skip to main |
erpen uas semester gasal
UTS GASAL 2015
“Hshhh hshhh...” suara desisan angin yang memasuki
celah celah ventilasi rumah sederhana ini telah membuatku terbangun. Langit
terlihat gelap, suara suara dedaunan melengkapi hari itu tepatnya hari Ahad, 4
Oktober 2015 pukul 03.00 dini hari. Kesunyian pun menyelimuti diriku walau jalan
raya yang lebar membentang di depan rumah bercat abu abu ini.
Kaki ini pun melangkah menuju pintu hijau yang
didalamnya terdapat bak air besar dan parabot lainnya, ya kamar mandi! Aku
membasuh dengan tertib bagian bagian tubuhku, mulai dari kumur, basuh hidung,
muka, tangan, kepala, telinga, kaki dengan penghayatan penuh dan sampai
akhirnya aku mengakhiri dengan bacaan “Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu
anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina,
waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.” Aku
langsung menuju tempat tersuci dari najis di rumahku. Aku melaksanakan rukun
rukunnya dengan tumakninah dan tentunya tertib. Alhamdulillah, akupun
melantunkan doa doa nan indah maknanya.
Besok pagi
tepatnya tanggal 05 Oktober 2015, aku dan teman teman ku di SMP Negeri 2
Magelang tercinta melaksanakan Ulangan Tengah Semester Gasal tahun pelajaran
2015/2016. Ya! Ini Ulangan Tengah Semester pertamaku saat menduduki kelas 8 di
SMPN 2 Magelang. Aku biasa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar di kelas 8C
tercinta yang memiliki nama kelas SIMPANCE dengan kepanjangan Sindikat Murid
Delapan Che. Seperti biasa, sebelum mengikuti Ulangan Tengah Semester aku
selalu menyiapkan banyak hal demi kesiapanku mengikuti kegiatan wajib ini di
sekolah tercinta, hal yang harus dipersiapkan jelang UTS diantaranya :
1.
Siapkan mental
Kita harus yakin bahwa ulangan ini hanyalah sebatas hambatan kecil yang
dapat kita lewati dengan mudah. hanya orang-orang yang bermental juaralah yang
akan menganggap bahwa ulangan ini hanyalah penghadang kecil yang bisa
dirobohkan dengan mudah. Tetapi, juga harus usaha untuk dapat merobohkannya.
2.
Belajar
Jangan lupakan belajar. Para pelajar jaman sekarang biasanya mengawali
ulangan dengan tanpa belajar, mereka berkeyakinan bahwa "gak usah belajar
lah, kan yang penting ada temen yang pinter disebelah gua....". Jangan
pernah menghadapi ulangan tanpa mengulang pelajaran terlebih dahulu. Kita tidak
boleh memanfaatkan teman atau membuat contekan demi nilai bagus yang padahal
bukan merupakan hasil kerja kerasnya sendiri. Jika ada kesulitan belajar dengan
metode belajar yang biasa saja, biasanya aku mencoba untuk menggunakan cara
belajar yang tidak biasa, misalnya les privat, membuat peta pikiran (mind mapping), atau penghafalan
menggunakan metode yg lebih unik. untuk lebih jelasnya mengenai cara cara
belajar tadi biasanya aku tanya ke si mbah (Google).Setiap manusia diciptakan
dengan volume otak yang sama. hanya saja setiap manusia berbeda-beda cara
belajarnya.
3.
Alat Tulis
Banyak alat tulis yang harus aku bawa untuk Ulangan, yaitu :
-
Pensil
-
Penghapus
-
Bolpoin
-
Tipe-x atau label
-
Rautan pensil
-
Penggaris
-
Dll
4.
Kartu Peserta Ujian
Kartu peserta ujian atau nomor ujian juga wajib dibawa saat melaksanakan
UTS. Biasanya, jika tidak membawa kartu penting ini bisa dikenakan denda Rp.
1000,00 dan menukarnya dengan kartu yang baru di panitia. Tidak hanya denda,
melainkan nama kita akan tercatat sebagai salah satu siswa yang tidak membawa
kartu.
5.
Berdoa
Menurutku berdoa adalah hal yang sangat wajib dilakukan sebelum
melakukan hal apapun termasuk Ulangan Tengah Semester yang besok dilakukan
serentak. Tetapi, berdoa tanpa diimbangi dengan usaha atau belajar juga tidak
akan tercapai hal yang diinginkan. Jadi, untuk mencapai suatu hal kita harus
berdoa disertai dengan usaha atau belajar mengenai hal yangingin dicapai itu.
Itulah hal hal yang aku persiapkan menjelang Ulangan Tengah Semester
Gasal tahun 2015. Sama persis seperti tahun tahun sebelumnya. Tetapi, semakin
bertambah jenjang akupun semakin memiliki visi yang besar untuk mendapatkan
nilai nilai yang jauh lebih baik dari nilai nilai yang pernah aku capai di
kesempatan sebelumnya. Namun, visi visi yang aku miliki tentunya tak akan
pernah tercapai jika aku tidak memiliki misi apapun atau usaha apapun untuk
mendongkrak visiku itu.
Pagi ini, aku merencanakan untuk belajar materi UTS yang akan diujikan
pada Hari Senin besok, yaitu pelajaran Matematika dan Pendidikan Agama Islam.
Matematika adalah salah satu pelajaran yang lumayan rumit sehingga membuatku
tertarik untuk menyelesaikannya, karena keilmuannya yang pasti sehingga
membuatku terpacu untuk memecahkan misteri dibalik soal soal sederet angka yang
mungkin bisa membuat beberapa orang migrain. Pendidikan Agama Islam adalah
pelajaran yang tidak hanya mengandalkan pemikiran namun kita juga harus
mengamalkannya dengan perbuatan.
Tetapi, tiba tiba aku
menghentikan pemikiranku tentang rencana besar ini yang terus berputar putar
mencari jalan keluar di sel sel otakku yang ber milyaran. Sebelumnya aku tidak
pernah memikirkan tentang hal ini. Bayangkan sudah berapa kali aku melaksanakan
UTS dan sejenisnya dari SD sampai sekarang, namun otakku baru mengeluarkan
pertanyaan akan hal ini. Ya! Aku berpikir dan terus bertanya tanya tentang
tujuan dilaksanakan Ulangan Tengah Semester. Aku pun terus mengocok otakku
bagai buah yang diblender dan menghasilkan juice buah yang nikmat dan
menyegarkan, aku masih memutar otak untuk memecahkan pertanyaan ini. Setelah
lama otakku bekerja, akhirnya aku menemukan jawaban untuk menguak misteri akan
hal ini, yaitu tujuan UTS dan
sejenisnya, diantaranya :
1.
Untuk memperoleh informasi tentang mutu dan hasil pembelajaran di SMP
tertentu.
Jadi, dengan dilaksanakannya UTS dan sejenisnya dapat memberi informasi
tentang mutu dari sekolah yang telah melaksanakan Ulangan tersebut, sehingga
dapat menjadi daya tarik bagi segenap orang yang sedang mencari sekolah.
2.
Sebagai alat untuk mengetahui ketuntasan terhadap Standar Kompetensi
(SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
masing-masing Mata Pelajaran yang belum diujikan atau belum sempat diujikan.
3.
Sebagai alat untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa yang
dituangkan dalam laporan hasil belajar dan dapat juga untuk menentukan
kelulusan siswa bahkan untuk memasukkan siswa ke sekolah ke jenjang lebih
tinggi.
4.
Memperoleh umpan balik bagi sekolah dalam penyempurnaan program dan
upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Sehingga dapat menjadi
pembelajaran bagi sekolah untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa agar
dapat mutu sekolah yang berkaitan.
5.
Menjadi salah satu bahan untuk
memperoleh nilai Pengetahuan dan Pemahaman Konsep (PPK) dan Pratik terhadap
Kompetensi Dasar (KD) yang belum diujikan.
6.
Menjadi salah satu faktor bahan penentuan kebijakan pembinaan sekolah.
Dengan aku mengetahui tujuan tujuan dilaksanakan Ulangan Tengah
Semester dan sejenisnya, aku lebih semangat untuk mewujudkan visi besar ku. Aku
pun lebih mempunyai semangat yang besar untuk belajar belajar dan belajar
hingga tercapai cita citaku nanti.
Selanjutnya aku pun melanjutkan belajar materi materi UTS Matematika
dan Pendidikan Agama Islam.
Keesokan harinya...
Aku sudah bersiap siap berangkat menuju sekolah, SMPN 2 Magelang,
sekolah Adiwiyata. Aku melangkahkan kaki ku dengan sepatu pantofel hitam
layaknya seorang anggota PBB dengan seragam OSIS putih biru dongker lengkap
dengan jilbab, dasi, ikat pinggang berlogo sekolah kebanggaan dan kaos kaki
putih bersih yang melekat pas di telapak dan punggung kaki sampai area tulang
kering dan betis. Aku melangkah dengan tegap dan mantap layaknya sudah siap
mengerjakan deretan soal yang bisa melumpuhkan jiwa raga ini. Aku pun
meneruskan jalannya kakiku menuju pintu keluar rumah dan menunggu sebuah mobil
biru dengan seorang sopir yang selalu siap mengantarkanku, namun dengan syarat
membayar Rp 2000,00 setiap satu tujuan. Akhirnya mobil yang selalu aku tunggu
mendatangku tepat di depan tempatku berdiri dengan menggendong tas abu abu dan
membawa kertas kisi kisi ulangan nanti. Aku menikmati perjalanan menuju sekolah
dengan membaca seabrek materi yang diberikan guruku sekaligus mendengarkan
lantunan lagu dangdut dengan irama yang khas yang memang rutin dinyalakan di
angkutan itu.
Mobil biru dengan penumpang yang hampir membludak ini akhirnya berhenti
tepat di seberang sekolahku. Aku turun menuruni satu anak tangga di pintu
angkutan itu dan membayar kepada sopir dengan satu lembar uang 1000an dan dua
keping uang 500an dan diterima oleh sopir itu dengan senyum manisnya yang
dipersembahkan kepadaku. Aku menyeberangi jalan menuju gerbang sekolahku yang
masih sepi. Aku melewati koridor sekolah menuju ruangan ujianku yaitu di kelas
9D atau yang memiliki nama kelas DESTROYER yang aku tak tau artinya dengan
ketua kelas Kak Yantria Gusta Nugraha atau sering dipanggil Iyan dan Wakil
ketua Kak Diffa Alifia Nabila atau sering dipanggil Diffa. Memang aku menduduki
kelas 9D sebagai ruang ujianku, tetapi berbeda dengan pasangan sebangku, aku
mendapat pasangan sebangku salah satu anggota kelas 9G yaitu Kak Alfi Riski
Ramadhanti atau sering dipanggil Alfi.
Aku meletakkan barang bawaan ku yang kumasukkan dalam tas abu abuku ke
kursi panjang yang terbuat dari kayu tepat diluar kelas 9D. Aku membuka lembar
demi lembar dan membaca angka demi angka sebuah buku bersampul warna kuning
dari pemerintah dan sampulnya bertuliskan “MATEMATIKA”. Akupun mencorat coret
selembar kertas HVS yang mungkin jika balita melihatnya akan merasa bingung apa
yang aku tuliskan. Aku hanya menuliskan beberapa angka dan beberapa lambang - +
= : dan juga beberapa variabel x, y, a dan sejenisnya.
Semakin lama aku duduk menatap bukuku semakin banyak suara suara remaja
disekelilingku, semakin keras, dan semakin mengeras, sampai akhirnya suara
besar pun berbunyi menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan teriakan reflek
yang menggelegar keluar dari bibir bibir manis dan lidah lidah para siswa yang
akan mengikuti Ulangan, yaitu bunyi Bel
“ Kring Kring”
Semua siswa menuju ruangan ujian masing masing, meninggalkan tempat
sebelumnya yaitu koridor yang sedari tadi ramai layaknya lautan manusia. Aku
masuk kelas DESTROYER dengan membawa sebuah papan kayu cokelat muda dengan
selembar kartu peserta ujian berwarna biru muda dan membawa sebuah tempat
pensil yang didalamnya terdapat beberapa alat tulis yang dibutuhkan saat
Ulangan. Aku langsung menuju tempat dudukku di pojok belakang yang sampingnya
sudah ditempati oleh Kak Alfi yang sedari tadi sudah menatapku dan melemparkan
senyum manisnya kepadaku sebagai pertanda sapaan dengan pasangan sebangkunya
yang baru.
“ Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” pengawas kelasku jam itu
mengucapkan salam dan dilanjutkan membaca Tata Tertib Ujian dengan runtut yang
pasti akan dilanggar oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab dan akan
dipatuhi oleh orang orang yang memiliki kesadaran kedisiplinan tinggi. Setelah
membacakan tata tertib ujian, pengawas membagikan lembar jawaban dengan cap di
kanan atas, kertas buram untuk coret coretan, lembar jawab komputer dan satu
bendel soal yang nantinya akan dikerjakan jika sudah memasuki waktunya.
“kring”
Bel tanda memulai mengerjakan soal pun berbunyi. Para siswa membalik
kertas soal yang sebelumya terlihat bagian belakangnya saja, dan membaca soal
soal dan berfikir atas jawaban serta menghitamkan dalam bentuk bulatan di
lembar jawab komputer yang telah disediakan.
Waktu mengerjakan soal pun habis, siswa diminta untuk meninggalkan
ruangan dan menikmati waktu istirahat dengan makan atau minum atau biasanya
banyak yang mempelajari materi pelajaran selanjutnya yang akan diujikan di luar
kelas atau tepatnya di koridor dan membentuk lautan manusia kembali seperti
esok tadi sampai bel masuk.
Akhirnya bel masuk berbunyi, seperti tadi para siswa memasuki ruangan
ujian dan duduk sesuai tempatnya. Pengawas membagi soal dan mengawasi keadaan
siswa di kelas tersebut sampai bel pulang berbunyi.
Ketika bel pulang berbunyi, para siswa yang telah selesai berpikir
keras mengerjakan soal langsung keluar ruangan, memasukkan alat alat ujian yang
esoknya akan dibawa kembali kedalam tas masing masing. Setelah itu mereka
diperbolehkan pulang.
Aku memasukkan alat tulisku kedalam tasku yang tergeletak diatas kursi
kayu dan menggendongnya serta berjalan setengah berlari menuju teman teman ku
yang sudah bergerombol membicarakan soal soal dan jawaban mereka masing masing
pada saat Ulangan dilaksanakan tadi. Ada juga beberapa temanku yang
membicarakan hal hal yang lucu atau yang menyebalkan saat melaksanakan Ulangan
di ruangan masing masing dengan pasangan sebangku masing masing dan dengan
pengawas masing masing.
Setelah puas berbagi cerita akhirnya aku bersama teman temanku berjalan
menuju luar sekolah untuk menikmati berbagai jajanan yang entah sadar atau
tidak, makanan tersebut banyak yang tidak sehat karena tercampur dengan polusi
udara karena penjual makanan atau minuman itu berjualan di sepanjang jalan dan
mangkal di pinggir jalan raya yang penuh dengan asap kendaraan bermotor. Tetapi
tetap saja banyak konsumen setia penjual penjual tersebut, salah satunya aku
sendiri.
Aku dan teman teman setiaku dari kelas 7 yang sampai sekarang masih
menemaniku walau sudah terpisah di kelas 8 berjalan mencari mobil biru muda
yang sering lewat di seberang sekolah. Sambil membawa cup minuman dan plastik
yang didalamnya terdapat jajanan yang sering disebut jajanan lek lekan oleh
beberapa orang. Akhirnya aku dan teman temanku mendapat angkot pilihan yaitu
angkot yang belum ramai penumpang atau bahkan yang kosong tapi tetap ada
sopirnya di depan, bagaimana bisa kalau sopirnya tidak ada?
Dalam perjalanan pulang aku dan teman temanku biasanya bercerita atas
pengalaman mereka atau bergurau tentang hal hal yang pantas menjadi candaan di
tempat umum seperti diangkot. Akhirnya satu persatu manusia turun dari mobil
itu sehingga tersisa aku dan sopir, dan tidak ada perbincangan apapun di tempat
ini, sunyi sepi sampai akhirnya pak sopir membuka perbincangan “Turun mana
dek?” “pasar lama ya pak”
Hanya beberapa kata yang mengisi kesunyian dalam angkot itu sekitar 2-3
menitan.
Akhirnya aku turun dari mobil biru dan berjalan disepanjang jalan raya
dan menyeberang jalan yang penuh truk besar, mobil, dan beberapa motor. Aku
berjalan sekitar 6 meter dan membelokkan badan kekanan melihat istanaku yang
setiap hari aku tempati. Aku berganti pakaian dan melanjutkan belajar sesuai
dengan jadwal hari selanjutnya dan melakukan aktivitas seperti biasanya.
...
Akhirnya sudah hari Sabtu, 10 Oktober 2015, hari terakhir Ulangan
Tengah Semester Gasal 2015. Aku bersyukur bisa menyelesaikan 6 hari UTS dengan
lancar walaupun aku tidak yakin hasilnya akan sesuai yang aku inginkan.
Setelah UTS, akan ada kegiatan Classmeeting dari Mahasiswa PPL
UNNES dan Pentas Seni Mahasiswa PPL UNNES dengan tema Seikat Bunga Pelangi.
Semua siswa diminta ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Setelah UTS terlaksana, menurutku masih banyak hal hal yang diperbaiki
lagi dalam pelaksanaan UTS baik dari siswa maupun dari pengawas, yaitu :
1.
Siswa harus lebih meningkatkan belajar
Siswa harus lebih giat lagi dalam belajar bukan lebih giat lagi dalam mencontek
atau membuat contekan karena hal itu merugikan diri sendiri.
2.
Siswa harus lebih menjaga keimanan
Siswa harus lebih menjaga keimanan maksudnya adalah siswa harus bisa
menghindar dari perbuatan buruk saat UTS seperti bermain, tidak menghargai
waktu, bahkan tidak jujur dalam mengerjakan.
3.
Siswa harus menjaga kedisiplinan
Siswa harus lebih menjaga kedisiplinan dalam berbagai hal misalnya saat
berangkat sekolah, dalam membawa perlengkapan ujian, dalam belajar, dalam
mengerjakan soal, dan lain sebagainya
4.
Meningkatkan pengawasan oleh pengawas
Meningkatkan pengawasan pengawas terhadap peserta didik yang sedang
menjalankan atau melaksanakan Ulangan agar senantiasa jujur dan menghindar dari
kebohongan dalam hal apapun karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang
disekitarnya.
Itu adalah beberapa hal yang harus ditingkatkan dalam pelaksanaan
Ulangan atau Ujian di SMP Negeri 2 Magelang demi terciptanya sekolah yang
memiliki mutu baik dalam bidang akademik maupun non akademik dan spiritual
serta meningkatkan kedisiplinan dan kejujuran para peserta didik dan warga
sekolah lainnya.
0 komentar:
Posting Komentar