Sejak
kelas satu Andre hobi bermain bulu tangkis. Andre ingin menjadi pemain
nasional seperti Taufik Hidayat, “ jawabnya setiap di tanya. Kedua orang
tua adik senang mendengar cita – cita anaknya itu. “yah, Andre ingin
punya raket yang bagus, “pinta Andre pada ayahnya. “ Ayah berjaji akan
membelikan Andre raket yang lebih bagus, tapi Andre harus terus rajin
belajar dan berlatih!. Tepat di hari ulang tahun Andre, ayahnya
menghadiahi sebuah raket merek terkenal. “wah, yah!ini raket yang sudah
lama Andre inginkan, tapi pasti harganya mahal”.”taka pa .ayah senang
bisa memberikan sesuatu yang menjadi kesukaanmu.selain itu, kerena
prestasimu di sekolah , kamu pantas menerimanya”. Malihat keseriusan
Andre menekuni hobinya, ayahnya mendaftarkannya ke klub bulu tangkis.
Andre sangat senang dan makin rajin berlatih
Tak terasa sudah Sembilan bulan Andre berlatih di klub itu. Perkembangan Andre sangat bagus. Pelatihnya, pak
frans berniat untuk mengirim Andre mengiku pertandingan
antarklub.sebulan kemudian, hari pertandingan pun tiba. Andre berhasil
melewati babak-babak awal dengan mudah. Setelah melewati perjuangan yang
panjang, akhirnya ia lolos ke final.
Kini
dua pemain terbalik saling berhadapan untuk menentukan siapa sebenarnya
yang terbaik. Pertandingan berjalan seru. Kedunya saling kejar mengejar
dalam memperoleh angka. Ketika melakukan smes, Andre merasakan suara
aneh pada raketnya. Ternyata, raket kesayanganya patah dengan senar
terkoyak.
Sesaat
ia terpana memendangi raketnya yang bengkok tak berbentuk lagi.
Terbayang wajah ayahnya saat memberi hadiah raket
kesayangannya.”Andre...! cepat ganti raketnya dan lanjutkan
pertandingan!”teriak pak frans.Andre tersadar dan segera mengganti
raketnya denga raket yang lama. Tetapi, karena kurang percaya diri,
pukulannya tak akurat lagi. Andre minta izin wasit untuk mengelap
keringatnya. Ayah Andre segera menyeruak dari kerumunan penonton.”Andre,
kamu harus terus semangat! Tunjukkan pada ayah permainan yang
sebenarnya. Jangan risaukan raket itu! Ayah akan lebih senang da bangga
melihat anak Ayah pantang menyerah dan tak kenal putus asa”.
Semangat
Andre bangkit kembali, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Pertandingan
di lanjutkan kembali. Andre tak member kesempatan lawan untuk
mengembangkan permainannya. Akhirnya, Andre berhasil menang. Gemuruh
sorak sorai penonton mengiringi Andre ketika ia menerima hadiah. Selain
hadiah uang, sponsor juga member hadiah tambahan berupa sebuah raket
yang sama seperti hadiah dari ayahnya. Denga rasa bangga yang luar
biasa, andre mengacungkan raket itu ke arah ayahnya yang memandanginya
dengan penuh haru.
0 komentar:
Posting Komentar