Dodi yang dari tadi bingung akhirnya memutuskan untuk pergi menonton pertandingan bola tersebut tanpa meminta izin pada ibu, dan tanpa mengerjakan PR dahulu.
Lapangan sepak bola tersebut sudah mulai ramai saat Dodi sampai di sana. Sebelum pertandingan di mulai Dodi segera mencari tempat duduk. Pertandingan berlangsung dengan sangat riuh. Kelompok sepak bola yang digemari Dodi terus memimpin hingga akhir pertandingan.
Setelah 2 jam berlalu akhirnya pertandingan itu usai. Dodi pun segera beranjak dari lapangan itu dan kemudian berjalan pulang menuju rumah. Pukul 03.30 Dodi sudah sampai di depan pintu rumahnya. Ia mengetuk pintu lalu masuk sembari mengucapkan salam.
Sampai keesokan harinya ia terbangun dan mengingat akan PR-nya. Ia terlonjak dari atas tempat tidurnya. “Gimana nih?, aku belum mengerjakan PR. Bisa-bisa aku dihukum pak guru lagi!” serunya dengan nada gelisah. Tiba-tiba “Dodi ayo bangun nanti terlambat pergi ke sekolahnya!” teriak ibu dari luar membangunkan Dodi yang dari tadi sudah bangun. Dodi segera berlari menuju kamar mandi dengan membawa handuk untuk mandi. Setelah mandi Dodi segera berlarian lagi menuju ruang makan. Ia terburu-buru karena sudah telat.
Sesampainya di sekolah gerbang sekolahnya hampir di tutup. Ia segera masuk ke kelasnya. Di saat pak guru Dodi memasuki kelas. Dodi teringat kembali akan PR-nya yang belum ia kerjakan. Jantungnya langsung berdebar.
“Anak-anak kumpulkan PR kalian yang bapak beri kemarin!” perintah pak guru dengan wajahnya yang penuh wibawa. Serentak semua teman-teman Dodi mengumpulkan PR mereka masing-masing ke meja pak guru. Hanya Dodi sendiri yang tidak mengumpulkan. Dodi duduk dibangkunya tenpa berbuat apapun.
“Dodi mana PR-mu” tanya pak guru tegas. “Ti…dak ad..a pak” dengan sedikit gagap Dodi menjawab. “Kenapa kamu tidak membuat PR-mu Dodi?” kata pak guru lagi masih dengan suaranya yang tegas. “Saya kelelahan kemudian tertidur hingga pagi pak” jawab Dodi lagi dengan suaranya yang sudah tidak gagap lagi. Kemudian pak guru kembali bertanya “Kenapa kamu merasa lelah?” tanya pak guru kembali.
Sebentar suasana terasa begitu hening, tak ada yang berani berbicara termasuk Dodi. “Kenapa Dodi, kenapa kamu tidak menjawab?”. Mendengar suara pak guru yang bertambah tegas Dodi tambah takut dan langsung menjawab “Saya menonton pertandingan sepak bola pak guru!” seru Dodi dengan suara yang masih terdengar lemas. Ada beberapa anak yang terdengar menertawakannya.
Akhirnya Dodi diberi hukuman oleh pak guru mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali. Setelah dia mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali. Ia merasa lelah dan juga Dodi merasa menyesal sekali kenapa ia melupakan pelajaran hanya karena menonton sebuah pertandingan sepak bola. Kemudian Dodi berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan melakukan sesuatu yang tidak berguna bila ada suatu hal yang lebih penting. Akhirnya Dodi pun pulang dengan terus mengingat dan memegang janjinya itu.
Cerpen Karangan: Fitri Rosadela
0 komentar:
Posting Komentar