Hari pertama semua siswa baru diganggu oleh seniornya di sekolah saat masa orientasi berlangsung, namun Rani diperlakukan lebih parah dari siswa lain, dia diperintah menyanyi sambil joget di depan semua siswa lain bahkan diperintah mengatakan perasaannya pada seniornya di sekolahnya semua siswa menertawainya dia hanya bisa menangis tersedu-sedu.
Keesokan harinya Rani diikat di tiang bendera dan disiram mengunakan air selokan lagi-lagi di depan semua siswa dan semua siswa hanya menertawainya dan dia hanya bisa menangis menahan malu dan bau tubuhnya.
Kejahilan yang diterima Rani membuatnya tertekan, hingga akhirnya tiba hari perayaan peresmian diterimanya siswa baru Saat kepala sekolah memberikan kata-kata sambutan tiba-tiba “bruk” suara terdengar dan semua siswa lari sambil teriak histeris. Dan ternyata itu Rani yang yang melompat dari balkon sekolah, darahnya mengalir dan bagian tubuhnya sebagian remuk. Peristiwa itu tak akan pernah dilupakan oleh semua penghuni sekolah.
Setelah tahun selanjutnya masa orientasi siswa dilaksanakan lagi dan hari pertama seorang siswa ditemukan tewas di kolam renang sekolah dengan kondisi mengenaskan, hari berikutnya itu terulang lagi, itu terus berlangsung selama masa orientasi siswa, satu persatu siswa ditemukan tewas mengenaskan tapi tak tahu sebabnya apa.
Kematian siswa yang tak wajar terus terulang selama tiga tahun dan hanya terjadi saat masa orientasi siswa berlangsung. Akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan masa orientasi siswa karena mereka mengganggap bahwa kematian siswa yang tak wajar pada saat masa orientasi adalah kutukan dari arwah Rani.
Cerpen Karangan: Renni Elga
0 komentar:
Posting Komentar