Ujian nasional adalah ujung tombak penentuan dari
3 tahun menuntut ilmu di bangku Sekolah Menengah Atas yang kini Ia jalani. Aisyah
dan Teman-teman sekelasnya sangat antusias menyambut UN.
Tentu tidaklah mudah menghadapi 20 paket so’al yang akan hadir tahun ini, dan yang jelas dalam satu kelas tidak ada yang memegang dua paket so’al yang sama…
Tentu tidaklah mudah menghadapi 20 paket so’al yang akan hadir tahun ini, dan yang jelas dalam satu kelas tidak ada yang memegang dua paket so’al yang sama…
Aisyah, salah satu siswi kelas XII x merupakan
siswi yang rajin dan tekun, hari-harinya hanya diisi dengan belajar dan
belajar.
Aisyah
dan teman-temannya sibuk mempersiapkan UN tahun ini dengan semangat yang
menggebu-gebu. Mereka percaya bahwa mereka bisa lulus dengan nilai murni hasil
perjuangan mereka yang pastinya memuaskan. Biarpun 20 paket so’al menanti, mereka
tetap bersemangat.
“Semangat
UN” merupakan kata-kata penyemangat bagi mereka.
Tak
akan sia-sia selama usaha mereka dalam mencapai sukses adalah yang utama untuk
selanjutnya melangkah kejenjang yang lebih tinggi lagi. Ya, agar dapat meraih
mimpi dan mengejar cita-cita mereka.
Teng ! Teng ! Teng ! (bel pulang berbunyi)
“Sya….
Nanti kamu berangkat les kan?” Tanya Ilma ketika melihat sahabatnya, aisyah tak
beranjak dari bangkunya.
“iya
dong….” Jawab Aisyah antusias
“kamu
nggak mau pulang dulu?” tanyanya lagi
“Oh,
enggak. Aku mau disekolah saja, lagian lesnya kan jam 2, daripada aku pulang
mendingan aku bahas sedikit soal, itung-itung sambil nunggu. Kan bentar lagi…”
“yaudah,
aku juga nggak pulang… boleh kan aku ikut belajar?” pintanya
“tentu,”
jawab Aisyah
Kemudian mereka berdua membahas so’al-soal ujian
tahun lalu bersama.
Waktu
berlalu, jam menunjukkan pukul 14.00 WIB, jam les dimulai. Aisyah dan
teman-teman sekelasnya sangat antusias mengikuti les. Tidak ada satupun
temannya yang alfa, mereka sama bersemangatnya dengan Aisyah, semangat UN.
. . .
Waktu berlalu begitu cepat, Ujian Nasional yang
ditunggu-tunggu kini sudah di depan mata. Persiapan Ujian telah matang, mulai
dari Belajar hingga peralatan standar Ujian yang mereka gunakan harus yang
terbaik. Karena alat tulis seperti pensil
serta penghapusnya juga sangat menetukan.
Hari itu merupakan hari pertama pelaksanaan Ujian
Nasional. Mereka mulai memasuki ruangan yang sudah disediakan untuk ujian. Detik
demi detik berlalu, butir-butir jawaban mulai terkumpul, dengan pensil yang
sedikit tumpul bergerak langkah demi langkah menghitamkan lingkaran pada setiap
nomor pada lembar jawaban. Aisyah dan teman-temannya begitu serius mengerjakan
so’al, dengan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka yakin dapat melewati
Ujian Nasional dengan lancar.
Satu mata pelajaran terselesaikan dengan baik, dua
mata pelajaran juga terselesaikan, begitulah seterusnya hingga hari terakhir
pelaksanaan UN.
Ujian
Nasional, Ujian Sekolah dan Ujian Praktik mampu dilewati dengan lancar. Kini
tinggal menunggu hasil kelulusan.
“Ibu,
Isya berangkat dulu ya, Assalamu’alaikum….” Ucap Aisyah berpamitan sembari
mencium tangan Ibunya.
“Hati-hati
ya, Nak.” Kata Ibu
“Do’akan
ya, Bu.” Pinta Aisya, karena hari itu merupakan hari pengumuman kelulusan.
. . .
Aisyah berjalan menuju koridor sekolah dengan
wajah cerianya.
“Ilma!”
panggil Aisyah pada sahabatnya
“Aisyah…
“ sahut Ilma
“Ayo,
Sepertinya aku terlambat ya? Hehehe..” ajak Aisyah
“Ya…
baru 5 menit…” kata Ilma yang setia menunggu sahabatnya itu sedari tadi.
Semua siswa kelas XII berkumpul di Aula besar
untuk menunggu pengumuman dari Kepala Sekolah.
“Anak-anak,
ada teman kalian yang tidak lulus ujian tahun ini.” Kata Kepala sekolah yang
membuat seluruh siswa merasakan degup jantung mereka semakin cepat. Tak luput
dengan Aisyah, jarang sekali dia merasa gugup seperti ini.
“dan,
teman kalian yang tidak lulus adalah…” suasana semakin menegangkan
“adalah,
dia siswa/i yang tidak ikut Ujian!” senyum sumringah itu mengembang pada
wajah-wajah dalam ruangan itu. Bagaimana tidak, dikatakan bahwa yang tidak
lulus ujian adalah ‘dia yang tidak mengikuti ujian’ sementara seluruh siswa mengikuti
ujian.
“tahun
ini, tingkat kelulusan di sekolah kita mencapai 100%” lanjut kepala sekolah
yang sontak membuat seluruh siswa bersorak, dan tepuk tangan pun mulai
membahana badai membuat suasana penuh haru.
Perjuangan mereka berbuah manis atas apa yang
mereka yakini, bahwa mereka BISA!. Ujian Nasional yang sering dianggap momok
bagi siswa, guru maupun orang tua itu telah berhasil mereka lewati dengan baik.
0 komentar:
Posting Komentar