“Kasih aku satu dong tan….” kata Azza memohon.
“ya deh.. nih.” sambil menyodorkan boneka kecil hehehe.
“kecil banget.”
“Hahaha…” kita semua ketawa bareng-bareng.
Tiba-tiba bel berbunyi, “ting, tong, ting, tong,” aku pun membukanya ku lihat tak ada orang hanya ada sebuah kado. Aku ambil lalu aku bawa ke kamar.
“apa tuh tan? dari siapa?” tanya Naila.
“gak tahu tadi ditaruh di teras depan gak tahu siapa yang ngasih.”
“Coba buka!” kata Radita saat aku buka ternyata sebuah cermin ketika kita berempat melihat tiba-tiba kita tersedot masuk ke dalam.
“kalian ku bawa ke sini karena aku ingin meminta tolong pada kalian menemukan sebuah berlian yang hilang. Berlian itu sangat berharga karena hanya satu di dunia.” penjelasannya panjang lebar.
“apa bentuknya? Warnanya apa?” Kata Naila. “berbentuk hati dengan warna merah” kata sang ratu.
“mengapa harus kita bukankah masih banyak orang yang kuat di luar sana?”
“hanya kalianlah yang setia pada sahabat”
“Baiklah!” Kata kita berempat. Ratu memberikan kekuatan dan peta untuk ke sana.
Saat sampai di tempat yang ditunjukkan peta. Kami menemukan gunung tinggi sekali di sana ada tulisan, “ambil yang perlu jangan berlebihan!” saat kita masuk tak ada satu pun berlian hanya ada naga yang tertidur. “sstt.. pelan-pelan nanti naganya bangun!” kata Radita.
“ya sudah tahu kale…” kata Naila tiba-tiba Naila menginjak berlian kecil yang licin sehingga ia terjatuh.
“Gubrakkk!!”
Naga pun bangun.
“huwaaaaa!!”
“lari!!!” Kata kita bersamaan.
Karena sudah kelelahan dikejar plus dikasih bola api. Azza mengeluarkan entah bola apa dari dalam kantongnya dilempar aja pokoknya. Akhirnya yang muncul hanya asap.
“cepat kita cari di mana berliannya!” Kataku, kita naik tangga tinggi sekali. Akhirnya sampai di puncaknya. Kita melihat berlian banyak sekali lalu aku berteriak. “berliannya ada di sini!!!”
Kami melihat berlian yang berbentuk hati berwarna merah. Kita mengambilnya lalu kita turun hingga ke bawah. Sebelum sampai di lantai paling bawah untuk pulang kita ngintip dulu masih ada gak tuh naga. Eh ternyata dia masih tidur kata Naila, “heh naga kok suka tidur?”
“hahahha!!” kata Azza. “ssstttt…” kata Naila.
Akhirnya kita mengembalikkan berlian itu pada sang ratu. Dan ia memberikan cincin yang indah sebagai penghargaan untuk kita berempat. Tiba-tiba kita bangun dan melihat kita tidur di kamarku hingga jam 10 malam. “loh kok kita ada di sini? kalau mimpi kok aku pakai cincinnya ya aneh?” Kita berempat pun berpikiran sama. Akhirnya mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.
Tamat
Cerpen Karangan: Intan Ayu
0 komentar:
Posting Komentar