Translate

teknik pembelajaran puisi 2

Written By iqbal_editing on Minggu, 04 September 2016 | 07.54

.  Model Definisi
Model definisi adalah model menulis puisi dengan memberi definisi atau arti terahadap sesuatu. Kata kunci yang biasanya digunakan yaitu adalah. Siswa diajak untuk menentukan terlebih dahulu kata yang akan didefinisikan. Langkah berikutnya siswa mendefinisikan kata itu dalam beberapa definisi. Setelah itu, siswa diminta untuk menambah definisinya menjadi definisi yang bisa direnungkan atau mengandung pesan. Terakhir, siswa mencoba untuk memperindah bunyi definisi menjadi puisi.. Berikut ini akan diberikan contoh menulis puisi dengan model ini.
Langkah 1
Siswa diminta untuk memilih kata yang akan didefinisikan. Sebagai contoh kata yang didefinisikan adalah putih.
Langkah 2
Siswa mendefinisikan kata itu dalam beberapa definisi.
Putih
Putih adalah bening
Putih adalah bersih
Putih adalah suci
Putih adalah cinta
Langkah 3
Siswa diminta untuk menambah definisinya menjadi definisi yang bisa direnungkan atau mengandung pesan
Putih
Putih adalah bening bola matamu, dengan cara sama menatapku
Putih adalah bersih hatimu, tak pernah ada dendam walau muka penuh luka
Putih adalah suci pribadimu, yang selalu menjaga hati dari nafsu
Putih adalah pengabdianku, hormatku, dan kasih sayangku padamu Ibu
Langkah 4
Siswa mencoba untuk memperindah bunyi definisi menjadi puisi.
Putih adalah bening bola matamu, dengan cara sama menatapku
Yang senantiasa teduh meredam gejolak emosiku
Yang senantiasa sejuk menyegarkan kegelisahanku
Yang senantiasa setia setiap aku memerlukanmu
Putih adalah bersih hatimu, tak pernah ada dendam walau muka penuh luka
Yang tiada kehabisan kata untuk bercerita
Yang tiada beban untuk memaafkan
Yang  selalu sayang sepanjang zaman
Putih adalah suci pribadimu,  yang  selalu menjaga hati dari nafsu
Yang senantiasa memberi tanpa meminta kembali
Yang senantiasa menerima dengan tangan terbuka
Yang senantiasa menjaga walau raga tanpa daya
Sekarang cobalah Anda membuat puisi  dengan model definisi seperti contoh di atas!
…………………….adalah………….
…………………….adalah………….
…………………….adalah………….
2.  Model Nama
Model nama adalah cara menulis puisi dengan bantuan nama tertentu untuk menulis puisi. Setelah puisi ini jadi, huruf pertama puisi ini bisa dibaca sebagai nama sesuatu. Langkahnya adalah dengan menentukan terlebih dahulu nama yang akan digunakan untuk menulis puisi. Langkah berikutnya, menuliskan nama itu berjajar dari atas ke bawah. Dari awal huruf itu, kita mengembangkan menjadi sebuah puisi.
Langkah 1
menentukan terlebih dahulu nama, misalnya ODE
Langkah 2
Menuliskan nama berjajar dari atas ke bawah.
O
D
E
Langkah 3
mengembangkan menjadi sebuah puisi
Oh, siapakah yang berdiri di sana
Dengan wajah seakan tanpa dosa
Entah dengan cara bagaimana aku dapat mengenalnya
Siapa nama Anda atau ingtlah nama orang-orang yang berkesan di hati Anda? Cobalah Anda tulis nama itu menjadi puisi!
Misalnya nama Anda Andri
                                      A………………………
                                      N.........................
D………………………
R………………………
I……………………….
3.    Deskripsi
Model deskprisi adalah model menulis puisi dengan menggambarkan  atau melukiskan tempat, suasana, warna, bentuk, tingkah laku, waktu, peristiwa, dan watak. Langkahnya adalah sebagai berikut.
  • Tentukan terlebih dahulu hal yang ingin Anda deskripsikan/gambarkan. Misalnya, suatu tempat wisata!
  • Buatlah deskripsi tersebut menjadi bahasa yang lebih puitis!
Berikut ini diberikan contoh-contoh puisi yang disusun berdasarkan deskripsi

RUANG INI

(Sapardi Djoko Damono)

Kau seolah mengerti: tak ada lubang angin

Di ruang terkunci ini
Seberkas bunga plastik di atas meja,
Asbak yang penuh, dan sebuah buku yang terbuka
Pada halaman pertama

Kaucari catatan kaki itu, sia-sia

DI DEPAN PINTU
(Sapardi Djoko Damono)
Di depan pintu: bayang-bayang bulan
Terdiam di rumput. Cahaya yang tiba-tiba pasang
Mengajaknya pergi
Menghitung jarak dengan sunyi
4.  Kesan
Model kesan adalah model menulis puisi dengan menuliskan kesan terhadap sesuatu. Kesan yang dimaksud adalah menakutkan, bahagia, suka, benci, gemas, dan lain sebagainya. Langkahnya adalah menentukan terlebih dahulu kesan yang ingin diciptakan. Kemudian menentukan suasana yang mendukung kesan tersebut.
KAMAR
(Sapardi Djoko Damono)
Ketika kumasuki kamar ini
Pastidikenalnya kembali aku
Suara langkahku, nafasku
Dan ujung-ujung jari yang dulu menyentuhnya
Dan kali ini – pertemuan ini
Tanpa jam dinding
Bgitu saja di suatu sore hari
Sewaktu percakapan tak diperlukan lagi
Tanpa engah-engahan pendek
Tanpa “malam begitu cepat lalu!”
Dan kulihat bibir-bibirnya sembilu
Menoreh kenanganku
5, Deskripsi dan Kesan
Model deskripsi dan kesan adalah model menulis puisi dengan menggabungkan antara gambaran terhadap sesuatu dengan kesan terhadap apa yang digambarkan itu. Berikut ini akan diberikan contoh gabungan antara deskripsi dan kesan.
SEPASANG SEPATU TUA
(Sapardi Djoko Damono)
sepasang sepatu tua tergeletak di sudut sebuah gudang,
          berdebu
yang kiri terkenang akan aspal meleleh, yang kanan teringat
          jalan berlumpur sehabis hujan—keduanya telah jatuh
cinta kepada sepasang telapak kaki itu
yang kiri menerka mungkin besok mereka dibawa ke tempat
          sampah dibakar bersama seberkas surat cinta, yang
kanan mengira mungkin besok mereka diangkut truk
sampah itu dibuang dan dibiarkan membusuk bersama
makanan sisa
sepasang sepatu tua saling membisikkan sesuatu yang hanya
bisa mereka pahami berdua

Tanah Air

(Muhammad Yamin)
Pada batasan, bukit Barisan
Memandang aku, ke bawah memandang
Tampaklah hutan rimba dan ngarai;
Lagipun sawah, sungai yang permai;
Serta gerangan, lihatlah pula
Langit yang hijau bertukar warna
Oleh pucuk, daun kelapa;
Itulah tanah, tanah airku
Sumatra namanya, tumpah darahku.
Sesayup mata, hutan semata,
Bergunung bukit, lembah sedikit;
Jauh di sana, di sebelah situ,
Dipagari gunung satu persatu
Adalah gerangan sebuah surga,
Bukannya janat bumi kedua
—Firadus Melayu, di atas dunia!
Itulah tanah yang kusayangi
Sumatra namanya, yang kujunjungi
Pada batasan, bukit Barisan,
Memandang ke pantai, teluk permai;
Tampaklah air, air segala,
Itulah laut, samudra Hindia.
Tampaklah ombak, gelombang pelbagai
Memecah ke pasir, lalu berderai,
Ia memekik, berandai-randai:
“Wahai Andalas, pulau Sumatra,
Harumkan nama, selatan utara!”
Bogor, Juli 1920
Ikan
(Wahyudi Siswanto)
aku lihat ikan di akuarium
tidak pernah memejamkan mata
lalu bagaimana ia menghitung hari dan kematian
barangkali memang tidak perlu dirisaukan
karena ia selalu berdzikir dengan mata dan siripnya
6. Pesan
Model pesan adalah model menulis puisi dengan menuliskan pesan penyairnya. Pesan apa yang hnedak disampaikan? Langkahnya adalah dengan menentukan pesan apa yang akan disampaikan. Pesan ini diubah menjadi bahasa puitis. Berikut ini contoh puisi model ini.
Kepada Penyair
(A. Mustofa Bisri)
Berhentilah menyanyi sendu
Tak menentu
Tentang gunung-gunung dan batu
Mega-mega dan awan kelabu
Tentang bulan yang gagu
Dan wanita yang bernafsu
Berhentilah bersembunyi
Dalam simbol-simbol banci
Berhentilah menganyam-anyam maya
Mengindah-indahkan cinta
Membesarbesarkan rindu
Berhentilah menyia-nyiakan daya
Memburu orgasme dengan tangan kelu
Berhentilah menjelajah lembah-lembah
Degan angan tanpa arah
Tengoklah kanan-kirimu
Lihatlah kelemahan di mana-mana
Membuat lelap dan kalap siapa saja
Lihatlah kekalapan dan kelelapan merajalela
Membabat segalanya
Lihatlah segalanya semena-mena
Mengroyok dan membiarkan nurani tak berdaya
Bangunlah
Asahlah huruf-hurufmu
Celupkan baris-baris sajakmu
Dalam cahya dzikir dan doa
Lalu tembakkan kebenaran
Dan biarkan Maha Benar
Yang menghajar kepongahan gelap
Dengan mahacahyaNya

Hujan, Terjunlah

(Zawawi imron)
Hujan, terjunlah ke lembah
Menghapus makna dalam jerit yang bisu
Pada lubang maut
Ku tanam kepedihan waktu
Dari rerumput kupetik gairahmu
Menyala bagi gendang yang gemuruh
Hujan!
Taburkan serbuk serbuk  hati langit
Ke rawa rawa
Tempat jejak tak kekal
Biar kuseret sungai kelaut
Dan maut
Berdoa dalam hatiku
7. Deskripsi dan pesan
Menulis puisi dengan deskripsi dan pesan adalah model menulis puisi dengan terlebih dahulu mendeskripsikan benda, tingkah laku, suasana, atau gejala. Puisi ini ditambah pesan penulisnya. Berikut ini contoh puisi model ini.

Sarang Lebah

(Wahyudi Siswanto)
sel-sel tempat penyimpanan madu di sarangnya
dibangun dari sudut yang berbeda
pada akhirnya bertemu di tengah
tanpa adanya ketidakserasian atau rasa payah
(manusia takmampu membuat bangunan yang rumit
tanpa perhitungan geometris yang bikin dahi mengernyit
padahal lebah melakukannya tanpa perdebatan sengit)
lebah, lebah
kepakkan sayapmu
untuk memberitahuku
siapa yang memandaikanmu
8. Model Definisi, Deskripsi, Kesan, dan Pesan
Model ini merupakan gabungan dari definisi, deskripsi, kesan dan pesan. Berikut ini merupakan contoh puisi yang menggunakan model tersebut.
GELAP
(Wahyudi Siswanto)
engkaulah tirai malam
tutupi terang
pencipta bayang-bayang
hari-hari terisi dengan nyanyian nina bobok
diiringi teriak jangkrik dan konser katak
tapi mengapa aku takut padamu
tidak bisakah engkau ceritakan
tentang indah mimpimu
Dari puisi di atas kita dapat mengetahui langkah-langkah menulis puisi model ini sebagai berikut.
  1. membuat definisi;
(malam) engkaulah tirai malam
  1. membuat deskripsi;
tutupi terang
pencipta bayang-bayang
hari-hari terisi dengan nyanyian nina bobok
diiringi teriak jangkrik dan konser katak
  1. membuat kesan; dan
tapi mengapa aku takut padamu
  1. membuat pesan.
tidak bisakah engkau ceritakan
tentang indah mimpimu
9. Copy Master
Teknik ini adalah teknik menulis puisi dengan cara meniru sebuah puisi yang sudah jadi (terkenal). Yang perlu diingat, Anda hanya meniru tekniknya.
Anda bisa menggunakan model ini dengan memperhatikan langkah-langkah di bawah ini.
    1. Puisi yang hendak Anda tiru itu Anda ganti  kata-katanya atau kalimatnya.
    2. Setelah Anda ganti beberapa kata atau kalimatnya, puisi itu Anda sesuaikan dengan keinginan Anda.
    3. Tentu saja hal itu bisa Anda sempurnakan sesuai dengan isi puisi. Sebagai contoh, perhatikan puisi di bawah ini!
PANAS
(Wahyudi Siswanto)
siang ini panas sekali
jangan bertanya pada daun
mereka sedang parade gugur
jangan bertanya kepada akar
mereka barangkali sedang sekarat
jangan bertanya pada ranting
mereka sedang berteriak melengking
mungkinkah semua ini karena embun jiwa sudah enggan menyapa
ataukah matahari serakah yang terus bertahta

 

Puisi ”Panas” di atas bercerita tentang kegelisahan penyairnya pada suasana panas yang sedang melanda daerahnya. Mengapa daerah penyair panas sekali, apakah ini karena ulah manusia atau memang karena gejala alam. Penyair terus bertanya untuk mencari jawab apa gerangan penyebab panas menyengat yang sedang melanda daerahnya.
Kita bisa mengubahnya menjadi puisi yang mirip atau menjadi puisi lain. Kita bisa mengubah menjadi puisi yang mirip bila yang kita ganti hanya kata-katanya saja. Isi puisi itu tetap sama. Kata yang ada di dalam puisi itu kita ganti dengan kata yang sama atau hampir sama artinya. Perhatikan contoh di bawah ini!
Pengubahan puisi
Puisi yang sudah jadi
Cahaya Menyengat
PANAS
                cahaya menyengat ubun-ubun
siang ini panas sekali
aku tak menanyakannya pada dedaun
jangan bertanya pada daun
kerna mereka sedang berguguran
mereka sedang parade gugur
aku takkan menanyakannya kepada akar
jangan bertanya kepada akar
kerna mereka sedang malas menjalar
mereka barangkali sedang sekarat
aku takkan tanya pada ranting pepohonan
jangan bertanya pada ranting
kerna mereka sedang berteriak meradang
mereka sedang berteriak melengking
mungkin semua ini kerna
mungkinkah semua ini karena embun
 jiwa enggan saling berbenah
jiwa sudah enggan menyapa
atau mentari yang enggan beranjak dari singgasana
ataukah matahari serakah yang terus bertahta
Cahaya Menyengat
siang ini cahaya menyengat ubun-ubun
aku takkan menanyakannya pada dedaun
kerna mereka sedang berguguran
aku takkan menanyakannya kepada akar
kerna mereka sedang malas menjalar
aku takkan tanya pada ranting pepohonan
kerna mereka sedang berteriak meradang
mungkin semua ini kerna
jiwa enggan saling berbenah
atau mentari yang enggan beranjak dari
singgasana

Latihan
Cobalah Anda ubah puisi di bawah ini dengan menggunakan model copy master! Sebelumnya, Anda bisa membaca kembali langkah-langkahnya yang sudah dijelaskan di atas.
Ikan
aku lihat ikan di akuarium
tidak pernah memejamkan mata
lalu bagaimana ia menghitung hari dan kematian
barangkali memang tidak perlu dirisaukan
karena ia selalu berdzikir dengan mata dan siripnya

 

Daftar Bacaan

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik