapi 20 paket so’al yang akan hadir tahun ini, dan yang jelas dalam satu kelas tidak ada yang memegang dua paket so’al yang sama…
Aisyah, salah satu siswi kelas XII x merupakan siswi yang rajin dan tekun, hari-harinya hanya diisi dengan belajar dan belajar.
Aisyah dan teman-temannya sibuk mempersiapkan UN tahun ini dengan semangat yang menggebu-gebu. Mereka percaya bahwa mereka bisa lulus dengan nilai murni hasil perjuangan mereka yang pastinya memuaskan. Biarpun 20 paket so’al menanti, mereka tetap bersemangat.
“Semangat UN” merupakan kata-kata penyemangat bagi mereka.
Tak akan sia-sia selama usaha mereka dalam mencapai sukses adalah yang utama untuk selanjutnya melangkah kejenjang yang lebih tinggi lagi. Ya, agar dapat meraih mimpi dan mengejar cita-cita mereka.
Teng ! Teng ! Teng ! (bel pulang berbunyi)
“Sya…. Nanti kamu berangkat les kan?” Tanya Ilma ketika melihat sahabatnya, aisyah tak beranjak dari bangkunya.
“iya dong….” Jawab Aisyah  antusias
“kamu nggak mau pulang dulu?” tanyanya lagi
“Oh, enggak. Aku mau disekolah saja, lagian lesnya kan jam 2, daripada aku pulang mendingan aku bahas sedikit soal, itung-itung sambil nunggu. Kan bentar lagi…”
“yaudah, aku juga nggak pulang… boleh kan aku ikut belajar?” pintanya
“tentu,” jawab Aisyah
Kemudian mereka berdua membahas so’al-soal ujian tahun lalu bersama.
Waktu berlalu, jam menunjukkan pukul 14.00 WIB, jam les dimulai. Aisyah dan teman-teman sekelasnya sangat antusias mengikuti les. Tidak ada satupun temannya yang alfa, mereka sama bersemangatnya dengan Aisyah, semangat UN.
. . .
Waktu berlalu begitu cepat, Ujian Nasional yang ditunggu-tunggu kini sudah di depan mata. Persiapan Ujian telah matang, mulai dari Belajar hingga peralatan standar Ujian yang mereka gunakan harus yang terbaik. Karena alat tulis seperti pensil  serta penghapusnya juga sangat menetukan.
Hari itu merupakan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional. Mereka mulai memasuki ruangan yang sudah disediakan untuk ujian. Detik demi detik berlalu, butir-butir jawaban mulai terkumpul, dengan pensil yang sedikit tumpul bergerak langkah demi langkah menghitamkan lingkaran pada setiap nomor pada lembar jawaban. Aisyah dan teman-temannya begitu serius mengerjakan so’al, dengan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka yakin dapat melewati Ujian Nasional dengan lancar.
Satu mata pelajaran terselesaikan dengan baik, dua mata pelajaran juga terselesaikan, begitulah seterusnya hingga hari terakhir pelaksanaan UN.
Ujian Nasional, Ujian Sekolah dan Ujian Praktik mampu dilewati dengan lancar. Kini tinggal menunggu hasil kelulusan.
“Ibu, Isya berangkat dulu ya, Assalamu’alaikum….” Ucap Aisyah berpamitan sembari mencium tangan Ibunya.
“Hati-hati ya, Nak.” Kata Ibu
“Do’akan ya, Bu.” Pinta Aisya, karena hari itu merupakan hari pengumuman kelulusan.
. . .
Aisyah berjalan menuju koridor sekolah dengan wajah cerianya.
“Ilma!” panggil Aisyah pada sahabatnya
“Aisyah… “ sahut Ilma
“Ayo, Sepertinya aku terlambat ya? Hehehe..” ajak Aisyah
“Ya… baru 5 menit…” kata Ilma yang setia menunggu sahabatnya itu sedari tadi.
Semua siswa kelas XII berkumpul di Aula besar untuk menunggu pengumuman dari Kepala Sekolah.
“Anak-anak, ada teman kalian yang tidak lulus ujian tahun ini.” Kata Kepala sekolah yang membuat seluruh siswa merasakan degup jantung mereka semakin cepat. Tak luput dengan Aisyah, jarang sekali dia merasa gugup seperti ini.
“dan, teman kalian yang tidak lulus adalah…” suasana semakin menegangkan
“adalah, dia siswa/i yang tidak ikut Ujian!” senyum sumringah itu mengembang pada wajah-wajah dalam ruangan itu. Bagaimana tidak, dikatakan bahwa yang tidak lulus ujian adalah ‘dia yang tidak mengikuti ujian’ sementara seluruh siswa mengikuti ujian.
“tahun ini, tingkat kelulusan di sekolah kita mencapai 100%” lanjut kepala sekolah yang sontak membuat seluruh siswa bersorak, dan tepuk tangan pun mulai membahana badai membuat suasana penuh haru.
Perjuangan mereka berbuah manis atas apa yang mereka yakini, bahwa mereka BISA!. Ujian Nasional yang sering dianggap momok bagi siswa, guru maupun orang tua itu telah berhasil mereka lewati dengan baik.

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik